Senin, 28 Mei 2012

Kuliner Vietnam untuk Sukses Presentasi Perdana bagi ID Kita Kompasiana





By Christie Damayanti

1338181251838892244
Dokumen pribadi
Ibu-ibu narsis berburu kuliner ala Vietnamese, setelah presentasi perdana ID kita kompasiana …..Aku, mba Ella Julaeha, mba Aulia Gurdi dan mba Vema.

Aku ‘menyesal’ tidak bisa menjadi bagian dari presentasi perdana komunitas ID Kita Kompasiana, di sekolah putrinya mba Aulia Gurdi ( lihat tulisan mba Aulia GurdiPresentasi Perdana IDKita Kompasiana, Antusiasme Berbalut Kecemasan Para Orang Tua ), karena aku harus menjalani terapi. Tetapi aku tidak menyesal untuk menjadi bagian bagi komunitas untuk memperbaiki internet kita untuk anak2 kita, karena kami bersama2 memperjuangkan mutu generasi penerus kita, menjadi bangsa yang bermoral dan bisa memimpin dunia, khususnya Indonesia.

‘Penyesalan’ku menjadikan aku ingin langsung mendengarkan cerita dari mba Aulia Gurdi, mba Vema dan mba Ella. Setelah pulang terapi, karena mereka masih sedikit berleha2 melepas ketegangan setelah presentasi, aku sedikit mampir ke KFJ ( Kantor Filateli Jakarta ) sebelum menuju rumah, secara rumah sakitku dekat ke KFJ di Pasar Baru.

Begitu aku sampai di rumah, mereka sudah sampai di rumahku. Sedikit ngobrol, kami sudah kelaparan, menjadikan kami cepat2 mencari resto terdekat dengan suasana yang lumayan enak untuk mengobrol dan bercanda ria, secara kami adalah 4 ibu2 dengan anak2 dan remaja, yang terus menginginkan generasi muda kita terbebas dari masa depan yang kelam. Dan kami berempat ( dan Yasmin, putri mba Aulia ), termasuk komunitas ID Kita Kompasiana, sering bercanda ria lewat dunia online ataupun dunia offline, seperti sekarang ini.

13381813041580777293
13381813391613672194

Aku ‘membidik’ Saos Hoisin dan ramai2 membidik pesanan dan mba Ella justru ‘membidik kami ….. Hayoooo, siapa yang tahu, tubuh2 tanp kepala di foto di atas ini ???

1338181431378178821
13381814811720374354

Teh leci dengan botol madu sebagai gelas, menjadikan unik sekali. Warna-warni minuman pesanan kami …… segarnya …..

Kami menuju resto Vietnam, dimana aku memang menyukai resto itu, dengan suasana yang nyaman, di bilangan Pancoran Tebet. Ketika masing2 memilih makanan yang diinginkan, dan ‘tidak pakai lama’ karena sudah kelaparan, mereka langsung menceritakan tentang presentasi Sabtu pagi lalu, sambil tetap bercanda ria, ketawa ketiwi sambil narsis , bukan hanya berfoto2 bersama saja, juga berfoto dengan benda2 dan makanan2 yang kami pilih ….. Hihihi … Ketika makanan dan minuman2 kami sudah datang, justru masing2 berteriak,

“Jangan disentuh dulu, di foto dulu yaaaa” ….. ( memang aku selalu membuat fto2 pesananku ketika aku makan di restoran manapun ).

13381815031914030641

Hoisin Sauce ( sekaarang ada di Jakarta. Dulu, aku harus membawanya dari Amerika jika kami kesana. Tidak dari Vietnam karena aku belum pernah kesana ….. ).

Padahal masing2 dari kami benar2 sudah kelaparan! Tetap saja, kami narsis sebelum menyantap makanan kami …..

13381815411891251217
13381815681524322729

Lumpia basah isi udang dengan saos sambal, dan biasanya aku campur dengan saos Hoisin. Nasi goreng kari ala Vietman, ternyata enak sekali …..

Mba Vema malahan membuat ‘aturan’ main untuk pesenan kami masing2 di gilir untuk difoto. Bahkan setelah di gilir, mba Vema membuat pengaturan untuk difoto bersama ….. cerdik dan kreatif! Ternyata juga, justru mba Ella lebih kreatif lagi, karena dia mem-foto kami2 yang sedang mem-foto pesanan kami ….. astagaaaa …..

Pembicaraan tentang presentasi paginya, sedikit terputus, ketika kami justru mengobrol tentang rasa makanan dan warna warni minuman kami. Aku memesan kwetiau siram ala Vietnam, eunakeeeee …. Dengan dari sapi yang dicincang dan dilumuri tepung kanji. Mba Vema yang duduk di samping kananku, memesan nasi + tumis daging dengan saos lada hitam. Mba Ella memesan kwetiau kuah dengan irisan tipis daging sapi sseperti shabu2. Sedangkan mba Aulia memesan nasi goreng ari ala Vietmnam, yang memang enak sekali. Yasmin memesan steak sapi dengan bumbu Vietnsm dan dagingnya empuk sekali. Minumannya, yang sangat menarik adalah pesanan mba Aulia, yaitu teh leci dengan botol sebagai gelasnya …..

13381816002003316979
13381816362067734548

Kwetiau siram dan kwetiau kuah pesanan kami. Kwetiau Siram ini dengan daging cincang yang dilumuri dengan tepung kanji. Kwetiau Kuah dengan irisan daging shabu2 …… dicampur dengan saos Hoisin …… hmmmmmm nyam-nyam …..

Masing2 dari kami mencoba masing2 makanan yang dipesan, juga minumannya. Aku memberi tahu bahwa bumbu ( saos ) khas Vietnam adalah Saos Hoisin, dan mba Ella langsung mencoba dan mencampur saos itu menjadi satu dalam makanannya, dan kelihatannya dia menyukainya ….. Karena saos Hoisin khas Vietnam ini memang benar2 khas, dan tidak ada yang menyamainya ….. dan aku sangat suka berburu kuliner khas seperti ini, dan ketika aku sudah di jakarta, aku pasti mencari restoran2 khas sebuah negara yang aku jadikan restoran favoriteku …..

1338181674677899167
13381817051810002172

Tumis daging dengan saos lada hitam, enak banget! Dan Steak sapi dan dagingnya empuk sekali ……

Restauran Vietnam di Jakarta, tidak terlalu favorite, entah mengapa. Buat aku, justru aku lebih suka makanan Vietnam dibanding dengan makanan China, walau makanan Jepang adalah yang terfavorite untukku ( sushi dan sashimi ). Pertama kali aku mencoba makanan  Vietnam, bukan di Vietnam itu sendiri, tetapi justru di Amerika, karena warga Amerika sangat menyukai makanan2 oriental, seperti China, Vietnam dan Jepang. 

Masing2 makanan oriental khas di Amerika ini, sebanding dengan makanan2 ala barat. Justru karena mereka menempati tempat diatas, komunitas Asia mempunyai tempat khusu seperti China Town hampir di semua kota dan negara atau Little Japan di Los Angeles atau Vietnamese di beberapa kota di Amerika.

Makanan Vietnam di Amerika, agak berbeda dengan makanan Vietnam di Jakarta. Rasanya memang sama karena dimanapun, mereka mengimport Saos Hoisin untuk campurannya. Tetapi jenis dagingnya yang berbeda, secara di jakarta adalah jenis daging yang halal …..

Sukses presentasi ID Kita Kompasiana, ternyata juga sukses aku membawa sahabat2ku untuk menyantap makan siang kami di restoran Vietnam. Mereka kekenyangan, juga termasuk aku, dan hampir 2 jam kami menghabiskan waktu bersama. Setelah mba Aulia mengantar aku pulang, mba Aulia ( dengan Yamin putrinya ) dan mba Ella langsung pulang, tetapi mba Vema tetap tinggal di rumahku untuk menyambung obrolan tentang bahnya hal ….. Justru sekitar jam 7 lebih, kami bergabung mengobrol dengan orang tuaku sampai jam 8.30 malam …..

Sabtu itu, merupakan hari yang mengasikkan untukku. Bukan hanya aku berkumpul dengan komunitas ID Kita kompasiana dan sahabat2 Kompasianer, tetapi aku juga bisa bertemu dengan komunitas filateliku, walau hanya 1 jam saja. Energiku sangat terkuras dengan kegembiraanku dalam berkomunitas, yang jelas akan membuat penyembuhanku menjadi lebih baik …..

Dan juga, ternyata kuliner adalah salah satu hobiku sejak dulu, walau aku sekarang harus ‘bekerja keras’ untuk tidak memakan makanan yang dulu aku suka, karena memang kolesterol dan natrium tinggi serta keadaanku yang memang belum sembuh betul. Dan sangat menyenangkan, ketika aku bisa membawa kesenanganku dalam ber-kuliner, dengan sahabat2ku …..

Salamku …..



Tags:

0 Responses to “ Kuliner Vietnam untuk Sukses Presentasi Perdana bagi ID Kita Kompasiana”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks