Artikel Terakhir
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

Gara-gara Kurir Pengantar Tagihan Kartu Kredit, Aku Dimaki Bank Nasional

Jumat, 25 April 2014 - 0 Comments



By Christie Damayanti

mei-azzarah.com
mei-azzarah.com

Memang sangat menyebalkan dengan orang2 yang tidak mempunyai etika dalam hidup bermasyarakat. Jika kita hidup dengan baik dan bekerja dengan sebaik2nya untuk Tuhan dan masyarakat, semuanya akan sesuai dengan yang diharapkan.

Aku ingat ketika aku menikah dulu, akhir tahun 1994. Waktu itu orang tua kami mengundang sekitar 2000 orang tamu. Sekitar 1 bulan sebelumnya undangan susah disebarkan. Ada yang dikirim per-pos, catatan kilat, atau menitipkan teman atau keluarga dan ada yang dikirim melalui jasa kurir. Tetap dari 2000 undangan yang tersebar, tanda terima yang masuk sekitar 1500-an. Sisanya, alamat tidak ada atau sudah pindah dan sudah meninggal, karena networking orang tua memang cukup besar.

Undangan hampir 100% datang, semua saudara dari pelosok Indonesia datang bahkan teman2 orang tua dari jaman sekolah pun ikut mengucapkan selamat. Tetapi ketika beberapa teman tidak ada, padahal kami sangat mengharapkannya, ternyata mereka menjawab bahwa,

“Tidak ada undangan, tidak terima”, ketika kami tanyakan.

Usut punya usut, kami datangi jasa kurir itu dan membawa tanda terima yang ada di kami. Serta bertemu dengan orang2 yang mengantarnya. Ternyata, kurir itu mengakui bahwa mereka tidak mwngantar ke alamat rumah2 yang jauh ( Dejabotabek )! Mereka malas karena jauh dan macet, dan mereka menandatangani tanda terima dengan asal2an! Dan undangannya mereka buang! 

Astaga!

Itu pengalaman ku pertama dengan jasa kurir tahun 1994.

Yang kedua, ketika aku menjadi nasabah kartu kredit disebuah bank nasional besar, pertama aku mampunyai kartu kredit sendiri, tahun 1995. Bangga, tentu. Bank itu cukup baik layanannya, sampai beberapa tahun, dan mulai bermasalah tentang pengiriman tagihannya.

Pertama kali tanpa tagihan di sekitar tahun ke-4 sebagai pemegang kartu kredit, aku masih bingung, bagaimana cara tahu mengapa tidak ada tagihan. Telpon juga susah. Sehingga tagihan terlambat membayar, beberapa kali, setelah bank itu menelponku.

Aku masih baru di dunia dalam kenyataannya. Masih hijau. Tetapi ketika bank tersebut marah karena tagihan sering terlambat dan bank itu selalu menelponku, aku balik marah! Karena bukan aku tidak mau bayar tagihan, tetapi TIDAK ADA TAGIHAN! Sehingga, aku memberanikan diri untuk mendatangi bank tersebut dengan surat protes tentang masalah ini ( karena susah sekali berbicara kepada layanan publik di telpon )! Aku menulis surat protes kepada manajer mereka!

Aku disambut manajernya, dan memprotes keras masalah ini. Yang salah karena tidak ada tagihan, mereka menelponku sambil marah2 ( seperti debt collector ), dan aku disuruh membayar bunga! Tetapi setelah beberapa bulan seperti ini, aku marah! Jadilah, bank tersebut meminta maaf padaku, datang kerumahku untuk silaturahmi, setelah aku menuliskannya di Surat Pembaca di Suara Pembaruan dan di Tempo ( waktu itu ).

Hasil investigasinya adalah, masalah kurir lagi! Kurir2 mereka tidak menyampaikan tagihan karena banyak hal! Ada yang tidak ada orang dirumah sehingga kurir malas balik lagi jadi tanda tangan sendiri saja. Ada yang rumahnya jauh, malas macet. Dan itu adalah rumahku dulu, di Pulo Gebang! Jasa kurir itu diberhentikan oleh bank tersebut. Dan mereka membujuku untuk mendaftar sebagai nasabah kartu kredit mereka. Tetapi aku menolaknya! Aku tutup karena trauma.

Begitu juga ketika aku menjadi nasabah kartu kredit sebuah bank asing yang terkenal. Tapi customernya tidak ramah, kurirnya bermasalah dan aku tutup kartu kreditku disana. Dan aku juga tuliskan ke Surat Pembaca. Itu sekitar awal tahun 2000-an. Bermasalah lagi dengan kurir, yang ke-3 kali nya.

***
 
Kemarin terjadi lagi. Aku ditelpon dari sebuah bank nasional ( ngakunya ) tetapi memakai nomor pribadi ( nomor handphone ). Katanya, aku tidak bayar tagihan kartu kredit yang sudah jatuh tempo. Ajku tidak kaget karena 1 tahun belakangan ini, aku sering tidak menerima tagihan yang biasanya dikirim lewat kurir. Aku menjadi nasabah kartu kredit di bank ini, sudah lebih dari 10 tahun. Tidak pernah bermasalah sama sekali dan aku selalu membayar lunas tagihanku di bulan berikutnya.

Tetapi sekitar 1 tahun belakangan ini menjadi bermasalah, tetapi aku masih tifak mikir apa2. Jika ditelpon, aku selalu langsung membayarnya. Tidak ada pikiran2 aneh. Sampai semalam ketika yang ngakunya dari bank tersebut, ngoto dan marah2 karena aku belum bayar tagihan, padahal karena tidak ada surat penagihan dan baru jatuh tempo 1 hari saja!

Setahuku, debt collector akan menjalankan tugasnya setelah 3 bulan jika kita ‘ngeyel’ dan membangkang tidak mau membayar. Lah, ini baru 1 hari dan bukan karena tidak mau membayar!

Serta merta aku ganti ‘menginvestigasinya! Berdasarkan pengalamanku temtang pengiriman tagihan, aku berani balik memarahinya!

Tapi laki2 yang mengaku pegawai bank tersebut, tidak mau menyebutkan namanya, bahkan memarahiku serta memotong semua perkataanku, seakan aku adakah terdakwa dengan tidak bayarnya tagihan kartu kredit. Sampai sekian menit, kata2ku selalu dipotong, aku menjadi sangat marah!

#Hmmmmm …… belum tahu dia, betapa pemarahnya aku sebelum sakit, sebagai ‘preman proyek’, dan betapa aku sekarang bisa lebih kasar jika aku tidak bisa mengedalikan otakku yang memang sudah cacat karena stroke! Coba saja!

Dan aku semakin marah ( belum keras apalagi kasar ), ketika dia terus tidak mau menyebutkan nama. Sampai aku mengancam akan menuntut bank itu serta membeberkan cerita ini di media masaa, lebih2 ke media sosial di internet! Setelah itu, dia baru menyebutkan namanya : Aditya. Dan aku langsung menutup telponnya.

Karena semalam aku sedang meeting, aku belum langsung menelpon bank tersebut. Baru lebih jam 10 malam kemarin, aku menelpon dan bicara dengan salah satu customernya. Aku dibantu untuk melapor dan solusinya, tagihanku bulan2 berikutnya, dikirim lewat email, bukan lewat pengantar surat. Karena hasil investigasinya sesaat setelah itu mereka menelpon aku.

Ternyata memang 1 tahun ini, tagihanku ‘macet’, karena kurir lagi! Modusnya, sedikit berbeda. Sebenarnya, sama saja, kurir yang mengantar tagihan ke rumahku, malas atau mungkin di rumah tidak ada yang membukakan pintu, sehingga si kurir menandatangani asal2an dan tagihanku dibuang!

Dan masalahnya, tanda terimanya ditanda tangani oleh pembantuku yang sudah tidak bekerja lagi dirumahku setelah Lebaran tahun lalu! Begonya, kurir itu menuliskan nama pembantuku, sehingga dengan mudah ‘membaca modus operandinya!

Ini yang ke-3 kali nya aku bermasalah dengan kurir pengantar surat! Kurang ajar! Dan dari kurir, berbuntut menjadi ke instansinya. Sudah 3 bank yang mengeluarkan kartu kredit, aku ‘black-list’ dan aku tidak mau berhubungan lagi dengan bank2 tersebut.

Jika bank nasional pertama yang ‘legowo’ menerima kesalahannya dan meminta maaf serta bersilahturahmi kepadaku, bank asing yang kedua justru membual aku ill-fill. Pongahnya luar biasa dan mereka tidak meminta maaf sama sekali walau aku sudah membeberkan nama bank tersebut di media massa, dengan KTP ku sebagai penanggung jawab jika terjadi apa2.

Dan bank nasional ketiga ini, sama saja. Customer service nya memang meminta maaf lewat telpon, untuk pekerjaan kuririnya tetapi tidak meminta maaf tentang yang mengaku dari bank tersebut, yang memarahiku! Ya sudahlah! Solusinya memang lebih baik, tagihannya dikirim lewat email. Semoga tidak ada masalah baru …..

***

Ya, masalah kurir pengantar surat, menjadi momok untukku. Tetapi kurir pengantar barang, aku angkat jempol!

Ketika aku melakukan bisnis kecil2an untuk jual beli kain2 tenun dari swluruh Indonesia, kurir2 pengantar barang tersebut akan tetap mengirimkan ke rumahku dan kostumerku, walau lebih dari jam 10 malam!

Pernah ada kurir menelponku karena dia sudah berada di depn pintu rumahkku untuk mengantar paket dari Kupang kam 10.30 malam! Begitu aku turun untuk membukakan pintu dan menerima paketku, aku bertanya,

“Koq malam sekali? Kan gpp kalau besok pagi?”

Dia menjawab, “Soalnya kostumer sudah membayar denag paket ‘hari ini sampai’, dan sudah membayar mahal termasuk asuransinya. Dan kami sudah sepakat untuk saling bekerjasama” …..

Aku salut dengan komitmen kerjanya! Terima kasih ya ……

Tetapi tidak dengan kurir pengantar surat lokal. Dari tahun 1994 sampai 2014 ini, sudah 20 tahun sepertinya tidak ( semoga : belum ) berubah! Komitmen kurir tidak sesuai dengan etos kerjanya, bahwa surat harus diantar sesuai dengan alamatnya!

Aku tidak tahu, bagaimana training dan etos kerja mereka. Sebenarnya sama saja kan, sebagai jasa pengantar ( kurir ), baik kurir surat atau kurir paket barang? Entahlah …..

Ada yang mempunyai pengalaman seperti aku? Mari berbagi ……

Selamat Hari Bumi ……
13096071791943036955

Senin, 21 April 2014

Membangun Rumah Sakit yang Baik, Bukan Hanya Sekedar ‘Mendesain’ saja…

Senin, 21 April 2014 - 0 Comments



By Christie Damayanti


holikaw.alltop.com
holikaw.alltop.com

Sebuah desain, untukku sebagai arsitek merupapakan eksistensi diriku, apalagi jika desain tersebut bisa beguna bagi orang lain. Jika aku mendesain rumah pribadi, pastilah akan berguna bagi klienku, tetapi mungkin tidak untuk klienku yang lain, karena visi dan misi serta tujuan mereka berbeda. Tetapi jika desianku dalam bangunan2 umum benar2 berguna bagi orang banyak, itu merupakan prestasi tersendiri, apalagi desain bagunan umum tersebut menjadi berkat bagi banyak orang.

Sebut saja, ketika aku diminta melayani sebagai arsitek lepas bagi sebuah rumas sakit Kristen swasta dalam pelayanan. Ketika Tuhan ‘memanggil’ aku untuk sebuah pelayanan, mendesain dan membangun tanpa pendapatan ( volunteer ), tetapi aku tetap melakukan yang terbaik bagi orang lain, sejak tahun 1994 sampai tahun 2005.

Mungkin aku bisa sedikit sharing tentang konsep sebuah desain rumah sakit, dimana sebuah rumah sakit akan lebih bermakna jika mempunyai standard2 yang jelas.

Merencanakan fasilitas fisik sebuah rumah sakit secara tepat guna dan efektif, merupakan salah satu cita2ku. Ya, aku yang dibesarkan dengan banyak penyakit, terutama sekarang ini sebagai insan pasca stroke, aku menginginkan rumah sakit yang nyaman dalam membantu pemulihanku.

Perencanaan fisik rumah sakit yang sesuai dengan tujuanku dan terencana, akan dapat memberikan kemudahan2 dalam manajemen rumah sakut tersebut, dalam memberikan pelayanannya. 

Dengan semakin tingginya permintaan akan kualitas pelayanan masyarakan dalam bidang kesehatan dan rumah sakit, maka oihak2 penyedia rumah sakit ( baik pemerintah ataupun swasta ) tidak lagi mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat umum. 

Sehingga kita sebagai desainer, membutuhkan strategi dan prioritas kebutuhan dalam perencanaan, perancangan dan pengelolaan serta manajemen dan fasilitas2 rumah sakit.

Untuk mendesain sebuah rumah sakit, ada tahapan2 sesuai dengan konsepnya. Seperti yang aku lakukan untuk rumah sakit yang aku desain. Kami membentuk tim desain yang terdiri dari beberapa arsitek, lalu insinyur sipil yang menghitung beban serta tim elektrikal dan mekanikal, secara rumah sakit mempunyai fasilitas2 yang memang harus berhubungan dengan kelistrikan, daya ataupun komunikasi.

Setelah itu kami menghadirkan manajemen rumah sakit tersebut sebagai ‘pemakai’, yaitu dokter2 serta tim manajemen rumah sakit.

Pengertian dan komponen2 rumah sakit serta tipologi dan tinjauan arsitektural, pelayanan serta klasifikasi rumah sakit, pun harus dikuasai sbagai arsitek. Karena jika kita hanya mau mendesain rumah sakit bersalin, tidak harus mempunyai ruang2 khusus dan detail tentang pasen stroke, walau kemungkinannya memang ada seorang ibu hamil yang menderita stroke.

Begitu juga jika kita mendesain rumah sakit kanker, ibu2 hamil tidak akan khusus menuju ke rumah sakait tersebut, karena tidak akan ada dokter ginologi atau bidan di rumah sait kanker, walaupun kemungkinannya pun ada, seorang penderita kanker dan hamil.

Untuk klasifikasi2 rumah sakit harus dibicarakan oleh pemilik proyek, mau didesain apa rumah sakit tersebut. Dari pertolongan pertamanya ( emergensi nya ), dokter2nya, fasilitas2 pelayanannya sampai ruang rawat jalan dan rawat inap juga jika ada yang meninggal, bagaimana fasilitasnya. 

Bukan hanya klafisikasi2 jenis2 rumah sakitnya saja, tetapi juga klasifikasi2 tentang fasilitas2nya. Apakah fasilitas2 mewah, ataukah fasilitas2 fungsional, atau juga fasilitas2 rumah sakit perkotaan bahkan nasional, atau hanya rumah sakit lingkungan saja, dan itu tergantung dari dana dan luas lahan, serta ijin rumah sakit.

Infra-struktur sebuah rumah sakit juga harus mumpuni dan memadahi. Karena namanya saja rumah sakit, pemakainya adalah masyarakat yang sakit dan benar2 membutuhkan pertolongan fisik segera. Jika fasilitas2nya tidak memadahi, tiba2 bisa saja listrik padam sementara ada yang sedang di operasi atau sedang melahirkan. Dan itu bisa menjadikan yang sakit menjadi lebih sakit lagi, bahkan meninggal. Karena itu, sebuah rumah sakit adalah ‘bangunan spesial’, untuk menjadi berkat untuk sesama …..

***

Menyehatkan masyarakan, sebenarnya bukan karena adanya sebuah rumah sakit. Tetapi masyarakat sendiri yang harus memberikan perhatian khusus bagi tubuh dan fisiknya dalam kesehatan hidupnya, yaitu :

1.       Hidup sehat diri, baik dari fisik maupun pemikiran. Life-stryle bagi orang2 mud jaman sekarang ( termasuk aku ), memberikan sebuah kenyataan bahwa hidup yang tidak sehat serta life-style yang amburadul akan menghasilkan penyakit yang berkepanjangan.

Misalnya,

Life-style dengan makanan2 yang tidak sehat, merokok atau minum minuman keras terus menerus. Juga tidak ada istirahat atau workoholic serta eforia yang terus menerus akan mengakibatkan stres yang berkepanjangan, dan bisa mengakibatkan ( salah satunya ) stroke.

2.       Pencegahan masuknya bibit penyakit, akan juga menjadi pengalaman khusus.

Misalnya,

Jika kita mempunyai keturunan bagi penyakit2 tertentu karena ‘gen’ ( seperti hipertensi, diabetes ), kita harus tahu untuk bisa mencegah masuknya penyakit2 tersebut dalam tubuh kita.

3.       Jika memang kita sudah sakit, apalagi yang cukup berat, memang sebaiknya berobat ke dokter dan rumah sakit.

4.       Dan setelah itu untuk ‘menyembuhkan’ penyakit2 tertentu haruslah melakukan terapi dan rehabilitasi yang menyluruh, terpadu dan berkesinambungan, seperti aku sebagai insan pasca stroke.

Sebelum mendesain sebuah rumah sakit pun, kita harus tahu dahuu tentang kegiatan2 kesehatan keluarga. Karena sebagai arsitek, aku tidak ingin rumah sakit yang aku desain tidak mencerminkan ‘bangunan yang menyembuhkan penyakit’, tetapi justru ‘menularkan penyakit baru’. Bukan secara fisik penyakit, tetapi secara membuat stres karena desain rumah sakit menjadi sebuah ‘horor’ bagi keuangan.

Oleh karena itu, untuk mendesain sebuah rumah sakit, kita harus tetap mencari fungsi2 yang tepat untuk fasilitas2nya. Bukan fasilitas2 yang menjadikan rumah sakit itu terlalu mewah dan tidak sesuai dengan banyak hal …..


www.oakvillehospitasfoundation.com
www.oakvillehospitasfoundation.com

www.ptsf.org
www.ptsf.org


www.cleveland.com
www.cleveland.com

Beberapa contoh rumah sakit modern dengan fasilitas2 yang juga modern, yang sekarang lebih disukai oleh sebagian konsumen atau masyarakat yang sakit.

Dan sekarang ini, justru konsumen lebih memilih rumah sakit mewah dan modern tetapi belum tahu ‘apa dan bagaimana’ fasilitas2 rumah sakit tersebut. Karena jika sebuah rumah sakit modern dengan penampilan mewah, belum tentu dokter2 dan manajemennya berpengalaman walau fasilitas2nya super canggih …..

*Lalu, bagaimana dengan masyarakat marjinal  tetapi juga membutuhkan tempat berobat? Apakah rumah sakit modern selalu mahal? Apakah memang hanya rumah sakit ‘kampung’ yang hanya boleh dimasuki oleh masyarakat marjinal?

Terlepas dari masalah2 non-fisik dan manajemen rumah sakit tersebut, mungkin bisa aku bagikan di beberapa artikel2ku tentang sebuah kota dengan masyarakat yang sehat untuk membangun negara, dalam sebuah desain rumah sakit yang mumpuni ……

Bersambung ……

13096071791943036955

Senin, 22 Juli 2013

Mengatur ‘Mega Proyek Konstruksi’ Hanya Lewat HP? Waduh, Memang Bisa?

Senin, 22 Juli 2013 - 0 Comments



By Christie Damayanti


1374487930416813573
www.constructionweekonline.com

Internet itu bukan hanya Facebook dan Twiteer, itu yang selalu kami gembar gemborkan ketika kami men-sosialisasika tentang ‘Internet Sehat dan Aman’ bersama IDKita Kompasiana. Internet juga bukan hanya game online, atau googling untuk mencari sesuatu yang kita butuhkan, yang pastinya sesuatu yang positif. Internet juga bukan sekedar email atra divisi atau antar teman, mitra kerja bahkan antar atasan kita. 

Dan internet bukan hanya sekedar untuk ‘cuci mata’ dan berleha2  untuk mencari inspirasi dan menulis di Kompasiana …..

1001 macam kegunaan internet. Baik positif bahkan negatif untuk ‘mengendalikan hidup seseorang’ dalam black-mail atau teror. Dan sebenarnya sudah banyak sekali yang aku tahu tentang fungsi2 internet untuk berbagai aktifitasku yang positif. Tetapi ketika minggu lalu aku ikut untuk melihat presentasi sebuah peruahaan dari Singapore tentang ke-efektifan dalam ‘mengendalikan dokumen proyek’ melalui interet, aku benar2 berdecak kagum ……

Sebuah perusahaan dari Australia menciptakan konsep untuk mengatur dokumen secara online, ‘Online Project Collaboration and Dokument Management’, begitu  fokusnya. Konsep ini baru diperkenalkan tahun 2000-an dan sudah menyebar ke seluruh dunia walau yang aku tahu lewat perusahaannya di Singapore, kliennya memang belum banyak. Tercatat klien2 beberapa dari Inggris, Amerika serta lebih banyak dari Australia dan Asia. Dan yang aku dengar kemarin, proyek MRT Jakarta menggunakan jasa ini untuk mengendalika proyek lewat internet.

***

Sebuah proyek artinya mempunyai dokumen ( gambar2 serta surat2 ), komunikasi serta proses bisnis nya sendiri, dan ini harus diatur dan di manage dalam 1 keputusa dan ke-konsisten-an sebagai puncak pimpinan. Apalagi sebuah mega proyek konstruksi, seperti tempat aku bekerja sekarang ini.

Document Management

Dalam sebuah mega proyek konstruksi, yang sangat ‘krusial’ adalah gambar. Apalagi ribuan gambar dri puluhan konsultan yang harus diselaraskan untuk mencapai titik tujuan. Misalnya, konsultan A dengan gambar A dan konsultan B dengan gambar B, tetapi belum tentu gambar A dan B sama, karena prsepsi masing2 konsultan bisa berbeda. Apalagi untuk puluhan konsultan dan ribuan gambar! 

Tidak heran kami puding tujuh keliling untuk mengkoordinasikan gambar2 trsebut dari konsultan arsitektur, struktur ME ( ada listrik, plumbing, AC, lampu, dan sebagainya ), landscape dan sebagainya.

Dengan ribuan gambar, kita harus ‘menumpuk’ gambar tersebut menjadi satu sebagai gambar ’super-impose’. Semua partisipan proyek harus ikut serta dalam ‘menumpuk’ gambar2 tersebut, sehingga terjadi ‘central platform’

-          Meng-upload di gambar lewat program tersebut dan mendistribusikannya dengan semua ukuran, dan diirim kemanapun ke seluruh dunia!

-          Me-manage revisi gambar, dan langsung dikirim ke semua partisipan proyek, TANPA terlewat dan TANPA ada yang bisa mangkir!

-          Semua partisipan bisa mencari gambar2 yang dibutuhkan secara ‘maya’ ( lewat internet ) dan semuanya bisa saja sebagai gambar tanpa kerta ( paperless ).

Project communication

Komunikasi dalah sangat pnting, apalagi untuk mega proyek kontruksi. Bersamaan  dengan dokumen gambar, kita bisa berkomunikasi lewat chatting atau conference dan kita bisa langsung merevisi gambar2 masing2 sampai diputuskan, gambarnya bisa langsung dikirikm ke masing2 partisipan, dari atasan bahkan sampai supervisor yang mempunyai selular phone.

Memang semua partisipan bisa mencari gambar di dunia ‘maya’ ini, tetapi jika kita harus menyimpan gambaar untuk ‘confidential’, para atasan dari masing2 partisipan bisa ‘mengunci’ gambar tersebut dan hanya beberapa atasan yang mempunyai passwordnya.

-          Langsung terkirim lewat inbox khusus dengan hasil ‘meeting maya’ lewat conference.

-          Progrs gambar sampai ke lapangan langsung bisa diterapkan.

-          Semuanya sesuai dan semuanya tidak akan terlambat!

Process management

Proses manajemen pun akan bisa beralan dengan lebih baik. Dengan membuat dari E-Tender, E-Management sampai E-Supervision, semuanya terfokus lewat sebuah seluler phone yang terhubung dengan internet! Masing2 partisipan mempunya ID khusus, dan kita bisa ‘melanglang proyek’ seperti aku berada di holding manajemen yang harus over-view melihat banyak proyk tanpa harus ke lapangan. Dan ini semua dari dan ke seluruh dunia!

Semuanya pun bisa langsung membat laporan2 progress lapangan dan lasung di inbox khusus untuk masing2 atasan mereka.

Konsepnya jelas, solusiya juga sangat jelas.

-          Semua partisipan mendapat informasi tanpa terkecuali, kecuali memang tiak kkuta inginkan ( misalnya infomasi ini hanya untuk atasan dan bawahan belum bisa untuk melihat gambar2 tersebut ).

-          Semua partisipan bisa menggunakan karena sangat mudah! Hanya memencet2 tombol 9seperi Facebook ),semuanya bisa melakukannya. Bahkan revisi gambar pun bisa tidak harus memakai Auto CAD, tetapi ada program khusus di manajemen ini. Jadi, seperti aku yang jadul dalam menggunakan gambar komputer, aku akan tidak kesulitan lagi untuk merevisi gambar2.

-          Semua partisipan bisa mengambil keuntungan karena semuanya berjalan secara online dan terus ‘ongoing’.

-          Semua partisipan benar2 ‘terhitung’, tidak bisa mangkir dan selalu ‘berjalan dalam track dan aturan’.

Solusi2 program ini sangat nyata dengan masing2 bisa langsung meng-efisien-kan tentang apaun! Dari gambar yang paperless, dari perusahaan yang terlalu ‘gemuk’ ( bisa terpangkas untuk pegawai administrasi proyek ), bisa langsung mengambil gambar / foto jika ada permasalahan di lapangan, langsung mencari gambar dan langsung merevisinya dan melaporkn ke atasan masing2. Dan yang terakhir, hasil laporannya langsung di file dan semuanya sesuai dengan tanggal dan waktu yang akurat! Wah wah wah …..

-         Capture

Semuanya jelas dan tidak bisa dihapu! Semuanya sesuai dan pertanggung-jawabannya sesai dengan masing2 personal. Tidak bisa salig menyalahkan dan tidak bisa saling menuduh, jika ada masalah di lapangan yang ‘krusial’.

-         Control

Kesalahan di minimalisir, identifikasi ‘bottlenecks’ serta solusi keputusan yang jelas!

-         Complexity

Proses dan persetujuan ( approval ) harus sangat cepat untuk mega2 proyek konstruksi. Dan biasanya akan mengambil banyak permasalahan. Jika menggunakan program ini, ke-kompleks-an pekerjaan ini terminimalisir, dan semuanya ( sekali lagi ) hanya terfokus dari sebuah selular phone yang terhubung dengan internet!

*Masalahnya sekarang, internet di Jakarta terlalu dan selalu leleeeeeeetttttt ……..

Selasa, 22 Mei 2012

‘Woman on Top’, Siapa Takut ???

Selasa, 22 Mei 2012 - 0 Comments




By Christie Damayanti

1337664509687353557
thepersonaldevelopmentcompany.com
Siapa bilang wanita tidak bisa menjadi boss? Siapa bilang dunia bekerja di ‘pegang’ oleh kaum pria? Siapa bilang waniat tidak disegani oleh kaum pria dalam bekerja? Dan siapa bilang wanita tidak bisa menjadi pemimpin negara?

Setelah konsep emansipasi era Kartini, kaum wanita Indonesia mulai berlomba dengan kaum pria. Semua pekerjaan yang dulunya hanya diminati oleh pria, sekarang wanita banyak yang melakukannya. Seperti aku, sebagai pekerja lapangan, aku berada di dunia kaum pria, dan justru dengan ‘kehalusan’ gerakan2 dan pemikiran wanita, pekerjaan di lapanganpun bisa lebih baik, bisa tidak sampai ‘baku hantam’ dan justru wanita bisa membuat kerja sama antar tim lapangan dengan ’smooth’ dan lancar …..

Sedikit sharing tentang wanita bekerja yang ingin menjadi pemimpin, mungkin bisa berkenan untuk sahabat2 wanita :

1. Kenali tim

Jika kita sudah diberi kepercayaan dari atasan kita untuk menyelesaikan tugas2 kita, kita harus ‘mengenali’ tim kerja untuk terus berdiskusi dan me’manajemen’kan tim. Berbagi tugas ( jangan semuanya mau dipegang sendiri ) dan memonitoranggota tim satu demi satu. Intensif jika memang tugasnya banyak serta berusaha untuk SALING mendukung, apaalgi kita yang diberi tugas untuk menyelesaikan tugas2 itu.

Jika kita tidak mengenali anggota tim, apalagi justru ‘memusuhi’ mereka, tugas itu pasti tidak akan selesai. Kalau pun selesai, hasilnya tidak maksimal. Dan sebagai pemimpin, kita harus mempunyai ’sense’ untuk tim kita supaya mereka nyaman bekerja sama dengan kita.

2. Ambil resiko

Biasanya, kita segan untuk ‘keluar’ dari zona nyaman kita. Kita tidak mau ambil resiko untuk menjadi ’seorang yang lain’ dalam diri kita. Misalnya, jika sudah di posisi yang nyaman dalam pekerjaan kita, kita akan malas untuk berusaha dan malas untuk ‘memimpin’ tim yang dibuat atasan kita, karena biasanya kita ingin bekerja biasa saja. Biasanya kita pulang jam 6 sore, tetapi jika harus memimpin tim, mungkin kita bisa pulang jam 9 malam, karena biasanya boss kita untuk laporan akan memberi waktu kita diatas jam kerja, seperti tim kami di banyak proyek.

Wanita tetap bisa bekerja di atas jam kerja, asalkan tidak mengganggu komunikasi dengan keluarga. Seperti aku sebelum sakit, walau aku selalu pulang malam bahkan sampai pagi jika dealine, aku selalu menyempatkan diri untuk telpon, sms atau bbm dengan anak2ku dan selalu menyediakan waktu paling tidak 1 hari untuk bercengkerama dengan mereka. Dan yang jelas, bahwa aku tidak menyarankan anak2 yang masih terlalu kecil ditinggal mamanya untuk bekerja. Jika memang ingin meniti karier sebagai atasan, tunggulah jika anak2 sudah bisa ‘dilepas’ dan tetap dalam pengawasan keluarga, seperti aku, yang selalu meminta tolong kepada orang tuaku untuk mengawasi anak2ku.

Resiko memang besar, jadi pandai2lah kita ‘melihat’ anak2, apakah mereka memang bisa dilepas atau mereka memang tidak bisa / belum bisa dikendalikan. Jika memang mereka masih harus terus diawasi, sebaiknya berkonsultasilah dengan keluarga, bagaimana menjaga mereka, apalagi kita yang sudah ditinggal suami karena meninggal atau cerai, yang memang harus menghidupi anak2nya.

3. Jaga komunikasi

Komunikasi memang penting. Dalam tim, walau tidak ada tugas besar yang harus diselesaikan, kita harus tetap menjaga komunikasi. Sekali2, datanglah pada mereka ( tim kita ), ajak makan, diskusi ringan ataupun boleh juga sedikit hang-out di suatu waktu. Anggota tim, anak2 buah kita, pasti senang dan bertambah respek kepada kita. Dan justru wanita banyak dipilih untuk tugas2 yang lebih ‘memanusiawikan’ setiap anggota tim.

Begitu juga jaga komunikasi dengan anak2 dan keluarga. Jangan terus ‘lupa diri’ untuk mencari uang. Karena, yang ada, mencari uang bukan sekedar untuk anak2, tetapi justru menjadi ‘ambisi diri’, untuk yang terbaik sebagai wanita. Kita akan lupa diri bahwa wanita tetap harus menjalankan kodratnya sebagai wanita dan ibu dari anak2 kita. Tuhan sudah menciptakan bahwa pria memang lebih kuat secara fisik dan pria memang di tugaskan untuk menghidupi keluarga. Tetapi, wanita tetap harus bisa jika memsng dibutuhkan, dan wanita tetap mempunyai ‘hati’ seorang wanita yang lembut …… ( ciiieeeee ….. pasti banyak yang tertawa, aku menulis seperti ini ….. ).

4. Satukan tim

Sebagai pemimpin, mungkin kita mempunyai bannyak tim, bukan hanya 1 tim saja. Tim2 kecil inilah yang menjadi perpanjangan tangan kita, mendelegasikan tugas2 kita. Dan tim2 kecil ini harus kita satukan untuk mempunyai visi dan misi yang sama dengan kita. Tidak apa2, tim itu berbeda tugas, tetapi kita tetap selalu memantau serta mengawasi anggota2 tim kita, supaya jika ada perbedaan, cepat bisa untuk didiskusikan besama untuk kepenting bersama.

Begitu juga tim kita dalam pekerjaan dengan ‘tim’ kita sebagai keluarga. Buat aku, pekerjaan itu memang tempat aku mencari uang. Tetapi jika tim keluargaku tidak suka aku bekerja, hasilnya adalah sebuah ‘neraka’. Jadi, menurutku tim kecil keluargaku ( anak2ku ) selalu aku perkenalkan kepada tim2 dalam pekerjaanku. Sering hang-out dengan timku di pekerjaanku, gathering keluarga. Dari dulu, aku selalu  berusaha untuk ‘menyatukan’ tim kecilku dan tim2 dalam pekerjaan, sehingga masing2 anggota tim saling kenal, bahkan ‘bersahabat’. Dan dalam bekerja, tim dan atasanku bisa mengerti jika tiba2 aku harus pulang karena anak2ku membutuhkanku sebagai mamanya …..

5. Kekuatan positif dan terbuka

Ketertutupan adalah ’sesuatu’ yang susah untuk bisa membuat kita menjadi pemimpin. Dalam memimpin, kita harus mengalirkan kekuatan positif, menyalurkan dalam keterbukaan. Karena jika ita tidak ‘terbuka’ ( tetap harus bisa memilah2, mana yang memang bisa untuk share dan mana yang tidak untuk di share, baik tentang  pekerjaan, apalagi tentang pribadi ). Konon, pemimpin akan mendapat respek lebih dari anak buah, jika si pemimpin bisa diajak ‘ngobrol, bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tenntang permasalahan anak buah.

Dan justru inilah, sifat2 wanita yang bisa melegakan bagi anak buah. Sebagai pemimpin, jika salah satu anggota tim kita mempunyai permasalahan dan kita tidak mengetahuinya ( atau tidak mau tahu ), pastilah tim kita akan ‘bermasalah’. Kita harus selalu memantau anggota tim kita, dan salurkanlah kekuatan positif kita sebagai wanita, dan kita akan mendapat respek darinya ( walau itu kita lakukan bukan untuk respek, tetapi memang karena kepedulian kita untuk mereka ) ……

Masih banyak yang harus ilakukan, agar sebagai wanita bukan hanya ‘nomor 2′ dalam pekerjaan, walau masih banyak juga perusahaan yang masih membeda2kan bagi karyawan pria dan wanita. Tetapi, tetaplah berpikir positif tentang itu. Tetaplah kita sebagai wanita, bekerja keras, sama seperti pria, untuk bisa menjangkau apa yang di cita2kan oleh ibu Kartini …..

Berjuanglah terus, sahabat ….. jika kaum pria bisa melakukan tugas2nya, mengapa kita tidak bisa? Tuhan memberikan otak dan kemampuan yang sama untuk pria dan wanita. Dan, Tuhan justru memberikan ‘kekuatan hati’ lebih bagi wanita. 

 Tetapi, tetap ingatlah dengan kodrat dan kewajiban wanita untuk keluarga.






13376646441452006450
oakgov.com







Jadi, jadi boss wanita, siapa takut???

Salamku …..



Rabu, 16 Mei 2012

Dunia Karier : Baca Dulu, Jika Ingin ‘Melepaskan’ Pekerjaan Kita

Rabu, 16 Mei 2012 - 0 Comments






By Christie Damayanti

1337159647845282078
orangmudakatolik.net
Karena aku sudah bekerja selama 20 tahun sebagai arsitek, aku mungkin bisa sedikit share tentang karier sebagai pekerja di metropolitan ini. Bukan aku tidak mau berwiraswasta, tetapi lebih kepada bahwa aku ternyata tidak berbakat bisnis. Mengapa? Karena, sangat jujur aku katakan, bahwa bisnis memang kejam. Secara aku dari dulu, bekerja sebagai arsitek di perusahaan2 besar dan suamiku (dulu ) sebelum bercerai, adalah pebisnis handal. 

Kami pernah membuka perusahaan konsultan dan kontraktor design arsitektur, dan aku merasakan aroma bisnis yang kental, yang membuat aku benar2 berpaling dan memfokuskan diriku sebagai pekerja saja ……

20 tahun bekerja? Ternyata sudah cukup lama, sehingga beberapa bekas mahasiswaku atau bekas anak2 buahku, ‘mengangkat’ku segabai ‘penasehat’ mereka ( lihat tulisanku ‘Fashionable’ Tidak Tergantung Umur dan Keterbatasan Seseorang ). Dan sempat beberaa saat, aku merenungi hidupku, terutama terfokus dengan pekerjaanku. Bahwa, karier seseorang akan bisa cemerlang, ketika dalam kita berproses, mengikuti alur2 yang telah menjadi ‘pakem’ bagi pekerja2 yang memang ingin berkarier.

Jika kita sering berpindah dari perusahaan2 yang 1 ke perusahaan yang lain kita sudah tahu, bahwa ‘kutu loncat’ seperti itu akan menjadikan persahaan yang selanjutnya agak ‘takut’ untuk menerimannya, karna kita hanya 1 tahun indah perusahaan. Lain lagi jika kita sudah diatas 5 tahun, yang kata banyak orang, bahwa 5 tahun adalah batas seseorang bisa ‘meninggalkan’ sebuah perusahaan dengan nyaman …..

Tetapi jika kita sudah bekerja diatas 5 tahun, justru untukku merupakan pekerja yang loyal dengan ssebuah pekerjaan, juga loyal dengan perusahaan itu. Biasanya, justru bagi persuahaan akan lebih memperhatikan pekerja itu, sebagai ‘aset’ yang bisa dianggap sebagai ‘kepercayaan’ untuk ( mungkin ) membuat implementasi dan pengembangan2 usaha baru.

Sedikit share, bagaimana kita sebagai seorang pekerja membuat peta rencana atau ‘plan’ pekerjaan kita :


Karier awal tahun ke-1


Pertama, kita harus berenalan dengan ssesama pekerja, dari divisi sendiri, sampai dengan divisi2 dan departemen2 yang masih berhubungan pun yang tidak berhubungan. Gunanya, adalah untuk b e r k e n a l a n, yang artinya bisa juga untuk m e m b a n g u n   n e t w o r k i n g. Karena dimanapun, membangun networking harus dilakukan dimanapun kita berada.

Setelah sekitar 2 minggu perkenalan, kita berusaha untuk mencari ‘passion’ atau gairah kerja. Karena jika kita hanya langsung bekerja tanpa mengenal lingkungan kerja kita, kita akan ‘tersingkir’, apalagi politik kantor bisa menghambat bagi karier kita, jika kita tidak pandai2 membuat strategi dalam bekerja.

Tetapi, jika kita di perusahaan baru itu, merupakan pindahan kesekian ( jadi bukan frash graduate ), apakah kita mau ‘berbagi’ dengan teman2 baru kita? Yang jelas, dengan pengalamanku, ternyata banyak orang2 yang baru pindah, tetapi tidak mau untuk berbagi, karena mungkin orang itu hanya memikirkan diri sendiri saja …..

Itu sih terserah saja. Mungkin dia hanya ingin boos tahu bahwa dia adalah orang ‘pintar’ dan hanya dia yang bisa bekerja, tetpi jangan salah juga, jika kita tidak mau berbagi, orang2 lama di perusahaan itu justru akan ‘memboikot’ orang baru ini untuk berkarier ….. jadi, mengapa tidak mau berbagi, toh kita semua hanya pekerja, justru berbagi akan memberikan kita sebagai ‘orang baru’ pamornya naik, karena pengalaman2 kita di kantor yang lama bisa di pelajari sebagai tempat pembelajaran. Tetapi juga, jangan lupa, jangan pernah membicarakan keburukan2 perusahaan lama ya, karena jika ketahun, kita akan di cap ‘penghianat’ dan di ‘blacklist’ jika pindah ke perusahaan lain …..

Tahun pertama di perusahaan yang baru, karena kita belum mengenal ‘medan’ sedikit banyak kita akan terbebas untuk lembur, kecuali kita yang menerjunkan diri, seperti pekerja lapngan untukku …..


Karier tahun ke-3


Begitu menginjak tahunke-3, pasti kita sudah merasakan, “Inikah awal karier?”.Sangat wajar, etika tahun ke-3 kita tidak merasakan permasalahan yang berat, sehingga kita bisa bekerja dengan baik dan selalu mencetak deadline2 yang memuaskan. Jika kita merasakan bahwa itu memang awal sebuah karier, mulailah untuk membangun tim yang solid. Pun jika kita bukan level yang tinggi, kita tetap bisa membangun tim yang solid. Antara teman2 kita serta boss kita, akan menjadi tim untuk deadline2 berikutnya.

Juga, mulailah bekerja untuk ‘mencintai pekerjaan kita’, BUKAN sekedar untuk gaji yang tinggi. Karena, di awal2 dalam membuat tim, atasan kita akan melihat, apakah kita bisa bekerja dengan loyal atau apakah kita bekerja semata2 hanya untuk mencari gaji yanng tinggi? Tidak salah sih, tetapi kita tetap harus bekerja dengan ‘hati’ …..

Deadline2 dan tugas2 baru, mulai menumpuk di tahun ke-3, karena kkia sudah mulai ‘dikenal’ sebagai pekerja yang mumpuni. Apalagi jika boss sudah ‘melihat’ pekerjaan kita, kita akan dijejali banyak pekerjaan. Dan jika kita bijaksana, kita harus bisa membatasi ‘jobdesk’ kita, karena di tahun ke-3 ini, kta akan tidak bisa membendung pekerjaan kita JIKA ‘jobdesk’ kita terus semakin berkembang …..


Karier tahun ke-5


“This is my passion”, pasti adalah curahan hati kita! Tahun ke-5, adalah titik ‘kulminasi’ kita mau terus bekerja di perusahaan ini, atau pindah ke perusahaan yang lain. Dan berbalikan dengan, “I am Boring!”. Benar! Aku pernah berpindah dalam 4 perusahaan. Dan masing2 aku merasa bosan di ahkir tahun ke-5. Aoa yang aku cari? Atau apa yang aku inginkan? Hanya bosan saja, kecuali di perusahaan terakhir ini, aku sudah bekerja menuju tahun ke-7. Bagaimana yang lain? Semua bergantung dengan masing2 dari kita …..

Tahun ke-5, semua sudah ‘mengenal’ kita. Dari Boss kita sampai ob, kita sudah mengenalnya, dari yang baik2 saja, sampai yang buruk2nya ….. Kita dan perusahaan sudah mempunyai ‘chemestry’ yang bisa membuat kita merasa di dalam sebuah ‘keluarga’ besar, sebagai komunitas bekerja …..

Promosi2 mulai untuk bisa disimak dengan lebih baik. Tujuannya, adalah kita bekerja sebagi pekerja yang loyal, handal dan berdedikasi. Gaji kitapun naik dengan pesat. Jadi, apakah kita bisa ‘meninggalkan’ perusahaan ini? Berbeda jika kita bekerja dengan lesu dan tanpa adanya gairah dalam bekerja. Pikirkan baik2 …..

Karier tahun ke-7

Apakah kita akan menggantikan posisi si empunya perusahaan? Tidak! Di tahun ke-7 dan seterusnya, kita sudah saatnya bekerja benar2 BUKAN untuk uang, tetapi untuk kemajuan perusahaan serta pengembangan dan perluasan usaha. Bukan hanya itu, kita mulai menciptakan moment2 apik bagi kandidat2 karyawan kecil untuk ‘membina’ keluarga mereka. Misalnya, beasiswa bagi anak2 mereka, bekerja sama dengan lembaga2 pendidikan, atau mencarikan peuang usaha bagi keluarga karyawan2 kecil, misalnya memberi tempat bagi istri mereka unttuk membuka kantin karyawan, dan sebagainya.

Gagasan2 kita, sebagai pekerja yangn sudah lama pasti akan memberikan masukan bagi perusahaan, dan kita sebagai pekerja yang ‘menciptakan’ ide itu, akan menjadi inspirator, sehingga lambat laun, kita ( yang masih sebagai pekerja ) tidak menutup kemungkinan, akan ‘diambil’ oleh si empunya perusahaan untuk membagi ’share’ dalam ide2 tersebut …… menarik bukan?

Di tahun ke-7 ini, banyak orang mengatakan, “Tantangan sudah habis”. Tetapi, untukku, justru kita bisa memulai sebagai ‘penyalur’ berkat bagi banyak orang. Karena, untuk memuliakan nama Tuhan, bukan hannya sebagai pemuka2 agama saja, tetapi dengan bekerja, kita bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Tidak usah muluk2, setidaknya kita bisa menyalurkan berkat bagi lingkungan di sekeliling kita saja …..

Sekarang, apa yang harus dan ingin diraih? Padahal kita sudah memiliki semuanya.
Jadi, jadilah apa yang Tuhan inginkan, sebagai seorang pekerja yang berdedikasi dan seorang manusia yang bermoral demi kemuliaan nama Tuhan ….

Salamku …..



Selasa, 05 April 2011

Manajemen Fisik Kota Jakarta (26)

Selasa, 05 April 2011 - 0 Comments



By Christie Damayanti

Konsep pengadaan bangunan dan fasilitasnya

Selain itu dipertimbangkan untuk dibangun Sekolah Seni yg mempunyai fasilitas penunjang seperti Pusat Kebudayaan, Concert Hall, Gedung Opera, Perpustakaan serta Panggung Terbuka. Pengembangan selanjutnya dapat dipikirkan hal2 dibawah ini :

1.       Dibuat ‘ dunia bawah tanah’ berupa pertokoan modern sebagai penunjang keberadaan daerah wisata diatasnya, seperti banyak terlihat di nagara2 maju.

1301987738295722061

Diatasnya adalah jalan, kita bisa menyeberang jalan lewat pertokoan modern di bawah tanah. Kita bisa juga duduk2 menikmati suasana lingkungan.

2.       Sediakan 1 jalur jalan dan digunakan sebagai ‘City Walk’ seperti terlihat di Universal Sudio yg sarat akan toko cindera mata dan berbagai informasi menarik yg berhubungan dengan daerah tersebut.

1301987762378596149
13019877862064509289

‘City Walk’ Universal Studio, adalah pedestrian yg penuh dengan informasi tentang studio. Kita bisa juga membuat seperti di Pasar Seni Ancol, dibuat memanjang dengan banyak toko2 cindera mata dan informasi tentang Jakarta.

1301987814147933898

Konsep ‘City Walk’ di Tokyo sepertinya sedikit lain. Bukan untuk berbelanja atau untuk mencri informasi, tetapi lebih ke ‘berjalan denga santai, menikmati alam di tengah2 kota’.

1301987835922027223

Juga ‘City Walk’ di Melboune ini. Dengan konsep pedestrian yg luas, diharapkan warga dan wisatawan bisa menikmati suasana kota tanpa diganggu kebisingan dan keruwetan ’shoping’ atau arus informasi.

1301987860909723122

‘City Walk’ di Heidelberg Jerman ini hampir sama dengan konsep Universal Studio, bedanya hanya toko2 tanpa infomasi yg memang dibutuhkan. Disini kita hanya berjalan2 dan berbelanja saja.
3.       Membntuk kembali fungsi ‘benteng’ yg sudah runtuh mendekati aslinya dan digunakan sebagai animasi kejadian masa lampau, seperti terlihat di Benteng Alamo di San Antonio Texas.

 13019879781093974176
13019880221686488097

Benteng Alamo, Texas. Didalamnya adalah fragmen dimensional tentang perjuangan Davy Crockett. Dimalam hari, terlihat suasana yg’magis’ dan bisa membuat kita kembali ke masa silam.

4.       Memperbaiki museum2 yg ada dan difungsikan sebagai museum dimensional, maksudnya selain sebagai tempat pajangan benda2 lama juga sebagai pusat informasi secara multi media seperti di banyak Museum Pendidikan dan Science di negara2 maju.

13019881071107981468

Museum Science di London, berisikan bukan hanya benda2 lama tetapi bisa digunakan atau bisa di coba, seperti mencoba sebuah mobil disini.

5.       Mengembangkan trem listrik di daerah wisata yg mungkin juga akan berkembang di luar daerah wisata sebagai pengganti bus kota yg menyebabkan polusi, seperti di San Francisco atau di Amsterdam.

1301988136400127484
13019881641243996136

Trem di San Fransisco yang bisa dipakai oleh wisatawan berputar2 kota tetapi juga bisa dipakai transpotasi oleh warga. 

13019881941307316351
1301988220669057149

Trem Amsterdam juga bisa dipakai oleh warga selain dipakai oleh wisatawan.

Pengadaan bangunan di daerah wisata ini akan dikembangkan dan disesuaikan dengan keadan masa2 yg akan datang. Konsep diatas hanya merupakan konsep awal yg saya pikir sangat sesuai dan relevan dengan keadaan sekarang.

Ketinggian bangunan dan tampak dapen bangunan / façade disesuaikan dengan keadaan bangunan. Untuk bangunan2 yg baru / akan dibangun, sebaiknya disesuaikan dengan keadaan bangunan, juga disesuaikan dengan fungsi bangunan itu sendiri. Misalnya, untuk museum pendidikan / science, dapat sedikit berbau high-tech yg digabungkan dengan unsur Batavia Lama.

13019882561829798395
1301988285388549303
1301988308598426466
13019883321845424179

Bandingkan dengan Museum Fatahillah Jakarta dan City Hall Berlin dan City Hall San Francisco serta Central Station Amsterdam. Mereka bisa merawat bangunan2 kuno, tetapi mengapa kira tidak bisa? Museum Fatahillah tidak kalah menarik dan cantik nya dibandingkan mereka, bukan ?

Sebaiknya, didepan bangunan2 ini disediakan jalur pedestrian yg cukup besar dilengkapi dengan asesoris perkotaan dan taman2 yg dipenuhi oleh berbagai tanaman dan bunga2an sehingga sangat nyaman dilalui oleh pejalan kaki sambil bersantai dan berpiknik dengan keluarganya, seperti di negara2 Eropa : Amsterdam (  lihat tulisan : Mengamati Arsitektur dan Lingkungan di Amsterdam ) , Venesia, Hyde Park di London, atau Central Park di New York ( lihat tulisan : Central Park New York: Kawasan ‘Hutan Kota’ dan Bagian dari Paru-Paru Dunia ), Fremantle di Perth atau di San Antonio Texas ( Lihat tulisan : River Walk: Pedestrian yang Sangat Romantis dan Berwawasan Lingkungan di Tepi Sungai San Antonio ) dan di banyak tempat di seluruh dunia.

Jarak antar bangunan baru juga harus diperhatikan agar mempunyai skala yg manusiawi dan nyaman untuk bercengkerama dengan keluarga. Misalnya, jangan ada bangunan baru yg saling berhimpitan sehingga skala ruang secara keseluruhan menjadi kabur dan tidak ada tempat untuk sekedar duduk dan menikmati suasana lingkungan.

1301988366765494521
13019883911861861457

Bangunan2 kuno ini, justru dipertahankan oleh Belanda. Di rawat dan dijadikan ‘wisata’. Antara bangunan2 dengan sungai terdapat pedestrian, biasanya warga dan wisatawan duduk2 hanyak menikmati suasana tanpa berbuat apa2.

Pengadaan cafe2 terbuka yg banyak terdapat di Paris atau di Roma sangat membantu wisatawan dalam menikmati lingkungan. Karean di Jakarta panas, banyak pepohonan rindang dan pohon hias mutlak diperlukan ditambah desain taman yg nyaman akan menjadikan lingkungan panas menjadi lebih sejuk.

1301988416537448657
1301988438983400033

Jalan2 di Roma dipenuhi oleh cafe2 di pinggir jalan hanya untuk duduk2 warga dan wisatawan yg menikamti suasana wisata sekelilinginya.

1301988463621480476
13019885011307643792

Juga di Paris, banyak jalanan dipenuhi oleh cafe2 pinggir jalan. Nyaman dan menarik, bukan?

Kamis, 31 Maret 2011

Manajemen Fisik Kota Jakarta (25)

Kamis, 31 Maret 2011 - 0 Comments



By Christie Damayanti

Implementasi penerapan konsep Kota Batavia Lama

Pengembangan segi komersial sangat disarankan sebagai fasilitas penunjang kepariwisataan daerah Kota Batavia Lama. Jika konsep tersebut dikembangkan dengan lebih teliti, bukan tidak mungkin Jakarta akan semakin digandrungi oleh wisatawan asing, sebagai salah satu kota didunia yg mampu menggali memori lama tentang peninggalan masa lalu, yg bagi bangsa tertentu dapat dijadikan kenangan indah atau bahkan kenangan buruk.

13015571051589152260

Sebagai contoh, pada waktu saya berlibur di Eropa, saya sempat mmpir di rumah salah satu kenalan di kota Utrecht, Negeri Belanda, yaitu keluarga Mario dan Marty Hulshoof. Pada waktu itu, saya diperkenelkan kepada orang tua mereka, yaitu keluarga Hulfhoof di Maasland. Beliau bercerita bahwa orang tuanya ( berarti kakek - nenek Marty ) pernah tinggal di Jakarta, di daerah Master ( sekarang Jatinegara ) pada masa colonial Belanda.

Memang, kebetulan saya bertemu dengan Mario dan Marty di Kintamani Bali pada waktu kami berlibur disana, mereka membawa foto kakek - neneknya di Mester. Kebetulan papa saya mengenali bangunan tersebut dan berjanji jika mereka ke Jakarta, kami akan mengantarkan mereka ke tempat tersebut. 

Tetapi sebelum mereka ke Jakarta, ternyata saya berkesempatan ke Belanda dan mereka banyak memperlihatkan foto2 kenangan mereka di daerha Jatinegara Barat Jaman dahulu. Kami saling berbagi cerita dan akhirnya mereka mengemukakan keinginan secara tidak langsung, bahwa akan menjadi sangat menarik bila kita ( pemda Jakarta, maksudnya ) dapat menggali sumber2 masa lalu di Jakarta dan dijandikan semacam catalog yg mana akan sangat berguna dan membangkitkan kenangan lama bagi sesepuh jika catalog tersebut dapat disebarluaskan. 

Buat saya, “Ini adalah ide menarik” dan apabila catalog ini juga dapat diadaptasikan kepada suasana Jakarta sekarang, dan pemeliharaan terhadap bangunan2 / daerah lama tersebut.

Keluarga Hulshoof ini juga mengatakan bahwa teman2 mereka yang kebetulan pernah tinggal di Jakarta pada waktu lalu dan kebetulan tidak mampu pergi ke Jakaarta lagi, sangat terkesan dengan pengalaman tersebut dan mereka benar2 ingin melihat serta menggali memori lama di Jakarta.

Dari contoh diatas jelas terlihat bahwa animo masyarakat dunia terhadap bangunan lama suatu kota ( dalam hal ini kota Jakarta ) sangat besar. Mengapa kita tidak memanfaatkan peluang tersebut menjadi konsep yg nantinya pasti sangat berguna bagi Jakarta, juga bagia perkembangan mental generasi mendatang?

Dalam sub-bab berikut ini, banyk diajukan beberapa konsep yg mungkin akan berguna bagi pemikiran kita semua , yg diharapkan juga akan dapat mengundang minat investor untuk menanamkan modalnya bersama demi kota Jakarta.

1. Konsep sirkulasi dan sistim transpotasi

Sirkulai pada daerah pengembangan ini diusulkan tertutup bagi kendaraan bermotor, sehingga khusus digunakan sebagai jalur pedwestrian dan kendaraan khusus wisata yg disediakan :
yaitu Jl. Pintu Besar Utara - Jl. Cengkeh - Jl. Tongkol - Jl. Pos Kota - Jl. Lada.

Sehingga arus sirkulasi bagi kendaraan akan melalui :
jl. Gajah Mada ke utara melalui Taman Stasiun Kota juga ke arah barat melalui jl. Asemka atau Jl. Bank menuju jl. Kali Besar Timur atau belok kea rah Jl. Kunir terus ke arah timur.

13015571651154918068

Sedangkan kendaraan khusus wisata disarankan yg tanpa polusi karena berdampingan dengan pejalan kaki, berupa ‘becak’ atau kereta kuda atau trem atau bis berbahan bakar bukan bensin, yg juga berfungsi sebagai penghidup suasana masa lalu. Untuk daerah parkir juga sebaiknya dibuat bangunan parkir di beberapa tempat untuk menampung wisatawan.

13015571871479940264

Tream di Eropa. Aera seperti ini bisa dibuat di Taman Fatahillah

1301557243373735304

Atau mengembalikan jaman seperti dlu lagi, di Stasiun Kota. Sangat menarik.

13015572841740160023

Kerata kuda, bisa juga dibuat seperti 


1301557348756322041
1301557398785929874

Dengan konsep ‘becak tradisional’ seperti ini, bisa membuat daya tarik wisatawan asing. Becak hanya dipakai di area Kota Batavia Lama. Dan becak juga harus dibuat dengan ‘workmanship’ yg tinggi untuk dekoratif Jakarta kota lama. Dengan ukiran yg bermutu tinggi.
13015574331412648250

Bangunan parkir bisa dijadikan tempat ‘promosi wisata’. Dengan kaca2 dan lampu2 berwana warni, bisa didesain bunga2 atau seni dokoratif Indonesia, misalnya batik. Seran promosi ini sangat efektif, selain memang untuk gedung parkir.

Dan untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, bisa dibuat banyak jembatan penyeberangan ( sky walk ), bukan untuk menyeberang, tetapi untuk kita bisa melihat2 kebawah untuk melihat dan sebagai tempat sedikit beristirahat, dengan terdapat cafe2 kecil diatasnya.
1301557458329445164
13015574841556908732

Sky wakl ini, selain untuk menyeberang, juga untuk duduk2 diatas dengan cafe2 kecil. Dibangun di suasana yg bisa menjadikan wisatawan terpesona tentang Kota Batavia Lama. Misalnya, area Museum Wayang atau are Kali Beasr.

2. Konsep ruang terbuka

Sangat dianjurkan untuk membangun ruang terbuka yg ditempatkan di beberapa lokasi yg saling berhubungan sehingga memudahkan pencapaian satu sama lain dan banyak berfungsi sebagai fsilitas hiburan :
-          Di muara terbuka sebagai tempat pelelangan ikan
-          Theater terbuka untuk mementaskan kesenian tradisional dan modern
13015575171536274200

Theater terbuka, bisa dibuat di Taman Fatahillah atau Taman Stasiun Kota. Atau area Pasar Ikan

-          Taman di sisi jalan Harbour Road sebagai buffer lingkungan
-          Taman Stasiun Kota sebagai ruang penerima
-          Taman Fatahillah sebagai tempat berinteraksi social buda yang dapat digunakan untuk pasar malam, bazaar, dll
-          Fasilitas penunjung seperti cafe2 terbuka, workshop, kedai cindera mata. Dll
-          Membangun restaurant apung di daerah demaga wisata
13015576581368104754
Restauran terapung seperti di Kintamani, Bali
-          Dan sebagainya.

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks