Artikel Terakhir
Tampilkan postingan dengan label filateli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filateli. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

2nd MURI Award, Aku Dapatkan Lagi pada Pameran ‘Kain Tradisional Indonesia dalam Filateli Kreatif ’

Senin, 10 November 2014 - 0 Comments




By Christie Damayanti


Sebelumnya :


Tepat jam 9.30 pagi hari Sabtu tanggal 8 November 2014 kemarin, aku, Valentino dan Michelle anakku sudah sampai di lantai LG Mall of Indonesia. MURI belum buka, pasti, karena mengikuti jam buka mall. Tetapi karena kami akan membuka pameran, aku wanti2 dengan tim MURI untuk dibuka jam 9.30 demi ’finishing touch’ pameranku.

Materi pameran itu sendiri sudah siap semua. Dan aku cukup puas dengan presentasiku, karena aku sangat sadar bahwa untuk sebuah presentasi dan pameran seperti ini, sebenarnya membutuhkan banyak pemikiran, untuk sebuah karya seni yang cukup memukau. Tetapi dengan keterbatasan seperti yang aku ceritakan di artikel2ku sebelumnya, aku harus cukup puas untuk pameran kali ini.

Pertama aku re-check dengan barang2 dan materialnya. Lalu kebersihannya. Peletakannya, apakah ada yang berantakan, terakhir aku minta Michelle untuk foto narsis sebelum banyak teman yang dating, dan sebelum acara dimulai. Valentino pun re-check dengan background slide dan foto2nya untuk pembukaan itu. Aku siap dengan apa yang ada saat itu. Tanpa mama ku, karena beliau harus menghadiri pemakaman adik iparnya yang baru dipanggil Tuhan …..

  




Pameran ini ada 24 frames,walau sebenarnya masih banyak benda2 filateli yang belum terpasang. Framenya sangat terbatas …..






Koleksi selendang dan gaun2 pribadiku yang ikut aku pamerkan …..






Koleksi kain2 dan tas2 kain ku. Ini hanya sebagian kecil saja, karena tempatnya terbatas …..

Dan aku bersedih untuk itu. Aku tidak bisa menghadiri pemakaman, dan aku pun tidak mampu membatalkan acara pembukaan pameran ini. Aku hanya berserah pada Tuhan, semua atas kehendaknya …..

Satu persatu teman2 dan sahabat2ku datang. Hampir semua adalah teman2 baru yang belum pernah bertemu. Semuanya dari Facebook, yang memang berminat dari komunitas filateli dan kain2 tradisional. Dan ada yang langsung dari Yogyakarta, khusus untuk menghadiri pembukaan pameranku! Terima kasih,mba Ani …..

Lalu Pak Irawan, Kasubdit Filateli dan Prangko, yang akan membuka pameran, serta mas Fadh untuk membantuku acara penandataganan Sampul Peringatan ( SP ), yang akan disimpan oleh Negara, seperti Pameran Disney ku, bulan September lalu. Eh, ternyata juga datang Bp Wage dari Kominfo. Terima kasih pak.     


Valentino, aku dan mba Ani yang langsung dari bandara pagi itu, untuk menghadiri pembukaan pameran filateli kreatif tentang kain tradisional Indonesia ini …..

Mba Alya memberitahuku bahwa Bp Jaya terlambat, sehingga pembukaan diundur jam 11.30 siang itu. Jadilah aku semakin grogi karena ini pembukaan pameranku! Walau sudah beberapa kali mengikuti pameran, ternyata grogi tetap mengikutiku, apalagi jika ada sesuatu, seperti terlambat ini .....

  




Ruangan Teater OSSO yang hamper penuh. Senangnya hatiku ….. Puji Tuhan …..

Tak apa! Ternyata semuanya sesuai dengan rencanaku. Kami masuk ke Teater OSSO untuk memulai acara Pembukaan Pameran ini. MC dan Kata Sambutan pertama adalah mba Ayla sendiri, sebagai Direktur MURI. Di susul oleh Bp Irawan yang memberikan Kata Sambutannya sebagai wakil dari Bp Bonnie, Direktur Pos Indonesia Kominfo. Setelah itu penandatanganan Sampul Peringatan Pameran, oleh Bp Irawan dan Bp Jaya Suprana.

  



Penanda-tanganan SP oleh Bp Irawan dari Kominfo dan Bp Jaya Suprana

Dan dengan bangga, aku menyaksikannya, serta SP dan tanda tangan ini akan di arsip di negara. Sebuah catatan kesaksian sebagai insan pasca stroke yang tetap bisa berkarya lewar filateli, walau tetap dalam keterbatasan ..... 

Blitz kamera terus memancar dari banyak kamera2 teman2ku. Dan bp Jaya Suprana di minta ke depan untuk memberikan Kata Sambutan.

Aku terus terpana, jika pak Jaya berbicara dengan gamblang tentang kecintaannya untuk Indonesia. Ketika beliau pun memberikan kata2 sambutan pada bulan September 2014 lalu untuk Pameran Disney ku di tempat yang sama ini, beliau menantangku untuk berpameran lagi dengan tema full Indonesia. Dan tanpa berpikir panjang waktu itu, aku langsung menyambut tantangan itu, dan 2 bulan kemudian, jadilah pameran ini .....

Setelah itu, giliran aku berkata2 sejenak. Hanya sedikit bercerita, apa yang ada dibenakku tentang konsep pameran ini, seluk beluk koleksi kain nusantara yang memang cantik dan tidak mudah untuk membelinya karena mahal ( kecuali benar2 datang ke pengrajinnya ) dan sebagainya.

Tidak berlama2 aku menyudahi ceritaku dan justru mba Ayla yang mengejar2 kami untuk 'sesuatu', karena beliau mau kita semua untuk ke Gallery tempat pameranku.

Ternyata, sebuah penghargaan kembali aku terima dari mereka. Rekor MURI sebagai filatelis yang melakukan pameran tunggal pertama dengan ide kreatif bagi Indonesia! 

  



Puji Tuhan! Ini adalah kali ke-2 aku mendapat penghargaan itu! Terima kasih Tuhan, terima kasih bp Jaya dan mba Ayla. Terima kasih untuk semua sahabat dan keluarga, yang selalu mendukungku ..... Kepedulianmu, membuat aku terus semangat .....

Ini ratusan kali adalah kesaksianku sebagai insan pasca stroke. Walau aku masih dalam keterbatasan, walau masalah besar dan kecil selalu berada di sekelilingku, dan walau halangan yang luar biasa sering membuat aku sedikit terpuruk, tetapi dengan mengandalkan Tuhan saja, semuanya bisa teratasi. Semangat untuk terus berkarya serta keinginan untuk melayani sesama, terus berbunga di hatiku. Dan aku terus mengajak Tuhan untuk berada disisiku.

  



Bersama Kominfo dan filatelis Al-Izhar. Aku bersama mba Endang dan mas Aji, insane pasca stroke ( IPS )


Dan Tuhan akan memberikan Hikmat dan Berkat NYA, sesuai dengan yang diinginkan NYA, dalam rencana NYA bagi hidupku .....

Heboh Persiapan untuk Pameran Tunggal ‘Kain Tradisional Indonesia’ 2014







By Christie Damayanti



*Jika Tuhan sudah berkehendak, siapa yang dapat melawannya?

Tidak ada di pikiranku untuk bisa mendapatkan penghargaan Rekor MURI untuk ke-2 kalinya, ketika Pameran Tunggal ke-3 "Kain Tradisional Indonesia dalam Filateli Kreatif dan Koleksi Warisan" ku ini, dibuka oleh Bp Jaya Suprana dan Bp Irawan ( Kasubdit bidang Filateli dan Prangko Kominfo ). Sungguh! Tidak ada di benakku, sekalipun hanya dalam mimpi.

Mengapa?

Ya! Karena bulan September 2014 kemarin, aku sudah di anugerahkan Rekor MURI, pada pembukaan Pameran Tunggal ke-2 "Wonderful Philatelic and Collectibles of Disney - 2". Haru biru ketika aku menerimanya, sehingga aku hanya berkarya sebaik2nya, ketika pameran kain ini justru mampu menyedot banyak sekali teman2 baru dari Facebook, bahkan ada yang datang dari Yogyakarta, di bela2in! Dan sampai sore teman2 baruku terus berdatangan .....

Lihat tulisanku :

1.       Penganugerahan Rekor MURI Untukku dalam Pameran Tunggal ‘Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney’


Jadi, dianugerahi Rekor MURI untuk ke-2 kalinya? Tidak ada dalam benakku, termasuk dalam mimpi.

Namun, ketika Tuhan berkehendak, siapa yang dapat melawan?

 ***  

Persiapan Pameran Kain ini, lebih berat dari persiapan Pameran Disney. Lihat tulisanku Persiapan Pameran Tunggal-ku Kedua: ‘Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney’ di Mall of Indonesia




Teman2 dari KFJ yang membantu memasang materi filateli nya dalam 24 buah frames

Dari awal mempersiapkan materi pameran, aku suydah dihadapkan dengan banyak masalah. Prangko dan benda2 filateli yang kurang dan sudah susah dicari, pemilihan kain2 nusantara yang susah karena untuk membentangkan kain2 itu, aku tidak mampu. Kain2 itu besar dan berat. Padahal aku harus membentangkannya untuk memilih dan mendesain, sesuai dengan apa yang aku inginkan.

Kain2 ku memang banyak, justru karena banyak, aku harus memilih yang mana yang harus aku pamerkan, karena tempatnya tidak mencukupi untuk memamerkan seluruhnya.

Siapa yang bisa membantuku? Tidak ada!

Persiapan hanya sendiri. Mamaku sedang sibuk berkeliling ke keluarga di Jawa Tengah, Jawa Timur dan terakhir di Bali, rumah adikku. Anak2ku sibuk dengan sekolahnya. Dan tanpa pembantu!

*Tetapi 1 hari mama bisa membantukku di hari pertama beres2 disana, Puji Tuhan …..



Mamaku yang sangat telaten untuk menjarumi kain2ku supya tidak bergeser dan tidak ada kemungkinan untuk di ‘berantakin’ pengunjung …..

Desain materi Filateli Kreatif nya pun, aku harus berjuang! Dengan mengandalkan tangan kiri saja, aku sering gagal untuk menggunting2 kain2 perca sebagai salah satu alternatif desain dengan benda2 filatelinya. Untuk menggunting 1 kain perca, mungkin membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam, lalu di kolaborasikan dengan benda2 filatelinya. Padahal jika aku sehat, aku pasti hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengguntingnya, dan 5 menit untuk mengkolaborasikannya dengan benda2 filateli. Bayangkan, berapa lama aku harus bersabar diri untuk menyelesaikan materi pameran?

    


Mencoba merapihkan dari apa yang sudah ada, Valentino dan mama yang sudah menyiapkan konsep2 desain pameran ku …..

Lalu, ketika 1 bulang menjelang pameran aku sudah mempersiapkan konsep dan proposal untuk Kominfo. Untuk bisa aku berpamerna, pasti aku membutuhkan dukungan banyak hal dan banyak orang, bukan? Dan aku sudah memikirkannya.

Untuk tempat dan waktu, semua didukung oleh MURI, dimana Bp Jaya Suprana serta Mba Aylawati Sarwono, terus mendidikku untuk berkarya bagi Indonesia. Semua sarana sudah disiapkan. Untuk 24 buah frame dan 3 etalase pun sudah di pinjamkan oleh KFJ. Masalahnya adalah untuk pengangkutan dan orang2 yang bisa membantuku, ternyata cukup besar, sampai jutaan rupiah. Ditambah beberapa akrilik untuk frame yang harus diambil ke Bandung, Kantor Pos Pusat.

Sangat berat untukku, ketika hanya sekedar berpameran untuk hobi saja aku harus mengeluarkan dana dan tenaga yang tidak main2. So what? Tidak bisa mundur lagin dan harus terlaksana karena promosi sudah berjalan serta sudah banyak yang berencana untuk datang, termasuk dari luar kota ( sudah pesan tiket ).

Awalnya rencana pameran tanggal 15-23 November 2014 di Galeri Museum MURI. Tetapi karena Bp Jaya Suprana dan mba Ayla harus perform di Solo pada tanggal itu, pameran harus dimajukan menjadi tanggal 8-15 November 2014 di tempat yang sama. 

Dampaknya adalah, semula yang mau membuka adalah Bp Jaya Suprana dengan Dirjen PPI Kemen Kominfo, Bp Prof kalamullah Ramli. Tetapi jika tanggal 8 November 2014, beliau tidak bisa karena harus bertugas ke Busan. Bahkan Direktur Pos Indonesia Kominfo, Bp Bonnie M.Wahid pun ( yang bulan September membuka pameran Disney ku ), tidak bisa datang karena harus ke Palembang. Alhasil, pameran Kain dibuka oleh Bp Jaya Suprana dan Kasubdit Filateli dan Prangko, Bp Irawan. 

Tidak apa2. Tetap semangat! Tanpa merubah pikiranku yang cukup kecewa, mindset ku sudah diatur dan tetap percaya bahwa ini adalah KEHENDAK TUHAN! Dan aku yakin, ada maksud Tuhan dengan semuanya ini. Toh aku sudah berusaha sebaik2nya untuk pameran ini.

Hari Kamis 6 November, dengan taxi aku dan mamaku serta Valentino datang untuk membereskan semuanya. Aku ingin mamaku datang di acara itu karena pada bulan September, mama tidak datang karena sakit.

Tetapi Tuhan memang berkehendak lain. Hari Jumatnya, oom ku ( adik ipar mama ) meninggal, sehingga mama tidak bisa menghadiri acara pembukaan. Dan aku pun tidak bisa datang karena Sabtu akan dimakamkan .....

Bingung? Jelas! 

Hari Jumatnya aku harus mempersiapkan 'finishing touch' dan harus membawa beberapa benda untuk menunjang pameran. Patung2 khas Indonesia milikku, sampai tas2 dari kain tradisional nusantara, aku bawa dengan taxi. Susah? Luar biasa! Untuk berjalan saja harus dibantu, bagaimana dengan barang2 bawaanku?

Semuanya aku lakukan dengan senang hati. Capek pasti! Tetapi aku ingin menyajikan yang terbaik untuk karyaku. Selain karena ini menunjang hobiku, aku ingin mempersembahkan untuk Indonesia .....



Sampul Peringatan ( SP ) yang di desain oleh mba Novie, salah satu sahabat filatelusku, yang selalu membantuku untuk mendesain SP, kartu pos dan undangan.

*Terima kasih untuk mama dan Valentino yang membantuku


Bersambung ...

Selasa, 09 September 2014

Siapa Bilang Anak-anak Tidak Tertarik Prangko?

Selasa, 09 September 2014 - 0 Comments



By Christie Damayanti


1410253006718988699
Dokumen mba Indah Noing


Koleksi mba Infah Noing: Anak-anak mba Indah Noing sangat antusias untuk mulai membenahi prangko-prangko yang aku bagikan kepada mereka, di rumah …..

Sebelumnya :



Siapa bilang anak-anak tidak tertarik prangko? Kita tinggal membimbing dan mengarahkannya saja koq …..

Aku tidak tahu, apa yang salah. Katanya, anak-anak tidak peduli dengan yang namanya hobi jadul ini. Tetapi dari sekian banyak pameran-pameranku, aku mengamati bahwa anak-anak itu sangat excited dalam mengamati prangko-prangko yang aku pamerkan. Seperti misalnya pada pameran ‘Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney - 1′ di TMII tahun 2012 lalu. Ketika aku menggelar pameran selama 10 hari di sana, ternyata anak-anak benar-benar mengamatinya.

Mungkin benar, mereka mengamati karena gambarnya, mungkin bukan prangkonya. Mereka tekun, melihat lembar demi lembar, mungkin mulai tertarik dan pikirannya mulai terinspitasi. Coba lihat tulisanku:

Pameran Tunggal-ku yang Pertama : ‘Wonderful Philatelic & Collectible of Disney’



Teknologi Modern Tetap Terkalahkan, dengan Lomba ‘Jadul’ Seperti Ini …..

14102531751281612244
14102532471125026742

Pameran Tunggal ‘WonderfulPhilatelic & Collectibles of Disney ke-1′ di TMII, Agustus 2012

Ketika tahun 2012 lalu, aku menggelar pameran tunggal di TMII sangat terlihat anak-anak tertarik. Dan aku berada di sana setiap hati. Jadi ketika mereka bertanya banyak tentang prangko, aku bisa menjelaskan apa itu prangko, bagaimana menggunakannya, kapan digunakan dan untuk apa digunakan. Mereka sangat antusias!

10 hari aku pameran di sana, aku mencoba untuk anak-anak makin tertarik tentang prangko. Sehingga aku menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak dari tingkat TK sampai SMP. Beberapa kategori pemenangnya aku berikan beberapa hadiah, barang koleksi Disney, yang khusus aku belikan untuk mereka.

Syaratnya hanya mereka harus datang ke pameran, mengamati tokoh-tokoh Disney yang aku pamerkan dan mereka harus mewarnai tokoh-tokoh Disney tersebut sesuai dengan contoh di prangko-prangko tersebut. Gambarnya aku siapkan untuk beberapa tokoh. Dan mereka sangat antusias untuk mengamati dan mewarnai…

Begitu juga ketika aku menggelar Pameran Tunggal ke-2 ‘Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney’, yang sekarang ini di Mall of Indonesia(MOI) dari tanggal 6 September  sampai tanggal 13 September 2014. Separuh dari yng hadir pada pembukaan adalah anak-anak karena memang ‘pasar’ nya adalah anak-anak. Dari mulai datang sampai selesai, anak-anak antusias untuk berkeliling di area museum itu. Baik mengamati ini Museum MURI yang menampilkan semua rekor nasional sampai pameranku, koleksi Disney.

1410253462827515525
1410253856478278101

Anak-anak yang bangga mambawa souvenir dari kami: Prisma Bp. Jaya Suprana, album mini, SP dan kartu pos serta used-stamps. Seorang anak yang meminta tanda tanganku di atas SP, yang akan menjadi koleksi seorang filatelis …

Bahkan seorang anak, Daniel (anak Mba Indah Noing, Kompasianer) sangat tertarik melihat ‘cowboy’, di area ‘Toys Story’ dalam prangko.

14102539491713573353
Koleksi Primus - Kompas.com

“Aku suka cowboy”, katanya …

Sekali lagi, mungkin Daniel hanya melihat gambarnya saja, bukan prangkonya. Tetapi ini adalah awal mula mereka menyukai prangko. Awalnya hanya gambarnya, lalu mungkin mereka akan bertanya tentang arti angka-angka di prangko tersebut. Dan mungkin juga mereka akan tertarik dan terinspirasi untuk mulai mengumpulkan …

14102540741619457153
141025420763605335

Viki, putri mba Indah Noing di depan karakter Disney kesukaannya. Ke-3 anak-anak Mba Indah sedang belajar untuk memasang prangko-prangko yang aku berikan pada mereka…

Pada pameran ini, aku bukan hanya pamerannya saja untuk memamerkan koleksi Disney-ku, tetapi aku ingin memulai langkah awalku untuk merangkul anak-anak generasi muda filatelis, untuk mulai menyenangi prangko. Konsep itu jelas, sehingga aku berupaya untuk mengadakan mini album dan 1 set prangko-prangko bekas (used-stamps) untuk dibagikan kepada anak-anak yang sedianya berminat untuk mulai mengumpulkan prangko, dan itu merupakan awal koleksi mereka.

Puji Tuhan, doaku dijawab oleh-NYA. Filateli Bandung dengan senang hati mengirimkan mini album untuk aku bagikan sebanyak 20 album. Used-stamps-nya pun aku berdua dengan Mba Novie. Aku masukkan ke plastik-plastik kecil, sebanyak 50 set. Dan ketika kami membagikannya, terlihat anak-anak sangat senang. Beberapa dari mereka membuka mini albumnya, memasukkan prangko-prangkonya dan berlari ke sana kemari ……

Ketika aku beristirahat di ruang Mba Ayla untuk makan siang setelah tamu-tamu yang datang pada saat pembukaan, ada seorang anak kelas 6 SD Reihan namanya, datang kepadaku. Dia ingin bertanya-tanya tentang prangko dan ingin tahu apakah cara penyusunannya sudah bisa dianggap betul. Aku tersenyum.

1410254348662222383
1410254398372049227

Reihan yang membawa mini albumnya serta bertanya-tanya tentang prangkonya. Aku sedang menerangkan tentang cara melepas prangko dari amplopnya…

“Tanaman itu sudah mulai tumbuh”, pikirku.

Dan aku dengan senang hati menjawabnya. Bahkan ketika temanku yang menemaniku ada di sisiku, dia memberikan lagi prangko-prangko bekas yang masih menempel pada amplopnya. Celin, sahabatku yang menemaniku mendemonstrasikan cara mengambil prangko dari amplopnya. Dengan mencelupkan pada air sampai basah, kemudian perlahan mengambil prangkonya lalu dikeringkan. Dan Reihan sangat takjub!

Dari sini aku mengambil banyak kesimpulan. Bahwa anak-anak itu ternyata masih peduli tentang prangko (apa pun), jika kita memamerkannya. Anak-anak masih peduli dengan menulis surat, bahkan anak-anak masih sangat tertarik dengan prangko, JIKA KITA MEMBIMBING DAN MENGARAHKANNYA !!!

Lihat tulisanku :



Ketika anak-anak kita selalu dibimbing dan kita merangkulnya kepada apa yang kita inginkan, apalagi anak-anak kecil, mereka akan mengikuti kita. Sampai mereka memang tertarik atau bosan, mereka bisa menjadi apa yang kita inginkan. Tetapi jika kita tidak merangkul mereka dan membiarkan mereka untuk hidup sekehendak hati mereka, mereka pun akan berbuat sekehendak hati.

Dalam proporsi sebuah hobi yang sebenarya sangat menginspirasi, yaitu hobi filateli, sebagai filatelis (bahkan filatelis senior), kita bisa memantau anak-anak kita untuk mulai mencintai hobi ini. Memang tidak mudah. Bahkan anak-anakku pun tidak tertarik dengan hobi ini. Tetapi aku sudah mencobanya. Berbagai cara aku mengajak anak-anakku untuk melihat dan membantu aku untuk melakukan hobi ini, tetapi setelah sekian tahun, mereka memang tidak tertarik.

Ya, untuk menanam pasti ada yang tumbuh subur. Ada yang tumbuh asal-asalan, dan ada yang sama sekali tidak tumbuh. Anak-anakku adalah tanaman yang sama sekali tidak tumbuh, mereka ‘tumbuh’ dengan hobi yang lain. Tetapi setidaknya, aku sudah berusaha untuk mengikuti jejakku.

Untuk generasi muda filatelis memang harus mulai diberdayakan. Kita yang sekarang terjun di dunia filateli ini harus terus mengupayakan untuk bisa merangkul anak-anak calon filatelis Indonesia.

Aku tidak tahu, seberapa banyak teman filatelis bahkan pemerintah peduli dengan re-generasi filatelis-filatelis Indonesia. Yang aku tahu setelah aku ‘dekat’ dengan Kemen Kominfo di bidang Pos Indonesia, mereka sudah berusaha untuk mengadakan banyak lokakarya atau pameran-pameran di kota-kota di seluruh Indonesia.

Tetapi jika pemerintah saja yang peduli tanpa ada kepeduian warganya untuk melakukan itu, tidak akan tercapai. Kita bersamalah yang akan membuat generasi-generasi muda filatelis akan mengharumkan nama Indonesia. Wakau mungkin tidak mudah, karena anak-anak kita sudah hidup di dunia modern dan dunia gadget.

Tetapi dengan tantangan ini, aku yakin seyakin-yakinnya akan bisa terjadi JIKA KITA BENAR-BENAR KONSISTEN untuk merangkul anak-anak calon filatelis muda Indonesia, seperti aku konsisten untuk mengumpulkan berbagai macam ‘collectibles’ Disney selama 40 tahun, yang membuahkan sebuah Rekor Nasional, MURI…

Terima kasih, sahabat-sahabatku sudah menuliskannya untukku:



Salam Filateli…


Senin, 08 September 2014

Penganugerahan Rekor MURI Untukku dalam Pameran Tunggal ‘Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney’

Senin, 08 September 2014 - 0 Comments



By Christie Damayanti


14101659981875491041
Dokumentasi dari pak Windu Nugrahanto


Sebelumnya :


2 hari aku berada di ambang stress. Mau menyelesaikan tugasku untuk Pameran Tunggal-ku, atau menemani mama ku yang memang sedang sakit. Acaraku tidak mungkin di batalkan,ketika semuanya sudah siap, dan Direktur Pos Indonesia Kementrian Kominfo sudah bersedia untuk dating, dan semuanya sudah siap untuk pembukaan. Dan aku hanya berserah,  ketika aku harus meninggalkan mamaku sendirian di rumah, dimana aku harus membereskan penataan pameranku …..

Doaku ada Tuhan hanyalah yang terbaik untuk semuanya. Dan DIA mendengar doaku. Mama baik2 saja walau masih dalam keadaan sakit, dan aku siap untuk menyelesaikan semuanya …..

***

Hari Sabtu tanggal 6 September 2014 jam 9.00 tepat aku sudah berada di depan Museum MURI. Janjian dengan Valentino, untuk ‘finishing touch’ dalam acara pembukaan pameran tunggalku. Valentino, seperti biasa selalu membantuku sebagai back-up dalam dunianya. Dia mendesain ‘back-ground’ di belakangku untuk pebukaan. Kolaborasi antara MURI dan Filateli, Valentino sangat kompeten di bidangnya. Hasilnya adalah LUAR BIASA!

*Terima kasih, hun Valentino ….

Aku ditemani oleh Michelle, berkelilin untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembukaan. Semua sudah siap! Valentino pun siap dengan bantuannya. Saatnya aku berdiri sebagai ‘Minnie Mouse’, dengan segala pernak-perniknya. Yang terpenting adalah, aku berusaha untuk menjadi bagian dari Disney, secara konsepnya adalah mengajak anak2 untuk mulai mengenalkan prangko, sebagai 
bagian dari hobi yang inspiratif.

Bandoku adalah telinga Minnie Mouse dengan pita khasnya, baju Mickey Mouse, kalung, gelang dan cincin Mickey Mouse dan Minnie Mouse serta aku membawa boneka Mickey Mouse,yang sekarang ini selalu menemaniku tidur.

1410166115547727457
1410166189367920117

Aku ditengah2 sebagian kecil ‘collectibles’ ku tentang Disney …… Salah satu boneka Mickey Mouse yang besar itu sudah berumur 37 tahun …….


Siap dengan kostum, aku berjalan2 dan berfoto di depan koleksiku, bersama dengan Michelle, selama menunggu tamu2 undangan yang hadir. Excited! Apalagi ketika aku menelpon mamaku, dan keadaannya lebih baik, aku percaya bahwa Tuhan menjaga mamaku di rumah, sementara aku menjalankan tugasku sebagai Christie daam Pameran Tunggal-ku.

14101664071303684576
1410166451617996387

Aku,Minnie Mouse, dengan koleksi prangko2ku bertema Disney. Aku juga dengan balasan surat2ku dari Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donld Duck dan Alice in Wonderland …..

Satu demi satu tamu undang mulai berdatangan. Pegawai Museum MURI sudah siap dengan sambutannya untuk mengajak mereka mengisi buku tamu, dan memberikan souvenir2 yang aku janjikan. Sebuah Sampul Peringatan Disney, sebuah Kartu Pos Disney dan sebuah prima foto Bp.Jaya Suprana dengan tanda tangannya, untuk 50 tamu yang dating pertama. 

Dan kami berharap, bahwa kenangan2 ini bisa membuat senang dan akan berharga pada waktunya. Dan aku juga menjanjikan sebuah mini album dan 1 set used-stamps untuk anak2 yang mulai tertarik  mengumpulkan prangko. Aku terus excited, sampai tanganku sangat dingin …..

Jam 11.00 tepat kami mulai memasuki ruangan Teater OSO yang berada di dalam Museum MURI. Bp. Bonnie M.Thamrin selaku Direktur Pos Indonesia, Bp. Iwan dan Bp. Tugi serta mba Yuli, selaku tim Kemen Kominfo yang sangat dan selalu mendukungku, sudah hadir, sebelum jam 11.00. Tamu2 sudah berdatangan, termasuk mba Aylawati Sarwono, selaku Direktur MURI. Tinggal Bp. Jaya Suprana yang belum hadir karena macet. Aku semakin excited …..

Setibanya Bp. Jaya Suprana di Teater OSO, acara langsung dimulai. Bangku2 yang sudah tersedia sebanyak 40 orang, hamper penuh. Dan pegarai musum ini siap dengan bangku2 kosong. Dan tamu2 semakin berdatangan. Hmmmm ….. bahkan Bp. Jaya sempat mengatakan bahwa susah untuk menghadirkan tamu2 di teater ini dengan penuh 100%, sehingga paling tidak acara pembukaan ini merupakan pertama kalinya bangku penuh bahkan bangak penambahan bangku lagi! Puji Tuhan!

Semakin excited, ketika mba Ayla membuka acara pembukaan, dengan kata2 yang sangat mendukungku. Slide demi slide terus berputar, rancangan Valentino. Mba Ayla meminta pak Bonnie untuk menandatangani 3 buah Sampul Peringatan ‘Disney’ yang di desain oleh mba Novie di Semarang. Lalu mba Ayla juga mengundang pak Jaya untuk menandatangani 3 buah Sampul Peringatan terakhir, untuk masing2 disimpan dalam arsip negara, arsip MURI dan arsipku.

14101664942042631091
1410166600792408154

Pak Bonnie dan pak Jaya menandatangani Sampul Peringatan ‘Disney’ ku …..

14101666751748448106

Terjalin kolaborasi antara Kementerian Kominfo ( pak Bonnie ) dengan MURI ( pak Jaya Suprana )

Semakin aku excited bahwa kegiatan ku ini menghasilkan sebuah arsip kegiatan filateli, yang bukan hanya negara yang bisa mengadakan, tetapi aku, seorang Christie, dalam sebuah terapi untuk penyembuhanku sebagai seorang insane pasca stroke. Terima kasih, Tuhan!

Sekian menit berakhir, dan mba Ayla meminta Bp. Bonnie M.Thamrin untuk memberikan sambutannya.

Bp. Bonnie memang sangat mendukungku, walau kami baru kenal, ketika aku menjadi salah seorang juri nasional untuk Lomba Pameran Filateli Kreatif,pada bulan April 2014 di Hotel Akmani, Menteng. Beliau sangat tertarik denan konsep2ku untuk mengembangkan Filateli Kreatif dan merangkul anak2 generasi muda filatelis, untuk terus berkarya. Anak2 harus terus dibina untuk menjadi seorang filatelis handal Indonesia. Dan aku mempunyai banyak konsep untuk itu, salah satunya Pameran ‘Disney’ ini …..

14101668151083622460
14101668581087883110

Mba Ayla yang cantik sebagai MC dan pak Bonnie sedang membawakan kata2 sambutannya, dan slide swbagai background terus mengalir dengan indah …..

Cukup lama Bp. Bonnie bercerita tentang banyak hal yang berhubungan dengan filateli. Giliran mba Ayla meminta Bp.Jaya Suprana sebagai tuan rumah, untuk memberikan kata2 sambutannya.

14101670321770577702
14101671401221413317

Pak Jaya Suprana dalam ‘diskusi’nya dengan pak Bonnie ….. menarik dan menyenangkan …..

Bp. Jaya Suprana memang seorang budayawan kawakan, dimana beliau sangat mengapresiasi generasi2 muda yang berkarya untuk Indonesia. Sehingga dengan kegiatanku ini, aku merasakan sebuah kasih yang terpancar dari Bp. Jaya dan mba Ayla, yang membuat aku nyaman, aman dan tentram. Kata2nya sangat mengalir, membuat pikiranku terus membubung tinggi mencapai satu kesimpulan bahwa aku harus menjawab tantangan beliau!

Beliaupun menjadi tertarik dengan kata2 sambutan dari pak Bonnie, sehingga pak Jaya dan pak Bonnie berada dalam sebuah diskusi yang menarik, berhubungan dengan filateli dan Indonesia! Wow! Aku ingat sekali, ketika pak Bonnie menjawab pertanyaan2 pak Jaya, dan saling mengisi untuk sebuah kesimpulan, bahwa Filateli Kreatif merupakan titik awal bagi hubungan dan kolaborasi antara MURI dengan Filateli!

Tepuk tangan membahana, ketika pakar di bidangnya masing2 menyelesaikan ‘diskusi’ mereka. Aku semakin senang karena pak Bonnie yang sedianya harus pulang segera setelah kata2 pembukaannya, tiba2 sepertinya beliau betah untuk terus mengikuti semua acara hari itu.

Ketika aku diminta mba Ayla untuk maju ke depan memberikan kata2 sambutanku, tiba2 mba Ayla berkata,

“Ada kejutan untuk Christie” …….

Aku terpana. Kejutan apa lagi? Apakah aku mau diberikan sebuah boneka Disney? Secara aku selalu membawa2 boneka Mickey Mouse, walau tangan kiriku harus tetap berpegangan dengan seseorang jika aku berjalan. Aku semakin excited, mengunggu mba Ayla memberikan kejutan itu, dari pintu masuk teater OSO.

Aku belum bisa mencerna maknanya, ketika mba Ayla, di dampingi beberapa pegawai MURI, berjalan ke depan dengan membawa sebuah pigura cantik yang cukup besar.

“Christie, kami menganugerahkan rekor MURI sebagai kolektor benda2 Disney terlengkap dan terbanyak di Indonesia, selama 40 tahun”, begitu kata2 mba Ayla,dan aku sekejab terpana tanpa tahu harus mengatakan apa …..

1410167187326161214
1410167431695933781

Penganugerahan rekor MURI dari Pak Jaya Suprana untukku ……

Yang aku ingat sebelum aku mengusap mataku dengan bahagia, tepuk tangan membahana terus menerus. Dan mba Ayla membimbingku untuk maju kedepan. Aku sempat melihat wajah pak Bonnie, yang merasa tidak percaya. Aku juga melihat pak Iwan, pak Tugi dan mba Yuli yang terus bertepuk tangan untuk mendukungku. 

Tawaku bercampur tangisku. Aku tidak pernah menangis, even bercerita tentang sakitku. Tetapi kemarin, aku benar2 menangis, mengusap mataku dengan air mata kebahagiaan ……

1410167495376739912
1410167543969109177

Ucapan selamat dari pak Bonnie dan lampu kilat kamera terus menyilaukan mataku, dengan tepukan tangan membahana terus menerus …..

Aku berdiri di tengah2, antara mba Ayla dan pak Bonnie, sementara pak Jaya menyerahkan piagam MURI untukku. Tanpa kata2, aku menerimanya, sambil aku tersenyum dan menangis. Semua yang hadir berdiri, focus untuk mem-fotoku menerima piagam MURI. Tepuk tangan terus membahana. Kilatan lampu kamera terus memberkan efek silau, tetapi lebur dalam sebuah eforia ……

Entah berapa lama aku mematung dalam tangis kebahagiaan, tetapi yang jelas aku sangat beerbahagia! Semuanya terlihat bahagia dalam dukunganku. Semuanya! Tidak henti2nya aku engatakan dalam hatiku’

“Terima kasih Tuhan ….. terima kasih Tuhan ….. terma kasih Tuhan …..”

Pak Bonnie menyalamiku erat2, begitu juga mba Ayla dan pak Jaya. Tepuk tangan membahana terus, masih terus membahana. Begitu juga kilatan lampu kamera, masih terus berbaur dengan sorak sorai kata2 dukungan untukku. Terima kasih Tuhan …..

1410167591880755181
Aku dalam kata2 sambutanku, berselimur dengan tangis kebahagiaan. Dan slide demi slide yang bercerita tentang awal sakitku, terus berputar. Valentino mampu menghadirkan suasana bahagia, gembira, senang dan haru menjadi satu …..

Dan aku membawakan kata2ku yang berselimur tangis bahagiaku. Penganugerahan ini merupakan sebuah penghargaan untukku yang sangat membuat aku bahagia. Tidak terpikir aku membuat sebuah rekor, dan tiba2 Tuhan memberikannya. Dan dengan penuh ucapan syukur, aku siap ‘membalas’ ke-luarbiasa-an Tuhan, untuk aku terus bersyukur dan melayani NYA …..

Terima kasih untuk sahabatku, Primus yang sudah menuliskannya di Kompas.com :



Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks