Artikel Terakhir
Home » Posts filed under kuliner
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 November 2014
Selasa, 18 November 2014
- 0 Comments
By Christie Damayanti
Hari terakhir di Belanda. Dinner
terakhir di Belanda dan Arie mengajak kami bertiga untuk makan malam di pantai
Castricum. Sebuah pantai ‘perawan’ yang memang sengaja tidak untuk turis,
melainkan hanya sekedar pantai bagi fasilitas lingkungan disana, bercanda
dengan keluarga dan sahabat …..
Makan malam kali itu adalah Fish
and Chips dalam versi yang berbeda. Biasanya untuk Fish and Chips adalah
makanan ‘ringan’. Ga ringan2 amat sih, tetapi biasanya dijual di resto2 atau
kedai2 ‘jalanan’. Karena awalnya adalah nelayan yang menggoreng atau membakar
ikannya untuk disantap di pinggir jalan.
Tetapi dengan kemajuan jaman dan
dengan kebutuhan lingkungan, ternyata Fish and Chips melanda juga di resto2
mahal. Dengan beberapa tambahan menu serta beberapa variasi, jadilah menu Fish
and Chips ala resto mahal. Dan itulah yang kami pilih di resto mahal ini …..
Resto itu apik. Khas resto pantai
yang separuhnya berada di outdoor dan separuh nya lagi indoor memakai AC. Sebenarnya,
kami ingin berada di outdoor tetapi penuh. Waktu itu jam 8.00 malam, dan
matahari masih bersinar dengan anggunnya. Sinarnya masih terik, tetapi
terselimur dengan udara yan sejuk, sehingga sinar kuning yang menggigit itu
tidak bisa menembus kulit kami menjadi panas. Bahkan kami masih merasa sedikit
kedinginan, ketika angin berhembus.
Suasana sekitar jam 8.00 malam di pantai Castricum. Di resto bagian
outdoor, matahari masih cukup terik menyengat tetapi udara dan angin cukup
dingin untuk kami …..
Tampak sebagian besar adalah
keluarga. Sebagian kecilnya adalah kaum muda bergerombol dan kaum tua atau
lansia, juga bergerombol. Sebagian besar dari keluarga adalah keluarga muda
dengan anak2 dibawah 15 tahun. Sebagian lagi adalah keluarga menengah dengan
anak2 remaja,yang masih mau mengikuti orang tuanya untuk bertamsya ke pantai
seperti ini. Hanya sebagian kecil saja, pasangan muda mudi. Karena resto ini
memang sangat terbuka dengan konsep keluarga dan meja2 besar, Jadi tidak ada
tempat untuk berpacaran, hihihi …..
Suasana resto indoor. Konsepnya memang ‘bar’ tetapi untuk keluarga.
Banyak keluarga dengan anak2 dibawah 15 tahun.
Aku, Arie dan Clara memesan Fish
and Chips dengan beberapa varian berbeda. Denni memesan steak dan Michelle
memesan sate. Aku tidak tahu nama ikannya, tetapi dari bentuknya dengan irisan
daging serta hampir ‘tanpa duri’, sepertinya adalah ikan Dori. Tapi entahlah,
apakah ikan ini berada di dua tempat berjauhan ( Indonesia – Belanda ).
Budaya Indonesia memang berbeda
dengan budaya Belanda. Ketika kami memesan makan ikan, justru si pelayan
menekankan tentang minumnya. Minuman2 berakohol ringan maupun berat,
ditunjukkan kepada kami. Kami menggelengkan kepala. Kami hanya minum softdrink,
coklat, the, susu atau juice. Dan si pelayan tersenyum sambil mundur teratur
dan mencatat yang kami pesan. Seperti biasa, aku memesan teh susu hangat,
Dennis sebotolCoca Cola dn Michelle memesan coklat hangat.
Teh susu hangat kegemaranku, dan coklat hangat kegemaran Michelle …..
Berbeda dengan Arie dan Clara.
Mereka memesan Fish and Chips juga, tetapi minumannya adalah berakohol,
walaupun ringan. Entah apa namanya, mereka memesan minuman yang berbeda jenis.
Untuk Fish and Chips nya,
diberikan ekstra kentang dan sayur sesukanya, dengan memesan set ikan panggang atau
goreng. Begitu juga dengan steak dan satenya, dengan kentang dan sayur mayur mentah
untuk salad, yang bisa ditambah sesukanya. Kami menunggu makanan itu dengan
banyak tertawa dan mengobrol ngalor ngidul.
Secara jam itu memang jam makan
setelah berenang tanpa lelah di laut untuk pengunjung selain kami, pasti cukup
lama pesanan kami datang. Sehingga, Arie mengajak Dennis dan Michelle berjalan2
ke pantai. Berjalan2 ke pantai tidak mungkin untukku. Mengapa? Karena kakiku
tidak mampu untuk berjalan dengan pasir tebal. Kakiku mampu swcara kakiku tidak
cacat, tetapi otakku tidak mampu untuk menggerakkannya …..
Terlihat, Arie dan Michelle berjalan di pasir pantai …..
Ari bermain dengan Dennis dan
Michelle di pasir, sedangkan aku dan Clara hanya mengobrol di meja. Sesekali
Dennis memanggil kami, berteriak dan kami melambaikan tangan kami kearah mereka.
Ya ….. lama sekali karena masih
banyak mja yang belum mendapatkan makan malam mereka. Tetapi kami sabar
menunggu. Justru untukku sendiri, aku ingin terus berlama2 dengan mereka,
keluargaku di Belanda. Aku sepertinya tidak ingin pergi. Aku ingin berada
dengan mereka. Sambutan hangat mereka membuat aku nyaman …..
Tetapi penantian itu pun harus
berakhir. Satu persatu, pesanan kami pun datang. Dari ikan panggang ku dan
Arie,ikan panggang berselimut mayonnaise untuk Clara. Lalu 1 tusuk sate sapi
cukup besar untuk Michelle dan steak panggang untuk Dennis. Masing2 ditambahkan
kentang dan sayur untuk salad. Sementara minum kami sudah sejak beberapa menit
lalu, sebelum makanan kami datang.
Ikan panggang pesanan kami. Coba lihat, menggiurkan sekali kan? Apalagi
jika kita mencium bau harumnya, serta melihat dengan mata kepala sendiri …..
yummy ….. ikan2nya gemuk2, tanpa duri dan rasanya ……. Wowowwwww …….
Sate hanya 1 tusuk tetapi kenyang sekali … *mereka tidak tahu, sate
kita di Indonesia pasti 10 tusuk, itupu belum tentu kenyang, hihihi …..
Kentang, sayur untuk salad dan buah untuk masing2 dari kita …..
Hmmmmm …… tercium bau aroma ikan
panggang berselimur aroma jeruk lemon dan mayonnaise panggang. Juga bau hangat
steak dan sate panggang. Banyak sekali masing2 porsinya. Aku menggelengkan2 kepalaku,
melihat 2 ekor ikan panggang ku dihadapanku. Kupikir, aku tidak mampu menghabiskannya.
Tetapi ternyata ….. semua aku habiskan, hihihi …… ternyata ikan ku sangat
lezaaattttt …… yummy ….. entah di perciki bumbu apa, tetapi yang jelas
sepertinya hanya dipanggang biasa saja, walaupun rasanya luar biasa! …..
Kami makan dengan lahap. Aktifitas
kami seharian di rumah Arie dan keluargnya, membuat kami lapar. Seketika saja,
makanan di depan kami pun tandas. Tetapi kami masih terus bersenda gurau dan
terus melahap kentang2 yang terus bisa disandingkan ke meja2 kami, karena
kentang dan salad bisa dipesan terus menerus, asal tidak dibawa pulang.
Setelah kekenyangan, barulah kami
bersiap2 untuk pulang. Walau dalam hatiku, aku masih ingin bersama mereka dalam
1 keluarga yang utuh di Belanda. Arie dan Clara, aku anggap sebagai orang
tuanku, dan opa dan oma Dennis dan Michelle. Dan kami bahagia dengan mereka …..
Besok, kami harus melanjutkan
perjalanan kami berkeliling di beberapa negara lain di Eropa Barat ini. Dan aku
berdoa, suatu saat kami bisa bertanddang lagi ke Belanda dalam sebuah suka cita
liburan …..
Sebelumnya :
Jumat, 10 Oktober 2014
Jumat, 10 Oktober 2014
- 0 Comments
By Christie Damayanti

www.pillsbury.com
Capek berkeliling Zaanse Scans, apalagi mengamati dan melihat2 secara detail windmill dan masuk ke ‘De Kat’ dan juga waktu makan siang pun sedikit terlewati. Lapaaarrrrr …..
Kami mencari cafe yang nyaman untuk makan siang. Pilihan kami tertuju kepada sebuah cafe cantik, yanh bersebelahan dengan toko souvenir. Cafe terlihat penuh, dan semakin penuh karena jam makan siang. Waktu itu sekitar jam 1 siang.
Matahari sangat terik, walau angin berhenbus cukup besar dengan membawa udara dingin. Sehingga kami merasa sangat nyaman! Karena matahari bersinbar dan sinarnya pun terasa menyentuh kulis, dimana angin sejuk mengibarkan rambut2 kami.
Kami duduk di tempat teduh. Kursi cantik dan klasik memvuat aku langsung duduk disana. Dibantu anakku, aku turun dari kursi roda dan duduk di kursi cantik itu. Arie dan anak2ku masing2 mengambil tempat duduknya, dan segera memesan makanan dan minuman untuk makan siang kami.
Jujur, sebenarnya aku lagi tidak bernafsu makan makanan barat. Apalagi di cafe ini hanya terjedia roti, sandwich atau burger dan hotdog. Aku sedang tidak nafsu makan makanan begitu, sehingga aku hanya memilih .roti bakar denga mentega Belanda dan keju Belanda yang aku benar2 suka!
Dennis dan Michelle memilih Dutch Cinnamon Cake. Rasanya memang enak sekali ….. dan Arie memilih cake kegemarannya. Sepertinya cake cinnamon dengan cream lezat. Yummy ……


Suasana makan siang kami yang akrab dan menyenangkan …..
Dutch Cinnamon Cake
Secara tradisional, masakan Belanda, terutama cake dan roti Belanda adalah makanan relaif tinggi karbohidrat dan lemak, yang mencerminkan kebutuhan makanan bagi para pekrja yang dibentuk oleh budaya2 lokal. Sebagian besar dengan produk2 susu.
Dutch cinnamon cake merupakan kue Belanda asli dengan bahan2 dari nabati. Cinnamon adalah kayu manis, merupakan hasil nabati yang khas dengan bau dan rasanya. Manis, gurih dan harum. Resepnya sepertinya tidak terlalu rumit, bahkan mudah dengan sentuhan khas Belanda. Aku sih tidak tahu tentang masakan, tetapi melihat penampilannya dan melihat cara2nya di internet, cake ini merupakan cake yang benar2 ‘Belanda’.

- www.pillsbury.com

www.pillsbury.com
Beberapa versi untuk ‘Dutch Cinnamon Cake’

Ini yang kami pesan ….. yummy …..
Dengan produk susu yang sangat terkenal di dunia serta terenak di dunia, Dutch Cinnamon Cake ini, menjadikan café diseluruh Belanda, pasti menjualnya. Tentu bukan hanya 1 produsen saja. Bahkan justru produk2 lokal tradisional disana, menjualnya dengan rasa yang sama2 yummy ……
Selai (?) cinnamon nya benar2 terasa, tidak terlalu manis sampai seperti tertahan di leher, tetapi selalu ingin terus melahapnya. Sungguh enak. Aku saja yang tidak suka dengan cake atau roti, apalagi yang manis2, menjadi benar2 suka! Dan aku berlera, jika di Jakarta aku aka cari kue ini untuk menjadi favorite makananku dikala senggang.
Untukku sendiri, cake atau roti itu bukan makan siang, karena aku memang tidak suka kue atau roti, kecuali yang berisikan keju. Makanya, mungkin cake seperti ini, walaupun aku mulai menyukainya, bukan akan menjadi salah satu menu makanku, tetapi menu makanan sampinganku, sebagai snack dikala ‘tea time’ …..
Pesanan Arie, aku lupa namanya, tetapi penampilannya sih seperti kue bolu dengan creama putih di sisinya. Sepertinya, Arie benar2 menyukainya. Dan dia lahap memakannya sambil bercerita kepada kami dan bercanda selama kami makan siang.


Pesanan Arie ….. dan pesananku, roti bakar dengan isi keju tebal didalamnya …..
Aku sendiri memang hanya memesan roti bakar dengan keju tebal di dalamnya. Keju itu adalah benar2 kegemaranku. Dan roti bakar yang aku pesan, cukup membuat aku kenyang, apalagi dengan lapisan keju cair di dalamnya.
Teman makan siang kami seperti biasa adalah minum masing2 favorite kami. Aku sudah memantapkan favorite minumanku adalah the hangat + susu hangat dengan gula diet. Aku bisa minum seperti itu bercangkir2 sambil mengobrol, dan susu hangatnya bisa ½ dari cangkir tersebut. Susu bukan hanya sekedar ‘perasa’saja, tetapi justru untuk minuman utamanya, 50% dengan teh nya.
Biasanya aku minta teh Jasmine ( melati ), tetapi jika tidak ada, ‘English Tea’ saja sebagai teh standard di seluruh dunia. Itu jika aku mau minum teh + susu. Jika hanya teh saja, aku minum teh dengan berbagai macam rasa, terutama teh buah. Segar terasa di leher …..
Mungkin 1 jam kami makan siang sambil kongkow bercanda. Menyenangkan. Tetapi waktu memang ada batasnya. Arie akan mengajak kami dating ke rumahnya untuk bertemu dengan keluarganya …..
Dengan tidak sabar, aku siap berangkat meninggalkan Zaanse Schans yang sangat cantik, untuk bertemu dengan keluarga sahabat dan ‘papa’ku di Belanda ……
Sebelumnnya :
Berumur 300 Tahun Lebih, Rumah di ‘Zaanse Scans’ Makin Tua Makin Cantik!
‘Zaanse Schans’, Wisata Desa dengan Cantiknya Kincir Angin Belanda
Desain Unik Salah Satu Jembatan di Zaan River, Belanda
Hari Terakhir di Holland, Sebelum Melanjutkan ke Switzerland …..
Dari Pelukis Jalanan, Becak Indonesia, Pasangan Usia Lanjut yang Selalu Mesra di ‘Grand Place’ …..
‘Belgian Waffle’, Menggoyang Lidah Hanya dengan 1 Euro, Masa’ Sih?
2 Jam di Landmark ‘Grand Place’ Brussels
‘Sightseeing’ Kota Brussels, Belgia di Musim Panas itu
‘Atomium’ : Molekul Raksasa yang Berpenghuni
Perjalanan Menuju Brussels, Belgia …..
‘New Madurodam’ di The Hague: Miniatur Park Kebanggaan Belanda
Di The Hague [Den Haag], ada ‘Javastraat’ dan ‘Restaurant Garoeda’ …..
‘Royal Delft Blue’ : Keramik Cantik Khas Belanda
Delft, Kota Pelajar yang menjanjikan Ketenangan dari pada Eforia dan Hura-Hura
Dari Rotterdam ke Delft : Hijau Rerumputan, Mahasiswa dan Kota Pelajar serta City Hall
Rumah Kubus ‘Kubuswoningen’ : Seni Arsitektur untuk Sebuah Tempat Tinggal
‘Euromast Tower’, Rotterdam : Apa Saja yang Bisa Dilakukan Disana?
360 Derajat Memandang Kota Rotterdam di ‘Euromast Tower’
Rotterdam, Holland : Kota Seribu Wajah
Perjalanan dari Amsterdam ke Rotterdam
Parade Foto : Burung-Burung itu Hinggap di Tangannya …..
Mencoba Sepatu Kayu ala Noni Belanda
‘Wooden Shoes Factory’ di Marken, tetapi Tidak Seperti Pabrik …..
Selamat Datang di Marken, Selamat Tinggal Volendam
Bahkan Burung-Burung itu Tetap Bisa Makan …..
‘Fish & Chips’ : Makanan Khas Kota PenghasilIkan
‘Fotograaf de Boer’ : Kenangan Terindah dari Volendam
Keju, Keju, Keju dan Keju di ‘Cheese Factory’ Volendam
Ke ‘Cheese Factory’ di Gerimis Volendam
Catatan Sejarah Desa Volendam dalam Sebuah Museum
Sisi Lain ‘Volendam’, Selain Sebagai Desa Nelayan
[Edisi Kecewa] Hujan Cukup Deras Terus Mengikuti Kami …..
‘Molen De Gooyer’ : Musim Panas yang Hangat di Café Brouwerij …..
Keliling Amsterdam dengan Bus Wisata ‘Hop-On dan Hop-Off’
Beberapa Paket Tour ( Termasuk Untuk Disabled ) yang Pastinya Sangat Menyenangkan!
Menu Makan Pagi Favorite di Molly Malones - Oudejizdskolk Straat
The FEBO ‘De Lekkerste’ : Kedai Burger Otomatis di Holland
‘Perburuan’ itu Dimulai : Dunia Filateli Amsterdam …..
[Bidikan Amatir] Burung-Burung di Amsterdam itu Terbang Rendah …..
Mahasiswa ‘Cool’ Menjemput Masa Depan di Universiteit van Amsterdam
Piala Dunia … Ooo … Piala Dunia : Jejak Sampah di Amsterdam
Rumah-Rumah Amsterdam yang Cantik dan Spesifik
Museum Amsterdam : Mungil tetapi Tetap Bersahaja …..
‘The Begijnhof’ : Perempuan2 itu Hanya Ingin Berkarya Dalam Diam …..
‘The Parrot’ : Gereja yang Tersembunyi di Kalverstraat
‘Kalverstraat’ : Shopping Area dengan Pedestrian yang nyaman
‘Canal Cruise’ : Menikah di Kanal Amsterdam? Siapa Takut!
‘Canal Cruise’ : Secercah Harapan dari Kanal Amsterdam
Makan Siang Pertama di Amsterdam : Masakan China dan Suriname


Senin, 22 September 2014
Senin, 22 September 2014
- 0 Comments
By Christie Damayanti

maplecanopy.wordpress.com
Di pojok itu, tepat lurus dari tempat kami meneduh dari sinar matahari siang itu, aku mendapatkan sebuah kedai kecil berjualan wafel. Wafel adalah salah satu kuliner terkenal dari Brussels.
Wafel Belgia atau sering disebut ‘Belgian Waffles’ adalah jenis wafel yang populr di dunia. Jika dibandingkan dengan wafel standard Amerika, wafel Belgia berukuran lebih besar lebih lembut dan empuk, pola gridnya lebih tinggi ( tebal ) sehingga membentuk ‘kantong’ grid yang dalam.
Dibuat dengan baking powder dan sering dimakan sebagai sarapan atau makan pagi, dengan banyak varian topping. Misalnya, sirup buah, krim lebut, gula tepung, mentega atau margarine, buah, coklat dan sekarang ini wafel modern dengan topping eskrim serta keju leleh. Wafel dengan eskrim buah atau keju meleleh, lbih sering dimakan sebagai pencuci mulut, di Begia.
Di Belgia sendiri, wafel mulai diluncurkan tahun 1958 di Brussels, diperkenalka oleh Vermersch dari Brussels. Saat ini yang paling popular wafel Belgia di Grand Place, disajikan dengan whipped cream dan diatasnya diberi buah strawberry manis,walau semua topping tetap disajikan untuk pembeli …..
Topping wafel memang bermacam2. Ada yang manis, gurih bahkan ada telur ceplok sebagai topping, terserah saja mau pilih yang mana …..

www.godonyc.com
Wafel polos, biasanya hanya brasa mentega, cukup enak sih, tanpa topping sama sekali.

www.ihop.com

www.styledomaine.com
Wafel gurih dengan telur ceplok dan beacon, dan wafel dengan colat leleh dan strawberry diatasnya …

belikewterproduction.com

postport.com
Yummyyyyyyy ……. Siapa yang mau coba???? Benar2 lembut, 1 porsi sekitar 3 Euro, sangat murah untuk kuliner di Eropa …..
Aku juga menangkap harga wafle besar2 yang ditempelkan di bagian depan kedai itu. Cuma 1 Euro? Hmmmm ….. Serasa tidak percaya, ada harga makanan 1 Euro di Brussels? Padahal aku sempat melihat orang2 yang keluar dari kedai itu, yang di ‘take away’, wafel nya cukup besar. Dengan topping berbagai buah serta eskrim, baunya pun menerbitkan selera! Jadi, mungkin kah hanya 1 Euro?


Kedai wafel yang kami datangi dengan harga 1 Euro dan wisatawan2 yang
memakan cemilan khas Belgia ini, hanya sambil berdiri, santai dan nyaman …..
Seperti yang aku tuliskan sebelum2nya, hidup di eropa itu sangat mahal! Apalagi di dunia wisata, seakan wisatawan dikeruk koceknya dalam2 guna merasakan kehidupan kota Eropa. Dan itu benar adanya. Aku menuliskan harga2 makanan2 yang kami makan, bukan untuk ber-gagah2-an dan pongah, tetapi hanya sebagai informasi jika ada yag berminat untuk berjalan2 di Eropa, seperti kami ……
Jadi, harga sebuah makanan, apalagi makanan yang terkenal disana Belgian Waffles, sepertinya tidak mungkin berharga 1 Euro. Hanya sekedar kentang goring saja, berharga 5 Euro atau hamburger terkecil minimal 2,5 Euro tanpa saos …..
Setelah beberapa saat anak2 beristirahat, aku meminta mereka membeli 3 wafel dan 3 botol air mineral atau jus. Mereka menurut karena memang kami sudah lapar! Waktu sudah menunjukan sekitar jam 2 lebih.
Aku menunggu mereka. Mataku jelalatan untuk mengamati banyak kejadian, dan aku menjatatnya dalam jepretan kameraku. Banyak sekali dan sangat menarik! Ada pernikahan dengan cara unik di pelataran Royal Palace ini, ada komunitas kendaraan tanpa mesin ( sepeda dan becak ), bahkan ada anak2 muda berajojing meriah sambil tertawa2. Aku ikut tertawa bersamanya sambil terus menjepretkan kameraku.
Bersyukur, aku mempunyai dan membawa kamera pocket Lumix berlensa Leica, yang bisa di perbesar hingga 24x, yang aku beli 2 tahun lalu di Singapore, sehingga aku tidak harus mengayuh kursi rodaku kemana2, jika mau melihat dan memotret lebih dekat. Cukup hanya duduk saja di tempat, aku benar2 bisa membidik dengan kameraku dengan sangat detail …..

Dennis dan Michelle duduk di teppi jalan, dan aku tetap duduk di kursi rodaku, menyantap waffle kami ..
Anak2ku kembali sekitar 10 menit mereka mengantri. Mereka membawa 3 wafel dengan toppingnya dan 3 air mineral. Hmmmmm ….. Selera makanku terbit! Wafelnya berukuran sekitar 20 cm x 10 cm. Cukup tebal. Topping nya es krim dan whipped vanilla dan krim keju serta sirup strawberry kental. Bukan strawberry buatan, tetapi dari buah strawberry asli yang di bleder, sehingga masih ada sisa2 buahnya yang membuat wafel kami sangat sedap! Itu waffle ku dan Michelle. Sedangkan wafel Dennis disajikan dengan coklat leleh …..

Lihat wafelnya! Langsung dari oven, masih hangat dengan warna kecoklatan yang sangat renyah, dilumuri dengan keju cair, eskrim vanilla dan diatasnya di semprot dengan whipped cream juga vanilla, serta sirup strawberry, benar2 dari buah strawberry yang sangat manis tanpa gula …… yummyyyyyyy …….
Kami cepat memakan jatah kami masing2. Enak sekali! Wafel2 di Jakarta, kalah, walau mereka pun ( katanya ) import! Resto wafel langgananku di Jakarta, tidak ada apa2nya dibanding ini!
Setelah selesai makan, barulah aku bertanya,
“Jadi, berapa harga makan siang kita, hari ini?”
Catatan :
Aku selalu mencatat semua pengeluaran, untuk bisa di diskusikan dan belajar untuk pengalaman, untuk perjalanan yang berikutnya.
Ternyata wafel nya sendiri memang 1 Euro untuk 1 porsi, tetapi toppingnya 2 Euro. Alhasil, makan siang kami adalah 3 Euro untuk wafle dan 2,5 Euro untuk sebotol air mineral, total adalah 16,5 Euro. Hmmmm, cukup bagus, secara selama ini kami makan siang antara 40 Euro sampai 60 Euro. Eh, tetapi makan wafel ini bukan karena pengiritan karena panik cash Euro menipis, lho! Tetapi memang semua café nya penuh sekali …..
Wafel itu sangat enak dan manis, lembut dan empuk di mulut, membuat perut kenyang dan ‘penuh’. Perjalanan kami lanjutkan. Berkeliling toko2, berfoto2 ria, tanpa berbelanja. Sampai akhirnya kami berada di depan museum Tintin.
Wowww … Masa anak2ku berloncatan! Tintin karangan Herge, adalah salah satu favorite bacaanku ( lihat tulisanku Seri 2 Bukuku : Masa Remaja yang Tidak Terlupakan ). Sehingga, aku mengajak anak2ku masuk ke museum dan toko Tintin, sampai aku tidak mau keluar2 lagi …..
Sebelumnya :
2 Jam di Landmark ‘Grand Place’ Brussels
‘Sightseeing’ Kota Brussels, Belgia di Musim Panas itu
‘Atomium’ : Molekul Raksasa yang Berpenghuni
Perjalanan Menuju Brussels, Belgia …..


Langganan:
Postingan (Atom)











