Rabu, 13 Agustus 2014
Beberapa Paket Tour (juga untuk Disabled) yang Pastinya Sangat Menyenangkan!
Rabu, 13 Agustus 2014 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Tags:
Jalan-Jalan
Dokumentasi Christie dari "Tours & Tickets Amsterdam"
Kenyang makan pagi, kami berangkat
berjalan kaki, seperti hari sebelumnya. Eh, untukku bukan berjalan2 (
kaki ) tetapi berjalan2 ( kursi roda ). Mau kemana?
Fokus utama Holland adalah melihat yang
spesifik. Arsitektur nya, bunga tulip nya dan tidak ketinggalan kincir
angin nya ( Windmills ). Tempat yang khusus melihat, mengamati atau
berfoto bersama Windmills bukan di kota besar seperti Amsterdam, tetapi
Windmills masih banyak terdapat di pedesaan. Dan ada sebuah desa, banyak
terdapat Windmills, dan sudah dikelola dengan baik bagi peningkatan
pendapatan negara lewat wisatawan ( terutama wisatawan asing ). Sebuah
desa bernama Zaanse Schans.
Aku pernah kesana 2x dan aku tahu itu
yang kami inginkan untuk melihat, berfoto dan mengamati sebuah kincir
angin. Tetapi tidak ada tour yang khusus untuk mengantar kami kesana,
kecuali dalam sebuah tour dwngan tujuan berbeda, tetapi bisa melewati
desa Zaanse Schans. Dan karena memang tujuan yang lain itu adalah
Volendam, sebuah desa nelayan yang juga adalah tujuan kami ( salah
satunya untuk berfoto di rumah tua khas Belanda ), kami membeli tujuan
itu : Amsterdam - Zaanse Schans - Volendam dengan banyak tujuan
wisatanya.

Damrak Straat di pagi hari, sebelum jam 9.00 dan di sebuah hari yang mendung serta angin dingin …..
Biaya tour ini sebesar 45 Euro per-orang
dewasa ( diatas 16 tahun ). Karena Michelle masih terbilang anak2 ( 14
tahun ), kami hanya bayar 45 Euro + 45 Euro + 22,5 Euro, bertiga, dalam
tour selama sekitar 6 jam. Hmmmm, cukup mahal memang, tetapi aku
menabung selama 3 tahun ini adalah untuk ini, bukan?
Sekitar jam 9 kami sudah berada di
Damrak Straat untuk membeli beberapa tour selama 3 hari kedepan. Pertama
adalah ke ZaanseSchans dan Volendam. Kedua, kain ingin ke beberapa kota
besar selain Amstwrdam, yaitu Rotterdam, Delft, The Haag termasuk ‘mimi
Holland’ nya, Madurodam. Hari ketiga atau hari keempat kami di
Holland, kami ingin ke negara lain, bertetangga dengan Holland, Belgia.
Sebuah rencana perjalanan yang menyenangkan, yang akan menyegarkan
pikiranku untuk beberapa tahun kedepan, sebelum berlibur besar lagi …..

Lindbergh, perusahaan tour dan tiket
yang kelihatannya terbesar di Damrak Straat, tempat kami membeli tiket
untuk tour 3 hari kedepan
Suasana di Damrak Straat sama saja, di
setiap harinya. Tidak hari kerja, apalagi hari libur, selalu ramai,
apalagi banyak sekali turis. Beberapa perusahaan tour dan travel untuk
wisatawan, ada disana. Aku memilih langgananku, Edinburgh Tour &
Travel. Puluhan tour bagi wisatawan merupakan pilihan yang terbaik.
Brosur2nya sangat menarik. Kadang2 melupakan ‘harga’ yang ditawarkan.
Ya, jangan mentang2 ke luar negeri ( dan negara mahal ), kita ‘lupa’
dengan budget kita. Dan sekali lagi, jangan pula lupa, bahwa Euro
berlipat kali dengan Rupiah, sehingga jangan2 kita ‘melupakan’ bahwa 1
Euro adalah sekitar 16.000 Rupiah. Sehingga, jangan2 kita menganggap 45
Euro adalah 45.000 Rupiah, BUKAN sekitar 720.000 Rupiah!
Hihihi ….. karena kadang2 aku sering
‘melupakannya’ karena jika aku terus berhitung dengan kalkulator, aku
merasakan ’sakit hati’ yang mendalam. Jadi, pokoknya jika masih ada uang
di dompetku, berarti aku masih bisa belanja! Hmmmmm ….. salah, ya?
Aaahhh, sebodo deh …..
Aku membayar sekaligus 3 tour
untuk 3 hari kedepan, dengan memakai uang cash, dan itulah yang ternyata
merupakan awal dari segalanya …..
Mengapa aku membayar memakai uang
cash? Karena memang rencananya, aku menukar banyak cash Euro untuk
menghindari hutang di kartu kredit, yang sering kali ‘memaksa’ hatiku
untuk mencicilnya dengan tawaran2nya, sehingga semakin bertumpuk lah
hutangku. Biasanya jika dari berlibur ke luar negeri. Jika pemakaian
standard, aku selalu membayar langsung, begitu ada tagihan …..
***
Tour ke Zaanse Shcans dan Volendam nya ternyata baru berangkat jam 12.00 sehingga ada waktu sekitar 2,5 jam untuk sekedar ‘ngelayap sebelum berangkat. Jadilah, kami ikut Sightseeing kota Amsterdam dengan bus wisata merah dan bertingkat. Konsepnya ‘Hop on dan Hop Off’ seperti di Canal Cruise ( lihat tulisanku ‘Canal Cruise’ : Menikah di Kanal Amsterdam? Siapa Takut! ), dan bisa mengikuti tour pengasahan berlian yang terbesar dan terbaik di dunia. Hanya membayar 10 Euro per-orang dewasa ( anak2, gratis ), kami bisa berwisata keliling Amsterdam 14 jam, terus menerus. Cukup murah …..
Tour ke Zaanse Shcans dan Volendam nya ternyata baru berangkat jam 12.00 sehingga ada waktu sekitar 2,5 jam untuk sekedar ‘ngelayap sebelum berangkat. Jadilah, kami ikut Sightseeing kota Amsterdam dengan bus wisata merah dan bertingkat. Konsepnya ‘Hop on dan Hop Off’ seperti di Canal Cruise ( lihat tulisanku ‘Canal Cruise’ : Menikah di Kanal Amsterdam? Siapa Takut! ), dan bisa mengikuti tour pengasahan berlian yang terbesar dan terbaik di dunia. Hanya membayar 10 Euro per-orang dewasa ( anak2, gratis ), kami bisa berwisata keliling Amsterdam 14 jam, terus menerus. Cukup murah …..

Bus kami untuk sightseeing kota Amsterdam …..
*Mungkin inilah salah satu yang
dikonsepkan Jokowi, untuk membangun komunitas ’sightseeing’ kota
Jakarta, bisa naik ( hop-on ) tau turun ( hop-off ) selama 24 jam. Asal
bus wisata di Jakarta itu, jangan dinaiki warga Jakarta yang hanya ingin
gratis dan dingin nya saja, tanpa merawat, dan berlaku seenaknya saja
…..
Dengan Sightseeing ini pun, aku
mendapatkan hal2 yang menarik sebagai penyandang disabled. Ketika kami
menuju bus wisata merah itu, dan aku sudah bersiap untuk berjalan dan
turun, masuk ke bus, petugas2 nya melarang aku untuk turun. Kupikir,
mengapa?
Ternyata, seperti tulisanku tentang
disabled, bus2 umum pun peduli dengan disabled. Harusnya kami masuk dari
pinti depan, membayar, baru ke belakang atau ke lantai diatasnya.


Ramp, membuat kursi roda langsung masuk ke dalam bus, tanpa aku harus turun dari kursi roda …..
Tetapi, aku diminta menunggu di pintu
tengah. Supir bus memencet tombol dan pintu tengah terbuka. Si petugas,
mencari tombol pengait, dan membuka ramp khusus untuk kursi rodaku. Aku
di dorong oleh petugas itu, membawa aku dan kursi rodaku untuk tetap
duduk di tempat khusus yang sudah diswdiakan. Dan memastikan, aku akan
baik2 saja! Mereka2 itu ramah, menyenangkan dan bersahaja! Membuat aku,
sebagai disabled, sangat nyaman dan senang …..


Tempat khusus untukku, penyandang
disabled kusi roda dan semua disabled di bagian tengah bus, tempat yang
paling dekat dari pintu masuk - keluar bus. Tetapi juga untuk semua
penyamdang disabled, termasuk orang tua yang memakai tongkat …..
Anak2 yang membayar setelah bus
berjalan, dan mengambil 3 buah earphone untuk mendengarkan perjelasan
tourguide dalam berbagai macam bahasa. Benar2 turis dimanjakan dalam
segala hal, termasul turis disabled. Seperti aku …..
Tips kali ini :
1. Selalu mengontrol budget,
terutama jika keluar negeri. Tetap sadar, bahwa budget, uang atau ‘isi’
kartu kredit kita, terbatas. Jangan2 setelah pulang berlibur, hutang
menumpuk di bank, yang akan membuat kita kewalahan …..
2. Tetap percaya, walau kita
terbatas dalam hal apapun, apalagi fisik yang dangat terbatas sebagai
penyandang disabled, jangan pernah takut! Karena Tuhan akan terus
melindungi kita, melalui orang2 di sekeliling kita.
Sebelumnya :


Tentang Saya:

Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Beberapa Paket Tour (juga untuk Disabled) yang Pastinya Sangat Menyenangkan!”
Posting Komentar