Selasa, 05 Juni 2012

Anak-anak dan Remaja Sangat Rentan Mendapat ‘Cyberbullying’




By Christie Damayanti

1338872086323017838
neahin.com
Pelecehan anak2 dan remaja, bahkan orang dewasapun marak di dunia nyata, sejak dulu. Bahkan di dunia maya, disebut bullying atau ‘cyberbullying’. Dan di dunia maya, melalui media sosial seperti Facebook, Twitter atau yang lain, sekarang benar2 membuat orang tersentak bahwa pelecehan bukan hanya soal seksual, tetapi lebih ke arah pelecehan secara ‘hati’. Bahwa, anak2 dan remaja bahkan orang dewasapun bisa merasakan dan terkena dampaknya …..

Misalnya, orang2 meng-judge bahwa si A bersalah tentang sesuatu di dunia nyata, tetapi dalam Twitter atau FB nya si peleceh justru bertambah gembar gembor, padahal sering mereka hanya terjebak ke suatu fitnah belaka, dan si A tidak melakukan apa2. Sehingga jika si A tidak kuat hati dan imannya lemah, justru si A yang tidak melakukan apa2 akan tersisih dari pergaulan di dunia maya dan mungkin di dunia nyata. Dan mungkin juga si A akan depresi serta banyak orang bunuh diri karena ‘cyberbullying’ di banyak negara.

Itu jika si peleceh tahu tentang di A di dunia nyata. Tetapi jika si peleceh belum pernah tahi si A di dunia nyata, justru hal ini lebih rumit dan lebih tidak manusiawi lagi, ketika si peleceh langsung men-judge bahwa si A melakukan sesuatu yang tidak disukai banyak orang, lewat media sosial dunia maya. Dan banyak sekali kasus yang seperti kini, ‘cyberbullying’, bukan hanya ada di dunia anak2 dan remaja, tetapi juga dunia orang dewasa …..

Seorang teman lama bercerita, anaknya mengalami ‘cyberbullying’, dari sekelompok teman2 sekolahnya lewat dunia maya ( mereka adalah teman 1 sekolah dan jufga berteman di media sosial dunia maya ), sehingga si anak sampai tidak mau sekolah dan takut menghadapi orang banyak. Pun jika si anak memang membuat ulah nakal, dia harusnya dipanggil untuk diskusi, apa yang dia lakukan dan bagaimana sehaarusnya. Bukan di lecehkan atau di hakimi beramai2, serta bukan untuk di sebarluaskan ke banyak orang, apalagi di dunia maya, yang bisa terbaca ke seluruh dunia …..

Jika di dunia nyata dahulu ketika aku masih sekolah ( belum ada internet apalagi media sosial ), bullying memang juga sudah marak untuk teman2 yang ‘kurang’ ( kurang cantik, kurang pintar, atau kurang kaya ) dan di lecehkan oleh teman2 yang ’super’ ( tercantik, terpintar atau terkaya ). Makanya, dulu ( jya sampai sekarang ), ada geng2 dengan komunitas ‘anak2 super’, anak2 bandel’, anak2 cantik dan tampan’ atau ‘anak2 gaul’, dan mereka biasanya melecehkan anak2 yang kurang beeruntung ….. 

Biasanya, ada 2 hal, yaitu si anak akan marah, atau nangis. Jika marah, mereka akan berkelahi, tetapi jika menangis, si anak yang mengalami pelecehan, ada yang hanya diam dan tidak menceritakan masalahnya kesiapapun, atau bicara ke orang tuanya atau gurunya, sehingga yang ’super’ bisa di laporkan ke gurunya atau keorang tuanya. Dan selesailah sudah, walaupun bisa saja ada ‘gerakan balas dendam’ …..

Tetapi jika di dunia maya, si super terus mengejek dan melecehkan si anak yang ‘kurang’ tanpa mengindahkan wajah, mimik serta hatinya, si anak ‘kurag’ akan mulai mengundurkan dirinya dalam berkegiatan. Jika si ‘kurang’ mengetik “Aku nangis”, si super tidak melihat dan tidak peduli tentang hatinya, sehingga si ‘kurang’ menjadi bulan2an, bukan hanya dari si super, tetapi juga teman2nya yang lain di media sosial itu. Hasilnya, si super tetap menjadi ‘raja’ dan si ‘kurang’ depresi …..

‘Cyberbullying’ biasanya diawali dari aktivitas ’trolling’ atau meninggalkan pesan bernada kasar, ejekan, hingga merendahkan di profil seseorang di sebuah media sosial, seperti Facebook atau Twitter. Biasanya juga, si anak yang dilecehkan akan membalas dan saling memaki, jika si anak ‘kuat’ untuk saling memaki. Jika si anak yang dilecehkan tidak ‘kuat’, dia akan mulai stres dan depresi. Bahkan sudah banyak anak2 yang bunuh diri di banyak negara karena ‘cyberbullying’ ( tulisan selanjutnya, aku akan banyak menyoroti kasus2 ‘cyberbullying’ ini ).

Peristiwa ini sering terjadi di kalangan anak-anak dan remaja sehingga meningkatkan kesadaran orang tua dan juga pengelola jejaring sosial tersebut mengenai bahaya bullying di dunia maya. ‘Cyberbullying’ meningkat drastis ketika dunia maya mulai ‘merambah’ dunia nyata, sedangkan orang tua sudah sangat tertinggal jauh dari sang anak dalam teknologi masa kini, padahal apa yang terjadi pada anak-anak tersebut memerlukan perhatian dan pengawasan dari orang tua agar peristiwa di atas tak terjadi pada mereka.

Anak2 dan remaja sangat rentan dengan adanya banyak permasalahan sosial dunia maya, antara lain masalah ‘cyberbullying’. Media sosial dalam dunia maya, seperti Facebook atau Twitter, seperti pedang bermata dua dan membuat pelecehan2 semakin leluasa untuk dilakukan, karena si peleceh tahu bahwa tidak mudah untuk mencarinya, yang tidak seperti di dunia nyata, walaupun sekarang sudah bisa mencari si peleceh2 dunia maya.

Sedianya, anak2 dan remaja memang harus diajarkan untuk terus berhati2 dalam pergaulan baik di dunia nyata apalagi di dunia maya.

Ketika anak2ku sekarang beranjak dewasa dan sangat aktif dalam media sosial dunia maya, mereka belum tahu tentang bahaya2 sosial, termasuh ‘cyberbullying’. Tetapi ketika aku dan Valentino sering berdiskusi dengan mereka tentang dunia maya, mereka mulai mengerti bahwa semua orang tidak lepas dari selalu berbuat baik, bahwa kita tetap harus berbuat baik kepada sesama, tidak boleh bertindak yang di’musuhi’ Tuhan dan terus mencoba untuk belajar berkegiatan dan bermasyarakat dengan semua kelompok, termasuk kelompok dunia maya.

Dan ketika seorang anakku sedikit ‘memaki’ walau tidak tahu siapa yang dimaki, kami memberitahukannya bahwa hal tersebut tidak benar dan kami memintanya untuk menghapus kata2 tersebut. Dan dia dengan senag hati melakukannya, setelah kami memberitahukannya tentang ‘cyberbullying’ tersebut. Memang bukan sebuah makian yang kasar, tetapi tetap akan membuat sakit hati temannya jika si teman tahu bahwa ‘makian’ itu arahnya kepadanya. Bahkan dia justru merasa takut bahwa dia sudah menyakiti temannya dan sudah ‘melanggar’ hukum.

Suatu bukti, bahwa sebenarnya anak2 dan remaja bisa untuk diajak diskusi dan diarahkan untuk sesuatu yang lebih baik. Tetapi, masalahnya apakah kita PEDULI dan MAU  untuk ‘merendahkan diri’ kita sebagai teman dan sahabat mereka? Dan sebagai orang tua, apakah kita PEDULI dan MAU terus mendampingi anak2 dan remaja2 kita dalam merajut masa depannya?

Suatu pertanyaan yang harus kita jawab bersama …..

Salamku …..

Artikel sebelumnya tentang dunia internet :

Dunia Ini Sudah Semakin Sempit


13388722351200488631



Tags:

0 Responses to “ Anak-anak dan Remaja Sangat Rentan Mendapat ‘Cyberbullying’”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks