Selasa, 05 Juni 2012

Seputar Pelecehan Remaja di Dunia Maya



By Christie Damayanti
13388817941876462259
dreamstime.com
Sebenarnya, apa sih hubungan antara remaja dengan ‘cyberbullying?’. Dalam dunia orang dewasa, jelas bahwa pelaku pelecehan apapun bentuknya, merupakan pelecehan, baik di dunia nyata atau di dunia maya. Pembajak2 akun jejaring sosial atau menghina seseorang disaat chatting atau menyudutkan seseorang di sebuah forum chat adalah salah satu tindakan ‘cyberbullying’ …..

Lalu bagaimana dengan peri laku remaja dengan konteks ‘cyberbullying?’. Banyak remaja yang sengaja melecehkan teman2nya, ketika teman2nya itu dianggap tidak pantas untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Atau dengan sengaja si peleceh justru ‘mencari2′ sesuatu untuk melecehkan temannya itu. Sangat tidak masuk akal, ketika seharusnya remaja2 bersatu padu untuk merajut masa depannya.

Ketika remaja peleceh itu tahu bahwa bullying di dunia nyata bisa menjadikan dia berurusan dengan hukum, di remaja peleceh mencari tempat untuk mem-bully teman2nya yang tidak terdeteksi, yaitu dunia maya. Sehingga, biasanya cyberbullyer selalu memakai akun anonim ( abal2 ) untuk menyelamatkan mereka dari hukuman.

*Makanya, jika kita dimaki2 di kompasiana oleh akun abal2, cuekin aja. Itu termasuk ‘cyberbullying’…..*

Orang yang memang hobi melecehkan, termasuk remaja, akan mendapat kepuasan tersendiri setelah si korban menangis bahkan depresi. Itu mungkin sudah menjadi ‘penyakit’, walau masih ada peleceh yang tetap mempunyai rasa kasihan walau hanya basa basi. Tetapi yang parah ketika pelecehan ada di dunia maya yang notebene tidak mempunyai nama ( anonim ), si peleceh tidak melihat respon si krban, dan kepuasan inilah yang melahirkan pelecehan yang menjadi2. Dan ‘cyberbullying’ ada di banyak negara, termasuk Indonesia …..

Beberapa macam jenis ‘cyberbullying’ :

1. Flaming

Adalah mengirim pesan teks yang berisi kata2 yang penuh amarah dan frontal dengan kemarahan yang berapi2.

2. Harassment

Adalah pesan2 yang berisi gangguan pada sms, email atau pesan2 pada media sosial semacam Facebook atau Twitter yang dilakukan secar terus menerus.

3. Denigration

Adalah  proses mengumbar kejelekkan seseorang di dunia maya dengan merusak reputasi nama baik orang tersebut.

4. Impersonation

Adalah si peleceh berpura2 menjadi orang lain dan menirim prsan2 atau status2 yang melecehkan dan tidak baik.

5. Outing

Adalah menyebarkan rahasia orang lain, mengambil foto2 pribadi orang lain untuk melecehkan orang tersebut.

6. Trickery

Adalah si peleceh membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapatkan foto2 pribadi atau rahasi orang tersebut untuk pelecehan.

7. Exclusion

Adalah secara sengaja dan kejam mengeluarkan seseorang dari grup online tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, untuk melecehkannya.

8. Cyberstalking

Adalah untuk mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens sehingga membuat ketakutan pada orang tersebut.

Dan ternyata banyak alat2 atau program2 yang dipakai oleh ‘cyberbullying’ sebagai media dan perantaran, dimana program2 ini merupakan alat2 yang sering dipakan remaja2 kita dalam berinteraksi di dunia maya :

1.       Instan Message, seperti YM, Skype atau chat FB.

2.       Chatroom, sehingga bisa menyudutkan si korban.

3.       Media sosial, bisa langsung memposting status, kometar, foto yang mengganggu, mengintimidasi, menyinggung dan merusak nama baik seseorang.

4.       Blog, seperti media sosial bisa memposting apa saja untuk mengintidasi seseorang.

5.       Short Message pada ponsel, dengan mengirimkan pesan2 singkat yang mengganggu sseseorang.

Program2 ini adalah tempat ‘bersemayam’ para pembully dunia maya, dan program2 ini merupakan tempat strategis bagi remaja2 untuk berinteraksi, pun juga untuk orang dewasa. Bedanya, orang dewasa seharusnya tahu dan mengerti bahwa masing2 tindakan merupakan tanggung jawab diri sendiri. 

Tetapi bagi anak2 dan remaja, mereka beluk tahu dan belum mengerti bahwa ‘cyberbullying’ merupakan tindak kejahatan akan berurusan dengan hukum. Baik remaja sebagai si peleceh atau remaja yang menjadi korban, sama2 merupakan ‘korban’ karena semuanya akan mengganggu masa depan mereka …..

Sebagai orang tuapun, kita harus berusaha untuk mencegah berbagai hal negatif yang membuat anak2 dan remaja sempat ‘masuk’ ke daerah hukum atau sebagai korban. Aku tetap percaya, bahwa mereka bisa diajak berdiskusi untuk terus melakukan hal2 yang positif dalam semua dunia. Tetapi jika anak2 dan remaja kita yang menjadi korban, justru kita harus mencegahnya. 

Bagaimana caranya? 

Jelas, bahwa sebagai orang tua kita tetap HARUS belajar dan ‘masuk’ dalam dunia mereka, sehingga kita bisa tahu, apa yang ada di dunia mereka, apa yang ingin mereka lakukan dan mereka capai, atau apa yang menjadi hobi mmereka juga apa yang menghantui mereka sebagai remaja dan hal2 yang lain yang menyangkut dunia remaja …..

Dengan internet sehat, kita terus berusaha membuat anak2 dan remaja kita ‘bersih’ dari lingkungan yang bisa membuat mereka terpuruk. Anak2 dan remaja kita adalah pemilik dunia masa depan. Jika si pemilik masa depan trauma dalam berinteraksi atau bersosialisasi, kita akan ‘kehilangan’ generasi2 penerus sebagai bangsa yang besar. Jika kita tidak bisa ‘berbicara’ dengan orang2 dewasa yang memang sudah ‘hilang’, apakah kita mau dan tidak peduli juga karena kehilangan anak2 dan remaja kita? Siapapun pasti kita tidak mau kehilangan anak2 kita, seperti aku …..

Salamku …..

Artikel sebelumnya tentang dunia internet :


13388819012123014107



Tags:

0 Responses to “Seputar Pelecehan Remaja di Dunia Maya”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks