Artikel Terakhir
Home » Posts filed under Buku
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Agustus 2013
Senin, 19 Agustus 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti
Dokumentasi Pak Eman
Bapak Emanuel Dapa Loka, teman dan
sahabat-ku lewat komunitas Kompasiana dan ‘dunia maya’ Facebook, tetapi
tanpa pak Eman, aku bukan ‘aku yang sekarang’. Beliaulah salah satu yang
mewawancaraiku lewat The Jakarta Post dan link nya sampai ke seluruh
dunia lewat internet.
Ketika pak Eman ‘mention’ aku lewat
Facebook ku, aku tidak terlalu ingin tahu, karena biasanya aku membuka
mention2 jika sedang istirahat atau malam2 setelah semua tugas2ku
selesai. Apalagi aku tidak terlalu aktif untuk bersenda gurau di
Facebook,tidak seperti dulu sebelum aku sakit.
Tetapi ketika pertama kali aku membuka
mention dari pak Eman, aku dikejutkan dengan sebuah foto buku yang
ditulis oleh pak Eman sendiri, sebuah buku “Orang Orang Hebat - Dari
Mata Kaki ke Mata Hati”. Dengan kata HEBAT berwarna hijau tua bergradasi
yang cukup menyolok dan latar belakang putih serta gambar dahan pohon
yang aku tidak atau belum tahu artinya, membuat cover buku ini cukup
menarik! Apalagi judulnya membuka ‘mata hati’ku mulai tergerak untuk
ingin tahu lebih, ‘apa yang hebat?’ Siapa? Mengapa disebut orang2 hebat?
(Belakangan, aku tahu dari pak Eman
sendiri, arti cover buku pertamanya, ketika beliau sendiri sempat
menulis di Timeline Facebook ku arti konsep cover bukunya, yang di
desain oleh sahabatnya).
Seketika itu juga, aku sungguh tertarik membeli buku itu, dan langsung menjawab mention pak Eman di Facebook untuk bertanya,
“Kapan terbit? Harganya berapa? Bisa dibeli dimana?”
Semua pertanyaan standart tentang
sesuatu jika kita tertarik. Dan pak Eman menjawab bahwa buku ini ( waktu
itu ) baru bisa dibeli lewat beliau saja, tetapi nantinya bisa dibeli
di Gramedia dan toko2 buku besar lainnya. Segera aku mengatakan mau
pesan dan membeli 5 buku, untuk aku bagikan kepada teman2ku ( dan
langsing aku dikirmkan ke rumahku ), karena aku tahu kualitas pak Eman
sebagai penulis dan wartawan senior di Kompasiana, BPK Gunung Mulia dan
The Jakarta Post ( kalau tidak salah, mohon dibetulkan jika ada
kesalahan, pak Eman ).
Ya, ketika mewawancaraiku, beliau bisa
dan mau mngerti untuk mengikuti alur bicaraku, sesuai dengan
keterbatasanku ( waktu itu akhir tahun 2011, dan bicaraku masih tidak
selancar sekarang, walau sekarangpun tetap masih terbata2 dalam
berbicara karena stroke ), sehingga aku merasa nyaman menjawab
pertanyaan2 beliau tanpa harus memikirkannya terlebih dahulu.
***
Sekitar akhir tahun 2011, pak Eman
mengirim inbox di Kompasiana untuk aku diwawancarai, tentang kesaksianku
stroke. Beliau datang ke rumahku setelah jam kantor, sekitar jam 8
malam. Dengan ditemani papa dan mamaku serta anak2ku, wawancarai itu
mampu membuat bahagia, setelah pak Eman makan malam bersama2. Dan pak
Eman senang sekali tempe, seperti papaku …..
Hehehe, makan banyak tempe
….. Dan setelah itu, tawaran wawancara banyak sekali di depanku, setelah
Inspirasi majalah BPK Gunung Mulia juga mewawancariku, CBN untuk acara
Solusi di TV. Dan itu semua ( salah satunya ) berkat pak Eman, dan Tuhan
Yesus tentunya …..
Dokumentasi Pak Eman
Sofyan Wanandi, yang membuka buku ini dalam Kata Pengantarnya. Dikatakannya adalah bahwa ‘orang
hebat adalah mereka yang melakukan pekerjaan besar namun dengan rendah
hati menyadari bahwa tanpa bantuan orang lain, pekerjaan itu tidak akan
berhasil’.
Dan kerendahan-hatian seperti itu, menurut Sofyan Wanandi, menuntut jiwa besar, profesionalisme, ribuan jam terbang dan harus ‘membayar korban yang harus dibayarnya’
dan ‘korban’ itu merupakan missi dan visi bagi hidup orang tersebut,
“Beyonf the Mission” yang berdasar pada “Beyond the Vision”.
Dan menurut beliau lagi, bahwa kebiasaan2 atau ‘habit’
adalah yang menjelma menjadi komitmen dan integritas yang inilah yang
senantiasa dilatih dengan disiplin dan itulah yang dilakukan oleh
‘orang2 hebat!’.
Buku pak Eman ini, mengetengahkan 20
‘orang hebat’. Dari senior sampai yang masih muda. Dan bingungnya aku,
menurut pak Eman aku adalah orang2 hebat, dengan adanya cerita hidupku
di buku ini.
Astaga, bagaimana mungkin? Aku tidak merasa menjadi orang
hebat, walau aku memang berusaha menjadi ‘orang hebat’ setidaknya untuk
anak2ku, orang tuaku dan keluargaku, dalam mengarungi hidupku sebagai
‘disabled’ dan keterbatasan2.
“Terima kasih, pak Eman, atas apresiasi ini kepadaku. Bapak adalah sahabatku dan saudaraku dalam Tuhan …..”
Tokoh2 yang pak Eman ketengahkan di buku
ini, sangat beragam. Ada 2 orang yang pak Eman wawancara dalam
keterbatasanya sebagai insan pasca stroke, yaitu aku dan pak Jansen Sinamo.
Aku hidup dengan hanya tubuh kiriku tetapi pak Jansen Sinamo hidup
dengan hanya tubuh kanannya, keduanya karena stroke, dan pak Eman
membuat kami ( atau setidaknya aku ) merasa bahwa kami ( atau aku )
tetap sebagai manusia normal dengan tubuh lengkap! Seakan2 aku tetap
bisa melakukannya dengan tuubuh lengkap, bukan cacat dengan tubuh kiri
saja!
Antie Soleman,
adalah seorang perempuan yang sejak tahun 1986 selalu berada dalam
masyarakat Papua dengan berbagai kegiatannya ( terutama pemberdayaan
perempuan ), menjadikan beliau benar2 ‘orang hebat’, bagi banyak orang
dan pastinya bagi Tuhan.
Atau juga Romo Vincentius Kirjito Pr,
dimana beliau selalu menginspirasi desa2 seluruh Nusantara dari lereng
Merapi, yang dengan tekun bekerja bagi kemanusiaan di akar rumput! Dan
ini merupakan seorang yang sungguh hebat dimataku. Seorang Romo, bukan
hanya ‘berkotbah’ saja di Gereja, tetapi beliau langsung menuju ke akar
rumput untuk ‘menjemput bola’ dan menginspirasi tentang banyak hal bagi
masyarakan pedesaan!
Bukan karena aku termasuk didalamnya, dari 20 ‘orang2 hebat’ menurut pak Eman, kita diajak untuk melihat dan memahami ‘hati’ dari masing2 dari mereka.
Mereka semua adalah ‘pejuang!’ Setidaknya untukku, keterbatasanku serta
cacat fisikku adalah sebuah perjuangan dalam kehidupanku. Begitu pun
bagi mereka di dalam buku ini. Masing2 berjuang bagi masing2
kebutuhannya, termasuk aku sebagai disabled demi masa depanku dan
anak2ku …..
Pejuang bukan hanya ‘pahlawan’
kemerdekaan, secara fisik saja. Tetapi pejuang2 yang bukan ‘pahlawan’
negara seperti di buku, inilah yang benar2 pejuang ‘hati’ dalam Tuhan.
Apapun agamanya, apapun prinsipnya atau bagaimanapun jalan hidupnya,
kesemuanya aku tahu dan yakin bahwa mereka semua ( termasuk aku )
melakukan perjuangan dalam Tuhan. Dan pejuang justru tidak ‘dikenal’,
seperti tokoh2 di buku ini. Dan ‘ketidak-terkenalan’ kita, justru mampu
menjaga ‘hati’ ini, dalam kerendahan hati, kepedulian sosial serta
perjuangan dalam melangkah, tanpa diusik oleh kepengtian2 pribadi demi
kesombongan dan egoisme diri …..
Pak Eman, maju terus dalam mencari sosok ‘orang2 hebat, untuk bisa menginspirasi ke banyak orang, dalam Tuhan …..

Selasa, 18 Juni 2013
Selasa, 18 Juni 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti

Sebelumnya : 
“Ketika Tuhan Masih Memberikan Aku Hidup”, adalah judul buku kesaksian-ku yang ketiga setelah “Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit” dan “Bapak Mengganti Kaki dan Tanganku yang Lumpuh” menjadikan Kerajaan Surga dipermuliakan, karena aku selalu menceritakan luar biasanya Tuhan dalam kehidupanku dan keluargaku.
Hari Minggu, tanggal 16 Juni 2013 yang
lalu, aku memperkenalkan pada publik buku kesaksianku yang ketiga. Jika
banyak orang tahu bahwa aku adalah seorang stroke survivor, mereka belum
banyak yang mengerti bahwa aku pernah menjadi seorang cancer survivor.
Ketika 2 buah myoma mengganggu hidup kedua anakku selagi di dalam
kandunganku dan ketika myoma itu telah mengganas, berubah menjadi
kanker, hidupku diambang kematian. Tetapi Tuhan benar2 sangat luar
biasa! Sehingga kehidupanku menjadikan aku terus ingin bersaksi dalam
memuliakan Nama NYA …..
Sahabatku, host dari RPK 96.3 FM di program acaraku “Weekend Spirit”, mengisi buku tamu
Sebuah mall lingkungan di sebuah
rusunami tempat aku bekerja, manajemen Kalibata City Square memberikan
aku fasilitas untuk me-launching buku kesaksianku yang ketiga. Bertempat
di panggung utama dan di aula utama, bersama aku dengan Valentino
kekasihku yang sangat luar biasa dalam menghimpun energi positif untuk
pemulihaanku, mamaku mengucap doa dan bersyukur atas keberadaanku serta
kedua anakku yang merupakan ‘produk keajaiban’ dari Tuhan. Dan mba
Soraya Haque, sahabatku yang juga luar biasa, menjadi pembawa acaranya.
Mba Aya, sahabatku yang cantik …..
Suasana sudah cukup meriah di mall itu
karena acara sebelum launching buku-ku ada acara musik dengan band yang
ternyata cukup terkenal bagi anak2 remaja, sehingga ketika acaraku
dimulai, kerumunan yang sebelumnya adalah kerumunan remaja2 putri,
‘beralih rupa’ menjadi teman2 di kehidupanku, walau masih banyak orang2
lain yang terus berkerumun pada acaraku karena keluar-biasaan Valentino
untuk ‘menghimpun’ mereka.
Bagaimana caranya? Ya, Valentino membuat
background yang cantik dan menarik, yaitu mendesain slide2 hidupku leawt
foto2 kehidupanku!
Valentino bercerita tentang ‘hidupku’ melalui buku2ku, dan mba Aya membawakan acaranya dengan menyenangkan …..
Layar besar memuat slide2 foto2ku, yang terus berputar dan Valentino yang membuatnya ….. terima masih, hun …..
Foto2 kehidupanku dari kecil, sebagai
arsitek muda yang aktif dan terus mobile, menikah dan hamil dengan 2
myoma besar serta anak2ku serta Michelle yang terlahir hanya sebesar
botol Coca Cola 1,5 liter dan berat hanya 1,8 kg. Lalu terserang stroke,
terapi, sampai sekarang, dikemas dengan sangat luar biasa oleh
Valentino.
Bukan hanya slide foo2 saja, tetapi dikemas juga kesaksian
dari beberapa TV dan radio2 yang sering meminta aku bersaksi bagi banyak
orang …..
Ibuku yang bercerita tentang aku dan berdoa khusus untuk aku ….. terima kasih, ibu …..
Diawali dengan ‘cerita’ Valentino
tentang hidupku bersama keluargaku sejak sebelum sakit sampai sekarang,
serta disusul dengan doa oleh mama untukku yang dengan kasih disiapkan
dari beberapa hari sebelumnya, mba Aya mulai membedah buku2ku ….
Mba Aya ‘membedah’ bukuku …..
Dengan disorot di atas layar besar,
momen2 penting dalam hidupku ternyata menarik banyak orang untuk datang
ke acaraku, sehingga dari atas panggung utama aku melihat kerumunan2
yang sangat banyak, bukan hanya yang duduk di kursi yang disediakan
manajemen, tetapi yang berdiripun sangat banyak. Puji Tuhan!
Aku mengeluarkan ketiga buku kesaksianku
ini bukan tanpa maksud. Ketika Valentino benar2 mendukungku serta terus
berjalan disisiku untuk membantu menjadikan buku ini ada, aku sadar
bahwa benar kata Valentino.
Sejak sebelum buku pertama ada, dia
ingin aku bersaksi tentang keluarbiasaan Tuhan dalam hidupku dan
keluargaku. Dia ingin aku menjadi motivator bari banyak orang yang
terpuruk dalam permasalahan mereka, karena aku tahu diluar sana banyak
orang2 menjadi terpuruk, bahkan ada yang bunuh diri ketika permasalahan
serta penyakit mereka dianggap sebagai awal masa depan yang gelap. Bahwa
walau vonis dokterku yang menyatakan aku tidak akan sembuh dan hanya
berbaring saja, ternyata Tuhan tetap mengasihiku …..
Puji Tuhan, ketika keluargaku serta
sahabat2ku bahkan orang2 yang sebelumnya tidak mengenalku, terus
mendukungku untuk pemulihanku, lagi2 Tuhan sudah menunjukan kuasa NYA!
Kasih dan sayang NYA kepadaku dan keluargaku, terus dinyatakan NYA!
Puji Tuhan …. Puji Tuhan ….. dan terus terpujilah Tuhan ……
Mba Aya ( begitu aku memanggilnya )
banya membedah bukuku. Bukan hanya buku yang di launching ini, tetapi
juga kedua buku kesaksianku tentang stroke dan kehidupanku dengan papa.
Mba Aya yang terus memonitorku dalam pemulihanku, memanggil Dennis dan
Michelle untuk berbicara tentang aku, mamanya.
Dan jawaban2nya membuat
aku sadar, betapa mereka sangat mencintaiku! Puji Tuhan, terima kasih,
anak2ku …..
Aku dengan bu Fita, dengan bu Endang dan dengan Omjay, aku menyerahkan buku ke-3 ku, yang perdana …..
Pada akhir acara, aku mempersembahkan 3
buku untuk beberapa sahabat sebagai simbolis untuk mulai menjual buku
ini. Dan seperti kedua buku kesaksianku, ½ royalti nya aku persembahkan
untuk Tuhan, melalui beberapa pelayanan2ku sebagai insan pasca stroke,
sekarang ini …..
Ketiga buku ini, aku berikan denga hormat kepada Ibu
Binafita, Manajer HRD Holding APL ( Agung Podomoro Land ) yang hadir
disana, kepada Ibu Endang, ibu dari seorang anak yang luar biasa,
Habibie Afsyah, sahabatku, serta untuk Kompasianer senior, Omjay, yang
juga datang disana.
Mba Aya yang penyayang dengan sahabat2nya, bahkan dengan orang2 yang baru bertemu dengannya …..
*Terima kasih atas semuanya, yang selalu mendukungku dalam pemulihanku …..
Sekitar 2 jam, mba Aya sebagai pemandu
acara, dengan cara2 yang membuat aku tersadar betapa mba Aya benar2
menyayangiku, tiba2 manajemen Kalibata City Square naik ke atas panggung
untuk membawa kue ulang tahun untukku! Ya, Tuhan! Terima kasih, Tuhan
…..
Ya, tanggal 13 Juni sebelumnya, aku
memang berulang tahun ke-44. Dan manajemen mau merayakan ulang tahunku
dengan persembahan launchig buku ini! Bu Eva dengan timnya, naik keatas
untuk aku meniup lilin2 di atas kue itu dan membagikannya kepada
pengunjung dalam acaraku itu.
Surprise untukku !!! Terima kasih bu Eva yang sudah memberikan kue ulang tahunku …..
Setelah kami turun dari panggung sekitar
2 jam kemudian, aku didaulat untuk berfoto bersama dan menandatagani
buku2 ku yang pertama dan kedua. Buku ketiga ini memang belum bisa
dibeli karena harus dipesan dahulu.
***
Aku di daulat untuk bersaksi dalam
sebuah wawancara TV, setelah itu. Juga mba Aya, di sebuah cafe di
sebelah panggung. Sambil berbincang, kami terus tertawa bersama. Mama
dan Dennis langsung pulang untuk acara berikutnya, tetapi aku, Michelle,
Valentino, Celin serta Diani sahabatku ( yang menyetir mobilku ),
tetap disana untuk acara kami selanjutnya, meeting dengan komunitas GYD (
Griya Yatim dan Dhuafa ) dengan IDCC ( Indoeisa Disabled Care Community
) …..
Menanda tangani buku2ku untuk teman2ku ……
Aku dengan beberapa sahabat Kompasiana
Aku dan mba Aya diwawancara untuk Net TV
Terima kasih, Tuhan, atas perkenan MU
dalam kehidupanku. Terima kasih atas berkat2ku kepadaku. Terima kasih
atas kesempatan aku tetap bisa berkarya walau masih tetap dalam
keterbatasan …..
Terima kasih untuk mama, Dennis dan
Michelle yang terus mencintaiku dan mendukungku, sebagai seorang anak
dan seorang mama yang dalam keterbatasan. Papa, teriam kasih atas
kasihmu, walau paa sudah berada di sisi Tuhan Yesus …..
Terima kasih, Valentino. Aku tidak tahu mau bicara apa lagi, dengan kasihmu yang sangat luar biasa! Terima kasih ya, sayang …..
Terima kasih untuk mba Aya yang sangat2
mengasihiku walau kita baru bertemu bebeapa minggu yang lalu. Terima
kasih Diani dan Celin yang juga terus mendukungku sampai aara ini
selesai ….
Juga banyak2 terima kasih untuk semua
sahabat2ku serta teman2ku dimanapun kalian berata, yang terus
mendukungku dalam keterbatasanku ……
Salamku, Tuhan berkati kita semua …..
Catatan :
Seperti biasa, ½ dari royalti buku ini aku persembahkan untuk Tuhan, melalui pelayan2ku bagi orang2 yang tidak mampu …..
Selasa, 11 Juni 2013
Selasa, 11 Juni 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti
Selama ini, aku dikenal sebagai seorang
insan pasca stroke dengan lumpuh separuh tubuh sebelah kanan, dengan
tangan kanan belum mampu untuk di pergunakan serta bicaraku yang masih
terbata2. Semakin lama, memang semakin baik, bahkan sangat baik! Tuhan
sudah menunjukkan kuasa NYA!
Kuasa yang sangat luar biasa! Ketika secara
medis aku divonis hanya bisa berbaring saja, tetapi justru sekarang aku
mampu melakukan apa saja, sesuai dengan keinginanku! Apapun! Puji Tuhan
semesta alam!
Ketika Tuhan memang masih memberi tugas
untuk kita semua di bumi, artinya hidup kita di bumi masih dalam
pemeliharaan NYA! Apapun permasalahannya, kita akan dipelihara untuk
mengemban tugas kita di bumi. Begitu juga aku, sebagai Anak Tuhan, dan
sebagai orang percaya. Dengan segala permasalahanku, dengan adanya
cakar2 maut itu terus mengelilingiku, Tuhan tetap menjagaku dari hari ke
hari, terus melindungiku dan memberkatiku. Bahwa “mereka” tidak akan
mampu untuk merebutku dari pemiliknya, Tuhan Yesus Kristus!
Tuhan memang mengizinkan iblis menggoda
kita manusia, Tuhan memang membiarkan kita terus berkegiatan, yang (
mungkin ) melawan dengan kehendak NYA. Tetapi percayalah, DIA sangat
mengasihi kita, sehingga dengan iman kita yang teguh, DIA akan terus
mampu membawa kita sesuai dengan rencana NYA …..
Sebelumnya : Pertama Aku Lolos dari Maut, Karena Tuhan Mencintaiku ….. dan Dan Myoma Itu Berubah Menjadi Kanker
Mungkin tidak banyak yang tahu, selain
aku sebagai ‘Stroke Survivor’, aku juga pernah sebagai ‘Cancer
Survivor’. Ketika Tuhan mengizinkan sebuah benda asing mendiami rahimku
sejak kecil, dan terus menggerogotiku, menjadikan sebuah cakar maut
besar menghunjamku, membawaku melayang2, dan melihat aku berada di bawah
sana, waktu anakku sudah diambil dari rahimku untuk dirawat dengan
hanya 7 bulan bermukim dalam tubuhku!
Semuanya karena adanya 2 buah
tumor besar yang menggerogoti makanan janinku. Dan aku berpasrah ketika
dokter mengatakan bahwa kemungkinan besar aku akan menuju Rumah Tuhan,
dengan melahirkan anakku, demikian juga anakku.
Perjalanan tumor besar yang bermukim di
tubuhku, seakan perjalanan tanpa batas. Tumor itu terus bertumbuh dan
berkembang sampai akhirnya menjadi sebuah kanker. Dan secara medis, aku
di vonis akan ‘pergi’ jika tidak cepat2 di operasi setelah 3 rumah sakit
me-referensi-kannya untuk segera di bedah. Dan dengan ketakutan yang
luar biasa, aku pasrah memohon keajaiban Tuhan, ketika 2 orang sahabatku
baru saja di panggil Tuhan dengan penyakit yang sama …..
***
Cakar2 maut itu terus mengikutiku, ketika kaki kiriku patah berat di 2
tempat dan kaki kiriku tahun 2007, sewaktu aku terjatuh di proyek tempat
aku bekerja, setelah kanker yang mendiami rahimku sudah diangkat,
bersama dengan rahimku sekalian ( hysterectomy = angkat rahim ).
Lihat tulisanku : Bisakah ‘Patah Kaki’ku Membuat Aku Menyerah?
Pergumulan2 berat dalam menyembuhkan
kaki kiriku, serta ketidakpedulian ( bekas ) suamiku waktu itu, membuat
pemulihanku berjalan lambat. Walau aku terus bersemangat untuk segera
sembuh, sebuah kursi roda merupakan ‘kendaraanku’ sehari2 selama 6 bulan
dan ‘kruk’ juga menemaniku selama 6 bulan berikutnya. Dan dengan
pengertian teman2 serta atasan2ku tempat aku bekerja, kursi roda dan
kruk bisa terus menemaniku walau aku berkeras terus bekerja di proyek
dalam pembangunan sebuah mega proyek di Jakarta.
***
Dalam perkembangannya, ketika mega proyek-ku selesai, aku tidak dijinkan
untuk menikmatinya dengan baik sebagai manusia normal dan sehat, ketika
Tuhan justru mengijinkan aku terserang stroke berat, dan mega proyek-ku
itu adalah proyek-ku yang terakhir, sebagai seorang arsitek senior
untuk mengkoordinasikan desain dan pembangunannya bersama dengan tim
desain dan kontraktor.
Pun walau demikian, aku tetap bekerja disana,
sebagai arsitek senior, membantu atasku sebagai Direktur Proyek. Puji
Tuhan, semuanya merupakan langkah awalku untuk melayani dan membaktikan
diriku sebagai pelayan Tuhan lewat menulis dan membuat buku untuk
bersaksi ….
Buku kesaksianku yang ke-3, “Ketika Tuhan Masih Memberi Aku Hidup”, menceritakan
pengalamanku ketika bebetapa kali cakar2 maut menusukkan kukunya untuk
‘merebutku’ dari tangan Tuhanku. Dan ketika Tuhan masih memberikan aku
hidup dengan tugas2 khususku, aku semakin sadar bahwa jika Tuhan
berkehendak, apapun akan terjadi, dan ketika Tuhan belum berkehendak,
bahkan iblis pun yang mendaulatku untuk menghunjamkan kematian untukku,
itupun tetap tidak terjadi!
Puji Tuhan!
Kesadaranku sebagai Anak2 Tuhan, membuat
aku semakin giat bersaksi dalam Kebesaran Nama Tuhan, bahwa DIA memang
sangat luar biasa! Terus bersaksi adalah keinginanku. Dan weekend ini,
aku segera memperkenalkan buku ke-3 ku, bertepatan dengan hari ulang
tahunku pada 13 Juni 2013. Ya, Valentino merancangkan sebuah ulang tahun
yang luar biasa, sesuai dengan kasihnya kepadaku ….. Terima kasih,
Valentino …..
————————————————————————————————————————-
Launching Buku Kesaksian-ku yang ke-3, berjudul :
“Ketika Tuhan Masih Memberi Aku Hidup”
Hari / Tanggal : Minggu / 16 Juni 2013
Jam : 16.00 - 18.00
Tempat : Kalibata City Square - Kalibata ( sebelah Taman Makam Pahlawan )
Jl. Kalibata Raya No.1 - Jakarta Selatan 12750
Pembawa Acara : yang terkasih, mba Soraya Haque
Koordinator : Valentino
————————————————————————————————————————–
Besar harapanku untuk semua sahabat
datang untuk melihat, betapa Tuhan sangat mengasihi kita semua, termasuk
aku, sehingga seorang insan pasca stroke dengan lumph separuh tubuh
sebelah kananku, yang sudah divonis sebagai insan yang hanya bisa
berbaring saja karena stroke yang menimpaku sangat berat, tetapi Tuhan
berkuasa atasku, untuk aku terus bisa berkarya dan melayani Tuhan lewat
keluargaku, sahabat2ku serta orang banyak …..
Keinginanku sekarang hanya satu. Aku
ingin terus melayani, sebagai Anak Tuhan dengan terus bergumul dalam
keterbatasan, lewat tulisan2ku dan pelayananku bagi anak2 dan remaja
lewat komunitas2ku.
Terima kasih, sahabat. Semoga semuanya berkenan bagi banyak orang …..
Salamku, Tuhan berkati!
Catatan :
Seperti biasa, ½ dari royalti buku ini aku persembahkan untuk Tuhan, melalui pelayan2ku bagi orang2 yang tidak mampu …..
Buku-ku yang ke-1 : Launching Buku-ku untuk Tuhan: “Ketika Tuhan Mengijinkan Aku Sakit” dan Dalam 1,5 Hari Terjual 528 Buku : Jika Tuhan Berkehendak, Siapa yang Hendak Melawan?
Buku-ku yang ke-2 : Launching Buku : “Bapak Mengganti Tangan dan Kakiku yang Lumpuh”
Selasa, 30 April 2013
Selasa, 30 April 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti
Dokumen Pribadi
‘Bedah Buku On Air’ di Radio Edukasi Pustekkom 1440 AM dengan mba Hanny, sang penyiar …..
Sebenarnya, sudah sekitar 2 minggu buku
ku yang kedua tentang kesaksian, diperkenalkan ke publik. Dan buku ini
pun tidak direncanakan untuk di tulis, karena memang buku ini terbit
karena atas berpulangnya papa ke Surga.
Ketika papa dijemput Tuhan, aku sangat2
terpuruk. 2 minggu aku terus menangis tiada henti, 2 minggu juga
pikiranku ‘berhenti’ sampai tugas memanggilku kembali. Aku harus
bekerja! Aku harus menjaga dan memelihara anak2ku, cucu2 papa! Walaupun
sampai sekarang aku benar2 belum bisa tegak lagi, aku tetap harus
berkegiatan!
Setelah 2 minggu itu, aku mulai bekerja
lagi. Walau masih sering aku meneteskan air mataku, pun di kantor, aku
harus bekerja! Dan untuk menghalau pikiranku yang amburadul, aku selalu
menulis. Menulis apapun yang terlintas tentang papa. Setiap hari tulisan
tentang papa bisa sampai 3 artikel. Hingga Valentino menyatakan
kepadaku untuk membuat buku khusus untuk papa …..
Aku tidak keberatan walau aku tidak
peduli dengan semua prosedur serta kenyataan2 yang ada, bahwa tidak
terlalu gampang membuat buku, apalagi semua serba mendadak. Jadilah,
Valentino dengan segala daya upaya yang luar biasa, untuk
mempersembahkan buku ini untuk papa, untuk Tuhan, dalam Ibadah Syukur 40
hari nya papa dipanggil Tuhan …..
Launching buku ini sangat luar biasa!
Hari Minggu 14 April 2013 bertepatan 40 hari Tuhan memanggil papa, serta
bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Pernikahan papa dan mama ( 14 April
1965 ), buku “Bapak Mengganti Tangan dan Kakiku yang Lumpuh”,
diperkenalkan untuk umum …..
Diawali dengan Ibadah Syukur oleh
Pendeta Djoko Sulistyo dan diikuti sekitar 100 orang lebih di rumahku
serta nyanyian2 puji2an kepada Tuhan, aku sempat ‘membedah’ buku ini,
bercerita tentang kesaksianku dengan papa sampai buku ini terbit dengan
Valentino yang luar biasa mendukung keluargaku. Ditambah launching
autobiografi buku papa, yang beliau tulis sendiri beserta CD, yang
menceritakan autobiografi itu secara audio visual.
Semuanya, Valentino
yang mengupayakan, termasuk dengan adanya sponsor yang membuat sekitar
200 buku ini bisa di bagikan kepada saudara dan handai taulan serta 50
buku autobiografi juga dibagikan untuk keluarga! Puji Tuhan! Segala puji
syukur aku haturkan kepada MU dan terima kasih yang luar biasa untukmu,
Valentino, teman, sahabat dan kekasih hati dalam Tuhan …..
Rumahku hanya mampu menampung sekitar 100 orang, dan waktu itu hujan turun dengan lebatnya! Puji Tuhan, kursinya penuh …..
Aku memberikan 2 buku untuk masing2 Pendeta kami, Pak Djoko dengan Mas Rudy, untuk pelayananku …..
Cerita buku ini bukan hanya sampai
disini saja. Tuhan sudah menggerakkan banyak orang untuk aku tetap
bersaksi serta melayani untuk Tuhan melalui banyak orang yang terberkati
dengan adanya buku ini. Sampai sekarang sudah sekitar 2 minggu ini,
buku ini sudah terjual sekitar 300 buku, serta 100 buku autobiografi
papa! Puji Tuhan!
Seperti buku ku yang pertama ( lihat tulisanku Dalam 1,5 Hari Terjual 528 Buku : Jika Tuhan Berkehendak, Siapa yang Dapat Melawan? ), 1/2 royalty buku ini aku persembahkan untuk Tuhan lewatinsan pasca stroke dan pekerjaan pelayanan2ku.
Setelah launching …..
Bukan cuma itu saja. Valentino sudah
berdiskusi dengan penerbit bahwa buku ku ini sudah di cetak sekitar 1000
buku dan dipasarkan di Toko Buku Gramedia. Sebuah toko buku nasional
yang menjual buku2 luar biasa, bahkan sebagai penulis aku piun tidak
membayangkan bahwa suatu saat buku ku akan terpajang di Gramedia! Secara
aku tidak mempunyai kapasitas untuk menulis buku uang luar biasa, dan
juga tidak nempunyai dana untuk mencetak buku sebanyak itu!
Coba lihat! Betapa besar karya Tuhan
Yesus! Ketika aku terpuruk karena Tuhan memanggil papa, ketia aku terus
menangis tanpa tahu bagaimana aku ‘mendadani’ hatiku yang koyak,
ternyata Tuhan bekerja dengan luar biasa! Tanpa aku mengerti, bagaimana
caranya! Tuhan mengutus orang2 yang DIA percaya untuk melakukan ini,
dengan Valentino yang dengan setia bergumul denganku dan dengan Tuhan,
untuk memberikan berita suka cita ini …..
Tuhan benar2 luar biasa!
Sebuah kesaksian yang aku tidak tahu, bagaimana cara aku menuliskannya!
Puji Tuhan, semesta alam!
Karya Tuhan bergerak lagi untuk buku
ini. Tuhan juga sudah mengutus Valentino untuk terus ‘mengurusku’. Hanya
dalam waktu 1 minggu buku ini launching, Valentino meminta aku untuk
membedah buku ku lewat radio, pada program ‘Bunda Pintar’ Radio Edukasi
Pustekkom 1440 AM - ‘Bedah Buku On Air’.
Jadi, hari Kamis tanggal 25
April 2013 kemarin, ditemani Valentino aku membedah buku ku, di temani
penyiar sahabatku, mba Hanny. Senin tanggal 22 April 2013 aku bawa buku
ku ketika kami bersama pada acara Hari Kartini bersama Kominfo di Hotel
Bidakara, dan Kamisnya aku ke Radio Edukasi, di Ciputat.
Satu demi satu, aku kupas perjalanan
hidupku dengan papa, sejak aku dilahirkan. Bahwa aku memang sangat dekat
dengan papa, bahkan ketika aku sebagai insan pasca stroke sekarang ini,
justru kedekatanku dengan papa, semakin bertambah sampai papa meninggal
…..
Pemesanan2 buku ku selalu ada, walau aku
hanya memasarkannya lewat Facebook, BBM, SMS, email atau telpon. Aku
benar2 tidak memikirkan bagaimana memasarkannya lebih besar lagi. Tetapi
aku percaya, bahwa Tuhan akan memberikan segalanya semakin indah, jika
kita terus percaya kepada NYA. Seperti buku ku yang pertama “Ketika
Tuhan Mengizinkan Aku Sakit”, yang launching tanggal 16 September 2012
lalu, sekarang sudah memasuki penjualan sekitar 2000 buku. Puji Tuhan!
***
Memang tidak banyak yang aku berikan
untuk Tuhan. Sebagai salah satu insan pasca stroke, aku berusaha yang
terbaik, terutama aku berusaha untuk bisa bekerja baik untuk membiayai
anak2ku. Selebihnya, aku hanya ingin melakukan pelayanan2 untuk Tuhan
melalui beberapa komunitas serta orang2 yang membutuhkan.
Aku tidak
tahu, apakah au tetap mampu melakukan ini, dengan keadaanku ini, tetapi
yang jelas aku berusaha sebenar2nya untuk melakukan yang terbaik, dan
Tuhan akan melakukan sisanya, untuk kesempurnaan pelayananku …..
Sahabat,
Tetap dukung aku ya, untuk pelayanan2ku, termasuk buku ini.
Terima kasih atas semuanya. Terima kasih, Tuhan …..
Kamis, 11 April 2013
Kamis, 11 April 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti


Sebuah Buku Untuk Papa
Waktu launching :
Hari / Tanggal : Minggu, 14 April 2013
( jika berkenan datang, alamat akan di inbox )
Sebuah Buku Untuk Papa
Ketika aku tahu bahwa papa sering
menulis hidupnya, sejak masa kecil di Yogyakarta, sampai sesaat sebelum
papa berpulang, membuat aku terinspirasi untuk membukukan tulisan2nya.
Diawali papa menuliskan tentang dirinya sebelum ingat dan mengerti, dan
hanya cerita2 orang tuanyalah yang papa tuliskan. Sebuah cerita yang
sangat menarik, ketika wktu itu sekitar 70 tahun lalu dan Indonesia
belum merdeka, papa sudah mengikuti orang tuanya, Eyang Probo, yang
terus berpindah tempat karena tugasnya dan karena serangan2 di jaman
Belanda …..
Sangat menarik, sehingga sedikit aku
melupakan rasa kesedihan yang luar biasa karena kehilangan papa. Aku
sempat membaca lembar demi lembar yang papa tuliskan di laptop dan di
print. Sebuah Authobiogaphy seorang Ir.Suharto Prodjowijono, yang aku
sangat yakin akan menginspirasi banyak orang, terutama untuk anak2 dan
keluarga serta sahabat2nya.
Awalnya, aku hanya ingin membukukan
Authobiography nya saja, dengan beberapa komentar atau sedikit ulasan
dari kami, keluarganya. Tetapi ketika aku justru menginspirasi jejak
papa dalam menulis, justru aku ingin menulis beberapa kesaksian hidupku
dengan papa, yang sudah berhasil aku posting di Kompasiana. Dan etika
Valentino menyarankan sebuah ide untuk membukukan tulisan2ku tentang
kesaksianku bersama papa selama hdupnya, aku tersentak, dan meminta
tolong untuk Valentino bisa melakukannya untukku …..
*Terima kasih, Valentino*
Tetapi keinginanku untuk membukukan
tulisan papa,sangat menggebu, ditambah Valentino yang mendukungku untuk
juga menyusun Authobiography papa. Dan mulailah kami berlomba dengan
waktu untuk menulis, menyusun dan menerbitkan 2 buah buku, baktiku untuk
papa, yang akan di launching pada Hari Ulang Tahun Pernikahan Papa dan
Mama ( 14 April 1965 ) dan juga bertepatan 40 hari papa berpulang …..
Buku ini menggambarkan kesaksian seorang
pria, seorang anak, seorang papa dan selorang eyang kakung, yang
berjuang untuk kehidupannya sendiri sejak kecil, juga berjuang untuk
kebahagiaannya sebagai Hamba Tuhan yang sangat peduli dengan kasih
Tuhannya. Buku ini juga merupakan inspirasi bagi anak2nya ( terutama
aku, putri terkasihnya ), cucu2nya saudara2nya serta sahabat2nya, bahkan
aku sangat yakin buku ini akan menginspirasi banyak orang, pun yang di
kenalnya selama hidupnya.
Kasih yang papa berikan bagi keluarganya
serta sesamanya, pasti terinspirasi oleh Kasih Yesus untuk sahabat2
NYA. Bahwa papa sungguh sangat mencintai Tuhannya, yang membuat beliau
mampu menyebar kasihnya lewat hidupnya untuk orang banyak, dengan
pelayanan2nya dalam pekerjaannya, kesaksian2nya dan tutur kata serta
tingkah hidupnya …..
Judul buku ini adalah “Autobiografi Ir.Suharto Prodjowijono ( 1939 - 2013 )”,
dan akan di launching, bersamaan dengan buku sejenis, sebuah kesaksian
seorang insan pasca stroke ( yaitu aku, putrinya terkasih ) dengan papa.
Bisa dilihat di tulisanku Launching Buku : “Bapak Mengganti Tangan dan Kakiku yang Lumpuh”
Waktu launching :
Hari / Tanggal : Minggu, 14 April 2013
Tempat : di rumahku
( jika berkenan datang, alamat akan di inbox )
Acara :
Jam 17.30 - 19.00 : Ibadah Syukur
Jam 19.00 - 20.30 : Launching dan Kesaksian
Jam 20.30 - selesai : Ramah Tamah
Acara ini akan di awali dengan
Ibadah Syukur 40 hari papa berpulang, dan akan dilanjutkan dengan
kesaksian dan presentasi dalam bentuk video, yang di persiapkan oleh
Valentino dan mba Deasy, yang sangat luarbiasa! Semoga dengan awal
memuji Nama Tuhan, lalu penayangan video foto2 serta lagu2 kesukaan papa
dan awal cerita dalam kehidupan papa di Yogyakarta, akan mampu
‘membius’ kita semua, bahwa kehidupan papa sejak dulu terus berjuang,
sampai papaa mampu menjadi seorang papa yang mampu untuk menjadi ‘tangan
dan kakiku yang lumpuh’ …..
Keluarga dan sahabat2 papa pasti hanya
sedikit yang tahu tentang hidup papa. Tetapi dalam tulisan2nya, kita
akan di ajak menelusuri jejak hidup papa. Sebuah napak tilas kehidupan
seorang papa sampai menjadi seperti ini.
Sahabat,
Bersama dengan ini, aku tetap ingin
kedatangan kalian dalam acar launching 2 buah buku untuk papa ini. Buku
ini tidak dipasarkan, dan dicetak dengan jumlah sesuai dengan keluarga
beliau saja.
Tetapi jika ada yang berminat, tetap bisa dipesan lewat
aku.
Semoga buku ini benar2 menginspirasi
keluarga, sahabat dan banyak orang, sesuai keinginan papa, yang
disampaikan oleh seorang anak buah papa di kantor yang sering dipanggil
untuk berdiskusi dengan beliau …..
“Paaaaa …… semoga papa senang ya untuk buku ini dan aku yakin bahwa papa sudah berbahagia di sisi Allah Bapa kita di Surga …..
Aku kangen sekali, papa …..
By Christie Damayanti
—————————————————————————————————————-
Papa sudah dijemput Tuhan Yesus Kristus.
Papa sudah duduk, berada di sisi Yesus, Allah Bapa kita. Papa sudah
menyelesaikan tugasnya di dunia ini dengan sangat baik. Dan papa sudah
memberi kehidupan yang layak dan benar2 baik untuk keluarganya, termasuk
aku sebagai putri terkasihnya …..
“Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit” ( lihat tulisanku Launching Buku-ku untuk Tuhan: “Ketika Tuhan Mengijinkan Aku Sakit” dan Dalam 1,5 Hari Terjual 528 Buku : Jika Tuhan Berkehendak, Siapa yang Dapat Melawan? ),
papa “memberikan” tangan dan kakinya untuk ku, sebagai ganti tangan dan
kakiku yang lumpuh.
Dari pagi hingga pagi hari berikutnya, papa selalu
disisiku, mengantarku kemanapun, memelukku jika aku gelisah dan
tersenyum untukku jika aku bahagia. Aku, putri terkasihnya yang lumpuh
karena stroke 3 tahun lalu, benar2 menjadikan papa sebagai bagian dari
kehidupanku sehari2. Karena jika tidak ada papa, aku merasa tidak mampu
berbuat apa2, karena mama pun mengalami kelemahan fisik, sama seperti
aku ……
Sejak papa meninggal tanggal 5 Maret
2013 lalu, aku sangat terpuruk, pun sampai sekarang. Aku tahu dan
mengerti bahwa semuanya ada akhirnya, semuanya akan berpulang pada Sang
Pencipta. Tetapi sebagai manusia biasa, aku merasa belum siap ditinggal
papa yang sangat luar biasa!
Sehingga, ketika hal itu terjadi, aku
merasa kehilangan yang sangat luar biasa! Hatiku kosong. Pikiranku
berhenti, seakan2 aku ikut melayang bersama papa. Walau Yesus selalu
menemaniku disaat2 genting kemarin, dalam doa2ku …..
Setelah pemakaman papa 3 hari kemudian,
aku berusaha untuk ‘hidup’ kembali. Semangat papa dan kasih papa
terpatri di dalam hati dan pikiranku. Sehingga aku mulai beranjak
menggali kenangan2 dan kesaksian2 yang aku alami bersama papa, dari
kecil sampai sesaat sebelum papa berpulang …..
Setiap detik dan setiap saat,
kenangan2ku bersama papa, terus mencuat. Semuanya merupakan kenangan
yang sangat manis. Ya, aku sangat bangga menjadi anak seorang papa,
Bapak Ir.Suharto Prodjowijono yang sangat luar biasa!
Aku mulai
menuliskanny, kenangan2 bersama papa, inspirasi2 papa, konsep hidup
papa, pun tentang kasihnya kepada keluarganya. Tulisan2 itu mengalir
dengan lancar, dan beberapa sudah aku posting di Kompasiana, beberapa
waktu lalu.
Papa, aku sangat bangga dan mengasihimu ….. Terima kasih, Tuhan …..
Sampai beberapa saat setelah itu, Valentino memberikan ide yang luar biasa untukku!
“Mengapa kamu tidak membukukan
tulisan2mu untuk papa? Mungkin di Ibadah Syukur 40 hari papa meninggal,
kamu bisa launching buku itu …..”.
Aku tertegun dan menyerahkan segala ide
ini untuk Valentino lakukan. Aku hanya tinggal menulis saja dan langsung
di email padanya untuk mulai di edit. Bersama mba Deasy Maria yang juga
sangat luar biasa, tulisan2 demi tulisan aku kirimkan kepada mereka
berdua. Pikiranku terfokus untuk papa, papa dan papa …..
Sampai akhirnya Tuhan mengirimkan
mukjizatnya untuk sebuah dana penerbitan buku ini, ditambah lagi Tuhan
memberikan lagi tambahan mukjizat lagi bahwa buku ini akan dipasarkan
lewat Toko Buku Gramedia!
Puji Tuhan!
Tuhan memang sangat luar biasa!
Semuanya ditambah2kan kepada kami, tanpa kami sempat berpikir, apa lagi
yang bisa Tuhan lakukan untuk kami! Ya, kami ( khususnya aku ) sangat
percaya dan yakin bahwa Tuhan memang benar2 luar biasa!
DIA bisa
melakukan apapun, sesuai dengan keinginan NYA jika kita percaya dan
tunduk di hadapan NYA ….. Dengan kehidupanku sebagai insan pasca stroke,
sangat terbukti bahwa DIA adalah yang Maha Segala2nya …..
Judul buku ini adalah “Bapak Mengganti Tangan dan Kakiku yang Lumpuh”,
akan aku persembahkan untuk papa dan keluargaku. Seperti buku ku yang
pertama, hasilnya, royalty ½ nya aku persembahkan kepada Tuhan lewat
pelayanan2 kami.
Launching buku ini, akan kami adakan
tepat di Hari Ulang Tahun papa mama ( 14 April 1965 ) yang ke-48 dan di
40 hari papa berpulang :
—————————————————————————————————————-
Hari / Tanggal : Minggu, 14 April 2013
Tempat : di rumahku
( jika berkenan datang, alamat akan di inbox )
Acara :
Jam 17.30 - 19.00 : Ibadah Syukur
Jam 19.00 - 20.30 : Launching dan Kesaksian
Jam 20.30 - selesai : Ramah Tamah
————————————————————————————
Semoga kesaksian2ku bersama papa,
dari kecil sampai sesaat sebelum papa berpulang, bisa menjadi inspirasi
untuk banyak orang, terutama untuk anak2ku, keluargaku, sahabat2ku,
bahwa papa adalah seorang Hamba Tuhan yang sangat luar biasa!
Sahabat,
Jika berkenan, kedatangan kalian sangat
kami harapkan. Untuk mengenang papa sebagai bagian dari Hamba Tuhan di
dunia ini, yang sangat inspiratif bagi banyak orang …..
Terima kasih, Tuhan senantiasa memberkati!
Catatan :
Buku ini akan di pasarkan di Toko Buku
Gramedia setelah launching. Juga bisa dipesan melalui aku, jika tidak
ada Gramedia di kota kalian.

Langganan:
Postingan (Atom)