Artikel Terakhir
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2011

(PARADOKS) Balada Petani Miskin

Minggu, 24 April 2011 - 0 Comments



By Christie Damayanti dan Valentino

13036404542119789745
Pak Slamet sedang membajak sawahnya …..

Suatu ketika di belahan waktu lalu, hiduplah seorang petani yang sangat sederhana. Petani itu bernama pak Slamet. Pak Slamet  tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Pak Slamet adalah seorang yang sangat baik hati dan tidak sombong. Sekalipun mereka hanya tinggal di sebuah gubuk kecil diatas tanah yang sempit, mereka tidak pernah mengeluh. Mereka hidup bahagia dan saling membantu.

Pak Slamet suka sekali membantu orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Jika ada tetangga atau penduduk desa yang jatuh sakit atau tertimpa musibah, Pak Slamet selalu bersedia menolong. Pak Slamet tidak pernah membeda-bedakan orang jika ingin membantu. Bahkan ketika ada tetangganya yang jatuh sakit di malam hari, Pak Slamet tak ragu-ragu untuk segera menolongnya mengantar ke puskesmas. Karena sikap yang ringan tangan itu, pak Slamet disukai oleh hampir seluruh penduduk desa.

1303639994171992329
Pak Slamet sedang membantu temannya …..

Tapi ada satu orang yang sangat membenci Pak Slamet, dia adalah pak Karjo, tetangga sebelah rumah pak Slamet. Pak Karjo adalah seorang yang sangat malas. Karenanya setiap kali panen, hasil yang ia peroleh tak sebanyak pak Selamet yang rajin. Pendapatan  yang ia peroleh setiap tahunnya selalu lebih sedikit dari pak Slamet.

1303640084762739548
Hasil panen pak Slamet selalu berlimpah karena walau pak Slamet petani miskin, dia selalu baik hati.

Dikarenakan terbakar perasaan iri hati dan cemburu terhadap keberhasilan pak Slamet, akhirnya sehari sebelum musim panen tiba, pak Karjo membakar sawah milik pak Slamet ketika ia sedang tidur nyenyak di waktu malam. Sungguh beruntung malam itu ada beberapa orang tetangga pak Slamet yang melihat peristiwa kebakaran itu, segera membangunkan pak Slamet lalu kemudian mereka berusaha memadamkan api yang hampir membesar itu bersama-sama, sehingga sawah milik pak Slamet berhasil diselamatkan, walau sebagian besar hasil panennya ikut terbakar.

1303640128107003496
Sawah pak Slamet terbakar …..

Pak Slamat mendapat informasi mengenai orang yang telah membakar sawahnya itu dari tetangga yang telah menolong dirinya. Tetapi pak Slamet tidak ingin mencari keributan dengan pak Karjo, dia telah mengampuni pak Karjo atas perbuatannya tersebut.

Tahun itu, Pak Slamet berhasil menjual sisa panen yang berhasil diselamatkannya dengan harga yang cukup lumayan. Tetapi ia tidak bisa mendapatkan keuntungan yang banyak karena sebagian besar hasil panennya telah terbakar. Walau dengan berat hati, pak Slamat berusaha menerimanya dengan ikhlas.

Pada suatu malam, ketika pak Slamet sedang tidur nyenyak, tiba-tiba ia terbangun karena mendengar suara seorang laki-laki yang sedang menangis. Pak Slamet langsung mencari sumber suara tersebut dan menemukan pak Karjo sedang memeluk anaknya yang sedang sakit parah sambil meratap. Melihat hal itu pak Selamet langsung pergi untuk mencari dokter desa agar dapat segera menolong anak pak Karjo yang sedang sakit parah itu.

Tetapi apa mau dikata, ternyata dokter desa itu tidak sanggup untuk mengobati anak pak Karjo karena persediaan obat-obatan di desa sangat terbatas. Akhirnya, tanpa memperdulikan hari masih malam, pak Selamet segera menyiapkan kudanya untuk pergi ke kota mencari rumah sakit terdekat. Jarak tempuh rumah sakit itu sekitar 10 km. Akhirnya pak selamet berhasil mencari dokter yang lebih berpengalaman dan anak pak Karjo berhasil diselamatkan.

Sehari setelah kejadian itu, pak Karjo pergi menemui pak Slamet di gubuknya dan mulai menangis sedih. Dia mengakui kesalahannya yang telah membakar kebun milik pak Slamet dan memohon maaf atas perbuatannya tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika ia tau bahwa pak Selamet telah mengetahui perbuatannya itu.

“Kau tahu bahwa aku telah membakar kebunmu, tetapi kau masih mau mencarikan dokter untuk anakku??”, tanya pak Karjo keheranan. Pak Selamet mengangguk dan berkata, “Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Jika orang lain melakukan kesalahan, bukan berarti aku harus membalasnya bukan?”. Pak Karjo segera berdiri dan memeluk pak Selamet sambil mengucapkan terima kasih atas semua kebaikkan pak Selamet. Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi sangat terharu.

Sejak  kejadian itu, Pak Karjo menjadi berubah. Ia tidak lagi bermalas-malasan, sehingga ketika musim panen berikutnya tiba, ia bisa menghasilkan banyak keuntungan melalui kerja kerasnya.

13036401801012321943
Pak Slamet dan pak Karjo, di musim panen berikutnya, bersahabat erat …..

Ketika banyak orang  bertanya bagaimana dia telah berubah begitu banyak, ia hanya menjawab,”Itu adalah berkat kebaikan dan kasih yang diberikan pak Selamet sehingga saya menjadi sadar dan berubah.”

“Jika kita selalu berbuat baik kepada semua orang, terlebih kepada musuh kita, niscaya kebaikkan yang kita tabur, akan menjadi berkat bagi orang banyak”.

Sumber gambar : dari www.google.com

Penulis : Chrsitie Damayanti & Valentino (No : 87)
NB :  UNTUK MEMBACA TULISAN PARA PESERTA PARADOKS YANG LAIN MAKA DIPERSILAKAN MENGUNJUNGI AKUN Dongeng Anak Nusantara di Kompasiana sbb : Dongeng Anak Nusantara

13096071791943036955

Senin, 21 Maret 2011

“Mirror Mirror on the Wall”

Senin, 21 Maret 2011 - 0 Comments



By Christie Damayanti & Valentino

 Sambungan  dari Jejak Bayangan

1300678594940129253

Sejak  cerita Jejak Bayangan, yang isinya membahasa pusi si Chyntia . Aku dan Chyntia akhirnya  akhirnya dapat berkomunikasi secara normal. Hobi kami diakhir pekan,  kembali normal seperti biasanya. Jalan bareng, becanda bersama Richy dan Laura. Laura ini pacar Richy, tahun lalu aku baru tahu bahwa lauran dan Chyntia ternyata adalah teman sekantor.

Karena pekerjaan ku berbeda dengan Richy, Chyntia maupun laura. Terkadang aku jarang hadir dalam acara bersama diakhir pekan. Karena sering diberi tugas di luar kota .

Namun saya dengan Chyntia tetap  berkomunikasi dimana ada waktu senggang. Namun dikala malam tiba, kebiasaan mematikan atau silent ponsel saya  merupakan kebiasaan yang sudah lama ku lakukan.

Chyntia dalam beberapa waktu sering berpesan, supaya ponsel saya dihidupkan satu saja yang khusus untuk berkomunikasinya dengannya. Namun dasar pikiran entah kemana, kalau sudah kosentrasi kerja, kebiasan itu timbul lagi,

Suatu pagi, waktu aku bertugas di luar Jawa. Saya menerima pesan pendek dari Chyntia, “Tolong kamu bacain puisi di blog ku, itu perasaan ku yang untuk kedua kali aku lukiskan kepada kamu melalui puisi, jangan bertanya lagi untuk siapa pusi itu, sekali lagi pusi itu untuk kamu !!”

Pagi baru menunjukan pukul 5:30 waktu Indonesia bagian tengah. “Ternyata semalam si Chyntia semalam, begadang untuk nulis pusi lagi”, hatiku berkata. Karena penasaran dan “jujur” merasa bahagia, karena pertanyaan ku di jejak bayangan belum terjawab olehnya, maka ku bergegas menyalakan laptop dan memasang model, dan meluncur ke alamat blog dia.

Aku menemukan suatu pusi indah berjudul   Mirror Mirror on the Wall”

Mungkin Tuhan mau aku merenung
Mungkin Tuhan mau aku berfikir

Mungkin Tuhan mau aku bertelut dan bersujud
Mungkin Tuhan mau aku berserah …..
Pagi ini,
Aku berada pada suatu keadaan yang sangat membuat aku melayang
Kelemahan fisikku, dimanfaatkan oleh kuasa gelap di sekelilingku

Aku drop sedemikan jauh……
Mentalku ambruk……
Aku tersungkur jatuh dihadapan Tuhan ……
Kepalaku luar biasa berat…..
Leherku luar biasa kencang dan tegang…..
Mesin monitorku mengirimkan signal kelemahanku ……
Aku tak berdaya, Tuhanku ……
Signal signal itu berbicara sangat jujur terhadapku
Begitu cepat kondisiku meluncur jatuh
Jauh dan sangat cepat…..
Aku hanya bisa pasrah
Semoga semua akan ada jalan keluarnya
Kesakitanku merambat hinggak tulang rahangku, sekarang
 
GOD !!!!
 
Aku begitu kesakitan ….
Tuhanku …..
Akan tibakah waktuku ??
Mirror mirror on the wall…..
Bisakah engkau memberikan bayangan masa laluku ?
Bisakah engkau mengembalikan masa laluku ?
Bisakah engkau merubah masa depanku ?
Bisakah engkau mencerminkan keindahan masa ku sekarang ?
Bisakah engkau membuat sesuatu yang indah terhadap bayangan hidupku ?
Cermin hidupku terus bergerak, mencari masa laluku
Tapi dia membisu terhadap masa depanku
Dia hanya diam menghadapi masaku sekarang …..
Aku bercermin pada diriku sendiri
Semua kabur, Tuhan
Semua diselimuti kabut gelap
Aku tidak bisa menembusnya
Semua misteri bagiku
Tidak ada yang menuntunku
Tidak ada yang menggandengku
Aku merasa dilepas begitu saja
Bukan oleh Tuhanku, bukan !
Aku tidak mempunyai pegangan …..
Aku hanya sendiri disini ……
Ahhhh,
Sekarang kesakitanku sudah semakin jauh merambah
Sakit Tuhan……
Dadaku sakit…..
Nafasku sesak dan berat…..
Nyeri di seluruh permukaan leher dan pundakku
Tuhanku……
Dia tetap tidak menjawabku
Dia tetap mendiamkanku
Dia tetap menyimpan marah dan kecewa terhadapku tanpa batas ……
Aku sangat merindukan perhatiannya
Aku sangat merindukan kelembutannya merawatku
Aku sangat mengharapkan pelukannya…..
Aku sangat mencintainya, Tuhan ……
Akankah dia terus mendiamkanku ???
Mirror mirror on the wall…..
Bolehkan aku meminta ?
Bolehkan aku mengharap ?
Maukah engkau menyimpan bayangan masa laluku yang indah ?
Maukah engkau menyimpan hatiku yang damai ?
Aku mau mengingatnya untuk kekuatanku
Untuk mendukungku sekarang….
Aku sangat membutuhkan itu ……
 
Lalu,
Maukah engkau menghapus semua luka dan lara hatiku dimasa lalu ?
Maukah engkau menutupi kekalahanku dimasa sekarang ?
Maukah engkau menyembunyikan kenyataan pahitku di masa depan ?
Aku tidak mau, semua kekelamanku menghambat langkahku ……
Aku menyerah, Tuhan….
Aku menyerah terhadap semua yang akan Engkau timpakan kepadaku
Aku hanya mau diam, pasrah …..
Menunggu tangan Mu menggapaiku
Aku sudah sangat putus asa
Tidak ada yang peduli padaku
Tidak ada yang tulus mencintaiku, kecuali anak anakku
Tidak ada yang mengasihiku, kecuali orang tua dan saudara saudaraku
Aku hanya berharap pada kasih setia Mu, Tuhanku …….

Ahhhhh,
Kesakitanku makin melebar….
Jangan Kau beri aku kejatuhan yang terlalu dalam, Tuhanku ……
Kepada Mu sekarang aku menjerit…..
Dengan segala kesesakan dalam dada…..
Sampaikan salamku untuk kekasih hatiku, Tuhanku…..
Katakan padanya, aku sangat mencintainya…..

Setelah ku membaca, aku termenung cukup lama, mengingat-ingat kembali perjalanan hidup Chyntia  selama ini.  Ternyata dia banyak  menyembunyikan luka yang amat dalam,, atas kegagalannya di masa lalu. Kegagalan menjalin suatu hubungan dengan orang yang dicintainya. Terlintas, dia masih mencintai orang itu, dan ingin kenangan indah bersama dia terpelihara. Namun di sisi lain dia mengharapkan luka yang dia derita segera disembuhkan.

Ya … aku  tau dia butuh bersandar pada seseorang yang dapat membantu dia melupakan cerita lama yang memilukan. Apakah dia membutuhkan aku dari sekian pria yang selama ini menyukainya ? mungkin saja aku dapat dijadikan sebuah pelarian.sementara, “Ahh.. aku kasihan, namun aku tak mau dijadikan pelarian”, hati ku kembali berkata.

Hari itu terpaksana aku meminta izin untuk terlambat ke proyek, karena masih merenungkan apa yang diinginkan dia sebenarnya. “Kalaupun aku menghindar, begitu menderitanya dirinya berusaha melalui masa lalunya. Namun apabila dia kemudian  dapat melupakan semu aitu, apakah aku masih dianggap special ?”, pertanyaan itu semua berkecamuk di dalam hatiku.

Mungkin cara berpikir lelaki berbeda dengan wanita, namun aku tidak salah mempunyai rasa ketakutan dimasa depan.  Sekian jam aku tidak neyentuh sarapan pagi.. hanya menunjukan pandangan kosong ke jendela hotel dimana ku menginap. Selang beberapa saat, aku berpikir, “Mungkin semua dugaan ku salah, yang penting sekarang ini dia memerlukan ku, dan karena aku memang mencintainya, aku tidak perlu takut akan masa depan yang ku pikirkan itu”. Pas pukul 10 Pagi, aku langsung memberanikan diri meneleponya….

.”Pagi Chyntia…” .  ”Pagi Ron”, sambutnya

Tanpa basi-basi Chyntia  langsung  bertanya,

“Sudah kau membacanya, Ron ? Bisakah kamu memahaminya?  Aku berharap kamu  tidak terjebak lagi dalam pikiran sendiri seperti puisiku lalu, kamu harus bisa menjawabnya bukan dengan kata-kata, namun dengan sikap aku sudah dapat mengerti jawaban kamu……. Ron… Ron… are u there…. (saat itu aku memang  tidak mampu berkata-kata).

Sebelum terputus, aku langsung menjawabnya

” Chyn… aku mengerti, ijinkan aku menjawab sekarang bahwa aku juga merindukan mu dan mencintai mu, dan aku akan membuktikannya seperti haran kamu.”  Terdengar suara sendu dan pelan, diapun berkata 

“Thank you Ron, I miss you so much.. cepat kembali ya”…Aku pun membalas ” I love you too Chyntia, makasih. Aku akan segera kembali ke Jakarta dua hari ke depan, sampai jumpa ya Chyn”.

“Saya tunggu ya Ron, aku sangat berharap”, jawabnya lalu menutup ponselnya.

Kali ini hatiku lega sekali, tidak seperti kejadian yang lalu. Paling tidak aku dapat selangkah lebih berani dan tidak terjebak dalam pemikiranku sendiri.


Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks