Kamis, 07 Juni 2012

Cerita ‘Nabila’ : Korban Pelecehan Dunia Maya




By Christie Damayanti

13389913091621848400
succesfulkidspublishing.com
Salah seorang temanku menceritakan sebuah pengalaman mengerikan sebagai korban ‘cyberbullying’ beberapa waktu lalu. Sebut saja Nabila, teman lamaku, yang pernah menjadi korban ‘cyberbullying’, yang dahulu sampai benar2 terpuruk dan hampir menjadi mayat hidup. Semua kehidupannya di hantui oleh si peleceh tersebut dan membuat Nabila hanya hidup dengan raganya, tidak ada roh dan jiwanya …..

Cerita itu, dikatakan sekitar tahun 2009, ketika Nabila meng-add friend di FB dari seorang pria. Seperti biasa, Nabila meng-except ketika dia melihat mutual friendnya adalah anaknya sendiri. Dia pikir, itu teman anaknya yang memang suka bermain GAME online lewat FB. Dan Nabila sempat bertanya kepada anaknya tentang pria tersebut, sebut saja James, bahwa James memang ‘temannya’ dari negeri antah-berantah dalam bermain game online.

Ketika beberapa saat James menghubunginya lewat komentar2 di FB, Nabila tidak berkeberatan, sampai mereka berhubungan lewat YM. Ternyata, James adalah salah seorang ahli IT dan dia sangat sugestif untuk ‘memiliki’ Nabila, sampai James ‘membuka’ ( hacker ) password email Nabila dan ‘mengambil’ surat2 pribadinya serta semua alamat email teman, sahabat, keluarga dan mitra2 kerjanya untuk memulai pelecehannya. Bayangkan, ketika Nabila sering berhubungan dengan teman2nya lewat email dan surat2 pribadinya itu menjadikan ‘tameng’ James untuk memiliki Nabila.

Waktu itu, Nabila sangat ketakutan. Dia tidak mau surat2nya dibaca banyak orang. Sehingga, ketika James menghubungi lewat email untuk Nabila mau menjadi ‘pacarnya’, dan Nabila tetap tidak mau, James meminta Nabila mengirim foto2 vulgarnya serta meminta Nabila ber-’cybersex’ dengannya lewat YM. Dan bodohnya lagi, Nabila yang belum mengerti apa yang terjadi dan belum tahu bahwa tindakan itu merupakan ‘cyberbullying’, dia memakai nama Nabila dalam ber-’cybersex’! 

Dan parahnya, kegiatan2 itu ( foto2 vulgar dan cybersex ) di rekam oleh James dan dijadikan alat untuk memeras dan mengirimkan pesan2 yang dilakukan secara terus menerus ( cyberstalking ) sampai Nabila sangat ketakutan! Begitu juga, James mencoba menyebarkan rahasia Nabila untuk melecehnya ( Outing ), jika Nabila tidak mau ‘bertekuk lutut’ terhadap James!

James sudah melakukan tindakan pelecehan dunia maya atau ‘cyberbullying’ terhadap Nabila. Proses mengumbar rahasia seseorang di dunia maya dengan merusak reputasi nama baik orang tersebut di sebut Denigration ( lihat tulisankuSeputar Pelecehan Remaja di Dunia Maya ). Dan yang jelas, masalah ini sudah masuk ke ranah hukum tentang dunia maya.

Cerita Nabila berlanjut terus hingga hidup Nabila berada di ujung tanduk. Ketika James semakin gencar terus untuk menyudutkan Nabila, semakin terpuruklah Nabila. Hidupnya terus dilanda ketakutan dan James semakin terus melakukan ‘cyberstalking’, sampai pada suatu saat, sebuah kekuatan menjadikan Nabila tidak takut lagi kepada James. Entah dari mana kekuatan tersebut, bahkan Nabila menantang James untuk melakukan apapun yang dia mau lakukan kepada Nabila.

Kata Nabila,

“Terserah saja, apa yang James mau lakukan terhadapku. Walau mungkin aku salah dalam berinteraksi di dunia maya, aku sangat percaya, Tuhan tidak akan meninggalkanku”.

Dan seketika, Nabila pulih dari ketakutan2 ‘maya’ dari dunia maya dan dia mulai bisa menegakkan kepalanya untuk menghadapi dunia. Kata Nabila, toh James tetap tidak mau menunjukkan dirinya di hadapannya. Nabila pernah meminta James untuk datang kerumahnya untuk bersilahturahmi jika dia benar2 ingin menjadi ‘pacarnya’, tetapi James tidak mau. 

Boro2 datang ke rumah Nabila, bahkan ketika mereka bertukar nomor telepon pun, James tidak mau menjawab panggilan telpon Nabila. James tetap hanya mau anonim. Buat Nabila dan juga buatku, tindakan itu merupakan tindakan pengecut, bahkan super pengecut!

Konsep ‘cyberbullying’ adalah anonim, dan dengan seperti itu memang mereka bisa leluasa untuk terus ‘mengejar’ si korban sampai puas dan tidak ( atau belum ) terendus hukum. Dan ketika si korban sudah terpuruk bahkan bisa sampai matipun, si peleceh akan mencari korban baru lagi dan begitu seterusnya.

Ini pengalaman teman lamaku, sebagai orang dewasa. Bagaimana dengan remaja2 kita yang lebih rentan dengan pelecehan2 seperti ini? Bagaimana dengan anak2 dan remaja2 kita yang justru BISA menjadi si peleceh itu sendiri ( walau hanya dalam taraf sederhana )? Apakah kita mau peduli?

Sebuah pertanyaan dan sebagai orang tua, jawabannya tergantung dari kita masing2 …..

Salamku …..

Artikel sebelumnya tentang dunia internet :


13389913781914281961






Tags:

0 Responses to “ Cerita ‘Nabila’ : Korban Pelecehan Dunia Maya”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks