Kamis, 26 April 2012

Enyahlah, Hai Penyakit!! Jangan Berdenyut Lagi!!!



By Christie Damayanti

13354237971626265653
andiirahma.blogspot.com

Otakku berdenyut lagi! Sakit! Di pikiranku, otak adalah sebuah bendak lembut dan kenyal, berwarna putih dengan banyak pembuluh darah yang berwarna kemerah2an, dengan otak kiriku yang sudah ‘cacat’ yang sebagian warnanya lebih merah dari yang lain karena pernah terendam darah, sering berdenyut, dan membuat kepalaku sakit dan hatiku menjadi ‘down’ karena lelah …..

Apapun yang aku lakukan, apapun perasaan di hatiku - baik sedih, marah, senan atau bahagia - ketika si otak ingin berdenyut, berdenyutlah dia, tanpa ‘memikirkan’ betapa aku sangat menderita ….. Tidak peduli dengan keadaanku, tidak peduli dengan hatiku. Apalagi, ketika aku memang sedang ‘down’ karena suatu sebab, denyutnya akan bertambah keras ….. Tuhan, sakitttttttt …..

Seorang ahli neorolog, dokterku, beberapa kali memeriksaku. Otakku yang berdenyut, selalu yang sebelah kiri bawah, tepat dibawah pembuluh darah otakku yang pecah, sehingga sebagai penderita pasca stroke, aku sangat ngeri jika ada permasalahan di otak kiriku yang sudah ‘cacat’, ngeri karena kemungkiana aku akan mengalami stroke yang kedua …..

Dengan keberadaan kondisiku yang memang seharusnya hati dan pikiranku selalu tenang, aku diminta untuk bersabar, dan menenangkan pikiran. Ketika aku sebelum sakit, pun aku memang sudah sering seperti ini, tetapi karena aku mengabaikan kesehatanku yang malas untuk ke dokter, aku hanya minum sebuah obat keras yang bisa dibeli dimana saja. Bahwa obat itu memang keras, tetapi karena ‘keras’nya, hanya beberapa detik setelah minum obat itu, aku kembali ceria. Dan obat itu adalah ‘candu’ bagiku, biasanya aku bisa minum obat itu 1 strip, 4 tablet …..

Sebenarnya, aku sudah menceritakan tentang aku yang kecanduan obat, dan dokterku dulu memberikan obat yang lain, khusus untukku, tetapi ternyata tidak mempan, sehingga aku kembali lagi ke obat keras itu. Karena jika otakku berdenyut, sungguh, aku tidak bisa melakukan kegiatanku, wajahku pasti memerah, otot leher akan mengencang, dan tensi darahku akan naik tinggi …..

Sekarang, satu2nya jalan, aku diminta memeriksa kepalaku, otakku dengan sebuah alat canggih, kata dokter aku memakai Angio MRA. Apa itu? Aku tidak mengerti. Kedengarannya, agak mengerikan! Bukan hanya itu, jika hasilnya jelek, aku akan di ‘katerisasi’ ( seperti katerisasi jantung, yang belum lama di lakukan papaku yang bermasalah dengan pembuluh darah jantungnya )otak …. Hah??? Aku takut ….. Walau dokter mengatakan, itu aman dan tidak sakit sama sekali! Aaahh, masa’ sih???

MRA (Magnetic Resonance Angiography ) adalah teknik berdasarkan pada pencitraan resonansi magnetic ( MRI ) untuk pembuluh darah. Dounakan untuk menghasilkan gambar dari arteri untuk mengevaluasi stenosis ( penyempitan abnormal ), okulasi atau aneurisma ( pembuluh dilatasi dinding yang beresiko pecah ). Juka digunakan untuk mengevaluasi artesi pada leher dan otak, aorta dada atau perut, arteri ginjal dan kaki. (Wikipedia).

Dari dulu, aku memang sering bermasalah dengan kesehatanku, termasuk tubuhku di suntik atau di infus. Dan yang jelas, dari dulu pembuluh darahku sangat kecil, sehingga jika aku diperiksa darah atau di infus, pasti dokter harus menusuk tanganku beberapa kali, karena pembuluh darahku yang sangat kecil, walau sudah memakai jarum suntik yang terkecil. Dan itu sangat menyakitkan! Sehingga aku sangat trauma, jantungku berdebar serta keringat dinginku bertambah deras …..

Jadi, bagaimana dengan kateter otak? Memasukkan ’slang’ khusus yang terkecil di pembuluh darahku untuk melihat otakku??? Hiiiiiii, sangat mengerikan ….. !!! Adakah cara yang lain??

Aku tidak mau sakit lagi! Tetapi dengan ‘up-down’ kehidupanku, sebagai manusia biasa, apalagi memang aku penyandang pasca stroke, aku tidak bisa berkelit dengan penyakitku. Aku hanya ingin, teman dan sahabat serta saudara, untuk bisa mengerti aku, bahwa aku sebenarnya tidak ingin untuk ‘aneh’ atau ‘lain dari banyak orang’. Tetapi, inilah aku, seorang ‘cacat’ karena stroke, yang otaknya memang benar2 cacat, walau berusaha semaksimal mungkin untuk tetap sebagai Christie yang sebelum sakit ……

Enyahlah, hai penyakit !! Otakku sudah sangat kesakitan, karena terus berdenyut …… GOD !!!



Tags: ,

0 Responses to “Enyahlah, Hai Penyakit!! Jangan Berdenyut Lagi!!!”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks