Kamis, 03 Mei 2012

Lagi-lagi Penutupan Jalan …..





By Christie Damayanti

13360242331402820642
sindonews.com

Lagi2 Jakarta. Sebenarnya, aku cinta Jakarta, secara aku dilahirkan, dibesarkan, sebagian menuntut ilmu dan bekerja di Jakarta. Tetapi, Jakarta sekarang tidak bisa membuat banyak orang ‘jatuh cinta’ kepadanya,  termasuk aku. Cintaku pada Jakarta, tetap berusaha untuk ‘eksis’ disini dan berusaha untuk memperbaikinya, walau hanya sebatas menulis saja …..

Salah satu hal yang membuat aku geregetan, walau memang manusiawi, karena lahan di Jakarta sangat - sangat terbatas, bagi masing2 warga. Tetapi, koq ya sering kali sangat ‘kelewatan’. Yaitu ‘menutup jalan’ padahal itu adalah jalan besar, jalan umum! Jika menutup jalan, ada di sebuah kompleks dan mereka memang dalam sebuah komunitas yang sama, mungkin masih bisa dimaklumi, misalnya karena sedang ada pesta di rumahnya. Itupun, harus ada ijin dari Kelurahan, RT RW setempat. Biasanya, satpam kompleks itu akan menjada di ujung jan dan orang yang mau melewati jalan itu akan bisa memutar, melalui jalan lain.

Tetapi, yang aku ingin bahas adalah jika suatu instansi, atau warga yang ada di jalan besar dan jalan umum, menutup jalan itu, sehingga sangat mengganggu ketertiban umum. Misalnya, di daerah Bukit Duri dekat stasiun kereta Bukit Duri, sering sekali warga menutup jalan tersebut, untuk pernikahan, sunatan, bahkan hanya untuk ‘misbar’ atau ‘dangdutan’, sehingga kendaraan2 yang mau memasuki jalan itu harus memutar lewat jalan Saharjo, atau melalui jalan yang berlawanan, sehingga pasti semuanya ‘crowded’, apalagi jika jam2 sibuk. Tapi, mengapa sering sekali, ya? Hampir setiap minggu, ada penutupan jalan, pun penutupan itu bukan hanya 1 hari saja, tetapi bisa berhari2 …..

Hehehe, memang itu adalah jalan pulang pergiku, jika ke rumah sakit dimana aku menjalani terapi tiap hari, sehingga aku benar2 terganggu dengan adanya ‘jadwal’ penutupan jalan itu.

Ada lagi di terusan Lapangan Roos Tebet, kea rah Kampung Melayu. Itu adalah jalan besar, menghubungkan poros Timur-Barat Jakarta, sebuah jalan yng merupakan jalan utama! Jalan Lapangan Roos ini sangat ramai, tetapi fasilitas jalan ini sangat tidak diperhatikan oleh pemda. Garis Sepadan Bangunan ( GSB ) nya, sepertinya ‘tidak diatur’ dengan baik, sehingga konsep pedestriannya tidak bisa dikatakan nyaman, justru sangat berantakan!

Pun, jika pedestriannya ( sedang ) ada, pasti dipakai oleh pedagangan kaki lima atau untuk parkir sepeda motor, bahkan mobil! Sehingga para pejalan kaki, justru yang ‘minggir’, berjalan di badan jalan. Apalagi, dengan adanya sebuah restaurant import, yang sellu penuh, dengan mobil2 yang banyak, sehingga si pejalan kakinya justru bisa jadi berada di tengah jalan (benar2 di tengah badan jalan, karena mobil2 yang terlalu penuh ) ….. Menurutku, ini termasuk ‘penutupan’ jalan untuk pejalan kaki …..

Di jalan ini, ada 2 mesjid besar, secara daerah itu memang banyak warga Muslim bermukim. Tidak ada masalah sebenarnya, dan warga sekitarnya tetap bisa saling menghormati.

Tetapi, yang di terusan jalan Lapangan Roos ke arah Kampung Melayu, di sebuah instansi, setiap Sabtu mulai jam 7 pagi sampai jam 12 siang, mereka mengadakan bazzaar di jalan depan instansi tersebut. Jalan besar itu sih sebenarnya tidak ditutup, tetapi pedagang dan yang mengikuti bazzaar tersebut tumpah ruah disana, belum lagi angkot, bajaj bahkan Mtro Mini yang ‘ngetem! Uuuhhh ….., jika kita tidak tahu tentang itu, dalam perjalanan sekitar hanya 50 meter, akan memaan waktu sekitar 1 jam! Apapagi jika jam sibuk, macetnya lebih tidak karuan …..

Belum lagi di tempat2 lain di Jakarta ini. Aku yakin sekali, banyak penutupan jalan di jalan umum, tidak ‘diketahui’ aparat setempat, atau hanya ‘tahu sama tahu’. Walau itu sangat mengganggu kendaraan bahkan mengganggu pejalan kaki, pemda sepertinya tidak peduli dengan ‘fasilitas’ untuk lebih baik bagi warga Jakarta …..

Peraturan tentang penutupan jalan, setahuku sudah lama di sosialisasikan.Bahwa, jika kita ingin ‘menutup jalan’ karena untuk pernikahan, ataupun untuk kematian, kita harus melapor, sedikitnya ke Kelurahan serta RT RW setempat, dan aparat pemda harus memberikan solusi, kemana kendaraan atau pejalan kaki untuk memutar. Jika memang tidak ada jalanmemutar atau terlalu jauh, aparat pemda harus memberikan ijin hanya sebagian jalan yang ditutup, sehingga tidk terlalu mengganggu ketertiban umum …..

Tetapi apa yang terjadi selama ini? Aku tidak tahu, apakah instansi atau warga yang menutup jalan ini, sudah melapor, ataukah hanya ‘tahu sama tahu’ saja, bahwa hal ini selalu terjdi untuk suatu kegiatan ? Seperti misalnya, ketika restaurant import tadi, memang selalu penuh, sahingga menutup jalam pedestrian, apakah mereka melaporkannya? Ataukan ’sudah biasa?’

Juga di instansi yang selalu menggelar bazaar dan menutup jalan beras itu, apakah ’sudah biasa’ karena segiatan yang memang selalu dilakukan?

Dan karena kasus di Bukit Duri serrta di Lapangan Roos ini selalu terjadi demikian, banyak kedaraan bermotor ( Metro Mini, mobil, angkot, bajaj dan motor ) pun menjadi seenaknya saja ….. mereka berani untuk ‘menerjang’ arah yang berlawanan, karena menghindari penutupan2 jalan seperti ini …..

*****
Kasus2 di Jakarta memang sudah seperti benang kusut, benar2 kusut. Kadang2 seperti makan buah simalakama, ‘bapak mati jika dimakan, ibupun mati jika tidak dimakan’. Tetapi, paling tidak aku tetap memikirkan, konsep apa yang terbaik bagi semuanya. Ya, memang Jakarta kusut seperti ini salah satunya, karena terlalu banyak ‘manusia’nya, sehingga lahan sangat kurang, ditampah permasalahan2 yang memang sudah menjadi masalah klasik …..

Mencintai Jakarta, bukah hanya bicara di bibir saja, tetapi harus ada sebuah pemikiran, walau itu mungkin tidak bisa membuat Jakarta lebih baik. Tetapi, paling tidak cintaku kepada Jakarta, sangat ingin membuat Jakarta lebih baik, walau hanya dari sebuah tulisan saja …..



Tags:

0 Responses to “Lagi-lagi Penutupan Jalan …..”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks