Jumat, 25 Februari 2011
Kesempatan Kedua : Tuhan ‘Menghidupkan’ Aku Lagi
Jumat, 25 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Dear GOD,
Thank you for giving me 2nd chance in my life to do YOUR mission …..
Sebelum aku sakit sekarang ini, aku
memang tidak pernah bisa diam. Sebagai arsitek yg bekerja pada salah
satu pengembang besar di Indonesia serta menjadi seorang Dosen di sebuah
Universitas swasta, dan sebagai ’single parent’ yg harus menghidupi 2
anak ABG, menjadikan aku terpacu untuk selalu bergerak dan menghasil
uang untuk hidup kami.
Sejak aku belum lulus sekolah tahun
1992, aku juga mulai bekerja. Dan setelah aku lulus arsitek, sebelum aku
meninggalkan Jakarta untuk sekolah lagi, papaku mengajak aku melayani
sebagai arsitek / desainer membenahi sebuah rumah sakit swasta. Tugasku
adalah MELAYANI, artinya adalah berkerja paruh
waktu tanpa dibayar / volunteer. Kami merenovasi bagian2 rumah sakit
itu yg memang perlu diperbaiki dan membuat bangunan2 baru yang benar2
dibutuhkan.
Dan setelah sekian lama aku bekerja
sebagai arsitek di beberapa pengembang, papaku kembali mengajak aku
melayani dan berkarya menjadi seorang Dosen. Malah, papaku ingin aku
bisa sampai menjadi Dekan, karena memang dulu papaku itu yg ‘membidani’
Fakultas Teknik dan menjadi Dekan pertama dimana aku mengajar sekarang.
Semula, aku merasa berat. Bayangkan, aku
baru lulus dan ingin sekali langsung bekerja dan ‘memegang’ uang. Wajar
kan? Setelah lebih dari 22 tahun aku cuma ‘minta’ uang kepada orang
tuaku, sekarang ( waktu itu ) aku butuh mencari uang sendiri dan bisa
‘membelikan’ sesuatu untuk mereka …..
Tetapi papaku mengatakan,
“Tuhan mau kita melayani Nya, sayang, dan percayalah, Tuhan akan selalu memberi kita damai sejahtera …..”.
Dan aku mempercayainya. Papaku adalah
seorang aktifis Gereja sejak sebelum beliau masih sekolah, dimana eyang
kakung ku adalah seorang Pendeta pada jamannya. Dan sekarang, beliau
sudah meninggal dan papaku meneruskan menjadi pelayan Tuhan …..
Dengan kita melayani rumah sakit itu,
ternyata Tuhan memang selalu memberi damai sejahtera. Walaupun kami
tidak berkelimpahan materi, tetapi hidup kami sangat bahagia. Dan
sewaktu aku menjalani beberapa ujian dari Tuhan, rumah sakit inilah yg
‘membantu’ aku dengan fasilitas2 tanpa membayar. Dan, sungguh, Tuhan
mencukupkanku buat hidupku. …..
Aku melayani di Universitas swasta sejak
tahun 1999 sampai sekarang, walau sekarang aku belum bisa mengajar
lagi. Aku tidak memakai gajiku, tetapi aku ‘kembalikan’ lagi untuk
kemanusiaan / Gereja.
Dan hidupku penuh dengan damai sejahtera, melayani adalah memberikan tubuh kita untuk dipakai Tuhan dalam pekerjaan2 Tuhan …..
Dear GOD,
Apakah aku memang harus sakit seperti ini ?
Seperti kesaksian2 ku di Kompasiana ini ( baca Sebuah Kesaksian: Bagaimana Manyikapi dan ‘Berteman’ dengan Stroke Dalam Usia Muda Untuk Menghadapi Masa Depan…( Bagian 1 ) sampai
bagian 6 ), aku sakit sejak Januari 2010 di San Francisco. Dan sampai
sekarang aku sudah kira kira sembuh 80%. Otakku normal tentu, tetapi aku
belum lancar bergerak dan belum lancar berbicara.
Aku sudah bekerja sejak Juni 2010 dan
sudah bisa berjalan sejak Februari 2010. Tetapi aku berjalan masih
tertatih2 dan aku selalu mencari ‘pegangan’, entah dinding atau tangan
teman2ku. Tangan kananku belum bisa aku gunakan, dan setelah bekerja,
aku memakai tangan kiri. Walaupun begitu, aku sudah bisa menulis cukup
bagus, ngetik computer / laptop, Blackberry dan sebagainya dengan cukup
cepat. Dan aku sudah mulai bisa menggambar lagi dengan tangan kiriku.
Hanya tanda tangan dan main piano yang aku belum bisa …..
Ini sebenar2nya adalah otakku sewaktu
aku dinyatakan stroke oleh dokter2 di San Francisco. Strokeku sangat
berat, dan dokter2ku di San Francisco dan di Jakarta belum pernah
mendapat pasen seperti aku. Aku stroke pendarahan. Otak kiriku berwarna
putih, kira kira 20% otak kiriku tergenang darah setelah pembuluh darah
otakku pecah selama 15 menit. Secara medis, aku dinyatakan : tidak bisa
sembuh lagi atau paling tidak, aku dinyatakan lumpuh separuh badan dan
tidak bisa bekerja lagi …..
Ini otak kiriku yg terkena stroke (
yg berwarna putih ). Kira2 sampai 20% otak kiriku terendam darah. Walau
otakku terkena nomor 3, 5, 7, tetapi imbasnya lebih dari itu. Dan yang
titik hitam adalah titik pembuluh darah otakku yg pecah.
Tuhan ….. apakah aku benar2 hanya bisa
duduk dan tidak bisa bekerja lagi ??? Waktu itu, aku sangat pasrah.
Dengan berbekal keyakinan bahwa Tuhan akan selalu memberikan damai
sejahtera dalam hidupku, aku meniti hari2ku, terapi setiap hari dan
selalu berdoa ……
Ketika aku mulai bisa berjalan,
dokter2ku mengatakan,” Ini luar biasa !” Mukjizat Tuhan telah aku terima
… Dan ketika aku benar2 mulai aktifitasku dengan bekerja kembali di
kantorku, ternyata Tuhan tidak hanya menyembuhkanku, tetapi TUHAN ‘MENGHIDUPKAN’ AKU LAGI …..
Aku
lumpuh sebelah kanan. Kaki dan tangan kananku yg paling aku butuhkan,
tidak bisa / belum bisa dipakai lagi ( waktu itu ), seperti di gambar
ini ( yang nomor 2 ).
Seseorang yg sudah ‘dihidupkan’ lagi,
bagaimana harus aku ‘bayar’ jasa2 Tuhan kepadaku? Aku, seorang cacat
stroke yang parah ( walau aku yakin, bahwa aku PASTI bisa sembuh 100% ),
ternyata bisa bekerja lagi, aku bisa menghidupi anak2ku lagi dan aku
bisa MELAYANI TUHAN lagi …..
Beberapa hari ini, seseorang yang
sangat menyayangi dan mencintai aku mengatakan, bahwa Tuhan memang
sangat mencintai aku, sehingga Tuhan ‘menghidupkan’ aku lagi. Dan Tuhan
mempunyai misi dalam hidupku ….. Aku tersentak keras tentang kata2
sahabatku ini. Tuhan, apakah yang Engkau mau dari hidupku ?
Dulu, setelah aku sudah bisa memakai
laptop, aku memang mencari2 data tentang stroke. Dan aku mulai
memebaca2 dan mencari tahu, dan beberapa kali dengan diantar papaku, aku
banyak membeli buku2 tentang stroke. Dan sepertinya, aku mulai
memikirkan, bagaimana aku bersaksi untuk memuliakan nama Tuhan, bahwa Tuhan benar2 mencintaiku dan pasti juga mencintai semua umatnya.
Ternyata, penderita stroke di Indonesia
bahkan di dunia adalah banyak sekali. Dan setelah aku sakit, aku
menghabiskan banyak uang setiap bulannya. Lalu, bagaimana kalau orang2
yg tidak mampu ? Jangankan untuk terapinya, jika tiba2 stroke dan harus
dibawa ke rumah sakit, dengan apa orang2 yg tidak mampu itu membayar MRI
nya ? Atau obat2an dan perawatannya ?
Itulah sebabnya, pendererita stroke
tidak terlihat banyak ( khususnya di Indonesia ), karena tidak terdaftar
di rumah2 sakit. Penyakit stroke belum banyak disosialisasikan di
Indonesia. Seperti kesaksianku, bahwa otak kita terdapat 47 area. Dan
pembuluh darahnya ada beratus2, sangat complicated. Bila salah satu
pembuluh darah otak pecah, dengan deteksi otak ( MRI ) bisa dilihat,
area mana yg terkena dan pembuluh darah mana yg pecah.
Bila pembuluh ‘A’ yg pecah, mungkin area
nomor 1 yg terkena darah, atau yg terkena darah area nomor 4 dan 8,
atau nomor 40, 46 dan 47, aku tidak tahu persis. Tapi yg jelas,
variasinya sangat banyak. Dan otakku pembuluh darah yg pecah selama 15
menit dengan area yg terkena nomor 3, 5, 7 dan ‘imbasnya’ sampai 20% …..
Dan kata2 ini membuat aku terhenyak,
“Inikah yg Engkau mau,
Tuhanku? Apakah Engkau memang mau, aku melayani Mu dengan membantu
orang2 yg tidak mampu untuk mengobati stroke-nya? Benarkah, Tuhan ?”
Aku tahu, Tuhan tidak akan menjawabnya,
tetapi aku tahu, Tuhan memang mau, kita semua melayani sesama, seperti
yg kami lakukan sebelum ini. Sejak saat itu, aku semangat sekali untuk
mewujudkan salah satu misi Tuhan. Memang itu tidak mudah. Masalah yg
menghadang banyak sekali, terlebih, aku masih belum trampil ‘mobile’
dan harus selalu ditemani ( biasanya ditemani papaku ). Padahal, dulu
aku terkenal tidak pernah berhenti bergerak. Dan cerewat sekali. Tetapi
memang ternyata Tuhan mau merubahku dan Tuhan mau memakaiku untuk misi
Nya di salah satu tempat didunia ini.
Misiku pasti : Aku ingin
meng-sosialisasikan tentang stroke. Aku ingin menggandeng dokter2,
pakar2 ahli syaraf serta terapist2 hadal untuk bekerja buat Tuhan. Aku
ingin mencari donatur2 untuk ikut dalam proyek Tuhan ini. Aku ingin
membawa orang2 yg tidak mampu untuk berobat dan menjalani terapi. Dan
aku benar2 ingin ber-kesaksian bahwa Tuhan benar2 sangat mencintai kita
semua, salah satunya dengan ‘menghidupkan’ ku kembali, dengan memberi
aku kesempatan kedua dalam hidupku …..
Waktu Tuhan dengan waktu kita memang
tidak sama. Dengan melalui lebih dari 40 tahun dan memberiku sakit
berat, ternyata Tuhan mau memakaiku untuk melayani sesama lebih dari yg
aku perbuat sebelum ini. Jalan Tuhan sangat berliku. Sekarang, saatnya
aku melayani Tuhan dengan lebih baik lagi ….. karena Tuhan mau, dengan
melayani Tuhan, kita memuliakan nama Nya dan selalu bersekutu dengan Nya
…..
Puji Tuhan ….. Haleluyah …..
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Kesempatan Kedua : Tuhan ‘Menghidupkan’ Aku Lagi”
Posting Komentar