Senin, 28 Februari 2011
Bao Mao Garden, Taman di Guangzhou Jaman ‘Judge Bao’
Senin, 28 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Dengan
perlengkapan untuk survey arsitektur dan lingkungannya, aku membawa
keluargaku berlibur ke China. Sasarannya adalah : bangunan2 bersejarah
dan landscape serta steetscape China. Ada bberapa tempat yg aku kunjungi
antara kota Shenzhen dan Hong Kong. Perjalan dari Shenzhen ke Hong Kong
melalui nenerapa kota yg menarik. Diantaranya kota Guangzhou.
Guangzhou
merupakan ibu kota Provinsi Guangdong ( disebut juga Kwangtung atau
Canton ), sebagai kota tua yang banyak menyimpan berbagai peninggalan
sejarah dan budaya. Kota yang luasnya mencapai 7.343 km persegi ini,
terbagi dalam 10 distrik dan dua kabupaten dengan penduduk 10 juta
jiwa–memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Kekayaan
seni dan budaya serta peninggalan sejarah masa lalu merupakan salah
satu daya tarik Kota Guangzhou. Di kota ini, kita bisa menyaksikan
berbagai objek wisata menarik. Jumlahnya tak kurang dari 150 buah. Meski
Five Rams Statue merupakan lambang dari kota Guangzhou, lokasi wisata
lainnya yang perlu kita kunjungi adalah Taman Panyu Bao Mao Garden.
Daerah
ini disebut daerah Panyu, berjarak sekitar 40 km dari Guangzhou. Panyu
adalah suartu tempat yang indah dan sangat asri. Ada beberapa tempat
obyek wisata yaitu Bao Mao Garden dan Lotus Garden. Aku menuju Bao Mao
Garden. Taman ini dibangun sebagian untuk mengenang Patih
Bao yang dikenal jujur dan berani. Di sini juga terdapat sejumlah kolam
ikan koi, bangunan-bangunan dengan ornamen China yang indah serta museum
seni.
Begitu
kami turun dari bus tur, aku langsung terpana dengan kemegahan
‘entrance’ nya. Aku benar2 menyukai arsitektur. Bukan hanya bangunan2
modern seperti yg aku desain selama ini, tetapi bangunan2 tua, baik
tradisional Indonesia, Eropa dan China ! Dan Negara China saa sekali
todak kalah menarik dari bangunan2 tua di Eropa …..
Peta Bao Mao Garden
Dengan
hanya berwarna abu2 / warna semen, bangunan gerbang ini tidak kalah
megahnya dibanding gerbang2 lain yg biasanya berwarna merah.
Di
taman yang dibangun pada zaman Dinasti Qing ini antara lain juga
terdapat patung Patih Bao, di Indonesia dikenal lewat film Judge Bao
yang terkenal jujur, serta patung-patung peninggalan dinasti Ming, Sung,
dan China, serta lukisan-lukisan kuno Buddha.
Disambut
dengan ‘selasar’ berwarna merah ( kayu2 tua yg – sayang sekali – bukan
di ‘kuas atau paling tidak di melamik dengan warna merah, tetapi
‘dicat’. Bedanya adalah : kalau di kuas / di melamik warna apa saja,
urat2 kayunya kelihatan, bahan lebih bisa menonjolkan urat kayu menjadi
kehitam2an. Tetapi kalau ‘dicat’, urat kayunya tertutup, sehingga sosok
kayunya menjadi ‘rusak’.
Banyak
pohon2 bonsai, dan yg terbesar di taman ini, adalah yg di foto ini.
Indah bukan? Antara bangunan2 di taman ini selalu dihubungkan dengan
selasar.
Ada
sebuah kolam yang sangat besar, tetapi di bagi menjadi beberapa bagian
dan saling berhubungan dengan adanya jambatan atau dengan bangunan yg
‘menjorok’ ke dalam kolam. Di kola mini terdapat banyak sekali ikan Koi
dan besar2. Ikan2 Koi ini tidak takut dengankita. Bila kita mendekat
untuk member makan, ikan2 itu menghampiri dan kita bisa ‘membelai’
kepala ikan2 Koi itu.
Kolam
ikan ini adalah yg terbesar. Terdapat jembatan penyeberangan dan kita
juga bisa berperahu ( tour perahu ). Tetapi karena hari agak mendung,
penyewaan perahu tidak dibuka. Sebenarnya kolam2 di taman ini sambung menyambung, hanya di sekat2.
Anak2ku
sangat senang. Dengan membawa makanan ikan, mereka melempar makan2an
itu dan ikan2 Koi itu berebut mengambilnya. Sangat menyenangkan, dengan
ikan2 sebanyak itu, kita bisa mengamati sebuah ‘dunia ikan’ ….. hanya
melihat saja, kita merasa tenang dan damai …..
Beberapa
dinding bangunan atau pagodanya terdapat lukisan keramik yg
menggambarkan peperangan pada jamannya. Aku tidak tahu, apakah lukisan2
keramik ini dibuat pada jaman Dinasti Qing, atau jaman sekarang, karena
bahannya modern ( keramik ).
Ada
satu lukisan, sepertinya lukisan ini benar2 terbuat dari kayu tua, dan
mungkin dibuat jaman Dinasty Qing. Panjang lukisan itu, aku tidak tahu,
tetapi lihat saja, panjang sekali …..
Di
sekeliling taman ini, bukan hanya pohon2an tetapi banyak barang2 dan
dekorasi2 khas China. Seperti tempayan besar, aksara2 China, gambar2 dan
desain dekoratif China. Di tengah taman ini, ada suau museum tentang
Dinasty Qing. Koleksinya dari boneka2 dengan pakaian pada jamannya,
sketsa2 dan beberapa konsep desain tentang taman itu, beberapa aksara
China yg aku tidak mengerti dan ‘artwork’ seperti patung2 dan tempayan2.
Ini
adalah salah satu desain arsitektur China yg luar biasa. Detailnya
cantik sekali. Gambar dan tulisannya dibuat di atas material khusus di
atas warna putih dengan warna2nya memang menjadi menyolok sekali …..
warna merah …..
Desain
detailnya di beri warna keemasan dengan member bukan hanya ‘cat’ tetapi
di beri ‘bubuk emas’ ( bubuk khusus yg dipakai oleh desainer2 bangunan,
biasanya untuk interior. Contoh seperti barang2 interior ukir dari Jawa
/ Jepara ).
Di
bagian belakang taman ini, ada tempat untuk duduk2, bukan di selasar,
tetapi meja kursi / bangku yg dibuat dari marmer. Jika kita duduk di
bangku ini, kita merasa bukan hanya ‘sejuk’ tetapi ‘dingin’ karena
marmer adalah material penghantar dingin, dipakai di rumah2 tropis
karena membuat dingin.
Bunga2
di China sepertinya tidak ‘melihat’ ini bulan apa, tetapi bunga2 itu
mekar sepanjang musim ( kami kesana akhir bulan November, sudah musim
dingin ).
Taman
Bao Mao adaah taman yg lengkap : pepohonan, tanaman dan landscape khas
China, arsitektur khas China sampai dengan detail2 yg khusus. Konsep
taman khas China, dengan kolam2 ikan sangat cantik dan indah.
Jalan2
di taman ini tidak cukup hanya 1 hari. Tetapi perjalan kami masih
panjang. Jadi kami bersiap masuk bus untuk melanjutkan perjalanan menuju
Hong Kong.
Tags:
Jalan-Jalan
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Bao Mao Garden, Taman di Guangzhou Jaman ‘Judge Bao’”
Posting Komentar