Senin, 01 Juli 2013

Dalam 3 Hari Saja, Pak Didin Insan Pasca Stroke Sudah ‘Sembuh!’



By Christie Damayanti

13726555142128708330

Mas Yudha, aku, Bu Silvi dan pak Didin …..

Tidak disangka, pak Didin ( lihat tulisanku Pak Didin, Stroke Survivor yang Mulai Bangkit dari Keterpurukannya ) sangat menyambut baik undanganku untuk siaran bersama di program ‘Weekend Spirit’ di Radio Pelita Kasih ( RPK ) 96.3 FM hari Sabtu tanggal 29 Juni 2013 kemarin. Beliau berseri2 ketika kami pulang, Kamis kemarin dari rumah beliau. 

Dan Sabtu kemarin, aku dan Michelle menjemput mereka ( pak Didin dan bu Silvi ) dengan taksi ( karena mobilku harus di service dan supirku yang mengurusnya ) ke Rawamangun untuk membawa mereka ke RPK di Jl Dewi Sartika, Cawang.

Jam 3.30 kami sudah sampai di studio. Dengan tertatih aku dan pak Didin menaiki tangga setinggi 2 lantai ke studio, sambil bercanda dan riang menyambut siaran ini. Aku sih sudah terbiasa naik turun tangga, di kantor dan pekerjaanku atau di rumahku serta di RPK ini, termasuk setelah lumpuh ini. Tetapi pak Didin? 

Beliau adalah insan pasca stroke yang sempat depresi, putus asa dan marah kepada lingkungannya dan kepada Tuhan! Beliau hanya berkutat dengan kemarahannya dengan berdiam diri dirumahnya selama 5 bulan sejak beliau mendapatkan dirinya stroke ( penyumbatan pembuluh darah ada otak kirinya ) akhir Januari 2013 lalu. Tetap9i pak Didin mampu untuk mendakinya …..

Dengan terseok, pak Didin sampai juga di atas lantai 2. Dibantu bu Silvi untak memegang tubuh pak Didin serta seorang security RPK yang mengangkat kaki kanannya yang lumpuh, beliau terlihat capek tetapi ….. Ya Tuhan! Semangatnya sangat luar biasa!  

Sebuah semangat yang aku sangat tahu, semangat itu datangnya dari Tuhan! Roh Kudus sudah memenuhi jiwa dan raga serta hati pak Didin. Puji Tuhan!

1372655711433111028
13726557781928798236

Kaki kanan pak Didin, masih susah untuk melangkah, apalagi untk naik tangga! Tetapi Kasih Tuhan membimbingnya, Puji Tuhan!

Nafasnya yang memburu dan wajahnya yang memerah dan sumringah serta senyumnya yang selalu mengembang setelah Kamis kemarin ( di tegaskan dan di amini oleh bu Silvi istrinya ) terus berbunga, membuat aku terus bersyukur atas berlimpahnya kasih Tuhan kepada beliau. Bayangkan, 5 bulan belian terpuruk karena depresi dan marah kepada Tuhan, tidak mau melakukan ‘pemulihan diri’ dalam pikirannya serta hanya berkubang dengan kelumpuhannya, tetapi 

Kasih Tuhan sekarang benar2 memancar dengan nyata lewat senyum dari hati pak Didin yang paling dalam …..

Security itu juga membantu mengankat kursi roda pak Didin karena beliau lebih nyaman duduk di kursi rodanya sendiri dibanding dengan kursi2 biasa. Masih ada 1/2 jam kami menunggu mulainya program dan kami berbincang dari hati ke hati, termasuk dengan mas Yudha, host program acara ‘Weekend Spirit’. Air mata pak Didin terus mengalir jika beliau menyatakan penghargaannya yang amat sangat kepadaku yang ( katanya )  seorang malaikat  yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk membukakan hatinya dalam pemulihannya.

“Ah pak Didin, aku bukan siapa2, aku bukan malaikat. Aku hanya Christie yang juga lumpuh 1/2 tubuh sebelah kanan, dan aku tidak bisa apa2 untuk membantu bapak. Aku hanya tergerak untuk menemani bapak dan membantu bapak untuk bangkit. Tuhan sudah memberikan berkat yang luar biasa untukku, mengapa aku tidak membaginya? 

Aku ingin membaginya untuk orang lain, pak. Aku ingin menemani bapak bangkit dalam keterpurukan. Itu saja, pak. Dan kita bisa bersama2 memerangi keterpurukan juga bersama dengan Tuhan …..”

***
Siaran sore itu memberikan kesan yang dalam di hatiku juga di hati pak Didin dan bu Silvi. Mas Yudha memberikan porsi besar untuk pak Didin mencurahkan isi hatinya. Karena temanya adalah “Bangkit dari Keterpurukan”, dan Tuhan sudah mengangkat hati pak Didin serta Roh Kudus sudah berdiam di jiwanya. 

Aku hanya tersenyum dan sangat berbahagia, ketika pak Didin dengan ‘lancar’ ( bicaranya seperti aku dulu, mulut terasa kaku ) bercerita bagaimana beliau dalam keterpurukannya dan bagaimana beliau selalu sedih, putus asa dan depresi. Tetapi wajahnya berubah dengan seketika, ketika beliau mengungkapkan perasaannya waktu beliau SMS radio ini pada waktu aku siaran minggu lalu. Dan aku langsung membalasnya serta langsung janjian aku datang ke rumah pak Didin.

1372655964442606372
13726558721725700253
Pak Didin mencurahkan isi hatinya di siaran sore itu ……
13726560891493304946
Dan bu Silvi pun ternyata tergerkak ntuk bersaksi tentang Pak Didin …..

Bahkan bu Silvi yang semula tidak mau bicara di radio, justru belia banyak bercerita ketika beberapa kali ketakutan karena mengalami ‘perlakuan kasar’ pak Didin. Kami, terutama aku, sangat mengerti bahwa begitaulah kami, insan pasca stroke!  

Seseorang yang terserang stroke, jiwanya mengalami kehancuran dan bisa saja kami akan ‘berubah’, kasar, pemarah sampai bisa memaki karena emosinya tidak stabil, walau bukan maksud kami untuk melakukan itu. Itulah juga aku sering mengatakan pada tulisan2ku, bahwa ’stroke itu sangat mengerikan!’.  

Dari seseorang yang sangat sabar menjadi seseorang yang depresi dan pemarah! Dan orang2 terdekatlah yang harus bisa mengerti serta terus melayaninya. Dari kegiatan fisik pribadinya sampai menerima ‘kemarahan2′nya. Dan bu Silvi sudah membuktikan dirinya dalam Kasih Tuhan, begitu juga Valentino yang terus mendampingiku sebagai insan pasca stroke yang sering ‘memendam emosi’ yang juga sering tak terkendali walau tidak seperti itu yang kami mau lakukan ……

13726561471920945558
137265620151236155
Perbincangan seru tentang ‘keterpurukan’ yang sudah bangkit karena Kasih Tuhan!

Mas Yudha pun, aku perhatikan wajahnya menerawang jauh, entah apa yang dia pikirkan. Seorang host yang biasanya periang dalam memanduku dalam program ini tiap Sabtu, tetapi sore itu dia ( mungkin ) mulai terpikir tentang sesuatu …..

*Mas Yudha, ada apa?

Tapi secara garis besar, siaran sore itu sangat berhasil terutama bagi pak Didin. Semangatnya tumbuh dan berkembang. Dengan banyak SMS serta 2 orang penelpon ( terima kasih pak Bobby dan pak Yakonus yang lanfsung menelpon beliau dan terima kasih bu Roos yang berkali2 SMS untuk menyemangati beliau ) yang menyemangati pak Didin untuk terus maju dan bergerak, menjadikan beliau benar2 kembali menjadi pak Didin yang dulu, yang masih semangat walau umurnya yang menua …..

Setelah siaran selesai, Mas Yudha mengantarkan kami pulang ke rumah masing2 dan sungguh, malam itu aku tidur dengan senyum dalam kebahagiaan. Pak Didin sudah ’sembuh’, itu yang penting! Hati dan jiwanya! Fisiknya akan menyusul kemudian, karena fisik hanya ‘baju’ saja dan fisik akan menyusul jika hati dan jiwa berada dalam Tuhan …..

Selamat datang LAGI pak Didin ( karena aku tahu sekali, bahwa pak Didin dari dulu adalah anak2 Tuhan juga ), dalam komunitas kami sebagai anak2 Tuhan. Dan Tuhan Yesus akan terus dan selalu memberikan berkat yang luar biasa untuk hidup kita, jika kita terus percaya …..

Terima kasih, Tuhan Yesus …..

Tags: ,

0 Responses to “Dalam 3 Hari Saja, Pak Didin Insan Pasca Stroke Sudah ‘Sembuh!’”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks