Kamis, 18 April 2013
Ya, Aku Pernah Berada di Titik Nol, Bahkan Bukan Cuma Sekali Ini Saja …..
Kamis, 18 April 2013 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
www.pardot.com
Terima kasih untuk sahabatku yang menulis ini Pernahkah Anda Berada di Titik Nol? …
Ya, benar mas Erri. Aku pernah berada di
titik nol. Bahkan bukan hanya 1 kali, melainkan berkali2. Cerita ini
akan aku buku-kan, segera!
Seperti cerita mas Erri, 3 tahun lalu
aku benar2 berada di titik nol, bahkan lebih buruk lagi! Aku berada di
titik minus ( - ), karena jika aku berusaha untuk bangkit, aku akan
terus ‘turun’, berambah minus ( - ) sampai akhirnya aku akan hanya diam
seribu bahasa, hidup enggan, tetapi Tuhan belum menjemputku …..
Ketika mas Erri menyebutkan tentang
‘bagaimana aku bisa bicara’, aku hanya tersenyum. Bagaimana tidak. Bukan
hanya mas Erri yang bertanya kepadaku tentang hal ini. Beberapa
sahabatku pun bertanya tentang itu. Sebelum aku sakit, aku memang sangat
cerewet, tetapi bicaraku tidak untuk berbicara di depan publik yang
mendengarkan dengan ’senang hati’.
Artinya, aku berbicara dengan keras,
mencoba dan berlomba dengan waktu untuk deadline2 pekerjaanku, sehingga
bicaraku akan terlalu cepat! Pun jika aku berbicara sebagai dosen, aku
yakin mahasiswa2ku mungkin ‘terpaksa’ mendengarkanku berbicara didepan
kelas, secara aku tidak pernah membawa catatanku.
Lalu bagaimana sekarang?
Aku tidak tahu,
ketika aku bisa berbicara dengan ‘lancar’ dan ( aku melihat sendiri )
banyak orang mengusap mata, mendengar aku berbicara ….. sehingga kadang2
suaraku juga sedikit bergetar, merasakan kehebatan Tuhan dalam hidupku
…..
Tuhan mengijinkan aku untuk sakit,
sangat berat dan kemungkinan tidak mampu untuk bangkit lagi, yang
dituturkan langsung oleh dokterku di Amerika. Aku lumpuh separuh tubuh,
dan tidak bisa bicara. Tetapi, aku sangat heran! Dengan keterbatasan
berkata2, bahkan sampai hari ini ( sejujurnya, aku masih susah berkata2
dan otakku seakan2 pecah jika aku paksa diriku untuk berbicara karena
keterbatasan otakku yang memang sudah cacat ), tetapi Tuhan JUSTRU MENGIJINKAN AKU BISA MELAYANI DENGAN BERBICARA …….
Tuhan memang benar2 luar biasa! Siapa yang sangka? Berkata2 adalah membuat aku pusing karena otakku sudah cacat, tetapi justru BERKATA2 MERUPAKAN ALAT UNTUK MELAYANI.
Tuhan membuat aku bisa berbicara di banyak komunitas untuk membuat
orang2 termotivasi. Di even2 besar, di radio2 atau juga di televisi.
Dan
ketika pada saat itu aku harus berbicara dimanapun, aku selalu meminta
maaf kepada audience, karena kemungkinan bicaraku terbata2 atau kadang2
juga tergagap-gagap, karena seringkali aku tidak mampu mengeluarkan apa
yang harus aku katakan, karena ( lagi2 ) otakku yang memang sudah cacat
karena stroke …..
Karena aku merasa masih susah untuk
berbicara dan berkata2, aku mulai memilih berkomunikasi dengan menulis.
Ketika aku mulai bisa menulis, lebih baik dari pada berkata2, menulislah
cara aku berkomunikasi pertama kali. Menulis dalam artian juga dengan
menggambar.
Waktu itu, aku sangat berat untuk berbicara dan berkata2,
dan aku berusaha untuk lebih baik dengan menulis. Jika dulu aku
berbicara, sangat susah untuk mengeluarkan apa yan aku ingin katakan,
menulislah cara yang lebih cepat!
2 minggu aku belajar untuk membuka
Blackberry ku pertama kali aku mendapatkan Blackberry ku sepulangku dari
Amerika. Bingung. Bagamana ya, cara membuka bb? Bagaimana cara
mengetiknya? Bagaimana … bagaimana … bagaimana …….. semua bagaimana …..
Otakku pusing tujuh keliling. 2 minggu
aku benar2 belajar cara mengoperasikan bb ku. Sehingga ketika aku
pertama kali mengetik di bb, aku senang bukan kepalang …… ya, aku
kembali sebagai anak2 yang bahagia bisa mengetik di bb nya, dan memakai
tangan kiri karena tangan kananku lumpuh ……
Dari dari situ, aku mulai terus menulis,
untuk terapi otakku. Terus dan terus ….. bukan untuk sebuah prestasi,
tetapi benar2 untuk terapi otak. Karena otakku yang memang cacat, harus
terus di terapi untuk bisa terus ‘bekerja’ dan berkegiatan.
Tidak ada keinginanku untuk mengukir
prestasi lewat berbicara dan menulis. Buatku ( bahkan sampai sekarang
ini ), itu adalah hal yang mustahil! Bahwa aku berusaha keras untuk
bekerja adalah UNTUK MASA DEPAN ANAK2KU, bukan
untuk mencari uang banyak demi kesenangan duniawi. Karena aku sadar,
hidupku sudah jauh tertinggal dengan kehidupan orang2 lain. Sehingga
keinginan untuk berpacu mengukir prestasi, tidak pantas untukku.
Keinginanku adalah hanya untuk bertahan hidup demi kehidupan anak2ku …..
Tetapi Tuhan memang sangat luar biasa!
Ketika aku benar2 berada di titik minus, Tuhan mampu membalikkan
semuanya! Dari aku tidak bisa berbicara, tidak bisa menulis, Tuhan mampu
membuat aku bisa berbicara, bahkan mampu membuat buku! Aku tidak
mengerti! Sungguh, aku tidak mengerti! Bahkan sampai saat ini, aku masih
bingung, bahwa aku mampu menjadi seperti ini, walaupun bukan untuk
mengukir prestasi, Tuhan merubah semuanya …… Puji Tuhan …..
***
Jika sahabat2 kompasianer ataupun semua
orang mendukung aku, setidaknya lewat doa, aku mampu bertahan. Terima
kasih semuanya ….. Dengan keterbatasanku seperti sekarang ini, aku
ternyata mampu untuk menjalankan kehidupanku lagi. Bahkan dengan
berpulangnya papa bulan lalu, ternyata sahabat2 dimanapun, tetap
mendukung aku, sehingga aku tetap mampu untuk bertahan, sesuai dengan
apa yang Tuhan inginkan untuk aku perbuat …..
Terima kasih, Tuhan. Sungguh luar biasa karya MU!
Terima kasih, sahabat … terima kasih ….
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Ya, Aku Pernah Berada di Titik Nol, Bahkan Bukan Cuma Sekali Ini Saja …..”
Posting Komentar