Selasa, 16 April 2013
Aku, Papa dan Lingkungan
Selasa, 16 April 2013 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Dokumen Pribadi
————————————————————————————————————————
Mengapa aku sangat terobsesi dengan
lingkungan dan alam? Mengapa aku sangat peduli dengan tempat kita
tinggal, Jakarta khususnya? Dan mengapa aku sangat peduli dengan
kehidupan, termasuk hewan dan tumbuhan? Semuanya karena pengajaran papa,
sejak dulu sampai sekarang …..
Ketika aku kecil, belum mengerti apapun,
papa sudah mengajarkan aku untuk peduli dengan lingkungan sekitar.
Tidak rumit. Dulu, aku ingat sekali, orang tuaku memelihara seekor
kucing. Hanya seekor kucing kampung, tetapi karena orang tuaku peduli
dengannya, kucing itu betah tinggal di rumah dan kami sering bermain
bersama, sementara beberapa temanku justru ‘menyiksa’ binatang2 liar (
anjing dan kucing ) dengan cara melempar mereka atau menendang mereka
…..
Aku dan kucingku yang pertama …..
Walau orang tuaku tetap tidak bisa
bermain dengan hewan2 peliharaan kami, toh mereka mengijinkan aku terus
menyayangi mereka. Dari kecil sampai pada akhirnya belasan tahun
kemudian, kami memelihara 16 ekor anjing, 3 ekor kucing, belasan ekor
kelinci, belasan ekor tikus putih, 4 ekor kura2, puluhan ekor ikan hias
dalam kolam, puluhan ekor burung dari beberapa macam serta 2 area taman
dengan banyak jenis tanaman di rumah kami. Dan kami hidup rukun dengan
makhluk hidup selain manusia, yang diberikan Tuhan untuk kami pelihara
…..
Salah satu anjing Siberian Husky, peliharanku, My Bluei …..
Ketika papa bisa membeli sebidang tanah
pertanian di wilayah Gadog, Bogor, kami sangat bersyukur. Mama sangat
antusias untuk menanami banyak tanaman dengan sistim terasering, setelah
panen padi selesai dan sebelum mulai menanam padi lagi. Panen2pun dari
banyak jenis tumbuhan, menjadikan berkat bagi banyak orang. Papa juga
mencari bibit ikan untuk di pelihara. Hasilnyapun menjadi berkat bagi
banyak orang.
Terakhir, papa membeli bibit kambing untuk dipelihara,
sehingga dalam beberapa tahun, kami sedikit dikenal sebagai ‘juragan
kambing’, khususnya untuk Hari Raya Idhul Adha.
Kegiatan dengan alam, juga ditularkan oleh papaku untuk anak2ku, di Cipayung …..
Sebidang tanah kami, tidak dijadikan
villa dengan hanya taman2 bermain dan banyak mobil tetapi kami
membangun ‘dangau’ dengan material asli alam dan sangat bersahabat
dengan alam. Bahkan jika mandi, masing2 dari kami harus menimba air di
sumur kami dulu …..
Anak2ku ikut bersahabat dengan kambing2 kami, ketika kami mejadi ‘juragan kambing’ …..
Anak2ku selalu dan senang bermain di alam terbuka. Salah satunya, dukungan dari papa …..
Kecintaan orang tuaku kepada alam dan
lingkung, terutama mama, menjadikan kami, khususnya aku, sangat peduli
dengan mereka. Kasihku kepada semua jenis binatang, mungkin itu juga
yang membuat ‘bau tubuhku’ dikenal oleh beberapa jenis binatang,
khususnya anjing dan kucing, hihihi ……
Sehingga anjing dan kucing selalu
‘nurut’ dengan panggilanku, bahkan anjing2 galakpun jika aku panggil,
sorot matanya akan melembut dan ekornya akan terkulai dan mulai
dikibas2kan ke arahku …..
*entah benar atau tidak, aku tidak tahu*
Mungkin memang hanya aku yang mengikuti
papa tentang kepedulian yang amat sangat tentang binatang, alam serta
Jakarta sebagai tempat tinggal kita. Sejak kecil seperti yang aku
tulisakan di beberapa link di Kompasiana, papa sering mengajakku untuk
berdiskusi tentang Jakarta dan lingkungan hidup kita. Sebagai arsitek
dan ‘urban planner’, kami sering membicarakan tentang apa yang kita
lakukan untuk hidup lebih baik di Jakarta.
Terlebih ketika pasangan
Jokowi-Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, kami
berdua, aku dan papa, seperti berlomba untuk menulis dan memberikan
banyak ide bagi pemda DKI melalui media sosial, email bahkan sms kepada
Jokowi-Ahok. Dan dengan berkat Tuhan, kami ( aku dan papa) bersinergi
untuk membangun tembok kokoh untuk berusaha berbuat yang terbaik untuk
Jakarta, demi keberlangsungan hidup sehat dan aman di Jakarta.
Bagi papa sendiri, walau papa tidak bisa
dan tidak mempunyai waktu untuk melakukan kegiatan yang berhubungan
dengan alam dan lingkungan, pemikiran papa mampu dan berhasil menjadikan
kami, terutama ibu, untuk mengembangkan sayapnya dalam menata alam
banyak tanaman di rumah kami, sehingga, sungguh kami sendiri dan banyak
orang yang sempat ke rumah kami mengatakan bahwa rumah kami sangat
nyaman dengan hijau daun segar serta kolam ikan yang mengalir dan air
mengucur dari tebing2 buatan …
Dan sebuah aquarium besar dengan
ekosistim air tawar, menawarkan pemandangan yang adem dan sangat asri,
menambah kenyamanan rumah kami ……
Pandangan taman di rumah kami. Mama sangat senang berkebun, dan ini lah hasilnya …..
Bagaimana dengan aku? Dengan pengajaran
papa, aku tumbuh disiplin dengan kepedulian tentang alam dan lingkungan.
Salah satu peninggalan papa terakhir sebelum beliau dijemput Yesus,
adalah kami, aku berdua dengan papa, sedang berupaya untuk bertemu
dengan Jokowi-Ahok demi Jakarta untuk lebih baik. Sayang, Yesus dsangat
mencintai papa, sehingga rencana kami belum sempat terlaksana.
“Pa, aku akan meneruskan cita2 kita, yaitu membuat Jakarta lebih
baik, yaaaa ….. Dengan bertemu banyak tokoh2 yang bisa menginspirasi,
aku berjanji untuk menyelesaikan permulaan yang sudah papa tanamkan
dalam hidupku …..”
***
Tidak ada habisnya, inspirasi2 yang papa tanamkan dalam kehidupan kami,
terutama aku. Semuanya pasti akan menjadikan lebih baik. Pemikiran2 papa
sangat maju, bahkan sejak sebelum banyak orang peduli dengan lingkungan
kita, papa sudah bisa mempresentasikan ide2nya, setidaknya di kehidupan
kami. Bahkan beberapa orang sudah sering mengatakan bahwa ide2 dan
konsep papa tentang lingkungan, sangat jauh berkembang, melebihi
jamannya.
Misalnya, tentang reklamasi, papa sudah mempresentasikannya
mulai tahun 1970-an, dimana jangankan tentang reklamasi dengan ‘kata
reklamasi’ masih asing di Indonesia, kota Jakartapun belum banyak
berkembang …..
Papa … Sungguh, begitu luar biasanya papa bagi kami. Dan kami sangat mengasihimu …..
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Aku, Papa dan Lingkungan”
Posting Komentar