Selasa, 16 April 2013

Aku, Papa dan Lingkungan



By Christie Damayanti

13660955301094852194
Dokumen Pribadi















————————————————————————————————————————

Mengapa aku sangat terobsesi dengan lingkungan dan alam? Mengapa aku sangat peduli dengan tempat kita tinggal, Jakarta khususnya? Dan mengapa aku sangat peduli dengan kehidupan, termasuk hewan dan tumbuhan? Semuanya karena pengajaran papa, sejak dulu sampai sekarang …..

Ketika aku kecil, belum mengerti apapun, papa sudah mengajarkan aku untuk peduli dengan lingkungan sekitar. Tidak rumit. Dulu, aku ingat sekali, orang tuaku memelihara seekor kucing. Hanya seekor kucing kampung, tetapi karena orang tuaku peduli dengannya, kucing itu betah tinggal di rumah dan kami sering bermain bersama, sementara beberapa temanku justru ‘menyiksa’ binatang2 liar ( anjing dan kucing ) dengan cara melempar mereka atau menendang mereka …..

1366095764350304518
Aku dan kucingku yang pertama …..

Walau orang tuaku tetap tidak bisa bermain dengan hewan2 peliharaan kami, toh mereka mengijinkan aku terus menyayangi mereka. Dari kecil sampai pada akhirnya belasan tahun kemudian, kami memelihara 16 ekor anjing, 3 ekor kucing, belasan ekor kelinci, belasan ekor tikus putih, 4 ekor kura2, puluhan ekor ikan hias dalam kolam, puluhan ekor burung dari beberapa macam serta 2 area taman dengan banyak jenis tanaman di rumah kami. Dan kami hidup rukun dengan makhluk hidup selain manusia, yang diberikan Tuhan untuk kami pelihara …..

13660958172011316918
Salah satu anjing Siberian Husky, peliharanku, My Bluei …..

Ketika papa bisa membeli sebidang tanah pertanian di wilayah Gadog, Bogor, kami sangat bersyukur. Mama sangat antusias untuk menanami banyak tanaman dengan sistim terasering, setelah panen padi selesai dan sebelum mulai menanam padi lagi. Panen2pun dari banyak jenis tumbuhan, menjadikan berkat bagi banyak orang. Papa juga mencari bibit ikan untuk di pelihara. Hasilnyapun menjadi berkat bagi banyak orang. 

Terakhir, papa membeli bibit kambing untuk dipelihara, sehingga dalam beberapa tahun, kami sedikit dikenal sebagai ‘juragan kambing’, khususnya untuk Hari Raya Idhul Adha.

13660958791555778772
13660960021062619712
Kegiatan dengan alam, juga ditularkan oleh papaku untuk anak2ku, di Cipayung …..

13660964331943534199
1366096547413327065

Sebidang tanah kami, tidak dijadikan villa dengan hanya taman2 bermain dan banyak mobil tetapi kami membangun ‘dangau’ dengan material asli alam dan sangat bersahabat dengan alam. Bahkan jika mandi, masing2 dari kami harus menimba air di sumur kami dulu …..

13660961491139720557
13660963091546333709
Anak2ku ikut bersahabat dengan kambing2 kami, ketika kami mejadi ‘juragan kambing’ …..

13660967021862100035
13660970291548954171

Anak2ku selalu dan senang bermain di alam terbuka. Salah satunya, dukungan dari papa …..

Kecintaan orang tuaku kepada alam dan lingkung, terutama mama, menjadikan kami, khususnya aku, sangat peduli dengan mereka. Kasihku kepada semua jenis binatang, mungkin itu juga yang membuat ‘bau tubuhku’ dikenal oleh beberapa jenis binatang, khususnya anjing dan kucing, hihihi …… 

Sehingga anjing dan kucing selalu ‘nurut’ dengan panggilanku, bahkan anjing2 galakpun jika aku panggil, sorot matanya akan melembut dan ekornya akan terkulai dan mulai dikibas2kan ke arahku …..

*entah benar atau tidak, aku tidak tahu*

Mungkin memang hanya aku yang mengikuti papa tentang kepedulian yang amat sangat tentang binatang, alam serta Jakarta sebagai tempat tinggal kita. Sejak kecil seperti yang aku tulisakan di beberapa link di Kompasiana, papa sering mengajakku untuk berdiskusi tentang Jakarta dan lingkungan hidup kita. Sebagai arsitek dan ‘urban planner’, kami sering membicarakan tentang apa yang kita lakukan untuk hidup lebih baik di Jakarta. 

Terlebih ketika pasangan Jokowi-Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, kami berdua, aku dan papa, seperti berlomba untuk menulis dan memberikan banyak ide bagi pemda DKI melalui media sosial, email bahkan sms kepada Jokowi-Ahok. Dan dengan berkat Tuhan, kami ( aku dan papa) bersinergi untuk membangun tembok kokoh untuk berusaha berbuat yang terbaik untuk Jakarta, demi keberlangsungan hidup sehat dan aman di Jakarta.

Bagi papa sendiri, walau papa tidak bisa dan tidak mempunyai waktu untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam dan lingkungan, pemikiran papa mampu dan berhasil menjadikan kami, terutama ibu, untuk mengembangkan sayapnya dalam menata alam banyak tanaman di rumah kami, sehingga, sungguh kami sendiri dan banyak orang yang sempat ke rumah kami mengatakan bahwa rumah kami sangat nyaman dengan hijau daun segar serta kolam ikan yang mengalir dan air mengucur dari tebing2 buatan … 

Dan sebuah aquarium besar dengan ekosistim air tawar, menawarkan pemandangan yang adem dan sangat asri, menambah kenyamanan rumah kami ……

13660971991214730577
1366097242199402355
1366097301418592882
13660973441839866252

Pandangan taman di rumah kami. Mama sangat senang berkebun, dan ini lah hasilnya …..

Bagaimana dengan aku? Dengan pengajaran papa, aku tumbuh disiplin dengan kepedulian tentang alam dan lingkungan. Salah satu peninggalan papa terakhir sebelum beliau dijemput Yesus, adalah kami, aku berdua dengan papa, sedang berupaya untuk bertemu dengan Jokowi-Ahok demi Jakarta untuk lebih baik. Sayang, Yesus dsangat mencintai papa, sehingga rencana kami belum sempat terlaksana.
 
“Pa, aku akan meneruskan cita2 kita, yaitu membuat Jakarta lebih baik,  yaaaa ….. Dengan bertemu banyak tokoh2 yang bisa menginspirasi, aku berjanji untuk menyelesaikan permulaan yang sudah papa tanamkan dalam hidupku …..”

***

Tidak ada habisnya, inspirasi2 yang papa tanamkan dalam kehidupan kami, terutama aku. Semuanya pasti akan menjadikan lebih baik. Pemikiran2 papa sangat maju, bahkan sejak sebelum banyak orang peduli dengan lingkungan kita, papa sudah bisa mempresentasikan ide2nya, setidaknya di kehidupan kami. Bahkan beberapa orang sudah sering mengatakan bahwa ide2 dan konsep papa tentang lingkungan, sangat jauh berkembang, melebihi jamannya. 

Misalnya, tentang reklamasi, papa sudah mempresentasikannya mulai tahun 1970-an, dimana jangankan tentang reklamasi dengan ‘kata reklamasi’ masih asing di Indonesia, kota Jakartapun belum banyak berkembang …..

Papa … Sungguh, begitu luar biasanya papa bagi kami. Dan kami sangat mengasihimu …..

Tags: ,

0 Responses to “Aku, Papa dan Lingkungan”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks