Jumat, 08 Juni 2012
Walau Teror Melanda, Aku Tetap Menulis Yang Terbaik Bagi Dunia …..
Jumat, 08 Juni 2012 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
watnyus.com
Lebay-kan? Aku tidak tahu. Tetapi walau aku terteror karena menulis yang terbaik untuk semua, aku tetap percaya baha Tuhan ada di sekelilingku untuk melindungiku …..
Seperti banyak orang melihat ‘internet’ sebagai sebuah momok yang menakutkan. Hampir semua orang yang aku tanyakan, mengatakan bahwa internet adalah salah satu yang membuat dunia ‘kehilangan’ orang2 dan masa depannya. Buat aku, itu sama sekali tidak benar! Internet adalah sebuah kemajuan teknologi yang sangat cepat, secepat anak2 dan remaja kita memasuki dunia masa depan …..
Aku sering tidak sadar, bahwa hidupku sebagai orang tua dengan 2 anak AB dan mulai beranjak dewasa, sudah mulai menukik ke bawah, digantikan kecepatan anak2ku menuju ke kehidupan yang lebih dewasa. Dan aku sangat sadar, bahwa internet adalah ’sesuatu’ untuk anak2 dan remaja kita, dan internet adalah masa depan dunia.
Tetapi, apakah internet menjadi ‘tuhan’ atas kita semua? Dan apakah ahli2 IT yang bisa ‘mengikuti’ semua arus ( baik tentang berita apapun atau tentang seseorang, teman, sahabat dan semuanya ), sehingga ahli IT juga bisa menjadi ‘tuhan’ dari mereka itu?
Ya, sekarang ini, internet dan ahli2 IT yang sangat mendewakan internet, menjadi ‘tuhan’ atas hidup orang banyak, dengan sering melakukan hal2 yang membuat dunia terkesima dalam berinteraksi, baik yang positif sampai yang negatif. Dan jangan lupa, bahwa hal2 yang positifpun jika kita ‘mendewakan’, laksana kita ‘menyembah’ internet, seperti gila facebook ( FB bulkan hal yang negatif lho, tetapi karena keterlaluan, FB bisa menjadi ‘berhala’ bagi orang itu ).
Ketika kita berusaha untuk terus berinteraksi dengan dunia nyata dan dunia maya dengan sebaik2nya, sering kali justru kita di ‘tembak’ oleh seorang ‘tuhan’ yang terus memperhatikan kita atau justru yang terus menyebar fitnah tentang kita ( cyberstalking ). Sering aku menjadi curahkan hati teman2ku, termasuk permasalahan2 tentang dunia maya. Karena aku gaptek, biasanya jika memang berhubungan dengan teknologinya, aku minta agar mereka menghubungi teman2ku untuk menanyakan sesuatu. Tetapi, jika curhatnya berhubungan dengan ‘hati’, bolehlah aku mendengarkannya.
Suatu ketika, sewaktu aku selesaikan mendengarkan curhat temanku, aku aku minta ijin untuk curhatannya ikut aku tuliskan di Kompasiana, supaya curhatan teman2ku itu memberikan info2 atau inspirasi kepada teman2 Kompasianer, tiba2 aku dikejutkan oleh email untukku, mengenai tulisanku. Isi email itu merupakan ancaman yang mengatakan bahwa tulisanku menyudut si penulis email.
Aku hanya heran, pun sebenarnya aku tidak tahu dan tidak kenal nama2 di cerita teman2ku yg curhat kepadaku. Mengapa si penulis email merasa bahwa itu adalah dia? Sepertinya GR sekali ….. Sedikit marah dan lebih banyak gemas, mengapa aku di teror? Apa salahku? Toh aku sudah minta ijin kepada temanku untuk aku menuliskannya. Dan temanku tidak berkeberatan. Jadi, mengapa aku yang jadi titik terornya?
Ah, sudahlah. Aku tidak mau memikirkannya. Itulah dunia maya. Sebuah dunia yang tanpa batas dan kita harus pandai2 menyikapinya. Semua berlomba untuk eksistensi diri. Jika ekspresi dirinya dengan prestasi, justru itu yang diharapkan. Tetapi jika ekspresi dirinya dengan membuat banyak orang ketakutan, apapun ketakutan itu, itulah yang sangat tidak kita harapkan. Dan itu yang tidak kita inginkan untuk ekspresi diri anak2 dan remaja dengan tendensi negatif.
Jujur, dengan teror itu kadang2 membuat aku sangat terluka, pun jika memang aku yang salah, aku siap akan meminta maaf. Karena toh aku tetap menghormati kaidah jurnalistik yang ada, seperti tidak menulis nama2 yang sebenarnya atau tidak enulis dan memaki2nya ( kalau menulis dan membullynya, bukankah itu aku menjadi sama saja dengan si penulis email? ). Tetapi jika teror itu karena si penulis email ingin agar eksistensi dirinya menonjol, untukku itu adalah salah besar!
Kekuatan Tuhan akan selalu teratas untuk melindungi semua bentu teror dan intimidasi dari seseorang atau sekelompokan orang, JIKA kita selalu percaya dan patuh kepada kasih Tuhan kepada kita …..
Sekali lagi, internet adalah sebuah teknologi canggih dimana kita bisa menggenggam dengan 1 tombol ‘klik’ dan dunia ada di hadapan kita. Dan jika dunia sudah ada di hadapan kita, menjadikan internet sebagai dunia tanpa batas. Jadi, kita harus pintar2 menjaga diri kita supaya tidak mengikuti arus ‘dunia tanpa batas’ ini.
Juga, dengan ‘dunia tanpa batas’ ini, pasti banyak godaan2 yang membuat kita bisa ‘melayang’ bahkan ‘terpuruk’, sehingga kita tetap harus melihat bahwa Kuasa Tuhan tetap berada di atas segala2nya …..
Tetap semangat, walau kita hanya setitik debu di dunia ini. Sambil ingat dan percaya, bahwa Tuhan senantiasa akan melindungi kita semua …..
Salamku …..
Artikel sebelumnya tentang dunia internet :

Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Walau Teror Melanda, Aku Tetap Menulis Yang Terbaik Bagi Dunia …..”
Posting Komentar