Jumat, 08 Juni 2012
‘Cyberbullying’ : Saling Melecehkan, Bisa Terjerat Hukum yang Sama
Jumat, 08 Juni 2012 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
roombasketball.com
Dalam tulisanku Cerita ‘Nabila’ : Korban Pelecehan Dunia Maya, ternyata temanku, Nabila, sama sekali tidak membala apapun yang James lakukan dalam ‘cyberbully’, walau Nabila sampai hidup seperti seorang ‘zombi’ karena hanya raganya yang hidup, tetapi tidak roh dan jiwanya. Jika Nabila membalas pelecehan yang dilakukan oleh James, pasti James akan membalas membully Nabila dengan lebih dasyat dan berarti mereka akan saling membalas. Dan saling membalas ‘bully membully’, itu tidak akan ada habisnya. Apalagi Nabila tahu bahwa pembalasan tentang apapun merupakan hak Tuhan, bukan hak manusia …..
Ketika kita menjadi panutan dalam sebuah komunitas ( seperti yang sering kita lihat dalam dunia maya, antar seseorang, celebritis, bahkan antar orang tua yang dipicu anaknya ) , seharusnyalah kita bisa menjadikan diri kita sebagai ‘yang dihormati’, menahan diri dan bisa untuk pegangan dalam komuniitas tersebut. Tetapi ternyata, banyak orang2 yang menjadi panutan, justru memberi peluang untuk ’saling membully’.
Dengan si panutan ini menebarkan ‘jaring laba2′ dan menangkap banyak persoalan dalam banyak lingkungan, berarti si korban dan sebagai panutan, sudah bukan hanya saling membully, tetapi justru si panutan menjadi peleceh utama.
Misalnya, kasus seseorang yang menjadi korban ‘cyberbullying’, terus dia membalas dengan meng-twitt followernya untuk ( sebenarnya ) membela diri, tetapi karena memang dia sedang emosi, kata2nya bukan sebagai pembelaan diri, tetapi justru ‘menyerang’ serta membully si peleceh. Jadilah, saling melecehkan, bahkan mungkin si korban menjadi ‘peleceh’ yang lebih hebat dari si ‘cyberbullying’ walau tingkatannya bukan ‘profesional cyberbullyer’.
Tidak gampang memang, jika kita bisa menahan diri untuk tidak saling membalas ( dalam dunia manapun, dunia nyata dan dunia maya ). Dibutuhkan kesabaran khusus dalam tidak saling membully. Yang menjadi masalah, apakah kita sanggup menjadi panutan dalam komunitas kita, disamping kita sebagai orang tua yang seharusnya mengajarkan anak2 dan remaja kita untuk yang terbaik sebagai anak2 Tuhan?
Kasus saling membully, sering terjadi di semua dunia. Tetapi jika di dunia nyata, saling membully bisa ditindak dengan hukum karena gampang untuk dilakukan, lain halnya di dunia maya. Bahwa di dunia maya, si peleceh biasanya anonim, dan itu menjadikan hukum susah untuk bertindak. Jika si peleceh yang anonim membully seseorang dan seseorang membalas membully si peleceh, artinya bahwa seseorang itu notebene SAMA SAJA dengan si peleceh, dan si korban juga bisa di dakwa sebagai ‘cyberbullyer’ …..
Tidak banyak orang tahu, bahwa ‘cyberbully’ sudah ada di ranah hukum. Banyak orang justru lebih memilih membalas ‘bully membully’, dari pada memikirkan tidakan hukum, karena seperti yang kita tahu bahwwa hukum di Indonesia merupakan ’sesuatu’ yang sangat dihindari, baik karena takut, malu atau justru tidak percaya dengan hukum itu sendiri. Tetapi, seperti Nabila di tulisanku sebelumnya, dia lebih memilih diam.
Dia tidak membalas James, tetapi dia juga tidak melaporkannya keluarganya atau ke polisi. Itulah orang Indonesia, bahwa hukum sangat lemah.Sedikit orang Indonesia yang melek hukum. Tetapi jika seseorang yang tahu hukum, ternyata dia justru tidak percaya hukum!
Kasus saling membully di dunia maya sangat sering terjadi. Bahkan banyak orang yang menjadi panutan dalam sebuah komunitas, justru tidak bisa menjaga dirinya untuk tidak membalas membully si peleceh. Dengan demikian, seseorang yang menjadi korban cyberbullying, menjadi sama dengan si peleceh itu sendiri. ‘Dosa’ nya sama saja, baik dosa di mata komunitasnya ataupun dosa di mata Tuhan …..
Ditambah lagi dengan hukum yang belum ‘bergerak’ untuk melindung kita, cyberbullying menjadi leluasa bergerak bebas mencari korban dan gentayangan seperti hantu di dunia maya.
Jika banyak orang seperti Nabila, aku yakin dunia akan damai. Mungkin banyak orang berpikir bahwa Nabila sangat bodoh! Mengapa mau saja dia di bully sedemikian sampai si peleceh menjadi ‘tuhan’nya. Tetapi, justru Nabila bisa membuat damai dunia dan komunitas2 disekitarnya.
Sikap dan kasih dari seorang Nabila, yang rela untuk di bully oleh James di dunia maya, menyadarkan aku bahwa kasih Tuhan ada di dirinya dengan merendahkan dirinya ( karena Tuhan tidak mau kita membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kejahatan dengan kebaikan ) sebagai korban, walau kesakitan masih dan selalu terpancar dari matanya, ketika Nabila bercerita kepadaku …..
Jika kita sebagai orang tua, yang anaknya di bully di dunia maya, yang mengalami nasib seperti Nabila, apakah kita sanggup menghadapinya? Untuk tidak pernah membalas apapun yang James lakukan kepadanya? Tetapi, Nabila berhasil tuh ….. Mengapa kita tidak bisa?
Dunia nyata dan dunia maya adalah sejajar dan pararel. Apapun yang ada di dunia nyata juga ada di dunia maya. Baik tentang persahabatan, tentang persaingan bahkan tentang kecemburuan dan tentang kemarahan. Juga tentang hukum. Kemarahan di dunia nyata dan dunia maya, yang juga bisa bertindak keras, ada aturannya, salah2 masuk di ranah hukum.
UU IT harus di ajarkan sedini mungkin kepada anak2 dan remaja kita, bahwa hanya sedikit pelecehan saja di dunia apapun,bisa dimasukan ke dalam tahanan. Tetapi jika seseorang sadar, bahwa pembalasan hanya ada di tangan Tuhan dan kejahatan bukan di balas dengan kejahatan, maka UU itu tidak bisa menjerat orang2 seperti itu.
Dan jika seorang anak dan remaja mempunyai ibu seperti Nabila, percayalah bahwa mereka akan sangat bangga bahwa ibunya mempunyai kasih Tuhan yang tidak pernah membalas …..
Tetap berhati2 dalam semua dunia, dan tetapi saling mengawasi untuk kebaikan bersama, terutama bagi anak2 dan remaja kita …..
Salamku …..
Artikel sebelumnya tentang dunia internet :

Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “ ‘Cyberbullying’ : Saling Melecehkan, Bisa Terjerat Hukum yang Sama”
Posting Komentar