Jumat, 18 Mei 2012

Dunia Internet: Antara Mengasikkan dan Menjengkelkan!




By Christie Damayanti

1337261133263385806
digitaltrends.com
Ketika dunia internet melanda dunia umumnya, dan ketika dunia internet melanda keluargaku, khususnya kedua anaku,  memang menjadikan hidup kami lebih bermakna. Sebelumnya, kami hidup di dunia off-line, bukan dunia on-line. Walaupun keduanya mempuyai ke khas-annya masing2, dunia on-line menjadikan kami bisa terhubung satu sama lain, bukan hanya antara aku dan anak2ku, bahkan dengan mitra2 kerjaku yang berada di belahan dunia lain ( seperti di tulisanku Jaga Data-Data Pribadi Remaja Kita di Jejaring Sosial ).

Tetapi jangan salah! Hidup di dunia maya, sebenarnya hanya untuk orang2 yang belum bisa memilah2 antara yang baik dan yang salah, antara yang mengasykkan dan yang ‘mengganggu’ kehidupan sehari2, akan mengakibatkan hidup mereka menjadi ‘berantakan’.

Begitu juga dengan anak2 dan remaja2 kita, sebagai generasi dunia di masa depan umumnya, dan penikmat dunia maya pada khususnya. Anak2 dan remaja kita ( dari umur SD sampai SMA ), dikatakan ABG, serta memang menurut para pakar, bahwa mereka memang belum dewasa  ( tubuhnya saja yang dewasa, pemikirannya meletup2 dan belum mampu untuk bisa menyaring dengan lebih baik, ketika mereka disodorkan ’sesuatu’ yang menarik minatnya ). 

Dan jika kita sebagai orang tua tidak mau membantunya untuk menjadi seorang yang ‘dewasa’, mereka akan bisa ‘masuk’ ke dalam ‘aturan2 umum’ di dunianya, khususnya dunia internet, salah satu tempat mereka berinteraksi.

Sekarang, anak2ku memang sudah besar, menjelang dewasa. Mereka berinteraksi dengan antusias dalam dunia maya, bersama2 teman2 dunia off-line nya dan teman2 barunya di dunia on-line. Aku sangat ‘melepas’ mereka untuk mengekspresikan dirinya, walau aku tetap berusaha untuk menjaganya. 

Anakku Dennis yang sudah SMA, memang pintar di dunia teknologi , dan aku tertinggal jauh di belakangnya. Tetapi dengan menanamkan disiplin yangncukup keras, serta menanamkan ‘takut akan Tuhan’ sejak dini, Dennis tumbuh dan berkembang sebagai ABG yang pintar di dunia teknologi tetapi, tetap saja dia masih ‘a n a k - a n a k’ …….

Lain lagi dengan Michelle. Dia lebih memilih berinteraksi dengan komik on-line dibanding dengan teman2nya di dunia on-line dan off-line. Walaupun dia tetap meng-update status2nya di FB, Michelle tumbuh sebagai remaja yang tertutup dan asik dengan dunianya sendiri. Dan tetap saja dia berinteraksi dengan dunia komik on-line di dunia maya …..

Namanya saja ABG, atau Anak Baru Gede. Walaupun tubuh mereka sudah jauh lebih tinggi dariku, mereka tetap saja masih ‘anak2′, yang tetap harus di bimbing untuk masa depannya. Ketika mereka sudah menjadi bagian dari era globalisasi di dalam dunia maya, mereka sering melupakan rutinitas dan tugas mereka sebagai anak dan pelajar. 

Bangun pagi sampai pulang sekolah sih, mereka baik2 saja karena masing2 sekolah mereka tidak membolehkan untuk membawa bb atau smartphone. Tetapi begitu mereka sudah sekolah dan mereka tidak ada kegiatan untuk kursus, mereka langsung membuka laptop mereka masing2, dan berkutat dengan ’sahabat’nya ( dunia maya ) serta sama sekali telinganya tidak mendengar apa yang eyangnya katakan atau menyuruhnya apapun …..

Begitu status mereka berubah di bbm, aku tahu, bahwa mereka sudah pulang dan tidak kursus! Dan benar saja, ketika aku mencoba membuka status2 mereka di jejaring sosial, kadang2 aku geleng2 kepala ….. karena beberapa kali mamaku yang di rumah dan mengurus kedua anakku, menceritakan ketika aku sudah pulang bahwa banyak sekali komplen2  dengan ketidak mau-an anak2 dalam mengerjakanperintah, walau sekedar untuk makan! Ckckck ….. semua gara2 internet!

Internet! Bisa menjadi bermanfaat tetapi juga bisa menjadi menjengkelkan! Ketika aku selalu ingin membuat anak2 bisa mengekspresikan dirinya melalui interaksi dengan berbagai komunitasnya, khususnya di dunia internet, seketika itu juga kadang2 membuat aku tidak berkutik karena kejengkelanku dengan anak2ku melupakan tugasnya sebagai manusia, sebagai anak dan sebagai pelajar! Bayangkan saja, mereka serng tidak mau sekedar di minta makan atau mandi! 

Sampai akhirnya aku turun tangan jika aku sudah pulang dari kantor! Jangan lupa, anak2ku sudah SMP dan SMA lho, sudah tahu bahwa makan itu harus, mandi itu harus, termasuk sikat gigi! Jika mereka masih balita, mungkin aku masih bisa memakluminya. Tetapi, ini?? Hmmmm ……

Beberapa saat lalu, aku berang karena mereka sama sekali lupa akan tugasnya sebagai pelajar, dan nilai mereka turun, sekali lagi g a r a - g a r a  i n t e r n e t !!!
Sehingga aku sempat menyita bb nya, dan membatasi kegiatannya dengan laptop, sehingga mereka agak murung ….. sebenarnya, aku sama sekali tidak ingin melakukannya, tetapi, aku terpaksa, karena nilai2 pelajaran mereka memang turun sekali! Aku kembalikan gadget mereka hanya Sabtu dan Minggu, tetapi Senin pagi aku sudah mengambil gadget mereka, sampai nilai mereka naik lagi dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi ( untuk belajar dan melakukan tugas2nya sebagai seorang anak ).

Begitu nilai mereka naik, aku mengembalikan gadget mereka lagi. Tetapi dasar anak2 ! Hanya beberapa minggu setelah itu, bahkan sampai sekarang, tabiat mereka kembali lagi ….. dan sekali lagi, semua adalah g a r a - g a r a  i n t e r n e t !!!

Hadeeeehhhhh …….

Inilah hidup kuta di dunia globalisasi. Kita sebagai orang tua, tetap harus ‘menjaga’ dan mengawasi serta melindungi anak2 kita. Dan sebagai anak, mereka mungkin ‘tahu nya hanya beres’ saja, semua dikerjakan oleh orang tuanya. Artinya, mereka sangat santai menghadapi masa depan mereka, termasuk sangat santai dalam berinteraksi di semua dunia, tanpa mengerti adanya perbedaan antara ‘mengasikkan dengan menjengkelkan’.

Mereka hidup dengan dunianya sendiri. Mereka terbuka dengan siapa saja, tanpa tahu bahwa ’sesuatu’ yang mengincar mereka! Apa s’sesuatu’ itu? Bukan hanya kejahatan yang akan mengintai mereka di semua dunia, tetapi lebih dari itu, yaituk etidak-pedulian mereka dengan dunia sekelilingnya, ketidak-disiplinnya sebagai manysia, anak dan pelajar dan keinginannya yang selalu ‘cepat, selesai, terus maju atau keingin-tahuannya’, yang sangat mengganggu untuk bisa tebinanya masa depannya ….. 

dan jika kita sebagai orang tuanya tidak mengerti tentang sedikit yang aku tuliskan di atas, masa depan anak kita perlahan akan redup, juga g a r a - g a r a internet ……

Semoga tidak! Karena banyak artikel yang memfokuskan kehidupan dunia internet dengan remaja, menjadikan kita sasngat was-was. Bahkan sudah banyak korban2 yang terus berjatuhan di semua dunia, terfokus pada anak2 dan remaja2 kita …..

Ingat! Tanggung jawab masa depan anak2 kita menjadi tanggung jawab kita. Tetapi, masa depan anak2 kita, juga tergantung anak2 itu sendiri, karena kita sebagai orang tuanya hanya mengantar sampai suatu waktu, tidak mungkin kita mengantarnya sampai selamanya. Umur kita akan berlomba dengan keingian Tuhan untuk berkumpul dengan anak2 NYA. Sampai berapa sih umur kita ???

Jadi, tetap jagalah anak2 kita di dunia nyata apalagi dunia maya. ‘Internet sehat’ dan bermanfaat, akan menjadikan masa depan anak2 kita akan luar biasa, JIKA kita tetap bersandar kepada NYA …..

Salamku …..

13372613712082963358



Tags:

0 Responses to “ Dunia Internet: Antara Mengasikkan dan Menjengkelkan!”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks