Home
» Catatan Harian
» 3 Hari Yang Membuat Aku Tahu, Bahwa Persahabatan Bukan Hanya Antar Manusia …..
Senin, 30 April 2012
3 Hari Yang Membuat Aku Tahu, Bahwa Persahabatan Bukan Hanya Antar Manusia …..
Senin, 30 April 2012 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
zingerbug.com
Aku memang seorang penyayang binatang. Aku tidak pernah tega, ketika ada seekor kucing kecil, atau seekor anjing kurus sedang mengais2 tempat sampah. Apa lagi, jika ada orang ‘gila’, menendang seekor binatang, apapun binang itu, dengan geram ….. dulu, aku langsung ‘melabrak’ orang gila itu, karena binatang apapun, itu adalah makhluk Tuhan …..
Sejak kecil, sebelum orang tuaku memberi ijin untuk memelihara binatang di rumah, aku sudah mulai untuk memperhatikan binatang2 apapun, terutama anjing dan kucing, karena kedua jenis hewan itu memang mudah di dapat dimana2, termasuk di jalanan, dibandingkan kelinci atau bunglon.
Suatu ketika, aku ingat sekali ( aku masih kelas 4 SD ), pulang sekolah aku mendengar seekor kucing kecil ‘miau miau’ di depan pintu. Suaranyanya agak samar, tetap cukup jelas di telingaku. Aku bergegas ke depan rumahku, membuka pintu pagar dan mencari sumber suara itu. Tiba2, dadaku berdetak keras …..
Ada seekor anak kucil kecil, kurus dan tergeletak di tengah jalan! Aku menghampirinya, dan, astagaaaaa ….. Tubuh kucing kecil kurus itu terlindas mobil, di bagian belakang, bagian pantatnya! Aku langsung berteriak2! Tak tahan aku melihatnya! Dan air mataku mengucur deras …..
Si kucing kecil itu, tidak bergerak karena memang tubuh bawahnya hancur, tetapi wajahnya tetap memancarkan semangat untuk hidup! Darahnya banyak sekali. Dan aku tidak tahu apa yang aku bisa perbuat untuk menolong kucing kecil itu. Sepertinya, tubuhnya sudah lengket di atas aspal panas …..
Pembantuku berlari menghampiriku. Aku meminta tolong untuk mengangkat kucing kecil itu, dan membaringkannya di sebuah tempat untuk aku bisa membelainya. Dan ketika mamaku datang menghampiriku, beliau tahu, bahwa tidak ada harapan lagi untuk si kucing kecil kurus itu, yang membuat aku bertambah keras menangis.
Ya, aku juga sudah melihat, sepertinya bagian tubuh si kucing kecil itu sudah hancur, tidak berbentuk lagi, tetapi mengapa dia belum mati? ( mungkin kaena di bagian bawah, tidak terdapat organ vitalnya, seperti jatung dan paru2, walaupun mingkin ginjalnya suah hancur ….. ). Aku hanya tetap berusaha untuk terus ‘menghibur’nya …..
Aku membawa kotak kecil dengan si kucing kecil ke dalam taman rumahku. Aku bersihkan luka2 tubuhku, sebisaku, semaksimal aku bisa, walau darah terus mengucur. Lalu aku meredam darahnya dengan mengikat kuat di bagian tubuh yang masuh normal, untuk meredam darahnya, kemudan aku membungkus tubuh bagian bawahnya, lebih tebal, untuk menekan keluar darhnya …..
Si kucing kecil semakin lemas. Aku meminta pembantuku untuk membuatkan susu hangat dan aku menyusui nya dengan pipet mainanku. Si kucing kecil itu, lahap menyambut pipetku. Cepat sekali dia meminumnya, karena dia memang sudah tidak bisa bergerak lagi …… Aku kembali menangis lagi ……
Agak lama, si kucing kecil itu melahap susunya. Hatiku girang dengan semangat hidupnya. Dia memang tidak bisa minum seperti anak kucing biasa, karena tubuh belakangnya memang sudah hancur. Tubuh bagian belakanganya sudah mulai mengering, karena aku meminta obat dari dokterku, untuk mengeringkan luka, dan yang membuat aku kagum, dia sangat antusias menyambut hidup barunya, dimana aku sebagai pelindungnya …..
Hanya 2 hari, anak kucing kecil itu bertahan. Di hari ke-3, pagi itu seperti biasa, aku membuat susu untuk si kucing kecil itu. Aku membuat susunya di botol, karena aku kemarinnya sudah aku belikan botol bayi dengan dot yang terkecil. Aku ingin menggendong si kucing lucu itu. Karena, tubuhnya pasti pegal2 dengan tidak bergerak sma sekali sejak 3 hari lalu.
Saat ini, aku membayangkan, tubuh kananku yang lumpuh. Aku sangat merasakan tubuh si kucing kecil itu yang sudah tidak berfungsi, dan itu lebih buruk dari pada tubuh kanaku yang lumpuh …… Tuhanku ……
Pintu garasi rumahku, aku minta dibukakan sebelum papaku turun, dan melarang aku menggendong kucing itu. Beliau takut aku terkena toxoplasma, tetapi aku sangat tidak peduli tentang resiko2nya. Aku keluar dan memanggil2 si Pussy ( kunamakan si Pussy ), tetapi begitu aku sampai ketempat si Pussy itu selalu berada, aku mendapatkannya, dia sudah mati …..
Aku menangis histeris dan memanggil2 mamaku. Si Pussy mati dengan wajah yang damai, terlihat tersenyum, dan tidak kelihatan kesakitan. Tuhanku ….. Hatiku terkoyak hebat! Aku belum pernah melihat hewan mati, apalagi yang memang sudah ’sehati’ denganku.
Aku mengelus kepala si Pussy, tanganku ku usapkan di mukanya, masih sedikit hangat, berarti dia belum lama mati. Mungkin, dia menunggu2ku untuk membawakan susunya, tetapi dia tidak tahan lagi, karena lukanya sangat parah ….. Aku mengais berat, sampai aku tidak masuk sekolah, pada wktu itu …..
Aku menguburkannya di samping rumahku. Aku membungkusnya dengan selimut lembut, dan dengan hati2, aku meletakannya di tanah yang sudah digali oleh supirku …..
*****
Itulah pengalaman pertamaku, memelihara hewan peliharaan, walau bukan benar2 memeliharanya, dan hanya 3 hari saja. Dan itulah pengalaman pertamaku melihat hewan mati, menangisinya serta menguburkannya, yang membuat hatiku terkoyak …..
Selamat jalan, Pussy, sahabatku ….. Kuingin kita berkumpul lagi entah dimana ……
himurariessamratulangi.blogspot.com

Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “3 Hari Yang Membuat Aku Tahu, Bahwa Persahabatan Bukan Hanya Antar Manusia …..”
Posting Komentar