Jumat, 08 Agustus 2014

Piala Dunia, Ooo… Piala Dunia, Jejak Sampah di Amsterdam






By Christie Damayanti


1407486716671464825
Sampah berserakkan di Amsterdam?
***
Sebenarnya aku tidak pernah melihat kota-kota dunia yang kotor, tidak bersih dan jorok. Hanya sekali aku melihatnya di New York, daerah Bronx. Dimana Bronx sepertinya benar-benar ‘dialokasikan’ sebagai daerah atau wilayah warga New York yang penuh dengan ‘kenyataan’, seperti yang sering kita lihat di film-film tentang kejahatan, narkoba, pembunuhan, mafia, kota New York, dan sebagainya.

Apalagi di Eropa. Sebuah negeri  ’tua’ yang sepertinya semakin tua semakin ‘menjadi’ atau ‘tua-tua keladi’. Tidak salah, memang, jika aku berpikir seperti itu karena smakin Eropa semakin ‘tua’, aku semakin ingin terus kesana karena benar-benar menggairahkan!

Tetapi ketika kami berlibur di Amsterdam akhir Juni 2014 lalu, mataku selalu tertancap dari sampah-sampah yang berserakkan. Ya! Benar2 berserakkan! Ditambah dalam 5 hari aku berlibur dis ana sebelum ke negara-negara yang lain, plastik2 sampah semakin berserakkan. Tidak ada yang membuangnya, dan warga disana sepertinya tidak ingin melakukan sesuatu untuk membersihkan pekarangan dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Ada apa, sebenarnya?

Itu yang pertama kaliaku tanyakan  pada Arie, ketika semakin lama mataku semakin ’sepet’ melihat sampah-sampah itu!

Dari awal kami memasuki kota Amsterdam setelah mendarat di Schipol, hari itu sekitar jam 8 pagi, benar-benar sampah bererakkan dimana-mana, dan tercetus dari mulutku kepada anak-anakku dan supir taxi itu. Supor taxiku hanya menggeleng2kan kepalanya, bukan tidak bias menjawab, tetapi dia tidak mengerti bahasa Inggris, hihihi.

Semakin kedalam, dan semakin kami mengeksplore kota Amsterdam sambil berjalan-jalan dengan anak-anakdan Arie, semakin besar juga keingintahuku tentang sampah-sampah tersebut, mengapa tidak dibersihkan?

1407486820988214988
140748688149173665

Sampah berserakkan dimana-mana. Bahkan agak aneh ketika warga Amsterdam membiarkan sampah tidak dimasukkan ke dalam plastic atau tong sampah. Apakah semua warga Amsterdam sedang ‘gila’ bola?? Sehingga, matanya hanya terfokus dengan Piala Dunia di layar kaca??

Jawaban Arie mengena dan sederhana sekali :

“Itu gara-gara Piala Dunia!”

Waduh!

Ya, anak-anak muda Holland sangat antusias dengan Piala Dunia. Memang, selama kami disana, Amsterdam berdandan dengan warna ORANGE dan bola-bola di setiap pojok jalan…

14074870391491089153

1407487243503025732
Bola, bendera dan ‘orange’ dimana2 di Amsterdam

ORANGE karena memang warna oranye adalah warna kerajaan Belanda, sehingga seragam persepak-bolaannya juga berwarna orange. Dan ‘bola’ berwarna hitam ptih memang adalah bola kaki untuk sepan bola. Warga Amsterdam mendandani kotanya dengan warna ORANGE, warna kebanggaanya.

14074873451958263110

Bahkan tumpukan sampah yang sudah dimasukkan plastic pun hanya sekedar ditinggalkan di depan rumah mereka! Tidak ada yang mengambilnya bahkan petugas2 kebersihan kota pun sepertinya enggan untuk membereskannya…..


14074875111063338781
Bahkan di depan Gereja pun, berkarung2 plastik sampah tidak dibuang

Pas juga, kami memang berada di Amsterdam sejak tanggal 18 juni sampai 23 Juni 2014, dimana kesebelasan Belanda sedang jaya2nya dan bertanding dengan lawan2nya. Sehingga, kaum muda Amsterdam ( bahkan orang-orang tuanya ) melakukan ‘nobar’ di banyak cafe-cafe yang tersebar di kota tersebut. Mereka nonton bareng, duduk-duduk di kursi, teras bahkan di jalanan untuk mmelahap dan menyaksikan Piala Dunia yang lalu, menatap layar kaca besar sambil memakan panganan kecil dan besar serta meminum minuman berbotol serta berkaleng-kaleng!

“Waaahhhh …… ternyata sama saja dong, dengan Jakarta?”, pikirku

Piala Dunia memng ‘menyihir’ sebagian besar warga dunia, khususnya yang suka dengan persepakboaan. Sehingga, sampai sebuah kota bernama Amsterdam yang biasanya sangat bersih dan teratur, yang sepertinya tanpa sampah, menjadi penuh dengan sampah!

Di cafe, toko souvenir pun penuh dengan barang-barang berwarna orange, warna kebanggaan Belanda. Kami membeli beberapa kaos dan souvenir pesanan beberapa teman-temanku yang ‘gila’ dengan kesebelasan Orange. Jika biasanya, sebuah kaos bertuliskan ‘Holland’ atau ‘Amsterdam’ dijual dengan harga antara 16 Euro sampai 25 Euro, tetapi khusu untuk kaos2 ORANGE bertuliskan ‘Holland’ dan ‘Amsterdam’, hanya sekitar 7,5 Euro sampai 10 Euro.


1407487670599401622

Banyak sekali toko2 souvenir yang menjual barang2 berwarna orange
Memang masih cukup mahal sesuai dengan kantong dan uang jajanku, tetapi itupun sudah lumayan murah…

Tetapi yang jelas, Piala Dunia membuat mataku semakin ’sepet!’. Dan sampai 5 hari kami disana serta berputar2 ditempat2 yang kami sudah kunjungipun, sampah-sampah itu masih ada, sampai kami meninggalkan Amsterdam menuju Zurich…

Piala Dunia…  ooooo… Piala Dunia…

Sampah… ooooo… sampah…

Sebelumnya :

Tags:

0 Responses to “Piala Dunia, Ooo… Piala Dunia, Jejak Sampah di Amsterdam”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks