Senin, 29 April 2013

Dia Terus Memanggilku untuk Bersaksi…



By Christie Damayanti


13672409491341540839
Dokumen Pribadi

Aku dengan Tim Persekutuan Doa Oikumene Matahari Grup dan sahabatku, Miranti …..

Sebelum papa meninggal, aku sudah diberitahukan dari sahabat SMP, Miranti yang bekerja di Matahari grup untuk bersaksi di depan jemaat Persekutuan Doa Oukumene Grup Matahari. Seingatku, Mimim begitu aku memanggilnya, sudah bicara per-telpon untuk itu sekitar awal tahun 2013. Papa sangat senang jika aku bersaksi di depan banyak orang bahwa Tuhan Yesus sangat luar biasa, salah satunya dengan ‘menyembuhkan’ aku dari stroke …..

Papa sudah siap mengantarkan aku kesana, tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Papa sudah dijemput Tuhan Yesus, sebelum beliau sempat untuk mengantar dan menemaniku bersaksi di Matahari Grup …..

Ketika hari itu datang, Rabu tanggal 10 April 2013 kemarin, aku tertatih2 mencari teman untuk menemaniku serta mengartarku kesana. Valentino sedang sibuk untuk mempersiapkan launching buku-ku juga persiapan untuk Ibadah Syukur 40 hari Tuhan memanggil papa, sehingga aku harus mencari teman lain. Mama belum mampu untuk menemaniku karena fisiknya yang memang lemah. 

Sehingga aku meminta mba Vema serta mas Erri untuk menemaniku, walau aku sebenarnya agak bingunng karena cara ini merupakan Persekutuan Doa. Dan mva Vema serta mas Erri memang sahabat2ku sejak lama dan mereka tidak keberatan untuk kesana …..

Kami berangkat dari rumahku sekitar jam 9.00 pagi, takut macet arena yang diundang termasuk Board of Director Matahari Grup. Aku sendiri meminta ijin dengan panitia disana untuk penjualan buku-ku yang pertama “Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit”. Sekalian ‘charity’ mereka sangat mendukung buku ini. Sambil memotivasi, hasilnya ½ royalty ini aku persembahkan untuk Tuhan lewat insan pasca stroke.

Tidak ada kata yang lain, bahwa kesaksianku disana waktu itu, merupakan kesaksian pertama sebesar ibu, baik dari segi banyaknya audiens ( sekitar 150 orang ) serta di Grup Matahari dengan petinggi2nya, tanpa ditemani papa! Alhasil, aku sangat sedih, sungguh …… sedih tak terkira, ketika aku sangat tahu bahwa papa selalu ingin aku bersaksi dimanapun tentang kehebatan Tuhan,apalagi di dengarkan lebih banyak orang …..

1367241012562119627
Aku bersaksi di depan jemaat Tuhan Matahari Grup

Dan ini direkam oleh mas Erri lewat handycam serta direkam secara visual oleh mba Vema. Kata2ku selalu bergetar, apalagi ketika aku sedikit menceritakan tentang waktu2 terakhir papa selama 3 tahun menemaniku dan sebagai tangan dan kakiku yang memang lumpuh ….. Mas Erri sempat reportase di Kompasiana di tulisannya Pernahkah Anda Berada di Titik Nol?

Kali kedua, aku bersaksi di depan lebih dari 200 orang jemaat GBI Nafiri Allah Central Park Jakarta. Sebuah tempat yang pastinya akan sangat disukai oleh papa, secara beliau memang merasakan ‘panggilan’ Tuhan sebagai pekerja2 Allah lewat berbagai kesaksian ……

Hari itu, Jumat 26 April 2013 kemarin, aku memang datang agak terlambat, setelah aku harus berbicara sebagai nara sumber di Pinisi Edutainment Park ( lihat tulisanku “Jadul”-nya Cerita Ibu Kartini Bersahabat Pena, Masa sih? ) dan setelah itu kami harus berdiskusi dengan pak Taufik H.Mihardja, kang Pepih dan mas Iskandar Zulkarnaen yaang membahas tentang laporan 1 tahunnya IDKita Kompasiana, yang sudah MOU  dengan Kompas.com ( lihat tulisanku ID Kita Kompasiana - MOU: Tanggung Jawab Kami untuk Generasi Muda Indonesia ).

Jam 19.00 aku datang dan langsung aku diminta kedepan setelah kami berdoa. Diantar oleh Valentino, Michelle anakku serta sahabatku, Celin, aku melangkah ke depan untuk duduk di kursi yang sudah disediakan didepan. Seperti biasa, Valentino menghadirkan background tentang kehidupanku secara foto2 dan Michelle merekamku secara audio visual, untuk di sebarkan melalui tulisan di Kompasiana atau melalui Youtube di www.youtube.com/christievalentino.

13672411041076990181
Aku di depan jemaat GBI Nafiri Allah Central Park

Apalagi ketika Pendeta disana mengurapiku dengan minyak dan memberkatiku, aku menangis …..

***

Sungguh! Aku tidak pernah sanggup menceritakan semua, bagaimana hatiku yang sesungguhnya. Di satu sisi sebagai manusia biasa yang selalu bertanya2 ‘mengapa aku sekarang seperti ini’, aku merupakan ‘produk cacat’, tetapi di sisi lain, aku sebagai Anak2 Tuhan sangat percaya bahwa semua yang terjadi padaku merupakan yang terbaik untukku! 

Ditambah lagi, ketika papa meninggal, sebagai manusia biasa, aku bingung mengapa papa sangat cepat dipanggil Tuhan sementara aku masih sangat membutuhkannya. Dan di sisi yang lain, aku tetap terus percaya bahwa Tuhan adalah yang Maha Luar Biasa, sehingga kunci imanku tetap berkata demikian …..

Aku juga tidak sanggup berpikir, begitu banya yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidupku. Walau aku hidup dengan ½ tubuh sebelah kiri, tetapi Tuhan tetap selalu membuka jalanku sebagai Anak2 Allah yang selalu berkarya, bersaksi dan melayani ….. Puji Tuhan …..

Ketika Tuhan memanggilku untuk bersaksi sebelum aku terserang stroke, aku masih malas karena kupikir aku belum ingin bersaksia tentang keluar-biasaan Tuhan. Tuhan memanggilku berkali2,aku merasakan benar panggilan Tuhan itu. Aku tidak tahu apa yang menjadi rencana Tuhan untukku. Tetapiketika sekarang Tuhan memanggilku untuk selalubersaksi, aku tidak akan menyia2kannya! Aku akan terus bersaksi, walau banyak sekali rintangan yang menghadangku! Bukan hanya yang terlihat dengan mata kepala sendiri, tetapi juga yang tersirat ……

Tuhan, aku akan terus bersaksi ssebagaimana yang Engkau inginkan aku untuk aku perbuat. Walau aku sekarang hanya sendiri tanpa papa, aku yakin dengan berkat MU aku bisa dan terus melayani, lewat orang2 yang ENGKAU utus untuk membantuku …..

Terima kasih, Tuhan …..

Tags:

0 Responses to “Dia Terus Memanggilku untuk Bersaksi…”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks