Senin, 29 April 2013
Dia Terus Memanggilku untuk Bersaksi…
Senin, 29 April 2013 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Dokumen Pribadi
Aku dengan Tim Persekutuan Doa Oikumene Matahari Grup dan sahabatku, Miranti …..
Sebelum papa meninggal, aku sudah
diberitahukan dari sahabat SMP, Miranti yang bekerja di Matahari grup
untuk bersaksi di depan jemaat Persekutuan Doa Oukumene Grup Matahari.
Seingatku, Mimim begitu aku memanggilnya, sudah bicara per-telpon untuk
itu sekitar awal tahun 2013. Papa sangat senang jika aku bersaksi di
depan banyak orang bahwa Tuhan Yesus sangat luar biasa, salah satunya
dengan ‘menyembuhkan’ aku dari stroke …..
Papa sudah siap mengantarkan aku kesana,
tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Papa sudah dijemput Tuhan
Yesus, sebelum beliau sempat untuk mengantar dan menemaniku bersaksi di
Matahari Grup …..
Ketika hari itu datang, Rabu tanggal 10
April 2013 kemarin, aku tertatih2 mencari teman untuk menemaniku serta
mengartarku kesana. Valentino sedang sibuk untuk mempersiapkan launching
buku-ku juga persiapan untuk Ibadah Syukur 40 hari Tuhan memanggil
papa, sehingga aku harus mencari teman lain. Mama belum mampu untuk
menemaniku karena fisiknya yang memang lemah.
Sehingga aku meminta mba
Vema serta mas Erri untuk menemaniku, walau aku sebenarnya agak bingunng
karena cara ini merupakan Persekutuan Doa. Dan mva Vema serta mas Erri
memang sahabat2ku sejak lama dan mereka tidak keberatan untuk kesana …..
Kami berangkat dari rumahku sekitar jam
9.00 pagi, takut macet arena yang diundang termasuk Board of Director
Matahari Grup. Aku sendiri meminta ijin dengan panitia disana untuk
penjualan buku-ku yang pertama “Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit”.
Sekalian ‘charity’ mereka sangat mendukung buku ini. Sambil memotivasi,
hasilnya ½ royalty ini aku persembahkan untuk Tuhan lewat insan pasca
stroke.
Tidak ada kata yang lain, bahwa
kesaksianku disana waktu itu, merupakan kesaksian pertama sebesar ibu,
baik dari segi banyaknya audiens ( sekitar 150 orang ) serta di Grup
Matahari dengan petinggi2nya, tanpa ditemani papa! Alhasil, aku sangat
sedih, sungguh …… sedih tak terkira, ketika aku sangat tahu bahwa papa
selalu ingin aku bersaksi dimanapun tentang kehebatan Tuhan,apalagi di
dengarkan lebih banyak orang …..
Aku bersaksi di depan jemaat Tuhan Matahari Grup
Dan ini direkam oleh mas Erri lewat
handycam serta direkam secara visual oleh mba Vema. Kata2ku selalu
bergetar, apalagi ketika aku sedikit menceritakan tentang waktu2
terakhir papa selama 3 tahun menemaniku dan sebagai tangan dan kakiku
yang memang lumpuh ….. Mas Erri sempat reportase di Kompasiana di
tulisannya Pernahkah Anda Berada di Titik Nol?
Kali kedua, aku bersaksi di depan lebih
dari 200 orang jemaat GBI Nafiri Allah Central Park Jakarta. Sebuah
tempat yang pastinya akan sangat disukai oleh papa, secara beliau memang
merasakan ‘panggilan’ Tuhan sebagai pekerja2 Allah lewat berbagai
kesaksian ……
Hari itu, Jumat 26 April 2013 kemarin,
aku memang datang agak terlambat, setelah aku harus berbicara sebagai
nara sumber di Pinisi Edutainment Park ( lihat tulisanku “Jadul”-nya Cerita Ibu Kartini Bersahabat Pena, Masa sih? )
dan setelah itu kami harus berdiskusi dengan pak Taufik H.Mihardja,
kang Pepih dan mas Iskandar Zulkarnaen yaang membahas tentang laporan 1
tahunnya IDKita Kompasiana, yang sudah MOU dengan Kompas.com ( lihat
tulisanku ID Kita Kompasiana - MOU: Tanggung Jawab Kami untuk Generasi Muda Indonesia ).
Jam 19.00 aku datang dan langsung aku
diminta kedepan setelah kami berdoa. Diantar oleh Valentino, Michelle
anakku serta sahabatku, Celin, aku melangkah ke depan untuk duduk di
kursi yang sudah disediakan didepan. Seperti biasa, Valentino
menghadirkan background tentang kehidupanku secara foto2 dan Michelle
merekamku secara audio visual, untuk di sebarkan melalui tulisan di
Kompasiana atau melalui Youtube di www.youtube.com/christievalentino.
Aku di depan jemaat GBI Nafiri Allah Central Park
Apalagi ketika Pendeta disana mengurapiku dengan minyak dan memberkatiku, aku menangis …..
***
Sungguh! Aku tidak pernah sanggup
menceritakan semua, bagaimana hatiku yang sesungguhnya. Di satu sisi
sebagai manusia biasa yang selalu bertanya2 ‘mengapa aku sekarang
seperti ini’, aku merupakan ‘produk cacat’, tetapi di sisi lain, aku
sebagai Anak2 Tuhan sangat percaya bahwa semua yang terjadi padaku
merupakan yang terbaik untukku!
Ditambah lagi, ketika papa meninggal,
sebagai manusia biasa, aku bingung mengapa papa sangat cepat dipanggil
Tuhan sementara aku masih sangat membutuhkannya. Dan di sisi yang lain,
aku tetap terus percaya bahwa Tuhan adalah yang Maha Luar Biasa,
sehingga kunci imanku tetap berkata demikian …..
Aku juga tidak sanggup berpikir, begitu
banya yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidupku. Walau aku hidup dengan ½
tubuh sebelah kiri, tetapi Tuhan tetap selalu membuka jalanku sebagai
Anak2 Allah yang selalu berkarya, bersaksi dan melayani ….. Puji Tuhan
…..
Ketika Tuhan memanggilku untuk bersaksi
sebelum aku terserang stroke, aku masih malas karena kupikir aku belum
ingin bersaksia tentang keluar-biasaan Tuhan. Tuhan memanggilku
berkali2,aku merasakan benar panggilan Tuhan itu. Aku tidak tahu apa
yang menjadi rencana Tuhan untukku. Tetapiketika sekarang Tuhan
memanggilku untuk selalubersaksi, aku tidak akan menyia2kannya! Aku akan
terus bersaksi, walau banyak sekali rintangan yang menghadangku! Bukan
hanya yang terlihat dengan mata kepala sendiri, tetapi juga yang
tersirat ……
Tuhan, aku akan terus bersaksi
ssebagaimana yang Engkau inginkan aku untuk aku perbuat. Walau aku
sekarang hanya sendiri tanpa papa, aku yakin dengan berkat MU aku bisa
dan terus melayani, lewat orang2 yang ENGKAU utus untuk membantuku …..
Terima kasih, Tuhan …..
Tags: Catatan Harian
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Dia Terus Memanggilku untuk Bersaksi…”
Posting Komentar