Jumat, 12 April 2013
Ayo ‘Disabled Muda Indonesia’, Teruslah Berkarya dalam Tuhan…
Jumat, 12 April 2013 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Dokumen Pribadi
Aku, Andira, Habibie Afsyah dan sahabat2 dari IDCC sebagai panitia ‘Goes to Campus’ ke 16 universitas di Pulau Jawa.
Tidak gampang menjadi seorang dalam
keterbatasan, apalagi secara fisik, seperti aku. Ditambah lagi, dengan
masih ada orang yang melihat seseorang yang dengan keterbatasan, hanya
dipandang sebelah mata, meremehkan bahkan terlihat jijik. Sangat
menyedihkan, ketika kami, kaum disibilitas, dipandang rendah walau
pemikiran kami tidak kalah dengan orang2 normal.
Seperti aku, ketika aku
sedang terpuruk dengan keterbatasanku, aku sering dipandang rendah di
tempat2 umum, bahkan mereka pernah meneriaki aku sebagai ‘orang cacat’.
Tetapi ketika aku muulai bangkit dari keterpurukanku, tidak lama
kemudian, ternyata aku mampu ‘meyamai’ mereka dalam pemikiran, visi dan
misi tentang masa depan, serta dalam kasih untuk berbagi ( lihat
tulisanku Berbagi dalam Keterbatasan dan ‘Pelayanan’ku Sudah Dimulai : Bagaimana Dengan yang Lain? ) …..
Ketika aku merasa ingin berbagi, aku
tidak segan berbagi lewat media apapun. Aku memang terbatas secara
fisik, sebagai insan pasca stroke dengan lumpuh separuh tubuh sebelah
kanan, tidak gampang bisa berbagi secara fisik, tidak bisa membantu
secara fisik, dan karena aku tidak berada d alam kehidupan yang
bergelimang harta, akupun tidak mampu berbagi secara materi.
Tetapi Tuhn membukakan jalanku untuk
tetap berbagi. Ketika aku dulu sebelum sebagai insan pasca stroke mampu
berbagi secara fisik, sekarang Tuhan membuat aku sedikit mampu untuk
berbagi dalam kesaksian, pelayanan dan berbagi inspirasi untuk
keluargaku sendiri dan lingkungan sekelilingku …..
***
Tuhan membawaku kedalam sebuah komunitas
anak2 muda ( mahasiswa ) yang peduli dengan kaum disabled. Komunitas
ittu bernama IDCC ( Indonesia Disabled Care Community ), yang dibentuk
oleh sahabatku Habibie Afsyah dan dibantu oleh beberapa mahasiswa dari
berbagai universitas yang peduli dengan disabled Indonesia. Mereka ingin
membaur sebagai bagian dari warga negara, walau fasilitas2 untuk kami,
kaum disbled, baru sedikit sekali, terutama di daerah2 umum.
Ketika di acara Kompasianival 2012 di
Mall Gandaria City tanggal 17 bulan November tahun lalu, Tuhan
menuntunku untuk ke stand IDCC, bertemu dengan Habibie Afsyah dan teman2
mahasiswa yang mengurus IDCC. Dan setelah itu, berkembanglah hubungan
baik antara aku, Habibie dengan mamanya ( Ibu Endang ) serta IDCC
sendiri.
Tanggal 2 Desember 2012 lalu adalah Hari
Dissbilitas Internasional, dan kami berada dalam sebuah komunitas yang
luar biasa dengan mengadakan temu dan jalan2 di ‘care free day’ Jalan
Sudirman dan Bunderan HI ( lihat tulisanku Jangan Merasa Beradab, Jika Kita Tidak Peduli Kaum ‘Disabled!’). Dan kami ‘berhasil’ mengajak sahabat baru untuk berkumpul bersama untuk sharing dan berbagi di acara ini ( lihat tulisanku Sudah 3,5 Tahun, Bu Mardiana Tidak Melihat Matahari ….. ). Bahwa kami, kaum disbled, tetap mampu berada ditengah2 orang2 normal.
Semuanya sama, hanya CARA NYA SAJA YANG BERBEDA …..
Setelah itu, kami juga pernah bersama
dalam acara seminar bersama ‘Young Voice Indonesia’, saling berbagi
sebagai komunitas disabled dunia ( lihat tulisanku ‘Peduli Disabilitas’: Dunia Berharga Penuh Makna ). Juga berhubungan dengan IDCC dan Habibie Afsyah. Itu bulan Januari 2013
Dibulan April 2013 ini, aku diundang
bersama untuk berbicara oleh IDCC, berbagi dan bersaksi tentang
keadaanku sebagai bagian dari kaum disabled. IDCC melakukan ‘Goes to
Campus’ di area Pulau Jawa denan mengunjungi 16 univeersitas. Yang
pertama adalah di Solo, dan yang kedua, ketiga dan keempat di Jakarta.
Aku baru ikut di 2 universitas di Jakarta.
Dimaz ( tuna netra, baju ungu ), Habibis Afsyah dan aku serta IDCC.
Tanggal 6 April 2013, bersama dengan
Habibie Afsyah dan Dimaz ( keterbatasan melihat / tuna netra sejak kecil
karena sakit ), berbicara di mahasiswa2 Univeersitas Nasional Jakarta (
UNJ ).
Tanggal 9 April 2013, aku dengan Habibie serta Andira ( mahasiwa
tuna netra Fakultas Hukum UI ). Masing2 dari kami hany bercerita dan
bersaksi bahwa walau dengan keterbatasan secara fisik, kami tetap bisa
berkarya! Kami mau berbagi dan men-sosialisasikan kepada teman2
mahasiswa bahwa ada sahabat2 disabled yang tetap mau dan bisa berkarya.
Lewat beberapa komunitas seperti IDCC ini, kami memang akan terus
berkarya …..
Habibie Afsyah, Reza ( mahasiswa
Paramadina sebagai moderator ), aku sebagai insan pasca stroke, Andir (
mahasiswa tuna netra FH-UI )
Aku cacat? Kami cacat? So, WHAT ??? Lihat tulisanku Aku Cacat? So What?
Memangnya kami merugikan banyak orang? TIDAK!
Apakah karena kami cacat, kami tidak
mampu sebagai warga negara? Bahkan justru biasanya sebagai warga
disabled, kami lebih mampu untuk berjuang dibanding warna normal biasa!
Dan kamipun ‘menuntut’ hak2 kami sebagai warga negara. Seperti kata
sahabat2 disabled di IDCC, sering dari mereka sangat susah untuk
mendapatkan sekolah. Mereka hanya bisa bersekolah di
Sekolah Luar Biasa.
Tetapi dengan perjuangan penuh, mereka mampu bersekolah di sekolah
normal. Bahkan Andira adalah seorang mahasiswa berprestasi di Fakultas
Hukum Universitas Indonesia, yang tuna netra! Bahwa kami tetap mampu
berprestasi. Semuanya bisa dilakukan, seperti warga normal, tetapi CARA NYA YANG BERBEDA ! Dan itu biaasanya justru membuat orang agak sinis dengan cara2 kami …..
Sebagai arsitek, sejak dulu sampai
sekarang, aku sudah peduli dengan lingkunganku, termasuk sahabat2
disabled. Bahwa aku selalu berusaha membuat fasilitas2 bagi warga
disabled, terutama di bangunan2 umum. Seperti mall atau perkantorn dan
apartemen. Memang tidak mudah. Tetapi aku yakin, dengan perjuangan dan
doa, aku sangat yakin bahwa Tuhan akan menjawab doa2 kami.
Tetap yakin teguh, bahwa disabled bukan
sebuah keterpurukan, tetapi justru dengan sahabat2 disabled, kuasa Tuhan
dicurahkan! Bahwa tuhan mampu memberikan apapun bagi siapapun yang
bergantung kepada NYA, termasuk sahabat2 kami, kaum disabled …..
Salamku untuk sahabat2 IDCC, Tuhan berkati!
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Ayo ‘Disabled Muda Indonesia’, Teruslah Berkarya dalam Tuhan…”
Posting Komentar