Jumat, 12 April 2013

Ayo ‘Disabled Muda Indonesia’, Teruslah Berkarya dalam Tuhan…



By Christie Damayanti

1365751268324873461
Dokumen Pribadi

Aku, Andira, Habibie Afsyah dan sahabat2 dari IDCC sebagai panitia ‘Goes to Campus’ ke 16 universitas di Pulau Jawa.


Tidak gampang menjadi seorang dalam keterbatasan, apalagi secara fisik, seperti aku. Ditambah lagi, dengan masih ada orang yang melihat seseorang yang dengan keterbatasan, hanya dipandang sebelah mata, meremehkan bahkan terlihat jijik. Sangat menyedihkan, ketika kami, kaum disibilitas, dipandang rendah walau pemikiran kami tidak kalah dengan orang2 normal. 

Seperti aku, ketika aku sedang terpuruk dengan keterbatasanku, aku sering dipandang rendah di tempat2 umum, bahkan mereka pernah meneriaki aku sebagai ‘orang cacat’. Tetapi ketika aku muulai bangkit dari keterpurukanku, tidak lama kemudian, ternyata aku mampu ‘meyamai’ mereka dalam pemikiran, visi dan misi tentang masa depan, serta dalam kasih untuk berbagi ( lihat tulisanku Berbagi dalam Keterbatasan dan ‘Pelayanan’ku Sudah Dimulai : Bagaimana Dengan yang Lain? ) …..

Ketika aku merasa ingin berbagi, aku tidak segan berbagi lewat media apapun. Aku memang terbatas secara fisik, sebagai insan pasca stroke dengan lumpuh separuh tubuh sebelah kanan, tidak gampang bisa berbagi secara fisik, tidak bisa membantu secara fisik, dan karena aku tidak berada d alam kehidupan yang bergelimang harta, akupun tidak mampu berbagi secara materi.

Tetapi Tuhn membukakan jalanku untuk tetap berbagi. Ketika aku dulu sebelum sebagai insan pasca stroke mampu berbagi secara fisik, sekarang Tuhan membuat aku sedikit mampu untuk berbagi dalam kesaksian, pelayanan dan berbagi inspirasi untuk keluargaku sendiri dan lingkungan sekelilingku …..

***

Tuhan membawaku kedalam sebuah komunitas anak2 muda ( mahasiswa ) yang peduli dengan kaum disabled. Komunitas ittu bernama IDCC ( Indonesia Disabled Care Community ), yang dibentuk oleh sahabatku Habibie Afsyah dan dibantu oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas yang peduli dengan disabled Indonesia. Mereka ingin membaur sebagai bagian dari warga negara, walau fasilitas2 untuk kami, kaum disbled, baru sedikit sekali, terutama di daerah2 umum.

Ketika di acara Kompasianival 2012 di Mall Gandaria City tanggal 17 bulan November tahun lalu, Tuhan menuntunku untuk ke stand IDCC, bertemu dengan Habibie Afsyah dan teman2 mahasiswa yang mengurus IDCC. Dan setelah itu, berkembanglah hubungan baik antara aku, Habibie dengan mamanya ( Ibu Endang ) serta IDCC sendiri.

Tanggal 2 Desember 2012 lalu adalah Hari Dissbilitas Internasional, dan kami berada dalam sebuah komunitas yang luar biasa dengan mengadakan temu dan jalan2 di ‘care free day’ Jalan Sudirman dan Bunderan HI ( lihat tulisanku Jangan Merasa Beradab, Jika Kita Tidak Peduli Kaum ‘Disabled!’). Dan kami ‘berhasil’ mengajak sahabat baru untuk berkumpul bersama untuk sharing dan berbagi di acara ini ( lihat tulisanku Sudah 3,5 Tahun, Bu Mardiana Tidak Melihat Matahari ….. ). Bahwa kami, kaum disbled, tetap mampu berada ditengah2 orang2 normal. 

Semuanya sama, hanya CARA NYA SAJA YANG BERBEDA …..

Setelah itu, kami juga pernah bersama dalam acara seminar bersama ‘Young Voice Indonesia’, saling berbagi sebagai komunitas disabled dunia ( lihat tulisanku ‘Peduli Disabilitas’: Dunia Berharga Penuh Makna ). Juga berhubungan dengan IDCC dan Habibie Afsyah. Itu bulan Januari 2013

Dibulan April 2013 ini, aku diundang bersama untuk berbicara oleh IDCC, berbagi dan bersaksi tentang keadaanku sebagai bagian dari kaum disabled. IDCC melakukan ‘Goes to Campus’ di area Pulau Jawa denan mengunjungi 16 univeersitas. Yang pertama adalah di Solo, dan yang kedua, ketiga dan keempat di Jakarta. Aku baru ikut di 2 universitas di Jakarta.

13657513501981140101
1365751394261432555
Dimaz ( tuna netra, baju ungu ), Habibis Afsyah dan aku serta IDCC.

Tanggal 6 April 2013, bersama dengan Habibie Afsyah dan Dimaz ( keterbatasan melihat / tuna netra sejak kecil karena sakit ), berbicara di mahasiswa2 Univeersitas Nasional Jakarta ( UNJ ). 

Tanggal 9 April 2013, aku dengan Habibie serta Andira ( mahasiwa tuna netra Fakultas Hukum UI ). Masing2 dari kami hany bercerita dan bersaksi bahwa walau dengan keterbatasan secara fisik, kami tetap bisa berkarya! Kami mau berbagi dan men-sosialisasikan kepada teman2 mahasiswa bahwa ada sahabat2 disabled yang tetap mau dan bisa berkarya. Lewat beberapa komunitas seperti IDCC ini, kami memang akan terus berkarya …..

1365751468989005425

Habibie Afsyah, Reza ( mahasiswa Paramadina sebagai moderator ), aku sebagai insan pasca stroke, Andir ( mahasiswa tuna netra FH-UI )

Aku cacat? Kami cacat? So, WHAT ??? Lihat tulisanku Aku Cacat? So What?

Memangnya kami merugikan banyak orang? TIDAK!

Apakah karena kami cacat, kami tidak mampu sebagai warga negara? Bahkan justru biasanya sebagai warga disabled, kami lebih mampu untuk berjuang dibanding warna normal biasa! Dan kamipun ‘menuntut’ hak2 kami sebagai warga negara. Seperti kata sahabat2 disabled di IDCC, sering dari mereka sangat susah untuk mendapatkan sekolah. Mereka hanya bisa bersekolah di 

Sekolah Luar Biasa. Tetapi dengan perjuangan penuh, mereka mampu bersekolah di sekolah normal. Bahkan Andira adalah seorang mahasiswa berprestasi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang tuna netra! Bahwa kami tetap mampu berprestasi. Semuanya bisa dilakukan, seperti warga normal, tetapi CARA NYA YANG BERBEDA ! Dan itu biaasanya justru membuat orang agak sinis dengan cara2 kami …..

Sebagai arsitek, sejak dulu sampai sekarang, aku sudah peduli dengan lingkunganku, termasuk sahabat2 disabled. Bahwa aku selalu berusaha membuat fasilitas2 bagi warga disabled, terutama di bangunan2 umum. Seperti mall atau perkantorn dan apartemen. Memang tidak mudah. Tetapi aku yakin, dengan perjuangan dan doa, aku sangat yakin bahwa Tuhan akan menjawab doa2 kami.

Tetap yakin teguh, bahwa disabled bukan sebuah keterpurukan, tetapi justru dengan sahabat2 disabled, kuasa Tuhan dicurahkan! Bahwa tuhan mampu memberikan apapun bagi siapapun yang bergantung kepada NYA, termasuk sahabat2 kami, kaum disabled …..

Salamku untuk sahabat2 IDCC, Tuhan berkati!

Tags:

0 Responses to “Ayo ‘Disabled Muda Indonesia’, Teruslah Berkarya dalam Tuhan…”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks