Rabu, 03 Oktober 2012
Pedulikah Kita dengan ‘Warning Sign’ Tubuh tentang Serangan Stroke?
Rabu, 03 Oktober 2012 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
heartandstroke.sk.ca
Sudah banyak penulis ataupun pembicara
yang menguraikan tentang penyakit stroke. Dari tanda2 awalnya sampai
pengobatannya. Tidak henti2nya aku mensosialisasikan tentang stroke,
karena aku tidak mau ada yang mengalami seperti aku sekarang.
Kadang2 faktor resiko stroke merupakan
penyebab pertama terserang penyakit stroke. Tetapi, tidak sedikit
masyarakat yang terserang stroke bukan akibat faktor2 resiko mereka,
tetapi justru gaya hidup atau lifesyle mereka. Bahkan, sering juga yang
aku dengar dan aku baca adalah mereka yang terserang stroke, sangat
mendadak, bukan karena faktor resiko, faktor keturunan ( hipertensi )
atau gaya hidup mereka.
Tiba2 saja, seseorang mengalami gejala2 menuju serangan stroke, yaitu :
1. Mendadak kesemutan separuh
tubuh atau seliruh tubuh, dari ujung jari2 kaki atau tangan serta main
lama makin keatas, semakin lama semakin berat.
2. Mendadak makin lama susah
berpikir, susah berbicara dan mengalami kebingungan yang amat sangat,
serta kepala mendadadk pusing dan berputar ( vertigo ).
3. Mendadak mengalami penglihatan ganda atau penglihatan burang dan mulai gelap disertai pusing.
4. Mendadak kesetimbangannya oleng serta tidak bisa berjalan lurus sehingga orang itu tampak mau jatuh.
5. Mendadak pusing tanpa tahu sebabnya, walau tidak ada gejala apa2.
Aku mengalami semua itu. Sebenarnya,
beberapa ‘warning sign’ diatas ini bukan mendadak, tetapi SELALU! Aku
selalu mengalami pusing tanpa tahu sebabnya ( lihat tulisanku Dari Status Facebook-ku: Terlihat Sakit Kepalaku (Mungkin) memang Merupakan Gejala Awal Stroke-ku ). Sejak aku seolah dulu ( sejak SMP ).
Aku sering mengalami penglihatan ganda,
padahal jika aku memeriksakan diriku di optic atau dokter mata, mataku
tidak bermasalah, paling2 sampai sekarang aku hanya minus (-) ½ dan plus
(+) 1,5 saja, dengan usiaku yang memang sudah lumayan banyak.
2 dari 5 ‘warning sign’ untuk sudah
merupakan gejala awal stroke-ku, karena aku mempunyai resiko2 besar
terserang stroke. Keluargaku mempunyai riwyat hipertensi ( tekanan darah
tinggi ) dan banyak saudaraku terserang stroke. Lalu, gaya hidup atau
lifestyle-ku sangat riskan dengan makan yang tidak teratur serta
berkolesterol tinggi. Serta hidupku yang terbentur dengan kerja keras
dengan stress tinggi karena untuk penyelesaian deadline pekerjaanku
sebagai arsitek proyek.
Tetapi, sudah aku katakan dalam beberapa
tulisanku sebelum ini, aku memang bandel dan tidak mau menuruti
keinginan papaku untuk terus berobat dan tidak mau mengikuti nasehat
dokter, serta hanya berlindung dari keinginan diiri sendiri saja,
sehingga aku mengalami kejadian tragis seperti ini. Aku tidak mau
mencari tahu tentang faktor2 resiko untuk kesehatanku dan aku tidak
mengandalkan Tuhan …..
Dan ketika serangan stroke datang secara tiba2, aku yakin, serangan
stroke di tubuhku ini bukan serangan yang tiba2, tetapi serangan yang
terjadi karena aku tidak peduli dengan kondisi kesehatanku sejak dulu ……
Lalu bagaimana? Tidak ada yang perlu
disesali. Aku memang bandel, melangkah kebatas yang sudah digaruskan
Tuhan kepadaku. Bahwa sejak tahun 2007 pun aku sudah di vonis dengan
penyakir darah tinggi akut ( terlihat dari pemeriksaan mataku di RSCM,
bahwa aku memang terserang penyakit darah tinggi aku dengan pembuluh2
darah mata yang terlihat ), tetapi aku malas berobat.
Seharusnya, penderita penyakit darah
tinggi selalu minum obat SELAMANYA, tanpa jeda. Dengan pemeriksaan ke
dokter dengan rutin, akan membantu untuk terus menjaga kesehatan dan aku
memang bandel …..
Tentang sakit kepalaku pun sebenarnya
aku merasakan ’sesuatu’. Sehingga sekitar awal tahun 2000, aku
memeriksakan diri ke dokter syaraf kepala karena aku takut adanya sebuah
tumor atau kanker di otakku. Tetapi hasil pemeriksaannya baik2 saja (
dengan CT Scan ), walau sakit kepala ku tidak pernah berhenti, sehingga
sejak SMP aku harus mengantongi banyak obat sakit kepala. Dan sejak
bekerja, aku bisa mibum sebuah obat sakit kepala sampai 8 butir ( 2
strip ) karena jika minum obat itu, sakit kepalaku lenyap …..
‘Warning sign’ untuk yang beresiko
terserang stroke sangat membantu, JIKA kita mau peduli dengan kesehatan
kita. Seperti aku, ‘warning sign’ ternyata tidak mempengaruhi gaya hidup
ku, sehingga aku beanr2 terserang stroke parah …..
Tanda2 sebuah penyakit sebenarnya sudah
bisa di deteksi awal dalam tubuh kita. Masalahnya, banyak dari kuta yang
tidak peduli dengan kesehatan kita. Apalagi kita, yang sedang
‘mekar2nya’ dalam usia emas denga fisik yang prima, seperti aku dulu.
Walau ‘hanya’ seorang perempuan, aku merasa mampu dan memiliki fisik
yang prima, wlapun beberapa penyakit sudah mengendap di tubuhku. Jika
kita peduli dengan kesehatan kita, kita pasti aan menjaganya serta
berpantang dari apa yang tidak bisa dilakukannya. Tetapi jika kita tidak
peduli ( atau belum peduli ) dengan kesehatan kita, kita bisa atau akan
terserang sebuah penyakit karena ketidak-pedulian kita …..
Sekarang, pedulikah kita dengan
kesehatan kita? Dan pedulikah kita dengan ( kemungkinan ) serangan
stroke, jika kita banyak mengabaikan ‘warning sign’ dari tubuh kita?
Salamku …..
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Pedulikah Kita dengan ‘Warning Sign’ Tubuh tentang Serangan Stroke?”
Posting Komentar