Rabu, 10 Oktober 2012

‘Hari Pos Sedunia’, 9 Oktober 2012 : Peranan ICT dalam Perfilatelian



By Christie Damayanti

1349847011833247356
Dokumen Pribadi

Konsep ‘Internet Sehat dan Aman’ untuk anak2 dan remaja, bukan hanya melulu belajar menulis yang sedang kami lakukan di beberapa sekolah, seperti untuk belajar membuat ‘mading’ ( lihat tulisanku Mbah Google versus ‘Mading’ ). 

Banyak alternatif dari kami untuk membentuk anak2 dan remaja yang pintar, tangguh dalam belajar serta mampu untuk selalu berinovasi dan dalam berkreativitas sebagai penerus bangsa.

Selasa tanggl 9 Oktober 2012 kemarin adalah Hari Pos Sedunia, dimana pos dunia pertama kali ada di Bern, Swiss tahun 1874, UPU ( Universal Postal Union ). UPU beranggotakan 192 negara termasuk Indonesia. 

Di hotel Preanger Bandung untuk memperingati Hari Pos Sedunia, KemenKominfo RI ( Kementerian  Komunikasi dan Informatika RI ) mengelenggarakan Peluncuran Prangko Jati Diri Bangsa dengan Talk Show tentang Peranan ICT ( Information and Communication Technology ) dalam Perfilatelian di Indonesia. KemenKominfo juga mengelenggarakan Pameran dari 3 orang filatelis, Pak Luthfie dengan koleksi ‘Indonesia’nya, aku dengan koleksi Autograf dan Disney-ku, dan mamaku dengan koleksi ‘lukisan prangko’nya.

13498470691730960810
13498471222039075075
Aku dengan koleksiku dan mamaku dengan lukisan prangkonya.
13498471841920286685
Pak Lutfhie dengan koleksinya, bersama dengan pak Tugian dari KemenKominfo.

Talk Show dibuka oleh Moderator, pak Lutfhie dan Pak Yohanes Widyawan sebagai Kasubdit Prangko dan Filateli, memaparkan tentang Sosialisasi tentang Peraturan Pemerintah tentang Filateli, lalu tentang desain prangko oleh Pak Tata Sugiarta sebagai Manager Filateli, teryata mengundang banyak informasi.

1349847226566645264
1349847352539162179

Pak Tata memaparkan tentang desain prangko Indonesia serta Valentino dengan ‘cerita’ ICT tentang pefilatelian Indonesia-nya …..

Dilanjutkan oleh presentasi tentang peranan ICT dalam perfilatelian oleh Valentino serta aku dengan konsep menulis surat, sebagai hobi dan bisa menjadikan sebuah koleksi yang berharga untuk diri sendiri, asset keluarga serta bisa menjadi contoh unsur pendidikan.



13498473981951408982
13498474311033343946
Paparan Valentino yang menyentak para filatelis Indonesia yang datang ke Talk Show ini …..

Ketika aku menggelar ‘Wonderful Philatelic & Collectible of Disney’ libur Lebaran 2012 di Museum Prangko TMII ( lihat tulisanku Pameran Tunggal-ku yang Pertama : ‘Wonderful Philatelic & Collectible of Disney’ ), ternyata masih banyak anak2 dan remaja yang ingin tahu tentang prangko ( lihat tulisanku Teknologi Modern Tetap Terkalahkan, dengan Lomba ‘Jadul’ Seperti Ini …... ).  

Memang, mungkin mereka tidak terlalu suka dengan gambar2 prangko Indonesia, yang jujur, agak tidak menarik bagi anak2. Sehingga, kita harus putar otak untuk mereka mulai tertarik dengan prangko, karena di dalam prangko terdapat konsep Indonesia dalam beragam budaya.

Di luar dari komunitas filateli Indonesia, Valentino justru bisa melihat dengan jelas dan gamblang, apa yang diburuhkan oleh filatelis2 Indonesia. Justru dia mengatakan pada Talk Show kemarin, jika dia tidak berteman dengan aku, dia tidak tahu, apa itu filateli dan dia sudah mengira bahwa filateli hanya diikuti oleh orang2 tua, bahkan sudah mati! 

Ckckck ….. tega niaaaannn …..

Tetapi justru setelah kami dekat, makin lama, Valentino semakin mengerti bahwa filateli merupakan hobi yang sangat asik, menyenangkan bahkan sarat dengan pendidikan. Sehingga dalam hobi dan kegiatanku sebagai filatelis dengan keterbatasan, aku selalu dibantu oleh Valentino dalam penyelenggaraan pameran2ku, termasuk di kegiatan kemarin. 

Dan walaupun dia memang tidak menyukai prangko, ternyata dia bisa dengan lembut membantuku untuk membuat konsep pameran prangko-ku. Ditambah lagi, Valentino sudah sangat peduli dengan prangko dan justru bukan hanya dia membantuku untuk membereskan prangko2 dan pameran2ku saja, tetapi dia berudaha agar prangko2 menjadi hobi baru untuk anak2 dan remaja, lewat teknologi. Kami menyebutnya ‘prangko berteknologi’ …..

134984748166801473

Aku bicara tentang konsep menulis surat yang menjadi ssebuah koleksi berharga untuk keluargaku ( lihat tulisanku Bermula dari Sahabat Pena, Aku ‘Berteman’ dengan Para Pembesar Banyak Negara ).

Bahwa, tidak dipungkiri bahwa teknologi menyabet fungsi prangko, dan teknologi internet membuat prangko menjadi dunia jadul. Tetapi, konsep ‘Internet Sehat dan Aman’, ternyata bisa menjadikan prangko salah satu fokus hobi untuk anak2 dan remaja.

Kami, Aku dan Valentino,memang sedang terlepas dari baju ‘IDKita Kompasiana’, tetapi ternyata ada benang merah tentang ‘Internet Bersih dan Aman’, dan filateli khususnya prangko, menjadi fokus utamanya. Dengan berbekal niat untuk berkegiatan positif sebagai hobiku, dan Valentino sebagai ahli IT, kami memulai konsep ‘prangko berteknologi’ dan ternyata kami di dukung oleh pemerintah, dalam hal ini adalah DepKompinfo. 

Koleksi2ku tentang benda2 filateli, dipaparkan dalam dunia maya, yang bisa dengan leluasa dilihat di seluruh dunia. Artinya, benda2 filateliku bukan hanya di simpan di album, tetapi bisa dinikmati lewat internet …..

Konsep merubah filateli yang jadul menjadi filateli berteknologi, setahuku belu ada yang membuat, jika aku googling. Banyak orang membuat web tentang benda2 filateli tetapi untuk diperjual belikan. Di luar negeri paling ada tentang filateli2 negaranya, tetapi beum ada yang perseorangan. Misalnya, cerita tentang filateli2 Amerika, Singapore bahkan di negara2 Afrika, memang ada dan lengkap, tetapi bukan perseorangan. Tetapi belum ada cerita tentang filateli Indonesia …..

Dan dalam Hari Pos Sedunia, menjadi awal dari ‘prangko berteknologi’, untuk mereka yang peduli dengan benda2 filateli khususnya prangko sebagai bagian dari warisan bangsa …..

Kami ada di atas panggung, melihat wajah2 antusias tentang hal ini. Dan menurutku, mereka harus disentak untuk bisa memberikan konsep tentang filateli sebagai bagian dari unsur pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Sayang, tidak banyak yang datang. Mungkin memang kami harus lebih berusaha untuk mendatangkan mereka. Karena yang datang adalah orang2 tertentu yang memang berada dalam komunitas filateli, dan semuanya senior …..

Tidak apa-apa. Yang jelas, kami sudah mulai dengan ‘prangko berteknologi’, dan kami terus maju sebagai contoh bahwa hanya dengan koleksi2 benda2 filateli-ku, ternyata mampu untuk membina anak2 dan remaja sebaagi penerus bangsa. Mulai dari pameran ke pameran, men-scan koleksiku dan meng-upload ke web, menjadikan koleksi benda2 filateliku ‘terbuka’ ke seluruh dunia. 

Dan anak2 bukan bisa melihat banyak cerita tentang prangko-ku, tetapi kami menginginkan ( dan terus menginginkan ) mereka berusaha sendiri untuk membaca tentang prangko serta mungkin mereka juga bisa untuk membuat blog sendiri tentang koleksi mereka …..

Setelah 1,5 jam berdiskusi, ditutup dengan pelunceran Prangko Jati Diri Bangsa. Hasil desain oleh anak2 dan remaja yang menang, menjadi sekeping prangko, sangat menarik, ditanda tangani oleh para pejabat KemenKominfo.

13498475241413511862

Para pejabat KemenKominfo yang menandatangani Peluncuran Prangko Jati Diri Bangsa di Hotel Preanger Bandung, Selasa 9 Oktober 2012 dalam rangka Hari Pos Sedunia.



***

Filateli khususnya prangko, memang sudah ada sejak seratus lebih tahun yang lalu, tetapi prangko bukan merupakan hobi jadul. Justru, prangko bisa menjadi hobi yang sangat berteknologi sebagai tempat pembelajaran bagi anak2 dan remaja sebagai penerus bangsa, karena dalam sekeping prangko, berisikan konsep kehidupan berbangsa dan bernegara serta budaya2 Indonesia, yang menjadikan sekeping prangko ini, sebagai bagian dari asset negara …..

Selamat Hari Pos Dunia, salam filateli …..

Tags: ,

0 Responses to “‘Hari Pos Sedunia’, 9 Oktober 2012 : Peranan ICT dalam Perfilatelian”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks