Rabu, 16 Mei 2012
Mau Dapat Uang Saku Tambahan?
Rabu, 16 Mei 2012 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
jawabanpasti.com
Jaman sekarang memang sudah berubah. Ibu Kartini membuat wanita Indonesia, banyak berubah, dari yang positif ( pastinya ) sampai emansipasi yang ‘kebablasan’. Jika dulu wanita benar2 hanya duduk di rumah, mengurusi rumah tangga dan menjaga anak2, sambil menunggu suaminya pulang, sekang wanita Indonesia bisa berkarya, berkarier dan melakukan apapun yang mereka inginkan.
Salah satunya adalah untuk menambah ‘uang saku’ rumah tangga, walaupun wanita hampir semua bekerja untuk membantu suami membiayai rumah tangga, ataupun karena ingin terus berkarya.
Jika sudah bekerja, tetapi wanita ingin mendapat uang saku lebih lagi, bagaimana caranya? Jika aku, sebagai wanita dan berkarier sebagai arsitek, aku dengan gampang untuk mendapatkan proyek2 diluar dari pekerjaanku, misalnya pekerjaan rumah tinggal saudara atau teman, interior toko teman dan sebagainya. Juga ketika aku masih kuliah dengna membantu kakak kelas yang ujian akhir membuat maket / model bangunan ( lihat tulisanku Penghasilanku yang Pertama ). Tetapi yang lain, bagaimana?
Ada beberapa cara, yang aku sudah lakukan, ketika aku masih sekolah dan ketika aku sempat bersekolah di luar negeri atau ketika kami sedang berlibur di rumah adikku di sebuah negara.
Sedikit share, cara untuk menambah ‘uang jajan’, yang aku sudah lakukan :
1. ‘Garage sale’
Aku pernah tinggal di Australia untuk bersekolah. Sebagai mahasiswa, uang sakuku terbatas, dari kedua orang tuaku. Dulu aku tinggal kost dan kehidupanku ditanggung orang tua angkatku. Aku bayar kost termasuk makan 3x sehari. Dan teman kostku, adalah gadis seumuran denganku, dari Thailand, sehingga kami kemanapun hampir selalu bersama. Ke kampus ( kampuspun sama ) bersama, jalan2 bersama dan belanjapun bersama ( lihat tulisanku Jejak Nostalgia: Masa-masa Kuliah di Perantauan ).
Ketika mulai bersekolah, buku2ku lama kelamaan bertambah banyak, sehingga ketika mau kembali ke Indonesia, barang bawaanku berambah banyak, sampai kelebihan bagasi, walaupun sudah bagasi khusus setelah kuliah ( 2x lipat dari baasi normal ). Jadi, ketika sekitar 1 bulan sebelum kami kembali ke Indonesia, kami merencanakan ‘garage sale’. Selain untuk memperingan bagasi, kami bisa menambah uang saku. Dulu, aku memang berangan2 menabung dalam dollar, walau bukan dollar Amerika.
Mulailah, setiap hari Sabtu dan Minggu, kami minta ijin untuk menggelar ‘garage sale’ di depan rumah orang tua angkat / kost kami. Sabtu mulai jam 2 siang sehabis makan siang sampai jam 5 sore, Minggu setelah pulang Gereja jam 2 siang sampai jam 6 sore. Lumayan …… barang2 kami yang ( mungkin ) tidak terpaai lagi di Indonesia, aku jual dengan harga 1/3 sampai ½ dari harga yang aku beli ….. Lumayan, kami bisa mengantongi dollar Australia untuk dibawa pulang …..
2. Membuat makanan dan camilan
Jika aku dan keluargaku sedang berlibur di Amerika dan berakomodasi di rumah adikku di Dallas, biasanya lebih dari 2 bulan, kami, terutama mamaku, selalu membuat makanan2 dan camilan2 untuk teman2 adikku di Gereja, untuk di jual. Bukan hanya itu, kami juga membuat ‘catering’ untuk beberapa teman adikku, yang ternyata hasil penjualannya, bisa ‘membeli’ tiket Jakarta - Dallas - Jakarta besert uang sakunya, lho!
Memang, itu di Amerika, dimana harga jual makanan lumayan mahal. Tetapi, tetap sangat bisa dilakukan. Aku sih belum pernah melakuukannya disini, tetapi sudah banyak teman dan saudara untuk membuat makanan dan camilan, yang memang hanya di sebuah sessi tertentu, yang bisa mendapatkan uang saku lebih. Misalnya, makanan dan kue2 di hari raya atau untuk sebuah pesta tetangga, dan sebagainya.
3. Membuka stand di bazzar2 yang bukan bazzar untuk ‘charity’
Seperti di beberapa kampus atau kantor di manapun, Sering mengadakan bazzar, misalnya untuk mencari dana berkegiatan, atau mempromosikan sesuatu. Kita bisa menjual barang2 dengan menyewa stand, termasuk juga makanan. Dulu sewaktu aku masih kuliah, bersama beberapa teman, kami sering menyewastand unttuk menjual makanan atau untuk berfoto ( ada teman yang bisa mem-foto dan dijual dengan pigura2 yang artistik ). Atau uga pernah menywa stand untuk mejual jasa ’sketsa’ wajah ( ada teman yang bagus untuk sketsa wajah ) serta sketsa2 rumah2 sederhana berikut konsultasinya, sebagai ( dulu ) calon arsitek …..
Lumayan lho hasilnya. Bisa untuk membeli peraltan menggambar arsitektur yang memang mahal …..
Ketika kami berlibur di Amerika, aku juga pernah menyewa stand di ‘Weekend Market’, yang adanya hanya setiap hari Sabtu dan Minggu. Aku sengaja membeli barang2 dari Indonesia ( yang aku pikir, mereka suka, biasanya barang2 khas Indonesia ) dan dijual denan harga yang relatif masih murah untuk Amerika, teatpi sudah lebih dari 2x lipat aku beli di Jakarta ….. Dan, sungguh, aku bisa membelikan barang2 yang memang aku inginkan di Amerika …..
4. Membuat barang2 kerajinan tangan sendiri dan menjual kepada teman2 dekat
Sejak dulu, aku memang selalu tidak bisa diam. Dulu, aku sering membuat barang2 kecil yang disukai teman2ku di sekolah. Waktu SMP dan SMA, aku membuat kartu Valentine dari kertas merah dan pink dengan kata2 yang aku susun sendiri, dijual ke teman2 depat, dan meluas ke seluruh sekolah. Mereka mengatakan aku memang berbakat untuk desain apa saja. Karena bukan hanya kartu, tetapi aku membuat boneka2 kecil dari sabun mandi yang di hias dengan pita2, sehingga membentuk binatang2 lucu, sampai angsa putih yang anggun …..
Sewaktu kuliah, aku membuat stiker2 cantik berwarna warni dengan inisial nama apapun, ada yang bertumpuk2 sehingga 1 stiker dengan 1 nama bisa berwarna beraneka macam dan dijual lewat ‘bursa arsitektur’ di kampusku …..
5. Menjual barang dari internet
Internet adalah teknologi yang sangat bermanfaat, walau beberapa gelintir orang menjadikan ‘internet tidak sehat’. Di internet, kita bisa menjual apa saja, tanpa membuka toko. Dari barang2 kecil, barang2 hobi, mobil sampai rumah, aku sudah pernah melakukannya.
Di salah satu komunitas filateli grup FB ku, banyak teman yang berjualan prangko. Harganya sesuai dengan harga nominal, tetapi yang memang langka atau yang sudah ‘tua’ akan berharga mahal. Dan karena komunitas ini memang murni sebagai pencinta filateli dan kolektor, bukan untuk bisnis, benda2 filatelinya dijual dengan harga yang wajar …..
Begitu juga tentang beberapa orang sepupuku, yang berdagang baju dan asesoris wanita lewat Fbnya, mereka bisa mendatangkan uang lumayan untuk kebutuhannya sendiri. Dan yang terakhir, aku memasarkan rumahku lewat ‘Rumah Kita’ di internt. Banyak yang telpon atau sms. Dan ruamhku terjual dari saudaranya yang aktif di internet, yang memang mencari rumah disekitar rumahku ….. tetapi yang aku tuliskan ini adalah pengalamanku sendiri, sebagai wanita, pekerja dan ‘wiraswasta’ dadakan …..
Yang aku ceritakan diatas, adalah bekerja paruh waktu untuk mendapatkan uang saku lebih dari pekerjaan sehari2 kita. Sebenarnya, masih banyak yang bisa dilakukan untuk mendapatkan uang saku
Untuk mencari uang memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Beberapa cerita diatas, sebenarnya semua orang bisa melakukannya. Apalagi orang tersebut benar2 berniat untuk mendapat uang saku. Masalannya, apakah kita sanggup menjalaninya? Karena, kadang2 kita merasa ‘gengsi’ untuk memasarkan barang2 kita ke teman2, sekedar untuk mencari pendapatan lebih. Kita biasanya, bangga untuk bekerja di perkantoran, tetapi ‘gengsi’ untuk bejualan di beberapa tempat yang aku ceritakan diatas …..
Sekali lagi, tidak ada kata ‘tidak bisa’, tetapi adanya kata ‘malas’ dan ‘gengsi’ untuk menjadikan kegiatan kita bermanfaat bagi keluarga, sesama dan lingkungan kita …..
Salamku …..

Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “ Mau Dapat Uang Saku Tambahan?”
Posting Komentar