Minggu, 29 April 2012

‘Rusun Kampung Deret’: Konsep Menarik bagi Warga Jakarta, Tetapi …..



By Christie Damayanti

1354175420915611448

Hunian warga memenuhi kawasan bantaran sungai di Kali Krukut, Karet Tengsin, Jakarta Selatan, Senin (29/10). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata semua kawasan perumahan di bantaran kali melalui konsep kampung deret sebagai salah satu upaya memperindah sungai sekaligus antisipasi banjir pada musim hujan./Admin (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Walau aku sangat ‘concern’ tentang perbaikan kota Jakarta, apalagi cerita sekitar kaum urban metropolitan sebagai seorang arsitek dan urban planner, aku tidak mau mengomentari tulisan mba Della Ana ( lihat di Rusun Kampung Deret Antara Pro dan Kontra Pejabat dan UU ). Apalagi dibumbui dengan politik. Yang aku ingin katakan tentang hal tersebut diatas, boleh jadi adalah konsep dan rumusan di kepalaku yang sudah ada sejak aku masih kuliah, lebih dari 20 tahun lalu.

Seperti konsep2 yang sudah pernah aku jabarkan di beberapa tulisanku tentang apartemen, sungguh konsep ini sangat relevan bagi penduduk Jakarta. Dengan lahan kota yang semakin sempit serta penduduk yang semakin padat, ternyata tidak membuat warga kota mau dan ingin tinggal di pinggiran kota jika ingin mempunyai rumah. Karena seperti yang kita ketahui, tanah di kota swemakin mahal, termasuk membangunnya, sehingga jika ingin membangun rumah, lebih baik dipinggiran kota, secara bisa mendapat tanah yang lebih luas dan relatif lebih murah, juga tetap bisa bekerja di kota Jakarta.

Beberapa tahun lalu, beberapa pengembang mengkonsepkan ‘Back to City’ ( lihat tulisanku Konsep ‘Back to the City’: Dampak dari Kehidupan Hunian Perkotaan ), dimana karena banyak warga Jakarta tidak mau tinggal di pinggiran kota, maka pengembang2 itu membangun apartemen2 kecil bagi mereka. Apartemen2 di Jakarta sekarang ini, tidak lebih dari 40 m2 untuk standrad bagi keluarga2 muda. Bahkan ada yang hanya belasan m2 untuk studio serta type 21 dan 36 seperti RSS. 

Alasan membangun apartemen kecil untuk warga kota Jakarta, karena tanah kota semakin mahal ditambah dengan kota semakin padat. Hanya di beberapa daerah kota saja yang mempunyai apartemen dengan unit besar yang berani membayar mahal untuk tempat tinggal.

Lain lagi bagi kaum marjinal kota Jakarta. Bukannya mau dibedakan, tetapi setiap daerah, kota bahkan negara mempunyai aturan2 baku tentang konsep kota bagi warganya yang mungkin tidak mempunyai akses hidup nyama dan tempat tinggal yang memadai. Warga marjinal kota Jakarta pada kenyataannya lebih memilih tinggal di daerah ’slum’ sambil mencari uang, dibandingkan tinggal di desa, dengan tempat dan rumah yang lebih nyaman. Dan sampai sekarang, Jakarta masih menjadi ‘magnet’ bagi warga kota2 lain sebagai kota yang glamour dan tempat mencari uang.

Arus urbanisasi masih menjadi kendala besar bagi pemda Jakarta dan tidak dapat dibendung sampai Jakarta sangat padat dan sesak, bukan hanya unyuk tempat tinggal saja, melainkan lebih kearah Jakarta menjadi sebuah kota yang sangat krusial.

Ketika pemda Jakarta sekarang ‘mampu’ membangun ‘Rusun Kampung Deret’ di bantaran sungai ( yang sekarang sebagai daerah ’slum’ kaum marjinal Jakarta ), aku agak terpengarah. Konsepnya memang bagus, tetapi konsep ini harus dikaji lebih dalam lagi, karena terkait dengan banyak daerah, banyak instansi dan banyak ‘perasaan’. Mari kita lihat dan amati, sebenarnya apa yang bisa dilakukan pemda Jakarta, dalam hal ini aku sebagai urban planner.

Dilihat dari lokasi, daerah bantaran sungai :

Dimanapun, di kota dan negara manapun, konsep bantaran sungai harus mempunyai DAS ( Daerah Aliran Sungai ). Antara sungai sampai sebuah bangunan, antara belasan sampai puluhan meter, tergantung banyak hal, seperti besar dan lebar sungai, tanah disekitarnya atau adanya infra-struktur2 di sekelilingnya.
13541712881311739596
firmanirmansyah.wordpress.com

Konsep DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. (PP No 37 tentang Pengelolaan DAS, Pasal 1)

DAS ini harus di disiplinkan, sehingga konsep untuk membangun ‘Rusun Kampung Deret’ sesuai dengan yang diinginkan. Bukah hanya untuk kenyaman warga Jakarta saja, tetapi untuk desain kota yang lebih baik dari kenyamanan, keindahan bahkan kesehatan kota.

1354171382129915929
firmanirmansyah.wordpress.com
13541714171687138758
pikiran-rakyat.com

Konsep normalisasi sebuah sungai, akan memsksn waktu banyak, sehingga DAS ( yang bergaris merah ) tercapai dan bangunan2 di sekitarnya akan ‘tersingkir’ dan sungai dengan warga di bataranya lebih nyaman untuk tinggal.

Pertanyaannya yang krusial adalah, mampukah warga Jakarta untuk TIDAK LAGI membangun rumah2 seadanya, atau bedeng2 untuk berdagang lagi DI DEPAN atau di bantaran sungai yang harus menjadi DAS?  Karena daerah ini pastilah menarik untuk dibangun rumah. DAS ini merupakan lokasi yang cantik dan memang merupakan tempat rindang ( banyak pepohonan dan rerumputan ) serta bebas dari beban bangunan. 

Sepertinya, konsep DAS yang baik belum bisa terlaksana sepanjang urbanisasi ke Jakarta masih terus tidak terselesaikan karena mereka pasti mencari tempat tinggal baru dan tidak mampu membeli tanah atau rumah di Jakarta.

1354171458294982474
hydrologi.multiply.com

Tetapi walau DAS di Surabaya ini sudah dibuat sedemikian rupa, tetap saya wargamembangun bedeng dan daerha ini menjadi daerha ’slum’ baru.

Dilihat dari sungai di Jakarta :

Setahuku, sungai2 di Jakarta ada 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Hulunya dari daerah selatan kota, salah satunya dari Bogor, dimana walau Jakarta tidak hujan, tetapi jika Bogor ‘mengirimkan’ air lewat sungai, maka banjirlah Jakarta. Artinya, konsep2 tentang ‘Jakarta banjir’ kadang2 hanya slogan kosong saja, karena warga Jakarta yang memang tidak displin dala membuang sampah dan tidak mengelola RTH dengan baik ( lihat tulisanku Jakarta Bebas Banjir? Berusahalah untuk Mengelola ‘Ruang Terbuka Hijau!’ ), ternyata air kiriman merupakan salah satu faktor besar untuk banjir Jakarta.

Sekarang, jika ‘Rusun Kampung Deret’ di bantaran sungai Jakarta bisa terbangun, mampukah pemda untuk membuat konsep untuk membendung air kiriman, untuk warga yang tinggal di rusun ini?

Pemda mungkin bisa membangun bendungan untuk menangkal air kiriman sehingga paling tidak, dari daerah selatan atau dari Bogor air akan tertampung di bendungan, lalu hanya sebagian kecil saja yang terserap ke sungai2 ke Jakarta. Katulampa adalah salah satu bendungan yang bisa ‘menangkal’ air dari Bogor, tetapi mungkin seharusnya pemda Jakarta membuat beberapa bendungan juga untuk menyerap air sehingga air sungai dari Bogor ke Jakarta lebih ‘ramah’. 

Karena, Tuhan sudah menciptakan alam sedemikian yang seharusnya alam adalah sahabat kita. Tetapi dengan penggundulan hutan dan tanpa reboisasi, alam akan ‘marah’ dan menerabas apapun dalam kemarahannya …..

13541715181413461959
metroposonline.com
Bendungan Katulampa.

Pemikiran ini sangat logis. Tidak hanya karena air kirimannya saja, tetap kedislinan warga untk mengupayakan RTH serta kebersihan kota, sehingga setidaknya air akan mengalir lebih lancar karena sungai yang tanpa sampah. Karena jika warga masih membuang sampai di xungai, tetap saka mereka tinggal dan lama kelamaan berada di sebuah daerah ’slum’ seperti sebelumnya.

Dan ini harus bekerjasama dengan beberapa daerah yang berhubungan dengan air dan sungai, juga pemda Bogor, misalnya. Untuk membuat bendungan, untuk membentuk DAS terstruktur atau untuk membangun sosial masyarakat yang disiplin.

Dilihat kehidupan sosial warga serta konsep kaum urban :

Pemda juga harus mensosialisasi tentang urbanisasi. Bahwa warga dari pedesaan, setelah keluarganya mendapat ‘berkat’ dari Jakarta, mereka sontak ingin ke Jakarta juga. Arus urbanisasi seakan tidak terbendung. Kita memang tidak dilarang untuk tinggal di Jakarta, tetapi yang bagaimana yang ‘bisa’ tinggal di Jakarta? Kebijakkan tentang arus ubanisasi harus lebih dikaji lagi, untuk kepentingan warga Jakarta.

13541715641222641273
sains.kompas.com
13541715941832930547
uty.ac.id

Bantaran sungai di Jakarta sangat tidak nyman, aman dan higienis untuk tinggal disana. Bandingkan dengan konsep ‘Rusun Kampung Deret’ bantaran sungai ini. Tetapi untuk mencapai kesana, perlu adanya kesadaran warga Jakarta untuk hidup lebih baik lagi.

Untuk membangun ‘Rusun Kampung Deret’ di bantaran sungai, sebagai insinyur merupakan persoalan mudah. Tetapi akan banyak persoalan jika tidak memikirkan arus urbanisasi. Misalnya, 1 keluarga terdiri dari 4 orang, mempunyai 1 unit di rusun. 

Suatu saat kedatangan keluarga dari desa dan ingin mengadu peruntungan juga di Jakarta. Bukan hanya untuk berlibur, melainkan untuk menetap, sehingga jika saudara ini tidak mampu untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak, biasanya mereka akan mulai membangun ‘gubuk’ desekitar rusun ini, tempat saudaranya.

Mula2 hanya untuk berdagang tapi lama kelamaan untuk tidur ditambah untuk MCK, sampai DAS semakin sempit. Dan banyak ’saudara2′ nya yang lain menirunya, sehingga DAS menjadi tertutup oleh ’slum’ seperti awal, dan Rusun ini akan berada di tengah2 ’slum’ …..

***
 
Diatas hanya 3 yang aku beberkan, yang semuanya merupakan dasar yang selalu terjadi. Masih banyak yang aku ingin tuliskan, lebih banyak dan lebih detail.

Konsep ‘Rusun Kampung Deret’ memang merupakan konsep yang sangat pas bagi warga Jakarta, tetapi kita harus mengkaji lebih dalam lagi. Pun demikian, infra-strukturnya harus juga lebih dulu disiapkan, seperti bendungan untuk menampung air kiriman dari selatan Jakarta dan Bogor. Ditambah lagi dengan ‘infra-struktur’ kedisiplinan warga Jakarta. Tugas ini bukan hanya untuk Pemda Jakarta saja, tetapi seluruh lapisan warga Jakarta untuk berdisiplin dan untuk mau hidup lebih baik lagi …..

Tags:

0 Responses to “‘Rusun Kampung Deret’: Konsep Menarik bagi Warga Jakarta, Tetapi …..”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks