Senin, 14 Februari 2011
Manajemen Fisik Kota Jakarta (19)
Senin, 14 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Prediksi waktu implementasi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota terdepan di Asia dan di dunia
Berdasarkan analisa2 mengenai waktu
untuk implementasi dengan kota2 pembanding Jakarta ( saya membuat riset
kecil2an ; Singapore, Malaysia, Korea Selatan, Osaka, *ini adalah kota2 yg seumur dengan Jakarta / Singapore dan Malaysia dan kota2 ‘kakak’ dan di Asia*, dan Los Angeles *ini adalah kota maju untuk visi Jakarta* ), kita dapat melihat suatu kenyataan sebagai berikut, beberapa diantaranya :
1. Singapore
a. Singapore tidak
mempunyai penduduk asli yg sangat menginginkan kemerdekaan, melainkan
pendatang yg ingin membangun sediri tempat tinggalnya
b. Singapore sangat kecil dengan penduduk yg sangat sedikit
c. Singapore mempunyai penduduk berupa pendatang yg sudah membawa budayanya masing, juga dengan kepintarannya masing2
d. Singapore
sebagai pusat perdagang bagi Inggris, menjadikan kota ini mendapat
perhatian dari Inggris sebagai Negara maju, yg juga memasukkan
teknologi2 modern ( sejak dulu ). Tentu merupakan keuntungan tersendiri
bagi Singapore karena kota ini berdiri setelah ada penerapan teknologi
dan konsep2 negara maju, sehingga Singapore hanya tinggal meneruskan pembangunan
e. Singapore pada kenyataannya bukan merupakan bekas kota terjajah, sehingga tidak mempunyai trauma pada penduduknya
2. Osaka
a. Osaka merupakan kota yg tidak
pernah dijajah oleh bangsa lain, berarti Osaka mempunyai penduduk asli
Jepang yg memang benar2 inginmembangun kota / negerinya dengan cita2
luhur bangsanya
b. Osaka merupakan ibu kota Jepang pafa sekitar abad ke-8, bereti kota ini merupakan kota no 1 di Jepang pada waktu itu
c. Osaka merupakan tempat tinggal keturunan Imperial Palace
d. Osaka pernah menjadi kota bisnis dan pusat ekonomi yg cukup terkenal di Jepang pada abad ke-17
3. Los Angeles
a. Los Angeles tidak pernah dijajah oleh bangsa lain
b. Los Angeles sudah mandiri sejak awal berdirinya secara fisik, dan diteruskan hingga berdiri secara resmi
c. Los Angeles merupakan bagian dari negara terkemuka di dunia, menjadikan kota ini pusat perhatian dunia, terutama dengan pengembangan potensinya sebagai kota bisnis internasional
Untuk kota Jakarta, dasar analisa ini
dapat diterapkan dengan lebih memperhatikan faktor2 latar belakan kota.
Karena pada kenyataannya, Jakarta mempunyai latar belakang yg sama sekali berbeda dengan kota2 pembandingnya.
Latar belakang yg sama sekali berbeda menjadikan Jakarta mengalami trauma untuk membangun Pemikiran2 perencana2 muda Jakarta, sebanarnya bisa menjadikan Jakarta mempunyai visi ke depan. Tetapi
dgn adanya ‘trauma’, mungkin progress ‘Jakarta membangun’lebih ‘lambat’
di banding kota2 seumurnya. Konsep ‘Jakarta membangun’, sebenarnya
sudah ada sejak lama, tetapi mungkin itulah yg menyebabkan konsep2 itu
selalu ‘mundur’ …..
Kenyataan bahwa Jakarta pernah dijajah saja, sudah merupakan trauma bagi warganya untuk membangun.
Apalagi kota ini pernah dijajak selama 350 tahun, merupakan waktu yg
sangat lama, hingga 4 generasi. Kenyataan ini yg mempengaruhi daya dan
pola pikir serta daya imajinatif warganya selama periode kemerdekaan
hingga Orde Baru. Setelah itu memang banyak warga yg menunjukkan
potensinya dalam membangun kota, tetapi perkembangannya jelas tidak
dapat disamakan dengan kota2 pembandingnya.
Sebenarnya, untuk membangun Jakarta, memang diperlukan ‘pembangunan yg berkelanjutan’,
dimana harus ada keseimbangan, lingkungan ( internal dan ekstrnal )
serta didukung ekonomi yg bisa ‘merangsang’ pembangunan. Bila warganya
belum siap secara ekonomi, pembangunan bisa jadi berjalan lambat. Sumber
daya warga harus di dukung secara ekonomi.
Warga Jakarta, sebagian besar adalah
golongan bawah. Warga golongan bawah ( contoh ; buruh ) yg dibutuhkan
adalah tenaga, baru akal dan budi, karena mereka tidak mempunyai
pendidikan dan skill untuk membangun. Untuk pegawai keatas, yg
dipentingkan adalah akal, barulah tenaga walau sebenarnya ‘budi’
mengikuti akal ( tetapi jujur, masalah ‘budi’ ternyata belum bisa mengikuti akal ! Inilah yg disayangkan ! ).
Bila konsep buruh dan pegawai
dijadikan satu untuk bisa membangun Jakarta, masalah ‘budi’ lah yg
benar2 menjadi ujung tombak. Barulah akal dan terakhir adalah tenaga.
Hal2 yg menyangkut ‘budi’lah yg akhirnya membuat Jakarta ‘bisa’
dijadikan kota terdepan di Asia bahkan di dunia !
Misalnya, adalah tentang ’sense of belonging’, bahwa Jakarta butuh ’sense of belonging’ yg sangat tinggi. Sebut saja, kebersihan, berhubungan dengan sampah2 yg dibuang sembarangan ke sungai sehingga banjir.
Konsep pemberdayaan inilah yg dibutuhkan Jakarta dari perencana2 muda Jakarta, bahkan untuk semua warga Jakarta.
Terlalu lama bangsa Indonesia ( termasuk
Jakarta ) dijajah, mengakibatkan warga tidak sempat mengenyam
kesejahteraan, termasuk pendidikan dalam waktu yg lama, yg akibat jangka
panjangnya berpengaruh pada generasi2 berikutnya.
Tetapi keberadaan Jakarta sebagai kota
penting di jaman VOC, sedikit banyak membantu kota ini dalam melalukan
pembangunan. Berbagai fasilitas umum dibangun, sehingga menjadikan
Jakarta cukup ‘hidup’ pada masa itu. Pembangunan selanjutnya dilakukan
sedikit demi sedikit sejalan dengan kemampuan penduduknya ( terutama
setelah masa kemerdekaan ).
Selain itu, luasan Jakarta yg sangat besar dan banyaknya penduduk yg semakin banyak datang dari berbagai daerah sejak dulu, mengakibatkan kota ini akhirnya mengalami kejenuhan penduduk. Juga dalam penanganan masalahpun menjadi lebih kompleks karena semuanya saling tumpang tindih.
Inilah penyebaran penduduk Jakarta,
Maret 2010. Sebenarnya, penyebaran penduduk Jakarta harus sesuai
zonning2 untuk perumahan. Zonning perumahan itu seharusnya lebih besar di Barat Jakarta dan Timur Jakarta ( poros Timur-Barat ). Ternyata, penduduk Jakarta benar2 ‘merata’ ….. apakah artinya ?
Kondisi Jakarta sebagai ibu kota Negara
Indonesia akhirnya membawa kota ini menjadi kondisi sekarang ini, karena
Jakarta pasti didandani sedemikian rupa untuk bisa dibanggakan sebagai
kota nomor satu di Indonesia.
Terdapat fakta2 tentang keadaan kota Jakarta :
1. Jakarta dijajah oleh 2 bangsa yg berbeda selama 350 tahun
2. Jakarta merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan di jaman VOC
3. Jakarta merupakan kota besar dengan penduduk asli dan pertambahan penduduk kian banyak sejak dulu
4. Jakarta sebagai ibu kota Negara
Dari kenyataan2 tersebut, dapat ditarik
garis merah, bahwa prediksi waktu implementasi untuk menjadikan Jakarta
menjadi kota terdepat di Asia nahkan di dunia, memerlukan waktu yg masih
sangat panjang. Kota Osaka berkembang menjadi seperti sekarang selama 17 abad, walau harus mengalami beberapa kali kehancuran.
Singaopre berkembang sangat pesat, mulai sejak masa Raffles sekitar tahun 1800-an, sampai sekarang selama sekitar 2 abad. Sedangkan untuk kota Los Angeles berkembang sejak tahun 1542, berarti sekitar 5 abad.
Perbandingan perkembangan ini tenyata
sangat sulis diterapkan pada Jakarta, karena latar belakang dan kondisi
penduduknya yg berbeda.
Untuk itu, sekarang ini Jakarta harus
gita membangun kota karena kenyataannya Jakarta memang memebutuhkan
kondisi yg harus bisa dibanggakan dengan semakin banyaknya penanaman
modal asing yg masuk ke Indonesia ( khususnya Jakarta ).
Seperti sudah dijelaska pada bab
sebelumnya, bahwa ternyata konsep pengembangan kota Jakarta masih banyak
yg harus diperbaiki. Untuk itu, dengan tulisan2 saya ini, saya mencoba
menganalisa konsep2 perkotaan beberapa kota untuk pembanding, dengan
harapan Jakarta bisa belajar dari konsep2 tersebut, sehingga
Jakart semakin dapat menetukan perencanaan kotanya sendiri sesuai dengan
karakteristiknya, juga akan semakin bisa diprediksi waktunya untuk menjadikan kota Jakarta sebagai kota terdepan di Asia bahkan di dunia.
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Manajemen Fisik Kota Jakarta (19)”
Posting Komentar