Minggu, 13 Februari 2011
‘Hooters’ : Mau Coba?
Minggu, 13 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Pertama kali aku masuk ke restaurant
ini, sebenarnya tidak sengaja. Waktu itu sudah lebih jam 10 malam, di
‘River Walk’ Mall di San Antonio, setelah berjalan2 di udara terbuka,
dingin2 diawal bulan Desember. Kami tidak tahu sudah jam 10 malam karena
suasananya memang masih ramai. Lalu kami kembali ke foodcourt, ternyata
sudah beres2, dan sudah habis. Lalu kami kembali keluar, masih banayk
restauran buka, karena memang diluar mal mulai ‘kehidupan malam’.
Semua restaurant penuh. Kami 4 keluarga,
papa mamaku, aku dengan 2 anak ABG, 2 orang adikku dengan keluarganya
masing2 ( 3 anak berumur 2, 3 dan 7 tahun :). Aku pikir, “Wah, terlalu
malam nih, semestinya kita bisa ngopi2 sambil melihat atraksi malam dan
anak2 tidur saja di hotel”.
Setelah keluar masuk restaurant untuk
makan malam, kami akhirnya menemukan restaurant yg bisa menampung
keluarga besar kami J ( 12 orang ). Adikku bilang, “Ini sebenarnya bukan
buat anak2 lho, tapi makanannya enak2 terutama sayap ayam / chicken
wingnya. Mau coba?”. Aku sih tidak apa2 toh anak2ku sudah ABG ( 11 dan
14 tahun ). Tapi karena mereka sudah bebar2 kelaparan, masuklah kami ke
restaurant itu …..
- Logo Restauran Hooters :
Begitu masuk, dengan keingin-tahuan
yg tinggi, aku melihat2 ; biasa, aku selalu langsung melihat2
interiornya untuk referensi dan pernak pernaknya. Tetapi, karena
restaurant itu prnuh ( biasanya, kata adikku yg tinggal di Amerika,
selalu ada ‘bellboy / bellgirl’, aku tidak melihatnya, munkin mereka
sibuk melayani konsumen.
- Restauran Hooters di San Antonio, Texas
Tiba2 aku dikejutkan dengan
kehadiran seorang pelayan perempuan dengan memakai seragam kaos ketat
dengan logo restaurant dan celana pendek, cantik dan ber’dada’ besar !
Astaga !!! Aku mengernyikan dahi, sambil geleng2 kepala dan mengikuti
pelayan itu menuju meja kami. Aku melirik wajah orang tuaku dan adik2ku.
Tapi mereka cuek aja, tuh … ! Dan aku juga memandang wajah anak2ku dan
ponakan2ku, juga ternyata mereka tidak peduli ….. Wah …, kupikir,
“Ternyata aku aja yg shock, mereka baik2 aja. Aku memang ‘ketinggalan
jaman, barangkali ….”
Aku ingin sekali meng-upload foto2
gadis2 pelayan di Hooters, tetapi aku takut, nanti disensor oleh admin,
hihihi ….. aku upload ini saja ya …..
- Promosi restaurant Hooters di beberapa tempat
Hooters adalah nama
dagang restauran Amerika yang berbasis di Atlanta, Georgia. Hooters
adalah restaurant dengan logo adalah ‘burung hantu’ terkenal karena
mereka berseru-seru “panggilan”.
Hooters merupakan restoran dengan konsep
’semi’ cepat saji / semi fast food, terutama terdiri dari pelayan yang
menarik ( wanita ), meskipun perusahaan juga mempekerjakan laki-laki
lain / perempuan sebagai koki, delivery , dan manajer. Menu termasuk
hamburger, French fries, sandwich, steak, seafood, makanan pembuka dan
yang paling utama adalah sayap ayam / chicken wing.
- Gadis2 yang membawa makanan ke masing2 konsumen
Hampir semua restoran Hooters
mempunyai izin untuk menjual minuman beralkohol bir dan anggur.
Penawaran lain untuk dijual termasuk Hooters T-shirt, kaus, dan berbagai
souvenir dan barang2 cantik yang antik.
Antara lokasi perusahaan yang dimiliki
dan waralaba, sekarang terdapat lebih dari 460 Hooters di seluruh
Amerika Serikat. Perusahaan memiliki restoran di 44 negara bagian AS, US
Virgin Islands, dan Guam. Selain itu, Hooters mengoperasikan restoran
di 27 negara lain. Pertama di luar negeri lokasi perusahaan itu di
Singapore, dan lainnya Hooters restoran yang sekarang terletak di
Argentina, Aruba, Austria, Australia, Brazil, Kanada , Chili, Cina,
Kolombia , Kosta Rika, Republik Ceko, Republik Dominika, Ekuador, Jerman
, Yunani, Guatemala, Jepang, Mexico , Panama, Paraguay, Peru,
Filipina, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan,
Inggris, dan di Venezuela.
Pelayanan do Hooters memang benar2
profesonal. Walau gadis2 pelayan berpakaian seperti itu, mereka tidak
‘mengganggu’ sama sekali. Aku perhatikan, bukan hanya aku dengan
keluarga besarku saja, tetapi semua konsumen tidak ‘diganngunya’, tapi
tidak tahu yah, kalau diluar restaurant, hihihi …..
Jika ada anak2 kecil, mereka memberi
’souvenir’ berupa satu set kotak, terdiri dari beberapa gambar untuk
diwarnai dan beberapa crayon warna ( di Amerika, memang selalu seperti
itu, supaya konsumen kecil tidak merasa bosan ). Lihatlah, anak2 sama
sekali tidak peduli, mereka ‘dilayani’ oleh gadis2 cantik …..
Konsentrasi anak2 tertuju pada aktifitas di atas meja. Ini ponakanku yg tinggal di Amerika.
Makanannya memang enak. Kami memesan
chicken wing / sayap ayam, steak, kentang goring dan hamburger. Memang
benar2 enak ! Sistim siap saji dan tidak lama memasaknya. Krcuali,
chicken wingnya agak lama karena bumbu2nya benar2 meresap ….. chicken
wing berbumbu BBQ, ada yang tidak pedas, pedas dan super pedas. 1 porsi
kecil / small ada 6 sayap, tetapi untuk keluarga, wahhhh ….. banyak
sekali ….. hmmmm…… dan disajikan dengan bermacam2 bumbu ; BBQ, salt,
sweet, muchroom, dan sebagainya …..
Chicken wing goreng tidak pedas …..
Chicken wing bumbu BBQ ekstra pedas …. yummy …..
Sementara semua lokasi lainnya berada di
bawah naungan Hooters dari Amerika, yang menjual hak waralaba untuk
seluruh Amerika Serikat dan lokasi internasional. Di bawah kepemimpinan
Brooks, merek Hooters kolektif berkembang dari satu restoran ke lebih
dari 425 toko di seluruh dunia. Brooks died on July 15, 2006 in Myrtle
Beach, SC of a heart attack. Brooks meninggal pada tanggal 15 Juli 2006
di Myrtle Beach, SC karena serangan jantung. Brooks akan memberikan sebagian besar Hooters of America Inc anaknya Coby Brooks dan Boni Belle Brooks.
Seragam Hooters Girls terdiri dari
cokelat tiket kantong’s restoran ( atau yang hitam dengan seragam hitam
), celana pendek dan kaos kaki longgar sepatu putih bersih. Pria yang
bekerja di Hooters Hooters memakai topi, t-shirt dengan celana panjang,
celana Bermuda, atau pakaian yang lebih cocok untuk digunakan dapur.
Steaknya juga enak, tetapi ternyata
semua lebih memilih chicken wing sebagai makanan favorite. Dan setelah
mala mini, bila berjalan2 di seluruh Amerika, selalu mencari Hooters dan
chickn wing …..
Steak daging tanpa lemak ( terderloin ) dengan bumbu mushroom dan saos BBQ …..
Steaknya cukup besar. Dengan daging sapi
tanpa lemak dan empuk sekali. Anak2 suka sekali, dan jika di Jakarta,
mereka tidak suka karena sedikit keras / a lot. Tidak disajikan dengan
sayur mayor seperti di Jakarta dan kentang goring / kentang rebus,
tetapi hanya sedikit brokoli dan sedikit wortel dan tanpa kentang. Untuk
kentangnya harus pesan sendiri walau harganya murah …..
Kentang panggang dengan saos keju ( cream cheese ), sangat menarik bukan ?
Berbagai macam kentang goring dangan berbagai macam bumbu. Bumbu yg kami suka adalah ‘Thousand Island’ buatan Hooters sendiri.
Hamburgernya ? Astaga !!! Besar sekali !
Dan disajikan dengan kentang goreng ‘curly’ ….. Bila memesang kentang
goreng, cukup membayar 1 kali saja, karena ‘refill’ ….. asik ga ???
Apalagi, anak2 memang suka kentang goreng, kalau tidak salah hanya
sekitar US$ 5.00 saja dengan makan sebanyak2nya ….
Hamburger sapi ( daging cacah ),
luar biasa besar dengan disajikan luar biasa banyak ! Ini sih cukup buat
berempat, seperti perut ku dan anak2kku ….. hihihi …..
Hamburger daging asap ( bacon ) dangan sajian yg juga luar biasa banyak dan besar …..
Kentang goreng dengan bumbu chilli, disajikan dengan tambahan bumbu cheese cream.
Dengan ’semangat makan’ seperti itu,
siapa yg memperdulikan gadis2 cantik yg lalu lalang di kanan kiri kami?
Tidak! Kami sama sekali tidak memperduikannya, walau setelah kenyang dan
semua makanan sudah habis, kita ( kecuali anak2 ), apalagi 2 orang
adikku ( adikku laki2 semua ), mulai ‘melihat2′ gadis2 cantik itu ….
Hihihi …..
Uuuuhhhh, kenyang sekali ….. sudah
hamper 2 jam kami makan dan bersenda gurau dengan semua saudaraku,
rasanya benar2 nyaman dan bahagia ….. Bukan karena restaurant Hooters
dan makanannya, tetapi suasana yg menyenangkan bersama dengan orang tua
dan saudara serta anak2, itu yg membuat kami bahagia ……
Udara malam yang dingin menjelang jam 12
malam, tidak membuat hati kami menjadi dinggin, tetapi justru membuat
hati kami hangat. Dengan bergandengan tangan antara semuanya, tertawa2
dan selalu bersenda gurau, kami menuju mobil untuk pulang ke hotel. Puji
Tuhan …..
Tags: kuliner
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “‘Hooters’ : Mau Coba?”
Posting Komentar