Sabtu, 19 Februari 2011
Bermula dari Sahabat Pena, Aku ‘Berteman’ dengan Para Pembesar Banyak Negara
Sabtu, 19 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Ilustrasi/Admin (shutterstock)
Aku memang suka menulis, walau dulu,
sejak aku SD, cuma menulis surat dengan sahabat pena. Bermula dari
bersahabat pena melalui majalah Bobo, lalu berkembang dengan teman-teman
remaja dari majalah Hai, terus berkembang memakai bahasa Inggris. Waktu itu, aku sudah dikursuskan bahasa Inggris sejak kelas 3 SD.
Teman-temanku banyak, walau terbatas
hanya bersahabat pena. Teman-teman sebaya dari berbagai negara sampai
ada beberapa yang tertarik bersurat-suratan denganku, karena memang
ternyata bersahabat pena memang menyenangkan. Terakhir, aku memberanikan
diri menulis surat untuk artis-artis luar negeri sampai dengan
pembesar-pembesar negara. Mengapa aku tidak tertarik dengan artis-artis
lokal?. Dulu aku sering mengirimkan surat ke mereka, tetapi tidak sama
sekali dibalasnya, sampai aku tidak lagi menulis surat ke artis-artis
lokal. Itulah awal mula aku ‘berburu’ surat, foto dan tanda tangan asli
dari artis-artis, presiden-presiden, raja-raja dan ratu-ratu di seluruh
dunia.
Hobiku yang memburu surat dari
artis-artis dan pembesar-pembesar negara, mulai sejak tahun 1982 aku
kelas 5 SD sampai aku kuliah semester 3 tahun 1989. Setelah itu, aku
sibuk kuliah untuk meraih sarjana arsitektur tahun 1992.
Pertama aku menerima surat adalah dari Roger Moore (James Bond 007) bulan Januari tahun 1982 , yang dulu terkenal.
Roger Moore dengan tanda tangannya
Dia artis favoriteku dulu. Aku
senang sekali ! Mungkin aku menunggu surat itu hanya beberapa minggu,
tetapi aku merasa lama sekali… dan setelah itu, kepercayaan diriku untuk
menulis surat meningkat, dan tulisanku bukan hanya untuk meminta foto,
tetapi lebih kearah cerita kegiatanku.
Mungkin memang aneh ya, aku bercerita
tentang kegiatanku setiap hari; seperti main piano, belajar bahasa
Inggris, karate, menari Bali, berenang, dan lain-lain kepada
pembesar-pembesar negara. Tetapi ternyata mereka suka menerima suratku
dan mereka membalasnya, bahkan ada yang berkali-kali, seperti Julie Andrews, pemeran The Sound of Music (23 Maret 1982, 24 Maret 1982, 2 Juli 1982, 26 Agustus 1982).
Julie Andews dengan tanda tangannya
Juga Raja-raja dan Ratu-ratu dari Inggris *Queen Elizabeth, The Queen of Mother, Prince Phillips,
Princess Diana, Prince Andrew, Prince Edward, Princess Magaret* (dari Februari 1982 sampai Juni 1983) dari dari Raja2 dan Ratu2 Belanda *Queen Beatrix, Princess Juliana, Prince Benhard, Princess Margriet, Pricess Irene* (dari Maret 1982 sampai Desember 1983).
Prince Benhard dari Belanda
Biasanya, Raja-raja atau Ratu-ratu
dari Eropa, tidak mesti menyertakan foto, tetapi tetap ada yang memberi
foto untuk aku, walau tidak memberikan tanda tangannya, yaitu Queen Silvia dan suaminya dari Swedia, Queen Fabiola dan suaminya King Boudewijn dari Belgia, Queen Margarethe dari Denmark (29 Maret 1982), The Duke of Liechsenstein, sebuah Negara kecil di dekat Swiss dan Luxembourg, serta Presiden Austria dan Africa Selatan 19 Januari 1983. Juga The Duke dan Duchess og Luxembourg
malah memberiku sebuah buku tentang negara kecil tersebut dan memberiku
beberapa koin serta perangko, karena aku memang cerita kepadanya bahwa
aku koleksi perangko.
Princess Caroline (September 1982) dari Monaco dan adiknya Prince Albert
(Juli 1982) bahkan mamberiku foto yang sangat aku suka, foto itu
menjadi koleksiku yang sangat berharga, Princess Caroline cantik sekali.
Princess Caroline dari Monaco dengan tanda tangannya
Aku mulai melebarkan sayap. Setelah
’sukses’ berteman dengan Raja-raja dan Ratu-ratu dari Eropa, aku mulai
menjajaki pembesar-pembesar negara yang agak ‘bermasalah’. Dengan agak
‘deg-deg’-an, aku menulis dengan bahasa yang lebih resmi, dan ternyata,
mereka benar-benar profesional. Aku, yang notebene sorang anak SD,
tetapi mereka membalas semua surat-suratku.
Presiden Ferdinand Marcos (27 Mei 1983) dari Filipina, dan Presiden Aquino
(22 Februari 1989) yang menggantikannya, ternyata tetap membalas
suratku, padahal waktu itu sedang gencar-gencarnya demonstrasi untuk
‘menggulingkan’ Marcos.
Presiden Ferdinand Marcos dari Filipina
Presiden Aquino dari Filipina
Dan yang paling aku suka, aku mendapat balasan surat dari Indira Gandhi (17 Februari 1983) serta anaknya, Rajiv Gandhi (26 Septembar 1086), pada waktu itu. Juga Pope of Joannes Paulus II
dari Vatican (19 April dan 18 Mei 1982)! Padahal, dulu katanya PM India
dan Pope Vatican terkenal tidak pernah membalas surat-surat yang datang
dari seluruh dunia. Betapa bangga dan senangnya aku …..
Indira Gandhi, Rajiv Gandhi dan Johannes Paulus II
Bukan hanya Raja-raja dan Ratu-ratu
serta Presiden-presiden dari banyak negara, aku juga mencoba mengirim
surat untuk Perdana-perdana Menteri, semisal Margareth Thatcher dari Inggris (18 Februari 1982), Muldoon dari New Zealand (19 Agustus 1982), Malcom Fraser dari Australia (19 Juli 1982), Francouis Mitterand dari Perancis (7 Januari 1093) dan Juan Carlos dari Spanyol (22 Oktober 1982).
PM Margareth Thatcer - Inggris
PM Francouis Mitterand - Perancis
Setelah mendapat banyak teman dari
pemesar-pembesar negara, aku tidak lagi tertarik untuk melayangkan surat
ke artis-artis manca negara. Yang sempat aku dapat adalah : Chip (15 Juni 1982), Jan Michale Vincent (19 Desember 1982) serta Lindsay Wagner/Bionic Woman (12 Agustus 1982) dan Famous Five/Lima Sekawan, ingat kan novel remaja Lima Sekawan? (17 Februari 1982).
Lindsay Wagner / Bionic Woman
Dan aku juga menulis ke Disneyland yang di Anaheim/California dan di Florida serta di Tokyo, kepada Mickey Mouse, Donald duck dan Alice in Wonderland. Mereka beberapa kali membalasku dan memberikan banyak kartu2 pos, foto-foto dan perangko-perangko.
Pembesar Indonesia, aku hanya mendapat balasan dari Anton Sujarwo (6 Desember 1984), itupun karena aku kenal dengan anaknya (kakak beradik) yang sekelas denganku waktu di SMP dan Mentri Sosial, Nani Soedarsono (29 gustus 1984). Tetapi, sebelum itu, ada kejutan, aku mendapat balasan surat dari Adam Malik (25 November 1982).
Puncaknya, sebelum aku ‘mengundurkan
diri’ untuk bersurat2an dengan segenap pembesar-pembesar negara, aku
mendapat surat dari President Korea Selatan, Chong Wa Dae (6 Jali 1983), President Ronald Reagan (25 September 1986) dan President George Bush (29
Agustus 1989) dari Amerika dan setelah itu, aku benar-benar sibuk dan
tidak menulis surat-surat lagi, kecuali hanya kuliah, kuliah dan kuliah.
Presiden Ronal Reagan
Presiden George Bush
Surat-surat ini pernah aku pamerkan di
sekolahku waktu ada bazaar dan yang melihat dari banyak sekolah lain.
Waktu itu, ada seseorang yang melihat koleksiku, dia mengirim surat dari
Ujung Pandang. Dia menawar surat yang dari Ferdinand Marcos dan Indira
Gandhi. Aku lupa, berapa yang dia tawar, tetapi yang aku ingat, aku sama
sekali tidak tertarik untuk mendapatkan uang. Aku pengalaman yang
sangat berharga buatku.
Menulis
dan bersahabat pena, tidak ada salahnya. Semua bila diniati dan ‘ditelateni’, akan mendapat buah-buah yang manis …..
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Bermula dari Sahabat Pena, Aku ‘Berteman’ dengan Para Pembesar Banyak Negara”
Posting Komentar