Jumat, 11 Februari 2011
Manajemen Fisik Kota Jakarta (18)
Jumat, 11 Februari 2011 by Christie Damayanti
By Christie Damayanti
Prediksi implementasi segi2 positif dan dampak2nya bagi Jakarta (3)
Visi Jakarta adalah mensejahtarakan
warganya, tentu. Sedikit banyak, konsep ini sudah ada di benak saya,
seperti yg berikut ini :
8. Jakarta akan dikenal sebagai kota terdepan di Asia dan di Dunia
Tidaklah terlalu muluk, bila kita
mencanangkan cita2 yg terdengar begitu bombastis, asalkan kita selalu
konsekwen dalam melakukan segala tugas perencanaan kita. Seperti
misalnya Singapore yg ’seumur’ dengan kita, walan memang banyak
perbedaan dengan kita ( negara kecil, warganya lebih maju, dan
sebagainya ), tetapi sudah memiliki aspirasi yg sedemikian tinggi terhadap warganya. Bila Singapore maju, mengapa Indonesia / Jakarta tidak ?
Mengapa Jakarta tidak menggunakan
kesempatan yg ada untuk ‘mencari’ kehidupan yg lebih baik di Jakarta ??
Banyak negara2 / kota2 yg ’seumur’ dengan kita bisa, mengapa Jakarta
tidak ? ‘Opportunity’ itu yg harus kita ambil, apalagi
kita punya penerencana2 generasi muda untuk ‘membawa’ Jakarta ke tingkat
hidup yg lebih baik.
Perbedaan kondisi fisik kota dan masyarakatnya bukan alas an yg menjadikan Jakarta sebuah kota berposisi dibawah Singapore. Dengan
berusaha menerapkan semua konsep yg dipaparkan di bab2 sebelumnya
dengan sebaik2nya dan didukung oleh pemerintah daerah dan pusat, tentu
cita2 ini kelak akan segera terwujud. Kita bisa membentuk ‘Jakarta Plan 21′,
yg notebene bukan hanya mendompleng Osaka, tetapi juga akan / harus
berusaha bertindak seperti Osaka dalam membangun kotanya ( next, saya
akan membahas tetang ‘Osaka Plan 21′ ).
‘Posisitioning’ Jakarta Indonesia di mata dunia, sebenarnya sudah jelas sekali.
Kita sudah dikenal dimana2 dengan negara yg indah, ramah dan sumber
daya alam yg luar biasa. Tapi sayang, sekarang ini, kita sering
‘lupa’untuk berlajan dir el ke’binekaan’ kita dan sikap ramah dan
sosialnya mulai luntur…..
9. Jakarta akan selalu sukses di mata dunia
Keterlibatan2 Jakarta dalam event2 dunia
sekarang ini, harus terus dikembangkan, sehingga mampu menjadi ’sukses’
dimata dunia. Keadaan yg demikian otomatis akan mengembangkan Jakarta dari segi fisik perkotaan, antara
lain dengan membangun lebih banyak fasilitas hunian serta
pendukungannya untuk menampung masyarakat dunia bila ada event2 khusus.
Otomatis pula, Jakarta akan terus menjaga kebersihan dan kedisiplinan
dan hidup kesehariannya untuk menjaga citra negara.
Sebenarnya, jika kita mengangkat
telunjuk, sudah jelas bahwa Jakarta / Indonesia ’sangat terlihat’. Jadi,
dengan menjaga citra Negara, kuta bisa sedikit demi sedikit akan
membawa Jakarta ‘naik’ ke tingkat dunia.
Siapa yg tidak bangga bila Jakarta
dikenal sebagai kota yg nyaman dan penduduknya yg selalu ramah ?
Diharapkan pula Jakarta dapat menjadi mitra sejajar bagi banyak negara
dalam segala bidang., terutama sekarang ini dalam bidang ekonomi dan
budaya, yang kesemuanya dapat mengangkat citra kota dan Negara di forum
internasional.
10. Jakarta akan dikenal sebagai kota yang mempunyai visi jauh kedepan
Sekarang ini memang masih terlalu muluk bila memimpikan Jakarta mempunyai dunia darat, udara dan bawah tanah yg nyaman. Tetapi impian ini tentu juga diperlukan bagi generasi muda untuk melanjutkan cita2 bangsa tersebut. Bayangkan, jika Jakarta akan mempunyai dunia darat ( seprti sekang ini ), dunia adara dan dunia bawah tanah yg nyaman !
Konsep ini sebenarnya tentang strategi marketing. Tetapi strategi ini bisa juga diterapkan untukmemanage kota.
Setiap kota / Jakarta
khususnya, selalu punya strategi2 khusus, juga bagamana Jakarta membuat
strategi marketing untuk ‘menjual’ Jakarta agar ada wisatawan2 yg mau ke
Jakarta. Itu butuh komunikasi dan sistim informasi. Kegiatan itu
dibutuhkan spirit / semangat dan sense / rasa ( misalnya ; rasa saling
memiliki Jakarta yg kuat ), untuk Jakarta mendapat ‘kekuatan’.
Karena bila warga Jakarta
memiliki ’sense of belonging’ yg kuat, maka kita tidak ada mau mundur!
Warga Jakarta pasti mau maju! Tapi jika kita ’sense of belonging’nya
kecil, pasti kita ‘masa bodo’ saja, mau kemana Jakarta, yg penting
masng2 individu …..
Contoh dunia bawah tanah yg sukses
seperti Tokyo, serta negara2 Eropa, seperti London ( yang subway nya
sudah mencapai 9 level ke bawah tanah ), Paris bahkan Singapore. Di
Jakarta sendiri sudah mulai mengembamgkan dunia bawah tanah seperti
Pertokoan Bolk M Mall yg sekaligus bagian atasnya difungsikan sebagai
terminal bus. Dan sekarang, banyak mal2 yg sudah membuat dunia bawah
tanahnya, walau hanya masing2 area saja. Tetapi di negara2 maju, dunia
bawah tanahnya benar2 mencapai seluruh area kota.
Contoh konsep dunia bawah tanah.
Bila kita sudah tidak mampu lagi membuat kota di tanah, mengapa kita
tidak membuat kota bawah tanah ?
Konsep dunia bawah tanah di Shibuya,
Jepang, yang terdapat hingga 4 level. Tidak hanya tempat subway / MRT
saja,tetapi juga untuk pertokoan / bisnis dan hotel.
Contoh daerah bisnis di Tokyo, sampai 9 level seperti ini di bawah tanah. Luar biasa bukan ?
Contoh perpustakaan di salah satu
pojok di London, terdapat 5 lantai. Selain subway, terdapat tempat2 umum
lainnya. Beberapa ada’atrium’ yg bisa memasukkan sinar matahari ke
beberapa level di bawah tanah.
Meskipun keadaanya sekarang belum
terlalu memggembirakan, tetapi paling tidak hal ini sedah mulai
menandakan bahwa, Jakarta akan terus membangun kota bawah tanahnya
dengan lebih terkoordunasi, komprehesif dan professional.
Sedangkan untuk dunia udara, maksudnya dengan keberadaan gedung2 pencakar langit yg sekarang ini banyak bermunculan di Jakarta.
Konsep kota udara, sebuah ‘high
rise’ dengan taman2 yg juga ‘mengawang di udara’. Konsep ini disebut
‘green bulding’. Bila tidak bisa mempunyai rumah di tanah, di apatemen
pun tidak apa2, bukan? Jika apartemen2 di Jakarta mengusung konsep
‘green apartemen’, pohon2 yg ditebang untuk membuat bangunan2 ini, bukan
tidak mungkin menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sayangnya, bahwa semua gedung yg ada, kebanyakan
tidak bercermin pada unsur2 tradisional kota Batavia Lama, sehingga
sakarang Jakarta menyerupai kota2 metropolitan seperti yg lain, yang
tidak punya tema / ciri khas khusus, yang memang jika kita mau jujur, Jakarta sekarang ini sangat ‘membosankan’ …..
Kota New York / Manhattan, sebuah
kota metropolitan yang sama degan kota2 lain di dunia.Tidak ada ciri
khasnya, baik di Amerika atau di Australia.
Downtown Oxford dan Amsterdam.
Lihatlah, bangunan2 khas mereka. Bangunan ini sengaja tidak di rumah
karena mempertahankan ciri khas daerah itu. Mengapa Jakarta tidak bisa ?
Membangun Btatvia Lama bisa menjadikan Jakarta ‘dilirik’ mata dunia.
Red Square di Russia. Mengapa kita tidak membuat konsep seperti ini? Barangkali membuat Museum Fatahillah dengan membuat pencahayaan khusus dan mnarik. Bukankan kita bisa? Monas memang sudah bisa, tetapi knsep pencahayannya jika mungkin, dibuat semenarik ini.
Terlepas dari hal tersebut, bukannya
kita tidak boleh membangun seperti sekarang ini, tetapi harus lebih di
koordinasikan keberadaannya dengan kondisi kota Jakarta itu sendiri.
Tentang Saya:
Christie Damayanti. Just a stroke survivor and cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as Jesus's belonging. Follow me on Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Manajemen Fisik Kota Jakarta (18)”
Posting Komentar