Senin, 21 Februari 2011

Dengan Kontainer dan Perjuangan, Aku Bawa 'Samanea Saman' ke Jakarta



By Christie Damayanti

12982796831934499169
Ilustrasi-Samanea Saman/Admin (panoramio.com)

Pengalamanku tetang pohon yang sangat memberkas di hati adalah tulisanku dibawah ini …..
Setelah konsultan dari Amerika dangan timku mendesain untuk proyek besar kami, berkutat dengan study literature tentang pohon dan survey yg dibutuhkan (lihat: Phoenix Sylvestris: Si Cantik yang Membuat Aku Jatuh Cinta), aku memulai ‘hunting’ untuk membelinya. Ditemani konsultan lokal, kami berburu pohon, dan salah satunya adalah Samanea Saman (Pohon Trembesi).

Di Jakarta, pohon Trembesi sepertinya tidak begitu ‘laku’, terlihat tidak banyak pohon Trembesi di Jakarta, kecuali di real estates yang memang khusus menanam dan memeliharanya. Tetapi di Singapore, dari sejak keluar airport, sampai ke semua kota, Trembesi menjadi favorit dan yang aku tahu, memang karena daunnya yang ‘dancing’ (membentuk paying yang rimbun), biasanya di bawahnya jarang bisa subur, kecuali rumput-rumput liar. Tetapi ternyata, di Singapore tidak berpengaruh tuh… aku mengerti, bahwa ‘kita tidak bisa merawatnya dengan rutin dan kurang adanya sense belonging’  yang tinggi. Mengapa kita ‘kalah’ dengan Singapore ??

1298271502837830538

Bila Trembesi tidak mempunyai banyak daun, biasanya di dahannya diSingapore

12982717111102853272

Sepanjang jauh memandang, pohon Trembesi merajai jalanan di Singapore. Di bawahnya tetapi rapi, tidak ada rumput liar, malah banyak berbunga.

Kembali lagi, salah satu pohon yang mempunyai manfaat besar, khususnya berperan dalam mengatasi masalah lingkungan adalah Pohon Trembesi (Samanea Saman). Pohon Trembesi disebut juga pohon hujan (rain tree), Trembesi, atau monkey pod. Memiliki kanopi lebar melebihi ukuran tinggi vertikalnya, sehingga menyerupai payung atau Bunga Brokoli. Tingginya dapat mencapai 25 meter, lebar kanopi sampai 40 meter. Hidupnya bias bertolerasi dalam keadaan ekstrim, makanya, dia bias tumbuh dimana-mana.

Pohon Trembesi memiliki bentuk daun yang menyerupai bentuk Kujang (senjata tradisional Suku Sunda). Bentuknya semakin meruncing pada bagian ujung daun. Daun ini akan layu ke arah atas ketika menjelang sore dan malam hari, sehingga daun terlihat saling berdempetan dalam pasangannya. Dalam satu helai daun umumnya terdiri dari dedaunan yang bejumlah genap. Memiliki tekstur tulang daun yang sederhana dan teratur dengan warna daun hijau muda cerah. Posisi daun dalam satu pasang sejajar simetris dengan kondisi akar tunggang yang menyerupai cakar ayam.

Mengapa ke Tangerang? Karena setelah survey kemana-mana, ternyata selain dekat dengan Jakarta, di sana masih banyak area persawahan dan banyak terdapat pohon ini. Kami melaju di antara persawahan dan berhenti untuk mencari pohon-pohon Trembesi. Kami membutuhkan 9 pohon untuk proyek kita dan kami harus mencari pohon-pohon yang sudah dewasa, tidak yang masih kecil, karena untuk mencapai dewasa (yang sampai 25 meter) membutuhkan waktu sampai 20 - 30 tahun. Dan karena pohon-pohon itu ada di ‘tuan-tuan tanah’ kami harus beregosiasi dengan beberapa orang untuk mencapai kata sepakat.

12982723231604095159

Salah satu Trembesi yg agak kecil, batangnya masih kecil. Ini yg kami beli dari salah satu pemilik tanah. Kami negoisasi dengan dibantu oleh pak Kepala Desa.

1298272121421415291

Ini Trembesi yg agak besar dan juga kami beli. Coba lihat perbandingan dengan seseorang yg memang kami minta untuk berdiri disana, luar biasa bukan ?

1298272682755074586
Bagaimana dengan yang ini? Cantik sekali …..

Bagaimana dengan yang ini? Cantik sekali ….. Seperti sebuah brokoli dengan dedaunan yg rapat dan ‘menari ( istilahnya : dancing )’. Kami ingin membeli yg ini, tetapi tidak bisa karena terlalu besar dan juga tempatnya tidak cukup karena proyek kami hanya punya 1,5 m tinggi  akarnya, jika seperti ini, tinggi akar bisa mencapai lebih dari ½ tinggi pohon ).

Untuk memindahkan Trembesi ini membutuhkan waktu dan perjuangan yang panjang. Pertama, kami harus ‘memotong akarnya’. Tidak bisa hanya memotongnya karena bila kita ‘mengangkatnya’ sampai ke akar-akarnya, bagaimana mungkin? Akarnya adalah akar tunjang dan bias mencapa bermeter-meter dan tidak bias menanam di proyek kami karena di bawah taman adalah pertokoan bawah tanah.

Bagaimana caranya? Konsultan yang mendukung proyek kami, memberikan metodanya dan sampai sekarang, di hatiku benar-benar memberkas tentang ini,dan dibutuhkan 3 bulan untuk Trembesi ‘mampu’ untuk ‘berjalan jauh’.

Pertama adalah sedikit ‘menggunduli’ dan ‘memotong akarnya’ yang tidak bisa hanya memotong biasa, harus memakai metoda. Karena akar Trembesi adalah akar tunjang yang sampai di kedalaman beberapa meter. Sehingga harus dipotong.

12982724692121658909
12982726171732138610

Beberapa Trembesi yang sudah digunduli, siap untuk dipotong akarnya.
1298273141753823101
12982728181518606781

Mengukur diameter akar untuk di hitung, berapa yg bisa di potong (kasihan, ya ? L ) Akar ini dibungkus, karena ‘dilukai’. Akar yang dipotong langsung dibungkus, dan harus menunggu anak-anak akar yang terputus tumbuh kembali. Ini memerlukan waktu kira-kira sampai 2,5 - 3 bulan.

Kedua, bagaimana cara membawanya ke Jakarta? Karena proyek ini membutuhkan taman yang harus indah pada pembukaan (meminimalkan cabang-cabang yang dipotong), maka harus dibawa memakai container besar. Itupun banyak cabang ‘merusak’ area yang dijalani: beberapa mobil penyok-penyok dan ada yang kacanya pecah, 3 tiang listrik tumbang  serta tidak bisa masuk ke lubang pintu tol ..... hihihihihi

Ketiga, ‘memasukkannya’ ke lubang yang sudah ditentukan. Dan inilah yang paling dasyat. Dengan memakai ‘crane‘, dan dikomandokan banyak orang, astaga… ternyata tidak semudah itu memasukkan pohon ke lubang-lubang yang sudah direncanakan.

12982728871843434723

Kira-kira sedalam inilah tempat akar Trembesi ini

Proyek siap menerima Trembesi dari Tangerang. Kira-kira sedalam inilah tempat akar Trembesi ini, karena dibawahnya adaah pertokoan bawah tanah. Kami memakai ‘double deck’ selain supaya tidak bocor, juga bisa digunakan untuk maintenance karena dalam proyek ini terdapat 14 ‘water feature’ …..
1298272942791705954
Crane 

12982730072055292544

Trembesi pertama ( 1st Implant ) sudah mulai diturunkan ….. luar biasa, bukan ??? Benar2 memberkas di hatiku

Dan terakhir, bagaimana caranya ‘menghindupkan’ kembali Tremebesi ini (karena ini seperti mati suri buat Trembesi-trambesi ini). Karena dalam perjalanan (1 konteiner hanya 1 Trembesi dan butuh waktu seharian karena harus perlahan supaya tidak ‘terguling), batangnya banyak ‘terluka’ dan itu mengakibatkan ‘luka dalam’ (astaga …… lebay banget !!!). Ternyata, pohon-pun memiliki ‘hati’ juga. Luar biasa Tuhan itu…

12982730721360104732

Bantalan-bantalan jelly

Bantalan-bantalan jelly yang dibuat khusus untuk keadaan yg seperti ini (lihat foto yg warna putih-putih seperti styroform) dan setelah itu, lapis demi lapis ditutup tanah (seperti membuat kue lapis) sampai akar pohon tersebut tertutup. Setiap hari, tanah akan turun dan ditimbun tanah lagi, begitu seterusnya sampai tanah benar-benar padat ….. amazing !!!

12982731681783102768

Trembesi pertama sudah berdiri, dan sedang mempersiapkan ceremony dengan membuat panggung untuk
.
12982736371844809959

Pekerja-pekerja untuk membuat tiang-tiang penyangga sebelum pohon ini kokoh berdiri dan sebelum si akar kuat untuk menyangga pohon ini berdiri tegak.

Dengan membuat bantalan-bantalan jelly yang menyelimuti akar-akarnya sebelum ditutup tanah, menyiramnya dan ‘mengobati’ batang dan ranting-rantingnya dengan membungkusnya dengan bahan-bahan khusus, diharapkan Trembesi-trambesi yang sudah ada di proyek kami akan dapat bertahan dan memang bertahan! Walau kami sering dimarahi bos/pemilik proyek karena schedulenya mundur semua.
Begitu Trembesi pertama tertutup tanah, beberapa hari kemudian, kami mengadakan “1st Implant Ceremony” bulan Maret 2009.

12982738641317421876

Ceremony menyiram pertama, aku dengan konsultan dan mitra kerjaku. 

12982739991323099562
12982741371072669772

Aku dengan beberapa bos ku dalam “1st Implan Ceremony” Trembesi pertama. Aku dengan konsultan asing dari Amerika dan salah satu bos-ku yang sangat peduli tentang taman, seorang arsitek senior dan membidangi proyek ini untuk taman dan accecoris-nya (water feature, lighting dan signage).

Dengan kira-kira 6 bulan, tugas pertamakuuntuk ‘memindahkan’ Trembesi ini selesai, tetapi masih banyak tugas lagi yang masih menunggu untuk menyelesaikan proyek besar kami. Ternyata, bukan cuma arsitek/semua desainer saja untuk menjadikan sebuah proyek besar bisa berdiri, tetapi juga harus bisa segala hal dan tetap memakai ‘hati’ supaya pohon-pohon pun bisa ‘bicara’ banyak dan  pengalamanku bertambah lagi.

Salamku…

Tags: ,

0 Responses to “Dengan Kontainer dan Perjuangan, Aku Bawa 'Samanea Saman' ke Jakarta”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks